blog dokter taura big ad

HEPATITIS MISTERIUS: BISA MENJADI ANCAMAN SERIUS

Beberapa waktu belakangan ini, dunia dihebohkan dengan munculnya suatu penyakit yang populer dengan sebutan "Hepatitis Misterius"

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengkategorikan penyakit Hepatitis Misterius ini sebagai KLB atau Kejadian Luar Biasa atau dalam bahasa globalnya: Deasese Outbreak News (DONs) 

Hepatitis Misterius: bisa menjadi ancaman serius

Sebelum kita mengupas tentang Hepatitis Misterius, ada baiknya kita bahas dulu tentang apa itu Hepatitis dan apa saja penyebabnya.

Sekilas tentang Hepatitis pada Anak

Sebenarnya yang dimaksud "Hepatitis" adalah suatu keradangan hati dan atau kerusakan bahkan kematian sel-sel hati yang disebabkan karena infeksi (virus, bakteri, parasit, jamur), dan non-infeksi (obat-obatan, toksin dll)

Penyebab hepatitis pada anak tersering karena infeksi virus.

Infeksi virus hepatitis merupakan infeksi sistemik dimana hati merupakan organ target utama dengan kerusakan yang berupa keradangan dan/atau kematian sel-sel hati. Dengan kemajuan di bidang biologi molekular, saat ini sudah berhasil ditemukan adanya 5 virus hepatitis, yakni virus hepatitis A, B, C, D dan E.

Berdasarkan lamanya waktu terinfeksi, hepatitis dibagi menjadi hepatitis akut dan kronis. Dikatakan hepatitis kronis apabila berlangsung > 6 bulan.

Hepatitis B, C dan D bisa berkembang menjadi Hepatitis kronis. Sedangkan Hepatitis A dan E diyakini tidak bisa menjadi penyakit hati kronis. Hanya saja beberapa kasus Hepatitis A dilaporkan bisa menyebabkan Hepatitis fulminan atau gagal hati akut, yang berakibat fatal.

Hepatitis Misterius

Hepatitis Misterius atau "Hepatitis yang belum diketahui penyebabnya" di dalam laporan WHO disebut sebagai "Acute, severe hepatitis of unknown origin in children". Selanjutnya akan saya sebut sebagai Hepatitis Misterius.

Kasus Hepatitis Misterius pertama kali dilaporkan tanggal 5 April 2022. Ada 10 kasus Hepatitis Akut di Inggris Raya yang belum diketahui penyebabnya. Pada semua kasus di atas, tidak ditemukan adanya infeksi virus hepatitis A, B, C, D maupun E.

Hingga kini, sudah terjadi 450 kasus di seluruh dunia dengan 11 kasus diantaranya meninggal.

Selain di negara-negara Eropa, kasus Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini juga dilaporkan telah terjadi di negara Argentina, Brazil, Canada, Costa Rica, Indonesia, Israel, Jepang, Panama, Palestina, Serbia, Singapura, Korea Selatan dan Amerika serikat

Hepatitis Misterius: Gejala dan Tanda Klinis

Seperti halnya penyakit yang lain, dalam melakukan pendekatan diagnosis, seorang tenaga kesehatan harus memperhatikan gejala dan tanda klinis. 

Gejala dan Tanda Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya
Sumber: Feed instagram IDAI (idai_ig)

Gejala adalah keluhan subjektif dari seorang penderita (pasien)

Tanda Klinis adalah gambaran objektif dari suatu kondisi penyakit atau kelainan medis.

