blog dokter taura big ad

MPASI 6 BULAN: STRATEGI TERHINDAR DARI MALNUTRISI

MPASI 6 bulan sering kali menjadi momok padi para orang tua. Berbagai pertanyaan bernada khawatir, tak jarang menggelora dalam jiwa. 

"Mulai kapan bayi boleh diberi MPASI?"

"MPASI pertama yang diberikan ke bayi sebaiknya yang mana?"

"Boleh gak bayi 6 bulan diberikan susu UHT?"

"Resep MPASI yang bagaimana yang diabjurkan?"

Sebagai strong and smart mom, tentu sudah punya solusinya, bukan? 

Tapi solusi yang ada dalam benak para orang tua, belum tentu benar, bukan?

MPASI 6 bulan harus kita berikan dengan cermat

Saatnya MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Tak terasa sudah 6 bulan si kecil mendapatkan ASI eksklusif. Berbagai macam cobaan dan ujian telah dilewati dengan sukses, mulai kurangnya produksi ASI di hari-hari pertama, kulit bayi kuning, puting lecet, bayi rewel saat disusui (nursing strike), kurang yakinnya mertua akan kecukupan produksi ASI, hingga bujuk rayu dari teman dan tetangga yang membanggakan anak-anaknya yg “sufor eksklusif”.

Kini, saat usia bayi mencapai 6 bulan, tiba saatnya kita memberikan makanan pendamping ASI alias MPASI. Apa dan bagaimana MPASI yang baik itu? Mengapa perlu diberikan MPASI? Mengapa mulai diberikan pd usia 6 bulan? Bagaimana urutan pemberian MPASI yang benar?

Dalam tulisan berikut ini, penulis mencoba mengupas tuntas masalah MPASI dari A sampai Z... Semoga bermanfaat...

Apa yang dimaksud dengan MPASI?

MPASI 6 bulan (Makanan Pendamping ASI) adalah semua makanan dan minuman yang diberikan pada bayi yang mendapatkan ASI hingga bayi selesai disapih dan dapat makan makanan keluarga. Biasanya antara usia 6 – 24 bulan

Periode peralihan antara ASI eksklusif ke makanan keluarga dikenal pula sebagai masa penyapihan (6-24 bulan) yang merupakan suatu proses pemberian makanan khusus selain ASI secara bertahap jenis, jumlah dan frekuensi maupun tekstur dan konsistensinya sampai seluruh kebutuhan nutrisi anak dipenuhi oleh makanan keluarga. Masa peralihan ini merupakan masa rawan pertumbuhan anak karena pada masa inilah awal terjadinya malnutrisi.

MPASI 6 bulan bukan hanya apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana, kapan, dimana dan oleh siapa anak diberikan MPASI

Mengapa MPASI diberikan mulai umur 6 bulan?

Setelah umur 6 bulan, ASI saja tidak mencukupi untuk kebutuhan bayi, terutama kebutuhan akan energi, protein dan beberapa mikronutrien (besi, seng, vitamin A dll).

Pemberian MPASI yang terlalu dini bisa menyebabkan diare (resiko dehidrasi), produksi ASI menurun, sensitisasi alergi hingga resiko terjadinya gangguan tumbuh kembang. 

Sedangkan MPASI yang diberikan terlambat akan membawa dampak: defisiensi zat besi, resiko terjadinya gagal tumbuh hingga gangguan tumbuh kembang.

Beberapa faktor perlu diperhatikan ketika akan memulai MPASI, antara lain:

  1. Kesiapan/kematangan saluran cerna bayi
  2. Perkembangan ketrampilan oromotor (kesiapan bayi untuk menerima makanan padat)
  3. Kebutuhan nutrisi selain dari ASI tidak dibutuhkan bayi sebelum usia 6 bulan

Usia 6-9 bulan merupakan periode kritis dalam perkembangan ketrampilan makan. Karenanya, perkenalkan bayi dengan berbagai variasi rasa, aroma, tekstur dan konsistensi.

Makanan Apa yang Sebaiknya Diberikan Sebagai MPASI ?

Ada banyak pilihan jenis makanan yang bisa dijadikan pilihan MPASI, mulai dari yang lokal hingga yang import. Mulai dari yang homemade hingga pabrikan.

Yang mana yang terbaik buat si kecil?

