blog dokter taura big ad

CARA MENYUSUI YANG BENAR: POSISI MENENTUKAN PRESTASI

“Dok, bayi saya umur satu bulan, kenaikan berat badannya hanya 400 gram dari berat lahir. Selama ini hanya saya beri ASI eksklusif.”

“ASI-nya lancar, Bu?”

“Itu dia, Dok. Saya merasa ASI saya tidak lancar.”

Percakapan di atas sering banget terjadi di ruang praktik maupun saat konsultasi daring. Seperti sore itu, seorang wanita muda panic setelah tahu bahwa kenaikan berat dabad bayinya di bawah standar normal.

Ibu muda yang hobi menulis jurnal itu merasa bahwa pemberian nutrisi pada bayinya sudah optimal. Pemberian ASI eksklusif dirasakannya sudah sesuai saran bidan.

Drama di atas sering banget terjadi di masyarakat. Seperti emak-emak pada umumnya, busui pasti panik kan melihat pertumbuhan anaknya mengalami hambatan?

Tiga Langkah Penting yang Harus Busui Lakukan

Apa yang harus dilakukan oleh busui saat menghadapi drama seperti ini?

Gempil! ikuti tutorial berikut ya…

Pertama: Pastikan bahwa produksi ASI cukup. Kecukupan ASI ini bisa kita pantau kok. Caranya bagaimana? Tunggu ya…

Kedua: Pastikan bahwa posisi menyusui sudah benar. Kegagalan pemberian ASI eksklusif bisa disebabkan oleh 3 faktor: faktor ibu, faktor bayi dan faktor “proses menyusui”. Dari ketiga faktor diatas, faktor terakhir inilah yang paling sering terjadi.

Ketiga: Jika kecukupan ASI sudah terjamin, cara menyusui sudah benar, tetapi berat badan bayi masih di bawah standar, segera konsultasikan bayi Anda ke Dokter Spesialis Anak terdekat. Mintalah skrining pemeriksaan jantung bayi dengan echocardiografi.

Tanda Kecukupan ASI

Setelah proses menyusui usai, masih ada tugas yang harus diemban oleh busui. 

Mengamati bayi pasca menyusu adalah aktivitas penting yang bisa memberikan beberapa informasi vital.

Berikut adalah tanda kecukupan produksi ASI:


Evaluasi cara menyusui yang benar, dengan cara mengamati tanda kecukupan ASI
  1. Bayi tampak tenang dan kenyang setelah selesai menyusu
  2. Bayi tidur nyenyak
  3. Bayi tampak ceria dan aktif saat bangun tidur
  4. Berat badan bayi naik
  5. Urine berwarna jernih (tidak pekat)
  6. Frekuensi buang air kecil 6-8 kali dalam 24 jam
  7. Warna feses (tinja) kuning
  8. Saat menyusu, tampak gerakan swallowing alias gerakan menelan yang bisa dirasakan dan didengar oleh busui.
  9. Payudara ibu terasa ringan atau “kosong” setelah menyusui

Cara Menyusui yang Benar

Setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan cara meyusui yang benar:

  1. Posisi duduk ibu dan posisi bayi saat menyusu
  2. Posisi mulut bayi dan puting ibu

Selain itu, untuk bisa menyusui dengan baik dan benar dibutuhkan pengetahuan yang memadai tentang ASI dan tips ASI lancar atau cara mudah bikin ASI melimpah.

Posisi Badan Ibu dan Badan Bayi:

  1. Ibu duduk atau berbaring dengan santai. Hindari posisi kaki yang menggantung
  2. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir.
  3. Perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan areola sekitarnya. Manfaatnya adalah sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
  4. Pegang bayi pada belakang bahunya, tidak pada dasar kepala. Hindari memegang leher dan atau belakang kepala bayi saat bayi menyusu
  5. Rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara
  6. Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu
  7. Dengan posisi seperti ini telinga bayi akan berada dalam satu garis dengan leher dan lengan bayi
  8. Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu.
    Salah satu kunci keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah cara menyusui yang benar