Ada 10 gejala Hepatitis Misterius, yaitu meliputi:

  1. Penurunan Kesadaran
  2. Demam tinggi atau riwayat demam
  3. Perubahan warna urine (menjadi gelap seperti teh) dan atau warna feses (menjadi pucat seperti dempul)
  4. Warna kulit menjadi "kuning" atau istilah medisnya: ikterus
  5. Gatal tanpa ada kemerahan di kulit.
  6. Nyeri sendi atau pegal-pegal
  7. Demam tinggi
  8. Mual, muntah atau nyeri perut.
  9. Lesu dan atau penurunan nafsu makan
  10. Diare
Sedangkan tanda klinis dari Hepatitis akut ini adalah peningkatan kadar enzim hati: AST (Aspartate Transaminase) atau ALT (Alanine Transaminase) mencapai nilai di atas 500 µ/L (nilai normal SGOT: 5-40 µ/L, sedangkan SGPT: 7-56 µ/L)

Di Indonesia, AST lebih dikenal dengan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase), dan ALT lebih dikenal sebagai SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase)

SGPT atau ALT merupakan enzim yang berguna dalam proses metabolisme protein dalam tubuh. Jika hati tidak berfungsi dengan baik, ALT akan dilepaskan dalam darah, sehingga kadar ALT dalam darah mengalami peningkatan.

Sedangkan SGOT atau AST merupakan enzim yang terdapat di beberapa bagian tubuh seperti jantung, hati dan saluran empedu. 

Hepatitis Misterius: Pemeriksaan Penunjang yang Penting

Selain kadar enzim hati, pemeriksaan yang harus dikerjakan untuk menegakkan diagnosis Hepatitis Misterius adalah pemeriksaan serologi adanya virus Hepatitis A, B, C, D dan E, dimana semuanya menunjukkan hasil NEGATIF.

Jenis pemeriksaan penunjang yang dimaksud adalah:

  1. IgM anti HAV
  2. HBsAg
  3. IgM anti HBc (bila HBs Ag positif)
  4. Anti-HCV atau HCV RNA
  5. IgM anti-HDV
  6. IgM anti-HEV
Saat ini, pemeriksaan Hepatitis D dan Hepatitis E belum tersedia secara luas di Indonesia

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) merekomendasikan bahwa: karena keterbatasan pemeriksaan Hepatitis D dan E, skrining awal cukup diperiksakan terhadap hepatitis A, B dan C

Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya: Diagnosis Kerja dan Klasifikasi

WHO pada 23 April 2022 mengeluarkan rekomendasi tentang WHO working case definition atau definisi diagnosis kerja Hepatitis Akut yang masih belum diketahui penyebabnya, dimana diagnosis penyakit ini diklasifikasikan menjadi tiga hal penting, yaitu:
  1. Confirmed
  2. Possible
  3. Epi-linked

Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya: Confirmed

Kriteria diagnosis "Confirmed" Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meliputi:
  1. Seseorang dengan Hepatitis Akut dan tidak ditemukan virus Hepatitis A, B, C, D dan E
  2. SGOT atau SGPT lebih dari 500 µ/L
  3. Usia < 10 tahun
  4. Sejak 1 Januari 2022
    Diagnosis kerja dan klasifikasi Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya
    Sumber: Feed instagram IDAI (idai_ig)

Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya: Possible

Kriteria diagnosis "Possible" Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meliputi:
  1. Seseorang dengan Hepatitis Akut dan tidak ditemukan virus Hepatitis A, B, C, D dan E
  2. SGOT atau SGPT lebih dari 500 µ/L
  3. Usia 11 - 16 tahun
  4. Sejak 1 Januari 2022

Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya: Epi-linked

Kriteria diagnosis "Epi-Linked" Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meliputi:
  1. Seseorang dengan Hepatitis Akut dan tidak ditemukan virus Hepatitis A, B, C, D dan E
  2. Semua usia
  3. Memiliki kontak dengan confirmed case
  4. Sejak 1 Januari 2022

Hepatitis Misterius: Apakah Berhubungan dengan Covid-19

Banyak pihak menghubung-hubungkan antara infeksi Covid-19 dengan hepatitis misterius ini. 

Dilansir dari akun instagram milik Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.), mantan ketua umum IDAI, bahwa laporan baru yang terbit di The Lancet GAstroenterology & Hepatology oleh Prof Petter Brodin:

  • Infeksi lampau oleh SARS-CoV-2 diperkirakan bisa bertahan di saluran cerna anak
  • SARS-CoV-2 memiliki superantigen yang menyebabkan aktivasi sistem imun abnormal, menyebabkan anak yang pernah terinfeksi lebih rentan pada infeksi adenovirus di hati dan saluran cerna, dan infeksi yang lebih parah.

