blog dokter taura big ad

FLU SINGAPURA: BUKAN FLU! BUKAN DARI SINGAPURA!

Beberapa hari terakhir banyak sekali kasus Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease terjangkit di kalangan anak-anak, bahkan bayi. Hal ini membuat orang tua cemas dan cenderung panik. Wabah apalagi ini?

Seperti pagi ini, seorang ibu muda membawa anaknya yang baru berusia 4 tahun ke klinik spesialis anak dengan keluhan panas, sariawan dan disertai munculnya bintik-bintik kemerahan berair seperti cacar air di kaki, telapak kaki dan tangan.

"Anak Ibu menderita 'Hand, Foot, and Mouth Disease', atau yang dikenal dengan sebutan Flu Singapura."
Penjelasan saya membuat si Ibu kaget.
"Tapi, Saya belum pernah ke Singapura, Dok."

Hand, Foot and Mouth Disease

Flu Singapura: Bukan Flu, Bukan dari Singapura!

Istilah "Flu" merujuk pada nama virus yang sering menyebabkan gejala common cold atau salesma, yaitu: Influenza. Infeksi virus ini biasanya memberikan gejala demam, pilek, hidung buntu, bersin, batuk, napas grok-grok, hingga nyeri tenggorok. Jadi, kata Flu identik dengan penyakit pada saluran napas.

Kata "Flu" pada "Flu Singapura" adalah salah kaprah. Penyakit ini menyerang lapisan dalam rongga mulut berupa sariawan. Pada tangan dan kaki (termasuk telapak tangan/kaki) ditemukan bintik-bintik kemerahan dan berair. Jadi, penyakit ini "sama sekali bukan flu".

Selain itu, penyakit ini ditemukan pertama kali bukan di Singapura. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), flu Singapura sudah ada sejak 1957 dan flu Singapura pada anak pertama kali muncul di Toronto, Kanada.

Kata "Flu" pada "Flu Singapura" adalah salah kaprah

Mengapa penyakit ini populer dengan "Flu Singapura"?

Mengutip salah satu artikel di Lifepack.id, bahwa penyakit ini disebut flu singapura karena pada tahun 2000, Singapura mengalami jumlah peningkatan kasus penyakit ini dengan jumlah yang sangat tinggi. Sejak itu, di Indonesia, penyakit ini mendapat nama baru sebagai "Flu Singapura". Di dunia medis, penyakit Flu Singapura disebut sebagai HFMD (Hand, Foot and Mouth Disease) atau PKTM (Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut)

Penyebab Flu Singapura alias HFMD

Penyebab HFMD adalah virus Coxsackievirus A16 (CVA 16) dan Enterovirus 71 (EV71)Virus HFMD biasanya menyebabkan penyakit ringan pada anak-anak, kecuali EV71 yang berkaitan dengan komplikasi neurologis dan kematian.

Secara umum, HFMD ini termasuk golongan penyakit self limiting disease alias penyakit yang bisa sembuh sendiri. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya obat-obatan yang bisa membunuh atau melemahkan virus penyebab HFMD.
HFMD termasuk golongan self limiting disease

Gejala dan Tanda Klinis HFMD

HFMD umumnya diawali dengan gejala demam, nyeri tenggorokan atau nyeri telan, nafsu makan yang menurun, dan nyeri atau tidak enak badan. 

Setelah demam 1-2 hari, timbul bintik-bintik merah di rongga mulut (umumnya berawal di bagian belakang langit-langit mulut) yang kemudian pecah menjadi sariawan

Kemudian, 1-2 hari timbul juga ruam-ruam kulit dan bintik-bintik merah di telapak tangan dan kaki. Meskipun kelainan selaput lendir dan kulit pada HFMD terutama melibatkan rongga mulut, telapak tangan dan kaki, namun ruam dapat juga timbul di tungkai, lengan, bokong dan kulit sekitar kemaluan.

