blog dokter taura big ad

GAGAL GINJAL AKUT PADA ANAK: TAK SEKADAR PENURUNAN PRODUKSI URINE

Beberapa minggu terakhir, linimasa media sosial dan portal berita nasional diramaikan oleh berita seputar gagal ginjal akut pada anak yang bisa menyebabkan kematian pada anak.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa hingga 3 November 2022, tercatat sebanyak 323 kasus gagal ginjal akut terjadi pada ana, 190 diantaranya meninggal dunia.

Kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia mulai terpantau naik pada akhir Agustus 2022 dan tercatat terus naik selama bulan September dan Oktober 2022.

GAngguan Ginjal Akut pada anak

"Dok, Anak Saya Kencingnya Sedikit."

Seiring dengan maraknya berita seputar gagal ginjal akut pada anak, dalam praktik klinik sehari-hari, banyak sekali orang tua (baca: emak-emak) mengkhawatirkan kondisi anaknya yang mengalami penurunan produksi urine secara mendadak.

Padahal, penurunan produksi urine tidak selalu disebabkan karena gagal ginjal akut. Paling sering justru karena dehidrasi alias kekurangan cairan.

"Dok, seharian ini anak saya hanya pipis dua kali, itu pun sedikit. Padahal biasanya dalam 24 jam bisa 6 hingga 8 kali," keluh seorang ibu muda dengan nada cemas.

"Minumnya gimana, Bu? Apa ada keluhan diare, muntah atau demam?" tanya saya penuh selidik.

"Iya, Dok. Anak saya sejak dua hari yang lalu mencret, muntah, demam dan minumnya sedikit," jawab wanita muda yang ternyata seorang travel blogger asal Medan, dengan penuh antusias. 

Benarkah kencing yang menurun berarti gagal ginjal?

Secara logika saja, kalau pengeluaran cairan (melalui diare, muntah dan demam) mengalami peningkatan, dan asupan cairan menurun, bagaimana bisa produksi kencingnya normal?
Tentu akan mengalami penurunan, bukan?

Apakah itu termasuk kriteria gagal ginjal akut?

Tunggu dulu!

Mari kita belajar dari anak-anak kita, terutama seputar gagal ginjal akut.

Gagal Ginjal Akut: Bikin Orang Tua Takut

Sebelum kita mengupas lebih jauh tentang gagal ginjal akut, ada baiknya saya mulai dengan menjelaskan terminologi "akut"

Dalam dunia medis, kata "akut" merujuk pada kriteria waktu. Pada umumnya, jika suatu penyakit berlangsung atau diderita kurang dari 14 hari, disebut Akut. Sedangkan jika sebaliknya, penyakit atau keluhan medis diderita lebih dari 14 hari, biasa disebut dengan "kronis"

Terminologi "Gagal Ginjal" sendiri, sebenarnya sudah ditinggalkan, oleh karena terjadinya gangguan ginjal lebih dini menjadi sulit terdeteksi.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2014 merekomendasikan penggunaan terminologi "Gangguan Ginjal Akut" sebagai pengganti istilah Gagal Ginjal Akut

Gangguan Ginjal Akut (GgGA) atau Acute Kidney Injury (AKI) adalah kondisi dimana terjadi gangguan fungsi ginjal secara akut, yang ditandai peningkatan kadar serum ureum dan kreatinin dengan atau tanpa penurunan produksi urine, dan biasanya bersifat reversible (bisa kembali normal)

Fungsi Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ vital dalam pengenadlian proses fisiologi tubuh manusia. Selain sebagai alat penyaring atau filtrasi, ginjal juga berfungsi membuang limbah, mengendalikan keseimbangan cairan dan elektrolit, juga sebagai konverter vitamin D. Berikut adalah fungsi utama organ yang bentuknya seperti kacang dengan panjang sekitar 10-12 cm:

Satuan terkecil dari organ ginjal disebut nephron
Gambar diunggah dari https://www.siswapedia.com


1. Menyaring dan Membuang limbah

Dalam sehari, ginjal akan menyaring darah hingga 200 liter. Pada fungsi filtrasi ini, ginjal akan membuang zat yang bersifat toksik. Zat-zat yang sifatnya merugikan, seperti racun, kadar garam berlebih, air dan mineral yang berlebih, serta limbah yang mengandung nitrogen (urea) akan dibuang sebagai "limbah" oleh ginjal berupa "urine".

Tanpa ginjal, atau jika fungsi ginjal terganggu, maka limbah dan racun dapat menumpuk di dalam darah dan menimbulkan gangguan kesehatan.

2. Mengendalikan Keseimbangan Kadar Air

Ginjal dapat bereaksi terhadap terjadinya perubahan kadar air dalam tubuh. Ginjal mampu menahan air saat tubuh membutuhkannya, sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi. Selain itu, ginjal juga menjamin distribusi air ke semua jaringan tubuh.

3. Mengatur Tekanan Darah dan Kadar Garam

Ginjal akan memproduksi enzim renin sebagai prosesnya. Ketika menyaring darah, aliran dan tekanan darah yang stabil dibutuhkan oleh ginjal.

4. Mengatur Keseimbangan Asam-Basa Darah

Salah satu fungsi penting ginjal adalah memastikan bahwa pH darah tetap normal. Keseimbangan pH darah penting untuk dipertahankan agar proses metabolisme sel dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. pH darah normal memiliki berada di angka 7,35–7,45.

5. Menjaga Keseimbangan Mineral dan Elektrolit

Ginjal berperan dalam menjaga konsentrasi mineral dan elektrolit penting dalam darah, di antaranya natrium, kalium, fosfor, dan kalsium. Elektrolit berfungsi untuk mendukung aktivitas sel dan jaringan tubuh, seperti saraf dan otot.