Terlepas dari ada atau tidaknya keterkaitan antara hepatitis misterius dengan Covid-19 yang hingga kini masih dalam tarap penyelidikan yang intens, ada baiknya kita melakukan kewaspadaan dini terhadap penyakit hepatitis akut yang belum ditemukan penyebabnya ini.

Kewaspadaan ini terutama dengan cara mencegah penularan penyakit via droplet dan fecal-oral

Pencegahan

Pencegahan terhadap penyakit hepatitis misterius ini sebagaimana yang tercantum pada feed instagram IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), meliputi: 

Pencegahan Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya
Sumber: Feed instagram IDAI (idai_ig)

  1. Agar masyarakat tetap tenang dan berhati-hati
  2. Agar mencegah infeksi dengan: mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh, membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri dan memakai masker serta menjaga jarak.
  3. Agar mendeteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/ kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat

Kesimpulan

Investigasi terus dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab Hepatitis Akut yang mewabah ini.

Hepatitis Misterius atau Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya, ditegakkan berdasarkan gejala, tanda klinis dan pemeriksaan penunjang, terutama kenaikan SGOT dan atau SGPT diatas 500 µ/L, dan tidak ditemukannya Virus Hepatitis A, B, C, D dan E

Untuk sementara, Hepatitis Misterius ini dinyatakan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) oleh WHO, dan belum dinyatakan sebagai Pandemi

Terlepas dari status yang ditetapkan oleh WHO, kita sebagai orang tua harus meningkatkan kewaspadaan dini terhadap hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini dengan melakukan pencegahan.


DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

35 komentar

  1. Alhamdulillah terima kasih dokter atas informasinya yang bermanfaat ini, memang lagi menjadi sorotan hepatitis ini, banyak orang tua yang khawatir kepada anaknya ketika ada gejala Demam tinggi, Mual, muntah atau nyeri perut dan Diare. Seperti beberapa hari belakangan pasien yg datang di poli anak ada ibu yg takut anaknya terkena hepatitis yang lagi naik daun ini. Meskipun belum diketahui penyebabnya namun bisa di tegakkan dengan gejala, tanda klinis dan pemeriksaan penunjang, terutama kenaikan SGOT dan atau SGPT diatas 500 µ/L, dan tidak ditemukannya Virus Hepatitis A, B, C, D dan E. Oleh sebab itu mom and dad tetap harus waspada dengan selalu  mencegah terjadinya infeksi dengan mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh, membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri dan memakai masker serta menjaga jarak. Terima kasih banyak dokter atas informasi yang menarik ini. 🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, pencegahan memang sangat penting dan murah!

      Hapus
  2. Jadi makin erat kekepin anak-anak nih, selesai covid terbitlah hepatitis misterius ini.
    Sedihnya lagi mengetahui kenyataan bahwa pemeriksaan Hepatitis D dan Hepatitis E belum tersedia secara luas di Indonesia.

    Semoga dengan merebaknya kasus hepatitis misterius ini jadi momen juga untuk melengkapi berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk pemeriksaan ini makin banyak tersedia di rumah sakit di negara kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Dulu sebelum pandemi, pemeriksaan swab PCR juga jarang yang punya. Sekarang hampir di tiap kota tersedia. Selalu ada hikmah dibalik musibah

      Hapus
  3. Tercerahkan saya dari postingan ini. Kaget juga Dok kami, apalagi di Jakarta langsung berapa kasus..duh. Semoga Hepatitis Misterius hanya sampai level Kejadian Luar Biasa saja, dan tidak sampai dinyatakan sebagai Pandemi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Upaya pencegahan dan kewaspadaan dini harus diterapkan oleh semua orang... Dengan demikian, rantai penularannya bisa terputus...

      Hapus
  4. Menjaga pola hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan apakah cukup dok?melihat beberapa kejadian penyakit hepatitis

    BalasHapus
  5. Bikin parno sih ini, bahkan lebih parno dari Covid, karena gejalanya serem, hiks.
    Mana anak-anak udah mulai masuk sekolah offline semakin intens.
    Sekolah anak saya bahkan udah mulai pulang pukul 2 siang, bentar lagi bisa full day school ini.