Posisi Mulut Bayi dan Puting Ibu

  1. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas jari yang lain menopang dibawah (bentuk C) atau dengan menjepit payudara dengan jari telunjuk dan jari tengah (bentuk gunting), dibelakang areola (kalang payudara)
  2. Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (rooting reflek) dengan cara menyentuh puting susu, menyentuh sisi mulut puting susu.
  3. Tunggu sampai bayi bereaksi dengan membuka mulutnya lebar dan lidah ke bawah
  4. Dengan cepat dekatkan bayi ke payudara ibu dengan cara menekan bahu belakang bayi bukan bagian belakang kepala
  5. Posisikan puting susu diatas bibir atas bayi dan berhadapan- hadapan dengan hidung bayi
  6. Kemudian masukkan puting susu ibu menelusuri langit- langit mulut bayi
  7. Usahakan sebagian aerola (kalang payudara) masuk ke mulut bayi, sehingga puting susu berada diantara pertemuan langit- langit yang keras (palatum durum) dan langit- langit lunak (palatum molle)
  8. Lidah bayi akan menekan dinding bawah payudara dengan gerakan memerah sehingga ASI akan keluar dari sinus lactiferous yang terletak dibawah kalang payudara
  9. Setelah bayi menyusu atau menghisap payudara dengan baik, payudara tidak perlu dipegang atau disanggah lagi
  10. Beberapa ibu sering meletakkan jarinya pada payudara dengan hidung bayi dengan maksud untuk memudahkan bayi bernafas. Hal itu tidak perlu karena hidung bayi telah dijauhkan dari payudara dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu
  11. Dianjurkan tangan ibu yang bebas, dipergunakan untuk mengelus- elus bayi

Jadi menyusui itu bukan kegiatan yang asal-asalan, butuh pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk bisa menyusui dengan benar. Dengan menerapkan cara menyusui yang benar, produksi ASI akan terjamin kelancarannya dan bayi akan menikmati proses menyusu. Berat badan bayi pun akan naik dengan sendirinya.

Posisi dan cara menyusui yang benar adalah kunci keberhasilan ASI eksklusif

Proses Menyusui: Bukan Sekadar Memberikan Nutrisi

Menyusui memang identik dengan memberikan nutrisi bayi atau membuat bayi kenyang. Namun, dibalik itu ada aktivitas yang tak kalah penting.

Berikut beberapa fakta lain tentang menyusui:

Saat menyusui bayi,bunda bisa melakukan stimulasi dan bahkan melakukan deteksi dini adanya penyimpangan tumbuh kembang bayi.

Jarak pandang bayi baru lahir hingga umur 6 bulan sekitar 40-50 cm. Ini sama dengan jarak antara mata bayi dengan bata ibu saat proses menyusui. Jadi, menjaga kontak mata antara ibu dan bayi merupakan stimulasi yang perfect.

Kontak mata antara ibu dan bayi saat proses menyusui, merupakan perfect stimulation

Saat itu kita bisa memastikan kontak mata ibu dan bayi berjalan dengan baik atau tidak. Kondisi yang bisa dideteksi secara dini kalau sulit kontak mata adalah autism.

Selain itu, kita juga bisa memperhatikan apakah si kecil melihat dengan baik wajah ibunya, lalu memberikan respons. Kalau penglihatan bayi: baik, maka di usia 2-3 bulan akan memberikan respons senyum.

Saat proses menyusui, bayi juga bisa membau bau badan ibunya. Bau alami ini akan merangsang serabut syaraf pembauan bayi yang akan diteruskan ke jaringan otak dan selanjutnya akan merangsang pertumbuhan sel-sel otak. Jadi busui disarankan untuk tidak menggunakan wewangian saat menyusui.

Saat proses menyusui, bayi juga akan merasakan detak jantung ibu seperti saat dia berada dalam rahim ibu. Ini akan membuat nyaman bayi dan akan membuat berat badan bayi naik dengan pesat.

Jadi, keuntungan yang nyata saat kita memberikan “direct breastfeeding” adalah bonding.