Pada umumnya, penyakit HFMD ini menunjukkan gejala yang ringan, namun pada beberapa kasus,  dapat menyebabkan komplikasi yang berat. 

Lesi di daerah mulut dapat menyebabkan kesulitan minum dan makan sehingga anak mengalami dehidrasi. 

Beberapa laporan menyebutkan kasus HFMD berat seperti meningitis (radang selaput otak) dan ensefalitis yang mengakibatkan pasien harus dirawat intensif atau bahkan mengakibatkan kematian.

Beberapa penelitian menunjukkan HEV 71 merupakan strain tersering penyebab HFMD berat. Beberapa laporan kasus lainnya menunjukkan HFMD dapat menyebabkan komplikasi berupa lepasnya kuku jari tangan dan kaki dan terjadi beberapa minggu setelah fase akut HFMD. 

Meskipun demikian, kelainan ini bersifat sementara dan kuku dapat tumbuh kembali. Penderita HFMD dapat menyebarkan virus HFMD melalui sekret/cairan hidung (ingus), tenggorokan (ludah, dahak), lesi kulit yang pecah, dan dari kotorannya.

HFMD bisa menular melalui playground
Sumber: https://sg.theasianparent.com/

Penatalaksanaa HFMD

Tidak ada pengobatan khusus untuk HFMD. Hingga saat ini belum ada obat antivirus yang bisa melemahkan atau membunuh virus penyebab HFMD.

Penatalaksanaan bersifat “simptomatik”, yaitu obat-obatan untuk mengatasi keluhan yang ditimbulkan.

Parasetamol dapat diberikan untuk mengatasi demam dan nyeri. Kompres hangat dan pemberian minum yang lebih sering juga membantu menurunkan demam anak. 

Pada anak yang lebih besar, kumur-kumur dengan obat kumur dapat mengurangi nyeri akibat luka-luka di mulut.

Pencegahan HFMD

Hingga saat ini, belum ditemukan imunisasi yang bisa memberikan kekebalan terhadap virus penyebab HFMD. Oleh karena itu, penderita HFMD sebaiknya diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Kejadian luar biasa(KLB) atau outbreak dapat terjadi di berbagai negara dan lebih sering ditemukan di beberapa negara di Asia Tenggara, terutama di lingkungan tertutup dan padat seperti sekolah, panti asuhan, asrama, pondok pesantren, dan tempat penitipan anak.

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu dipraktekkan untuk mencegah penularan. Upaya untuk mencegah infeksi HFMD dapat dilakukan dengan cara tidak membuang ludah dan menyentuh mulut dan mata sembarang, membiasakan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin, serta mencuci tangan setiap kali setelah menyentuh permukaan yang kotor dan sebelum makan.

Kesimpulan

Penamaan penyakit HFMD dengan "Flu Singapura" kurang tepat, karena penyakit ini bukan flu, dan bukan berasal dari Singapura

Gejala dan tanda dari HFMD adalah: demam, sariawan, ruam kemerahan dan berair di telapak kaki, tungkai, tangan dan bokong dan di area kemaluan.

HFMD termasuk self limiting disease yang hingga kini belum ditemukan obat untuk mematikan atau melemahkan virusnya. Pengobatan terhadap penyakit ini bersifat simptomatik

Pencegahan HFMD sangat penting: isolasi bagi penderita dan PHBS

Orang tua tidak perlu cemas berlebihan jika buah cinta kita terkena penyakit yang mengarah ke HFMD.

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

22 komentar

  1. Alhamdulillah, terima kasih banyak dokter atas ilmunya. Bahasan yang menarik ditengah kasus HFMD yang mulai marak lagi akhir-akhir ini.. Apalagi ibu-ibu sekarang sedang mencemaskan penyakit ini. Tulisan dokter kali ini bisa jadi bahan edukasi kepada orang tua bahwa HFMD ini termasuk golongan penyakit self limiting disease dan hingga saat ini, belum ditemukan adanya obat-obatan yang bisa membunuh atau melemahkan virusnya. Terlebih lagi sebenarnya juga tidak ada pengobatan khusus untuk HFMD dan penderita hanya perlu diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut serta pentingnya untuk menjaga hygiene dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) nggih dokter.