    Hanya bisa mendoakan, sambil nggak bosan menasihati anak-anak agar menjaga kesehatan dan kebersihan, ketika nggak diawasi ortunya

    BalasHapus
  6. Noted banget nih kak..Cara mencegahnya infeksi dengan: mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan makanan yg bersih dan matang, jaga kebersihan lingkungan ...terus terang nih bikin parno banget apalg yg punya anak kecil🤦

    BalasHapus
  7. Padahal dulu hanya dikenal sebagai penyakit lever ya dok?
    Ayah saya dulu meninggal karena sakit lever yang sekarang bernama hepatitis dengan banyak variannya

    BalasHapus
  8. Wah postingannya mencerahkan dok
    Sebagai orang tua anak dibawah usia 10 tahun , saya cukup was was dengan Hepatitis misterius ini
    Sebagai orang tua harus ekstra hati-hati lagi dalam menjaga anak

    BalasHapus
  9. Terima kasih banyak dokter atas informasi² yang dipaparkan dengan jelas mengenai Hepatitis akut pada anak yang lagi booming saat ini. Ternyata penyebabnya belum diketahui dengan jelas nggih dokter, namun dapat ditegakkan berdasarkan gejala, tanda klinis dan pemeriksaan penunjang, terutama kenaikan SGOT dan atau SGPT diatas 500 µ/L, dan tidak ditemukannya Virus Hepatitis A, B, C, D dan E.
    Dengan ini para orang tua harus meningkatkan kewaspadaan dini dengan mengetahui dan menerapkan pencegahan²nya sehingga bisa memutus rantai penularan dan kasus hepatitis akut ini tidak sampai menjadi pandemi.

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah dokter makasih ya ini artikel pertama ttg hepatitis yg aku baca. Semoga anak-anak tetap sehat, selaras dan seimbang. Dijauhkan dari penyakit dan musibah.

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah artikelnya sangat mudah dipahami dan pastinya menambah ilmu saya tentang penyakit hepatitis misterius yang sedang ramai saat ini ya dok. Di tengah gempuran banyak penyakit anak saat ini memang kita tidak boleh lengah untuk selalu belajar apalagi tentang kasus yang sedang menjadi KLB sehingga kita bisa bersiap memberikan pelayanan terbaik untuk pasien. Apalagi virus Hepatitis misterius ini belum bisa dicegah dengan vaksin seperti halnya hepatitis B karena etiologinya yang belum jelas. Sehat selalu dan terus semangat nggih dokter untuk membagikan ilmunya di media blog doktertaura.com ini. Aamiin YRA

    BalasHapus
  12. Sangat informatif artikelnya, kemaren ramai berita tentang hepatitis.
    Ternyata banyak juga ya langkah pencegahannya, bermanfaat.

    BalasHapus
  13. MashaAllah Mas Taufiq. Terimakasih untuk penjelasannya yang runut dan rinci. Saya jadi paham akan kondisi, yang terus terang, sangat mengganggu pikiran akhir-akhir ini. Karena beberapa waktu yang lalu ada keponakan saya yang mengalami gejala-gejala yang disebutkan diatas (panas tinggi, demam, muntah-muntah dengan badan yang terus menggigil).

    Mengingat HEPATITIS MISTERIUS ini sedang ramai dibicarakan, orang tuanya langsung memutuskan untuk general check-up. Meski mahal dan proses pemeriksaannya lama, setidaknya bisa diketahui sakit apa yang menjadi penyebab keponakan saya ini begitu lemah badannya. Alhamdulillah SGOT dan SGPT nya aman. Keponakan saya terdiagnosis DBD dan hingga saat ini masih opname di salah satu RS swasta.

    Pemantuan ketat masih dilaksanakan oleh pihak RS karena takut ada diagnosis yang terlewat dan diluar dugaan. Tapi semoga "hanya" DBD lah yang sedang dideritanya.