Bonding ini bukan hanya berarti kontak fisik antara ibu dan bayi, tetapi juga hubungan atau ikatan batin antara ibu dan anak.

Ikatan batin yang erat, mesra, dan selaras yang diciptakan seawal dan sepermanen mungkin sangat penting, karena (1) turut menentukan perilaku anak di kemudian hari, (2) menstimulasi perkembangan otak anak, (3) merangsang perhatian anak kepada dunia luar, (4) menciptakan kelekatan (attachment) antara ibu dan bayi.

Pemenuhan kebutuhan emosi ini (asih) dapat dilakukan dengan melakukan kontak sedini mungkin, yaitu dengan mendekapkan bayi pada ibunya sesegera mungkin setelah lahir (inisiasi dini).

Cara menyusui yang benar akan menguntungkan bagi bayi.

Kesimpulan

Dengan menerapkan cara menyusui yang benar, ASI akan diproduksi dengan lancar dan tumbuh kembang bayi akan menjadi seperti yang kita harapkan.

Dengan menerapkan cara menyusui yang benar, akan menimbulkan kontak fisik (kontak kulit), psikis (kontak mata), suara, dan penciuman sedini mungkin yang turut memegang peran penting terhadap keberhasilan menyusui. Interaksi yang timbul pada saat ibu menyusui bayi akan meningkatkan hubungan batin ibu dan anak, menimbulkan rasa aman pada bayi yang kelak akan meningkatkan rasa kepercayaan diri seorang anak.

 

 

  

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

63 komentar

  1. Selamat siang dok, dulu saat aku menyusui Rachel dan Glory pernah melakukan kesalahan yaitu menyusui sambil tidur, kejadiannya subuh. Saat itu aku ngantuk sekali sementara Glory rewel minta susu. Akhirnya sambil terkantuk-kantuk puting susu meleset hingga menutupi hidung Glory. Saya baru terbangun setelah Glory tersedak dan nangis. Pengalaman yang tak terlupakan. Thanks dok sudah berbagi tips.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serem juga ya kak pengalaman nya... Sebentar lagi jadi nenek, sudah banyak banget dong bekalnya... Yuk jadi #nenekasi

      Hapus
  2. Waktu anak pertama gitu dok, banyak dramanya pas menyusui ๐Ÿฅฒ
    Ternyata kontak mata saat menyusui bisa deteksi dini autism ya dok, wah baru tau, makasih ilmunya dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. selalu ada drama dalam proses menyusui... Jadi pelajaran berharga pada akhirnya...

      Hapus
  3. hwoooooo banyak ilmunyaaa. saya ga pernah punya pengalaman langsung dengan bayi. tapi seru juga baca catatannya. menyusui itu bukan sekadar memberi asi ya, dok. tapi juga menjalin komunikasi, membangun ikatan kasih sayang ๐Ÿ’•

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mbak Dhenok. Menyusui itu bukan hanya soal nutrisi... So Complicated

      Hapus
  4. Anakku Alhamdulillah ASI eksklusif bahkan umur 4 tahun masih nenen. Akhirnya disapih pake brotowali, soalnya udh TK. Ahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya baru tahu lho, brotowali bisa untuk menyapih ASI. MAkasih ya atas sharing pengalamannya

      Hapus
  5. Ternyata tidak hanya ibu saja ya dokter yang perlu belajar bagaimana cara menyusui yang baik dan benar, tapi bayinya pun ikut belajar juga, yang berawal dari membau aroma ibu, sehingga terjadi "bonding" antara ibu dan anak. Saya izin bertanya dokter, apakah direkomendasikan nggih konsumsi vitamin pelancar ASI? karena jaman sekarang banyak sekali olshop yang menjual vitamin ASI dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju. Asi itu bukan masalah nutrisi saja. Tapi stimulasi juga.