Berikut panduan untuk memilih jenis makanan untuk MPASI:

  • Pilihan utama adalah makanan yang tinggi kandungan zat besi, karena zat inilah nutrien yg paling tidak terpenuhi kebutuhannya setelah usianya 6 bulan
  • Berikut adalah makanan yg tinggi kadar Fe nya: hati, daging sapi, daging unggas, tuna, ikan Cod, udang, tiram, kuning telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian
  • MPASI pertama yg terbaik diberikan ke bayi adalah beras karena sifatnya yang sangat hipoalergenik
  • Gandum dan cammpuran cerealia lainnya sebaiknya diberikan mulai 8 bulan
  • Putih telur diberikan sebelum 1 tahun, sedangkan kuning telur bisa diberikan mulai 8 bulan
    Malnutrisi pada anak berawal dari kesalahan pemberian MPASI saat anak berusia 6-24 bulan

Panduan Dasar Pemberian MPASI

Masalah pemberian MPAS ini terkadang membuat ibu stress dan akhirnya berakibat fatal pada kegagalan pemberian ASI. Tak jarang juga menyebabkan ibu berselisih paham dengan mertua ataupun dengan suami

Biar pemberian MPASI ini tidak dipenuhi dengan drama, maka berikut ini panduan dasar pemberian MPASI:

1. Urutan Pemberian MPASI

Menurut AAP (American Academy of Pediatrics), tidak ada urutan khusus dalam pengenalan jenis bahan makanan yg diberikan ke bayi. Kuncinya adalah makanan yang aman, bergizi dan tekstur yang sesuai

2. Tekstur dan Konsistensi

Dimulai dengan tekstur yg lembut, agak encer selanjutnya secara bertahap konsistensinya ditingkatkan. Puncak dari konsistensi ini adalah berupa nasi yang bisa dimulai saat bayi usia 12 bulan.

3. Jumlah

Mulai dengan pemberian satu hingga dua sendok teh pada saat pengenalan jenis makanan, kemudian  tingkatkan secara bertahap hingga jumlah yg sesuai usia.

4. Jarak waktu antara pemberian makanan baru

Kenalkan satu persatu jenis makanan sebelum diberikan dalam bentuk campuran, dengan jarak dua ingga tiga hari (atau 4-7 hari jika bayi ada riwayat alergi). Makanan baru sebaiknya diberikan pada pagi hari oleh ibu

Rekomendasi Seputar Jenis MPASI

Beberapa badan kesehatan atau pusat kesehatan anak, memberikan rekomendasi penting terkait jenis makanan tertentu untuk MPASI.
berikut adalah rekomendasi tersebut:

Rekomendasi AAP (American Academy of Pediatrics)

Rekomendasi AAP ini terutama tentang perkenalan jenis makanan tertentu untuk MPASI 6 bulan:

  • Perkenalan jenis makanan satu persatu
  • Pilih makanan yang mengandung zat besi penting dan juga sebagai sumber energi, seperti bubur susu fortifikasi besi dan tim daging sebagai makanan pertama karena kandungan protein, zat besi, dan seng yang tinggi
  • Perkenalkan berbagai variasi makanan diakhir tahun pertama
  • Tidak memberikan susu sapi kecuali dalam bentuk susu formula sebelum usia 1 tahun
  • Pastikan asupan kalsium yang cukup dari MPASI
  • Tidak memberi jus buah sebelum usia 6 bulan dan membatasi pengunaan maksimal 120-180 ml/hari.

Rekomendasi ESPGHAN (The European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition)

Tak beda dengan AAP, ESPGHAN juga memberikan rekomendasi penting terkait pemberian MPASI 6 bulan:

  • MPASI diperkenankan satu per satu untuk mengetahui adanya alergi terhadap satu jenis makanan
  • Bayi yang mendapatkan ASI harus mendaspatkan > 90% zat besi dari MPASI. MPASI merupakan sumber zat besi dengan bioavalabilitas tinggi
  • Susu sapi tidak menjadi susu utama sebelum usia 12 bulan
  • Dianjurkan untuk menghindari pemberian gluten sebelum 4 tahun atau sebelum 7 bulan dan introduksi gluten dilakukan secara bertahap
  • Bayi vegetarian harus mendapatkan susu (ASI atau formula) dalam jumlah yang cukup (sekitar 500 ml/hari)
  • Vegan diet tidak dianjurkan untuk bayi dan balita
  • Kandungan lemak pada MPASI tidak kurang dari 25%, termasuk sumber asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda (contoh: minyak ikan). Pemberian MPASI tidak menambahkan gula dan garam.

Rekomendasi WHO (World Health Organization)

Sebagai badan kesehatan dunia, WHO tak ketinggalan memberikan beberapa rekomendasi penting seputar MPASI 6 bulan:

  • Bayi harus mendapatkan makanan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi
  • Lauk hewani seperti: daging, ayam, ikan atau telur harus diberikan setiap hari atau sesering mungkin
  • Bayi vegetarian tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya kecuali diberikan suplementasi
  • Sayur dan buah kaya vitamin A harus diberikan setiap hari
  • Kandungan lemak harus cukup
  • Hindari pemberian makanan dengan kandungan zat gizi rendah (contoh: teh, kopi, soda), jumlah jus buah harus dibatasi sehingga tidak mengurasi asupan makanan lain yang kaya zat gizi.