    BalasHapus
  14. Yang misterius seperti ini bikin was-was.
    Apalagi kalau inget ponakan daku pada sekolah..🥺.
    semoga anak-anak dan keluarga di lindungi oleh Allah SWT, aamiin

    BalasHapus
  15. Katanya bahkan Hepatitis akut ini not match dengan Hepatitis ABCDE ya? Semoga cepat terindentifikasi dan menemukan pengobatan serta pencegahan yang tepat. Ngeri juga.. karena targetnya anak-anak. Harus lebih ketat jaga kebersihan dan kesehatan, khususnya mencuci tangan dan makan makanan sehat. Pokonya terus terapkan protokol kesehatan.

    BalasHapus
  16. Lebaran kemarin suamiku dirawat, sempat terjadi peningkatan kadar SGPT dan SGOT, hingga dokter spesialis penyakit dalam akhirnya melakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas, karena khawatir akan adanya hepatitis misterius yang dimaksud, syukurlah hasilnya negatif, dan setelah menjalani pengobatan kini sudah normal lagi. Alhamdulillah. Memang lagi jadi momok ya hepatitis ini, bahkan orang dewasa pun dicurigai demikian karena ada kondisi ga biasa seperti suamiku itu.

    BalasHapus
  17. abis baca artikel yang di tulis ini menjadi kredibel karena ditulis sama dokter yang paham ilmunya dan ini memang jadi ketakutan kita soal hepatitis misterius pada anak ini. makasih sudah share mas.

    BalasHapus
  18. Makasih banyak infonya! Memang sempat ramai berita ini, dan cukup membuat khawatir para mommy di lingkunganku.

    BalasHapus
  19. Alhamdulillah terima kasih banyak dokter untuk informasinya. Memang Hepatitis misterius ini sedang banyak dibicarakan. Penegakan diagnosis dari hepatitis misterius dapat dilakukan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan serologi Hepatitis misterius akan menunjukan hasil negatif pada semua virus Hepatitis A, B, C, D dan E. Namun di Indonesia pemeriksaan Hepatitis D dan E masih terbatas, maka untuk skrining awal dapat dilakukan pemeriksaan Hepatitis A, B, dan C. Para orang tua harus lebih waspada dengan melakukan pencegahan infeksi dan melakukan deteksi dini berdasarkan gejala klinis.

    BalasHapus
  20. Aku memikirkan hepatitis yang udah ketahuan apa saja itu sudah agak seram. Eh malah ada lagi hepatitis lain yang masih misterius. Semakin parno. Apalagi pas lihat beritanya.

    BalasHapus
  21. Terimakasih dokter karena sudah mengulik tentang hepatitis misterius yang saat ini sedang ramai menjadi momok pembicaraan masyarakat. Hal ini juga telah menjadi kekhawatiran para orang tua kepada anaknya, mengetahui bahwa gejala yang muncul juga tidak khas. Lagi-lagi, prokes yang selama pandemi dicanangkan oleh pemerintah menjadi salah satu hal yg penting juga nggih dokter dalam pencegahan hepatitis misterius ini, yaitu higienitas seperti mencuci tangan. Hayooo sudah benar tau belum Ibu2 mengajarkan putra putrinya mencuci tangan ?
    Selain mencuci tangan, pencegahan lain dengan meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh, membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri dan memakai masker serta menjaga jarak.
    Tidak hanya melakukan pencegahan, Orang tua juga harus tau jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/ kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

    Sekali lagi terimakasih banyak dokter untuk penjelasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum selesai pandemi covid, eh ada lagi KLB hepatitis.... Semoga kita semua dijauhkan dari segala penyakit

      Hapus
  22. Nabilah Fauziyah1 Juli 2022 pukul 21.05

    Terima kasih banyak dokter untuk ilmu nya yang bermanfaat ini. Dari sini dapat disimpulkan meskipun penyebab nya masih belum diketahui, tetapi hepatitis misterius dapat ditegakkan berdasarkan gejala, tanda klinis dan pemeriksaan penunjang, terutama adanya kenaikan kadar SGOT dan atau SGPT diatas 500 µ/L, serta tidak ditemukannya Virus Hepatitis A, B, C, D dan E. Orang tua juga bisa lebih waspada terhadap penyakit ini dengan melakukan deteksi dini pada gejala serta melakukan berbagai tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh, membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri dan memakai masker serta menjaga jarak.