      Hapus
  6. Jadi banyak hal yang perlu diperhatikan ya doker saat menyusui, mulai dari kecukupan ASI hingga cara menyusui yang benar agar usaha menyusui ibu bisa berhasil. Manfaat menyusui juga tidak hanya untuk memenuhi nutrisi bayi, tapi dapat bermanfaat untuk melihat apakah ada kelainan pada bayi serta untuk bonding antara ibu dan anak.
    Terimakasih dokter tambahan ilmunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul. Dengan ASI... Bayi jadi sehat, ayah jadi hemat dan ibu paling hebat

      Hapus
  7. Ternyata banyak sekali tata cara agar bisa menghasilkan ASI ekslusif yang bagus. Baik secara posisi dari sang bayi maupun secara posisi perlekatannya. Bahkan sudah dijelaskan bahwa posisi yang baik dan benar antara perlekatan bayi dan ibu dapat membuat ibu lebih rileks dalam menyusui sehingga ASI dapat terproduksi lebih banyak akibat ibu rileks dan tidak dalam keadaan tegang dan lelah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Makasih ya sudah berkunjung ke Blog Dokter Taura...

      Hapus
  8. Muhammad Jefri Pasenda20 Februari 2022 20.35

    Terimakasih banyak dokter atas ilmunya. Masalah ini hampir setiap hari saya temui ketika bertemu Ibu yang baru melahirkan anaknya. Ternyata memang sangat penting sekali edukasi tentang cara ibu menyusui. Agar calon bayi mendapatkan semua manfaat menyusui itu sendiri. Saya izin share
    ke grup keluarga nggih dokter. Sekali lagi terimakasih banyak atas ilmunya dok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan di share sesering mungkin ya, biar bisa menebar manfaat...

      Hapus
  9. Asi yang tidak lancar bukan karena faktor tertentu saja ya ternyata beda pola hidup sehat pun bisa jadi penyebab kurang lancarnya Asi ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, pola hidup sehat memang penting.... makasih ya sudah berkunjung ke Blog Dokter Taura

      Hapus
  10. Ternyata urusan menyusui nggak bisa sembarangan ya, dok. Kayaknya kalau saya perhatikan adik iparku tu kayak yang nggak perlu belajar gitu. Tapi selama ini produksi asinya cukup sih. Ponakanku selalu ceria dan nggak pernah rewel. Berat badannya juga naik terus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Memang ada sebagian wanita yang menyusui apa adanya (tanpa berbekal ilmu dll) dan berhasil. Tapi gak semua ibu mengalami seperti itu. Biar proses menyusui berjalan sempurna, sebaiknya semua ibu sejak hamil, sudah mulai belajar apa itu ASI, bagaimana cara menyusui yang benar, manfaat asi dll

      Hapus
    2. Iya betul, tiap ibu punya story nya masing-masing, ada yang lancar jaya dalam menyusui ASI, tp dikasih cobaan hal lain. Ada juga yang menyusuinya sekuat tenaga bgt biar bisa berhasil. Proud of every moms! ^^ kalian kereeen

      Hapus
  11. Betul banget Pak Dokter. Dulu saya itu susah banget mau menyusui, sampai rutin ke dokter laktasi, jadi memang tidak asal-asalan untuk menyusui. Saya sukses menyusui di anak kedua, itupun sebelah payudara saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, gak kebayang bagaimana perjuangan Kak Annisa dalam menyusui. Salu luar biasa... Congrats ya kak...

      Hapus
  12. Wah memang semua ada ilmu /caranya ya. Istri saya harus tau nih...
    makasih infonya dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAsalah ASI bukan hanya istri yang harus tahu, suami juga harus menguasai. Yuk, jadi AYAH ASI yuk.. Baca artikel di blog dokter taura perihal AYAH ASI ini ya...