Tabel. Pedoman Pemberian Makan pada Bayi/Anak Usia 6-23 Bulan yang Mendapat ASI On Demand

Umur

Tekstur

Frekuensi

Jumlah rata-rata/kali makan

6-8 bulan

Mulai dengan bubur halus, lembut, cukup kental, dilanjutkan bertahap menjadi lebih kasar

 

2-3x/hari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makan, dapat diberikan 1-2x selingan

Mulai dengan 2-3 sdm/kali ditingkatkan bertahap sampai ½ mangkok (125 ml)

9-11 bulan

Makanan yang dicincang halus atau dusarung kasar sampai makanan bias dipegang/diambil dengan tangan

 

3-4x/hari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makan, dapat diberikan 1-2x selingan

½ mangkok (125 ml)

12-23 bulan

Makanan keluarga, bila perlu masih dicincang atau disaring kasar

3-4x/hari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makan, dapat diberikan 1-2x selingan

¾ sampai 1 mangkok (175-250 ml)

Kesimpulan

Pengetahuan seputar MPASI 6 bulan ini penting untuk dipahami dan dicermati oleh orang tua karena periode usia 6-24 bulan adalah masa rawan pertumbuhan anak karena pada masa inilah awal terjadinya malnutrisi

Selama pemberian MPASI 6 bulan, ASI terus diberikan seperti biasa, atau yang disebut on demand.

Dalam masalah MPASI 6 bulan, baby is the boss. Tidak ada jenis makanan tertentu yang harus diberikan ssebagai resep menu MPASI. Semua tergantung bayinya.

Orang tua disarankan tidak terlalu ambisi untuk memberikan MPASI 6 bulan dengan target tertentu.

Masing-masing bayi adalah individu yang unik dan tidak sama dengan bayi lain. Orang tua sebaiknya tidak meniru resep MPASI yang banyak beredar di internet maupun hasil menyontek resep MPASI tetangga. SEmua tergantung bayinya

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

23 komentar

  1. Deg-degan banget tiap mulai mpasi. Syukurlah anakku ini termasuk mudah dan lahap makannya. Jadi bisa menerapkan dengan lebih optimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah! Ini anak idaman banget bagi para emak-emak. Makannya lahap, gak pilih-pilih. Tumbuh kembangnya normal... Udah deh, bikin emak-emak bahagia

      Hapus
  2. Bahkan putih dan kuning telur aja berbeda waktu pemberiannya ya, dok. saking sensitiv nya tubuh seorang bayi. Apa kabar aku yang dulunya bayi udah dikasi makan nasi lembek wkwk.
    Untung aku sehat walafiat, Insyaallaah.
    Org tuaku masih ikut kata moyang2 nya. "gimana anak mau hidup kalau ngga dikasi makan"
    untung sekarang udah paham 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak semua yang diterapkan ortu kita, baik juga diterapkan ke anak kita. Harus lebih cermat lagi. Pilah dan pilih yang terbaik buat bayi...

      Hapus
  3. Setuju dok, bayi umur 6 bulan + emang penting diberikan MPASI ya, sebagai penunjang tumbuh kembang mereka. Asupan nutrisi bagus dan bayi lebih dikenalkan dengan olahan sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuh kan, bener kan... Urusan MPASI itu bukan hanya urusan emak-emak. Kaum bapack wajib paham apa dan bagaimana MPASI yang sehat itu...

      Hapus
  4. dulu saking ketakutan anak2 saya kurang gizi

    hingga 2 tahun mereka saya beri bubur blender nasi, bayam dan ati ayam

    kasihan ya? Pasti rasanya gak enak

    BalasHapus
  5. Sekarang MPASI untuk cucu-cucunya gimana Ambu? Sudah bener kan ya?
    Emak-emak zaman sekarang pinter-pinter kok... Kritis lagi. Jadi nenek hanya supervisi aja...