    BalasHapus
  23. Terima kasih banyak dok, informatif sekali.. dok mau bertanya, untuk penularan hepatitis misterius ini melalui apa nggih? Apakah masih belum diketahui juga? Terima kasih dok

    BalasHapus
  24. Terima kasih banyak dokter atas informasi terbaru dan ter update nya, menambah pengetahuan kami semua. Dokter ijin bertanya, untuk kasus seperti ini, prinsip tatalaksananya seperti apa nggih? Apakah perlu pasien dipindahkan ke ruang isolasi selama perawatan? Terima kasih banyak dokter

    BalasHapus
  25. Terima kasih banyak dokter atas informasi dan ilmunya, dan juga ijin bertanya dokter "Hepatitis Misterius" ini untuk saat ini berarti masih ditemukan pada kasus anak" nggeh dokter, apakah ada kemungkinan ditemukannya kasus penyakit ini pada orang dewasa? Terima kasih banyak sebelumnya dokter

    BalasHapus
  26. Alhamdulillah, terimakasih dokter atas ilmu yang dibagikan. Hepatitis Misterius ini memang sempat menghebohkan masyarakat kita. Ditambah dengan media yang mengemasnya secara dramatis ditengah-tengah pandemi COVID-19. Mohon izin dok, untuk meminta tips dan triknya mengedukasi masyarakat agar tidak terlalu takut tetapi juga tidak terlalu menyepelekan penyakit baru yang muncul seperti hepatitis misterius ini. Terimakasih dokter.

    BalasHapus
  27. Terimakasih dokter sudah mengkat topik ini untuk dibahas, rasanya memang paling dicari kalau ada masa masa susah seperti ada penyakit baru apalagi yang penyebabnya masih belum bisa diketahui adalah penjelasan dari orang yang berkompeten. Kembali lagi akhirnya pada kebersihan diri, tameng pertama kita dari masuknya penyakit adalah menjaga kebersihanselain itu setwlah mengetahui gejala dan bagaimana pengelompokanya bisa membuat semua orang lebh waspada dan lebih tenang

    BalasHapus
  28. Delly Safira Hedaputri4 Desember 2022 pukul 10.57

    Kasus baru membuat masyarakat resah namun lebih was-was terhadap kondisi sekitar terutama terkait pola hidup bersih dan sehat sebagai bentuk pencegahan dari hepatitis misterius ini. Semoga segala bentuk penelitian yang dilakukan segera menemukan titik terang.

    BalasHapus
  29. Meskipun penyebabnya belum diketahui semoga ada penelitian yang bisa menemukan penyebab pasti terjadinya hepatitis misterius pada anak. Rekomendasi IDAI tetang pencegahan mulai dari minum air yang matang, makan makanan yang matang dan bersih, menggunakan alat makan sendiri harus dilakukan menginggat penyebaran penyakit hepatitis selain melalui droplet juga melalui oral fecal.

    BalasHapus
  30. covid 19, gagal ginjal akut, hepatitis misterius, dari beberapa kasus penyakit tersebut membuat semua orang terutama orang tua menjadi sangat² waspada dan khawatir. namun setelah membaca penjelasan dari blog dokter taura ini sedikit banyak bisa mengubah panik menjadi epik. terimakasih dokter atas ilmu barunya

    BalasHapus
  31. Fenny Retno Ningrum4 Desember 2022 pukul 21.46

    Jangankan pada anak, hepatitis pada dewasa juga sangat mengerikan terlebih karena terkadang tidak diketahui jelas penyebabnya. Selalu berhati-hati, waspada, selalu mengenakan APD yang sesuai standar, dan yang paling penting adalah melengkapi semua imunisasi sesuai jadwalnya demi melindungi buah hati tercinta.

    BalasHapus

Posting Komentar