      Hapus
  13. Perkara menyusui ini memang harus terus disosialisasikan yaa, Dok, soalnya masih banyak ibu-ibu di luar sana yang kurang mengerti tentang ini. Belum lagi ditambah stres karena suami dan keluarga tidak mendukung, duh proses menyusui rasanya semakin berat karena si ibu hanya berjuang sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dukungan dari lingkungan sekitar memang menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan ASI eksklusif. Itulah pentingnya seorang ayah menjadi AYAH ASI (Yuk, baca masalah ayah asi ini di blog dokter taura...).
      Kesimpulannya, jadi ibu itu tidak segampang yang kita bayangkan. Amanah yang diemban sungguh teramat berat (baca: menantang)

      Hapus
  14. Slide-lying position itu pas banget untuk menyusui saat malam hari. Cuma tangan penyanggah kepala saya tuh yang sering pegel banget. Biasanya sih saya sanggah dengan batal tinggi. Eeehh sering sampe ketiduran sementara anaknya asik nenen hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong dengan istriku. Kadang digodain tuh sama baby nya. puting ibu digigit hingga kebangun, hehehe....

      Hapus
  15. Hmmm.. memang betul, sekarang banyak ditemui masalah ibu khususnya ibu baru tentang pemberian ASI. Banyak yang memilih susu formula dikarenakan ASI tidak keluar, puting lecet, ibu yang bekerja sehingga ASI tidak keluar, dll. Padahal ASI itu tidak tergantikan dengan apapun. Memang benar" dibutuhkan edukasi seperti diatas karena banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI. Bukan hanya ASI digunakan untuk nutrisi, tetapi banyak manfaat yang ditimbulkan dengan cara pemberian ASI secara langsung yang tentunya sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang serta ikatan batin antara ibu dan anak. Terima kasih nggih Dokter atas ilmunya, edukasi yang dipaparkan memang tidak pernah salah, karena memang edukasi yang seperti ini sangat diperlukan dan perlu diketahui khususnya bagi calon ibu dan ibu baru๐Ÿ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kak Vernita. Semoga kelak saat sudah punya baby, kak Vernita berhasil memberikan ASI eksklusif ya...

      Hapus
  16. Pas anak pertama dulu drama bgt soal menyusui. Alhamdulillah belajar kesana kemarj jd lancar sampai anak kedua. Emang menyusui itu ada ilmunya dan perlu belajar. Makasih sharingnya dok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, mbak Palupi. Seharusnya di perguruan tinggi ada jurusan teknik menyusui ya...

      Hapus
  17. Dulu saya pikir, karena ini adalah hal yang alami, pasti nggak akan ada masalah saat menyusui. Setelah punya bayi, baru tahu ternyata ada teknik dan caranya menyusui supaya ibu dan bayi sama-sama nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. betuk banget Mbak Nanik. Walaupun menyusui itu adalah proses alamiah, namun banyak banget drama yang timbul karenanya. Kuncinya saat proses menyusui, bayidan ibu harus sama-sama menikmati, harus sama-sama nyaman

      Hapus
  18. setiap baca artikel tentang menyusui, saya suka sakit hati dok

    karena anak-anak saya tiba2 menolak menyusu, saya pikir normal. Dokter anak juga gak bilang apa2

    baru beberapa waktu lalu saya lihat di YouTube bahwa si ibu melakukan kesalahan (entah posisi atau jumlah air susu) yang membuat anak menolak menyusu

    Jangan dibiarkan, harus terus diusahakan.

    Huaaaa,,... telat dengar advice, semua anak saya udah lulus kuliah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow... semua anak Ambu sudah lulus kuliah? Berarti sebentar lagi (atau sudah?) jadi nenek dong... Nah kesempatan tuh... ada ladang amal bertajuk "Nenek ASI"

      Hapus
  19. Saya mendapati 9 di atas pada anak saya, alhamdulillah. Pasalnya saat awal menyusui saya salah posisi sehingga terjadilah yang pasti terjadi. Lalu cari tahu dan baca tulisan-tulisan semacam ini lalu memperbaiki posisi.
    Ini tulisan yang akan selalu dicari orang nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Susi... Belajar dari kesalahan itu adalah guru terbaik. Yuk jadi pioner penyuluh ASI di sekitar rumah dan lingkungan kerja kita...

      Hapus
  20. Langsung disimpan nih materi blog ini, soalnya aku lagi persiapan jadi mommy, makasih banyak infonya ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar tentang laktasinya bisa mulai sekarang kok... Biar nanti pas sudah lahiran, gak panik... sudah punya bekal ilmunya...