    BalasHapus
  2. Makasih atas atensinya. Masyarakat memang butuh edukasi seperti ini ditengah maraknya berita hoaks

    BalasHapus
  3. Dulu saat masih kerja di sekolahan PAUD banyaknsekali murid yang tidak masuk karena mengalami sakit HFMD ini. Dan sekarang setelah saya menjadi ibu, teman2 anak saya yang mengalaminya. Alhamdulillah sampai saat ini anak2ku tidak terjangkit. Terima kasih banyak ilmunya dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Bu Laila sekeluarga sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Tetap utama menjaga kesehatan dan mencegah agar tidak sakit...

      Hapus
  4. Menjadi nyaman mendapatkan pencerahan flu singapura dan HFMD dari dokter. Clear ya PHBS akan membantu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fixed, PHBS sangat membantu menurunkan angka penularan HFMD. Hindari juga area bermain bersama seperti play ground, taman bermain dll

      Hapus
  5. Apapun namanya, waspada udah sangat perlu, terlebih lagi menyerang anak-anak. Sehingga pencegahan udah semenjak dini dilakukan dan GerCep dalam penangananya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak Fenni. BAgaimana pun, sehat itu dijaga, sakit itu dicegah...

      Hapus
  6. Kalau bagi orang awam terlebih yang tinggal di desa pasti akan merasa bingung saat didiagnosa terkena penyakit flu singapura. Mereka pasti mengira itu adalah flu dan didapat di Singapura. Padahal bukan itu ya. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, banyak yang salah kaprah. Saya juga kalau menjelaskan ke pasien (dan keluarganya)... mereka kurang familiar dengan istilah HFMD. Lebih viral "Flu Singapura"

      Hapus
  7. duh sedih banget lihatnya, kebayang balita bakal rewel terkena flu Singapura
    Mirip flu Hongkong ya? Yang ternyata bukan dari Hongkong :D
    Dok bikin tulisan tentang cara memberi makan/minum anak yang sedang sakit dong
    orang dewasa kan bisa memaksakan diri
    beda dengan anak yang maunya tidur melulu

    BalasHapus
  8. Sangat informatif dokter, juga mudah dipahami. Kasus HFMD yang beberapa waktu ini menjadi primadona di beberapa tempat, ternyata salah satu jenis virus penyebab HFMD yaitu EV71 bisa sampai membawa perburukan kondisi hingga kematian pada anak yang terserang HFMD nggih dokter. Karena belum ditemukan imunisasi khusus sebagai proteksi, untuk saat ini yang dapat dilakukan oleh Ibu sebagai upaya pencegahannya yaitu dengan menerapkan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tidak membuang ludah dan menyentuh mulut dan mata sembarangan, membiasakan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin, serta mencuci tangan setiap kali setelah menyentuh permukaan yang kotor dan sebelum makan.

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah dokter, terima kasih telah memberikan informasi yang bermanfaat ini, Flu singapore ini memang lagi tren dan banyak sekali anak anak yang terkena,  perilaku bersih perlu dipraktekkan untuk mencegah penularan. Upaya untuk mencegah infeksi HFMD dapat dilakukan dengan cara tidak membuang ludah dan menyentuh mulut dan mata sembarang, membiasakan menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin, serta mencuci tangan setiap kali setelah menyentuh permukaan yang kotor dan sebelum makan. lagi lagi masalah PHBS, Memang sangat penting perilaku hidup bersih dan sehat ini, banyak manfaatnya dan murah, terima kasih banyak nggih dokter atas informasinya 🙏