    BalasHapus
  6. Bener kak. Mpasi itu menakutkan juga buat aku. Dulu anak pertama mpasi itu tanpa drama. Eh trnyata pas anak ke dua mpasinya susah jga ada drama. Walau setelah itu jadi lebih mudah. Allhamdulillah. Sekarang mpasi udah terlalui. Udah mulai menu keluarga 2 bulan ini

    BalasHapus
  7. Oh berarti pemberian MPASI itu juga dilihat apakah si dede bayi suka atau nggak nya ya?
    Baru engeh daku, pantesan ponakan waktu bayi kok ini mau, pernah dikasih lain eh dia gak mau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul. Untuk masalah mpasi: your baby is your boss. Karena bayi juga punya rasa, punya hati

      Hapus
  8. Ortu (terutama ibu/bumer) emang sering jadi pembingung masalah MPASI ini. Suka tau-tau nyuapin makanan yang sebenernya belum boleh dimakan si bayi :(

    BalasHapus
  9. jadi kangen masa-masa mpasi deh, naik turunnya emosi diuji banget. wkwk. pengen mpasi lagi tapi gamau dapet GTMnya. hihi

    BalasHapus
  10. Masa2 awal MPASI ini lumayan bikin stress ya dok. Apalagi kalaj anak susah makan. Bener2 emaknya harus eksplorasi menu.

    BalasHapus
  11. Memang harus bener-bener diperhatikan ya persoalan gizi anak ini. Mana belum lagi ada masalah-masalah GTM gitu ya kak yang bikin lebih menantang bagi ibu2. Semangat ya kak.

    BalasHapus
  12. Karena masih aktif bekerja, jadi kuli orang lain, saya hanya bisa memberikan ASI EKSKLUSIF untuk kedua anak saya selama 3 bulan. Selebihnya sudah bercampur. Kebetulan pulak ASI saya tidak banjir. Diperas pun tidak begitu banyak. Jadi perasan ASI hanya cukup untuk 1/2 hari saja.

    Alhamdulillah saat itu masih ada ibu saya, mantan perawat, yang membantu mengontrol tumbuh kembang anak-anak saya disamping babbysitter. Jadi untuk MPASI, beliau yang membuat dan mengolah sendiri. Mulai dari bubur halus dan beberapa camilan yang pas untuk bayi.

    BalasHapus
  13. MPASI anakku dulu kurang lemak dok, jadi susah naik berat badannya. Apalagi masa MPASInya mengalami gangguan oromotorik, akhirnya terapi hiks. Jadi ngejar BBnya dari telur karena mudah dikunyah anak. Sekarang anaknya sudah 6 tahun, empal pun doyan hehe

    BalasHapus
  14. Makin cakep aja ini artikel ada tabelnya segala. Keren uey.... ini edukatif sekali tulisannya. Aku bantu share y dok...

    Aku jadi inget2 jaman awal bingung mau ngasih mpasi ke kakak membaca banyak referrnsi bair tercerahkan..

    BalasHapus
  15. Muhammad Haris Firdausi4 September 2022 11.09

    MasyaAllah terimakasih banyak dokter untuk informasi yang bermanfaat ini. Saya ingin bertanya mengenai mpasi yang banyak dijual di pinggir jalan apakah bisa diberikan kepada bayi dan sebanding dengan mpasi yang ibu buat sendiri di rumah?

    BalasHapus
  16. Hani Mufidatul Khoiriah5 September 2022 13.26

    masyaAllah.. Terimakasih banyak dokter untuk paparan materi nya.. selain harus memahami pentingnya asi ekslusif, para orang tua khususnya ibu juga harus mengetahui ilmu MPASI yang benar untuk anak.. karena nutrisi pada masa-masa ini sangat menentukan keberhasilan tumbuh kembang anak. Terimakasih banyak dokter taura 🙏

    BalasHapus
  17. Hani Mufidatul Khoiriah5 September 2022 13.29

    MasyaAllah, terimakasih banyak dokter untuk paparan materinya mengenai MPASI, selain harus mengetahui pentingnya asi ekslusif, para orang tua khususnya ibu juga harus paham tatacara MPASI yang benar untuk anak. Karena pada masa-masa ini adalah golden period bagi anak. Sehingga harus diberikan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan nya, agar anak bisa sehat dan baik tumbuh kembang nya. Terimakasih banyak dokter

    BalasHapus
  18. Terima kasih untuk sharing ilmunya dokter. Menjadi orang tua memang sulit nggih, jika di analogi kan, orang tua itu seperti seorang dokter yang tetap harus terus belajar. Orang tua harus selalu belajar tentang pertumbuhan dan perkembangan si anak, termasuk MPASI yang mulai diberikan saat usia 6-24 tahun, dimana termasuk masa rawan pertumbuhan anak sehingga perlu untuk selalu dipantau.

    BalasHapus
  19. Masyaallah, terima kasih dokter sharing ilmunya. Informasinya sangat bermanfaat sekali karena selain memahami pentingnya ASI ekslusif, orang tua juga harus memahami mengenai MPASI yang dibutuhkan untuk memenuhi nutrisi anak.

    BalasHapus

Posting Komentar