      Hapus
  21. Dapet ilmu baru nih Dok setelah membaca 9 tanda bayi mendapat ASI yang cukup dari seorang ibu. Makasih dok, ilmunya sangat berguna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas Wahid sudah sudi berkunjung ke blog dokter Taura... Semoga bermanfaat ya...

      Hapus
  22. Wah buat calon orangtua hal ini sangat berfaedah.
    Proses mengaASIhi tidak semudah yang dibayangkan, dan ada faktor² nya juga ya kenapa ASI tidak lancar termasuk gara² posisi yang kurang tepat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pake banget, Mbak Fenni. Prepare saat mau lahiran adalah salah satu cara bijak mempersiapkan ASI...

      Hapus
  23. Kalau saya perhatikan, istri lebih sering menyusui dengan posisi side-lying position. Bisa diinfokan ya posisi-posisi lain yang bisa membuat sang ibu jadi nyaman saat menyusui. Terima kasih, dok

    BalasHapus
  24. Sudah dibahas di artikel lainnya, Pak. Judul artikelnya "Biological Nurturing Position"

    BalasHapus
  25. Alhamdulillah sudah lewat masa-masa mengASIhi dan ketiganya juga bisa ASI ekslusif dengan lancar. Emang betul ya dok, biar bisa menyusui dengan baik kudu tahu ilmunya dulu.

    BalasHapus
  26. Buat saya posisi nenyusui paling enak duduk. Klo sambil rebahan, pegel. Mungkin dulu posisinya kurang oke. Semoga anak-anak Indonesia tumbuh sehat selalu karena ibu-ibu sekarang bisa dapat ilmu dengan mudah secara online.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semoga makin banyak ibu-ibu yang sadar akan pentingnya ASI bagi si kecil

      Hapus
  27. Aku pernah salah cara menyusui bayi hingga berakhir pada kegagalan dalam memberi asi, ketidaktahuan menjadi faktor utama, apalagi ditambah anak pertama. Dah cocok.TT

    Sekarang dengan banyak edukasi cara menyusui ini, aku yakin semakin banyak ibu yang sukses memberi asi x pada buah hatinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semoga anak-anak Indonesia sehat selalu dan lancar tumbuh kembang nya

      Hapus
  28. Setuju banget Dok, alhamdulillah anak 5 berhasil mendapatkan ASI sempurna semuanya.

    BalasHapus
  29. Jadi kangen meng-ASI-hi. Alhamdulillah 2 anak semuanya bisa ASI sampai 2 tahun. Tapi bukan hal yg mudah memang saat itu, bahkan tantangannya berat banget :( untuk buibu yang sedang berjuang menyusui anaknya, semangat ya! Semoga Allah beri kemudahan. Artikelnya sungguh bermanfaat ^^

    BalasHapus
  30. Setelah baca ini jadi ingat dulu diajari juga sama bidan cara"nya seperti ini.. Ternyata yang diajarin dulu emang bener seperti ini.. Dan yang paling bikin aku tenang bahwa bidannya juga baik banget nasehatin nenangin aku karna asi nya belum banyak.. Hihii,, semangat mengasihi^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... Akhirnya berhasil ASI eksklusif kan Mbak Fad?

      Hapus
  31. Kontak mata itu bner2 penting bgt ya Dok saat menyusui, waktu dlu jdi busui belum tau dan sering sambil pegang Hp, huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ini petanda pingin punya bayi lagi nih, mbak Iva...

      Hapus
  32. MengASIhi ternyata ada caranya ya dok agar bisa memberikan nutrisi maksimal untuk bayi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget Mbak. Menyusu itu hal besar yang sangat bermakna bagi bayi. Jadi harus dipersiapkan secara matang

      Hapus
  33. wah artikelnya sangat membantu busui nih kak :D terimakasih sudah berbagi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat ya wahai busui... Saya selalu siap membantu Anda...

      Hapus
  34. Baru tahu ternyata ada posisi-posisi tertentu ya yang bagus untuk si bayi saat menyusui, nice infooo

    BalasHapus

Posting Komentar