    BalasHapus
  10. Terima kasih banyak dokter untuk ulasannya mengenai HFMD ini. Memang banyak sekali ditemui kasus HFMD akhir2 ini, selain itu juga hal ini pasti karena ada riwayat kontak saat bermain dengan teman di lingkungan rumah.
    Kebanyakan orgtua selalu tanya balik ketika dikatakan anaknya "flu singapur", "tapi gak flu dokter". Nah disini pentingnya org tua harus tau, karena bukan berupa flu maka gejala dan tanda dari HFMD antara lain : demam, sariawan, ruam kemerahan dan berair di telapak kaki, tungkai, tangan dan bokong dan di area kemaluan.

    Meskipun HFMD termasuk self limiting disease, anak harus tetap diberikan pengobatan yang bisa meringankan gejala. Yang dikhawatirka nanti akan mengurangi asupan makanan anak kemudian anak menjadi semakin lemas dan dehidrasi.

    Sekali lagi terimakasih banyak dokter untuk ulasannya.

    BalasHapus
  11. Terima kasih banyak dokter untuk ilmunya mengenai Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease. Kasus flu Singapura ini memang banyak terjadi. Pada flu Singapura yang sering membuat orang tua cemas adalah karena penurun nafsu makan anak yang diakibatkan adanya sariawan di mulut. Hal ini mengakibatkan anak jadi lemas dan mengalami dehidrasi. Walaupun HFMD merupakan golongan penyakit yng bersifat self-limiting disease, tetapi HFMD ternyata juga dapat terjadi komplikasi yang berat, seperti meningitis, ensefalitis, bahkan sampai kematian. Penting bagi orang tua untuk melakukan pencegahan penularan dengan menerap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti selalu mencuci tangan terutama setelah menyentuh permukaan yang kotor dan sebelum makan, tidak menyentuh mulut dan mata sembrangan, selalu menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin.
    Sekali lagi terima kasih banyak dokter untuk informasinya

    BalasHapus
  12. Lah iyaa.. Saya juga pahamnya flu dari Singapura. Ternyata bukan ya. Duh ma kasih banget pencerahannya nih, dok. Jadi dpt ilmu baru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, memang istilah Flu Singapore itu sudah salah kaprah... Ada beberapa orang tua pasien yang protes: "Gimana bisa anak saya kena flu singapore? Wong ke singapore aja belum pernah!"

      Hapus
  13. Terima kasih banyak dokter atas ilmunya, karena kemaren waktu saya berada di daerah tikung lamongan saat saya berada di warung dekat puskesmas, pemilik toko ini curhat bahwah anaknya kata tetangganya terkena flu singapur, nah darj blog artikel ini saya dapat menceritakan apa itu flu singapur yang sebenernya, dapat memberitahu gejala flu singapur beserta tatalaksananya, oleh karena itu saya berterimakasih atas ilmunya dokter sehingga ilmunya dapat disebarluaskan dan bermanfaat bagi banyak orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih sudah bersedia menyebarkan kebaikan... Kurangi begadang di warung ya... Ibadah dan belajar, jauh lebih penting

      Hapus
    2. Baik dokter terima kasih banyak

      Hapus
  14. Nabilah Fauziyah1 Juli 2022 18.33

    Terima kasih banyak dokter untuk ilmu nya yang bermanfaat ini. Izin bertanya dokter untuk isolasi bagi pasien HFMD dalam rangka pencegahan penularan penyakit nya perlu dilakukan berapa hari? Terima kasih banyak dokter

    BalasHapus
  15. Terima kasih banyak dokter atas informasinya, menambah pengetahuan kami semua. Dokter ijin bertanya, apakah ruam kemerahan dan berair pada tangan dan kaki ini dpt berubah menjadi pustul? Ataukah adanya pustul mengarahkan ke diagnosis lainnya? Terima kasih banyak dokter

    BalasHapus

Posting Komentar