Itulah beberapa fungsi vital dari organ yang julahnya sepasang, yang bernama ginjal. Dari sini kita bisa membayangkan bagaimana jika ginjal mengalami "gangguan" sehingga tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Tentu dampak yang ditimbulkan akan memporakporandakan kesimbangan fisiologis tubuh.

Lantas, bagaimana cara kita mengetahui apakah ginjal berfungsi dengan baik?

Selain dilihat dari produksi urine (ingat, fungsi filtrasi ginjal adalah fungsi utama organ ginjal), kita juga bisa memantaunya dari hasil laboratorium "Renal Function Test" kadar "Serum Kreatinin"

Kreatinin

Seperti yang sudah dibahas di atas, bahwa salah satu fungsi ginjal adalah membuang limbah yang sifatnya toksik. Salah satu limbah itu bernama Kreatinin.

Kreatinin adalah produk limbah hasil metabolisme otot yang digunakan selama kontraksi otot. Kreatinin dihasilkan oleh kreatin, yaitu molekul penting dalam otot yang berfungsi memproduksi energi. Ginjal berfungsi untuk menjaga kadar kreatinin dengan menyaringnya untuk tetap normal dan tidak berubah. 

Jika terjadi gangguan pada ginjal, kadar kreatinin dapat meningkat dan menumpuk di dalam darah yang bisa mengakibatkan munculnya berbagai keluhan yang berhubungan dengan penyakit ginjal dan sistem perkemihan lainnya.

Pemeriksaan kadar kreatinin adalah pemeriksaan untuk mengetahui apakah fungsi dan kerja ginjal tetap optimal atau justru sedang bermasalah dalam menyaring darah.

Laju Filtrasi Gromerulus

Glomerulus merupakan bagian terpenting dari ginjal. Glomerulus yang tidak berfungsi dengan baik, dapat menghambat kerja ginjal. Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa glomerulus merupakan unit penyaringan utama di dalam ginjal.

Perlu diketahui bahwa di dalam ginjal, terdapat ratusan ribu sampai jutaan glomerulus.

Untuk mengukur seberapa bagus fungsi filtrasi glomerulus, dokter biasanya menghitung "Laju Filtrasi Glomerulus" yang bisa dihitung dari data tinggi badan pasien dan kadar kreatinin dalam darah.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan Rumus Schwartz untuk menghitung LFG (Laju Filtrasi Glomerulus):

Cara menghitung Laju Filtrasi Glomerulus dengan Rumus Schwartz
Gambar diunggah dari https://slideplayer.com/slide/18124225/

Gangguan Ginjal Akut

Gangguan Ginjal Akut atau Acute Kidney Injury (AKI) adalah keadaan dimana terjadi gangguan fungsi ginjal secara akut yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar serum ureum dan kreatinin, dengan atau tanpa penurunan produksi urine, dan biasanya bersifat reversibel (bisa pulih).

Gangguan Ginjal Akut ini menyebabkan regulasi cairan, elektrolit, tekanan darah dan sampah metabolik menjadi terganggu.

Definisi Gangguan Ginjal Akut menggunakan klasifikasi RIFLE (Risk, Injury, Failure, Loss dan End-Stage)

Klasifikasi RIFLE menentukan derajat beratnya gangguan ginjal berdasarkan perubahan kadar kreatinin serum, penurunan LFG (Laju Filtrasi Glomerulus) dan lamanya oliguria (penurunan produksi Urine)

Dengan klasifikasi RIFLE, gangguan Ginjal Akut bisa dideteksi lebih dini
Gambar diambil dari: Kidney Disease Improving Global Outcomes (KDIGO). KDIGO Clinical Practice Guideline for Acute Kidney Injury. Official Journal of the International Society of Nephrology; Kidney International Supplements Vol. 2, March 2012

Klasifikasi RIFLE terbukti dapat mendeteksi gangguan fungsi ginjal paling ringan hingga keadaan yang paling berat (end-stage). Diharapkan Gangguan Ginjal Akut bisa dideteksi sedini mungkin sehingga bisa ditangani lebih cepat dan bisa reversibel.

Beberapa poin penting terkait Gangguan Ginjal Akut menggunakan klasifikasi RIFLE:

  1. Penurunan secara cepat laju filtrasi glomerulus, menyebabkan gangguan ekskresi nitrogen, hilangnya pengaturan air, elektroolit dan asam basa.
  2. Peningkatan secara tajam kadar kreatinin serum atau penurunan produksi urine secara tiba-tiba

Gangguan Ginjal Akut pada Anak

Gangguan Ginjal Akut pada anak menggunakan kriteria diagnosis Pediatric RIFLE atau disingkat pRIFLE yang didasarkan pada nilai LFG (Laju Filtrasi Glomerulus) menggunakan Rumus Schwartz dan produksi urine.

Kriteria pRIFLE terutama digunakan untuk menentukantingkat keparahan Gangguan Ginjal Akut pada anak:

  • Risk, Injury, Failure berdasarkan pada perubahan kadar kreatinin serum atau penurunan produksi urine
  • Prognosis (ramalan tentang penyembuhan penyakit) didasarkan pada gangguan ginjal yang menetap, terbagi atas loss, dan End Stage Renal Disease (ESRD)

Klasifikasi pediatric RIFLE untuk gangguan ginjal akut pada anak
Kalsifikasi pediatric RIFLE untuk Gangguan Ginjal Akut pada Anak

Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada bulan September tahun 2022, terdapat 74 kasus Acute Kidney Injury Progressive Atypical yang telah dilaporkan, penyakit ini ditemukan sebagian besar pada anak laki-laki dengan usia di bawah 6 tahun tanpa riwayat komorbid, kasus tersebut pola perjalanan penyakitnya tidak seperti AKI yang lazimnya terjadi pada kelompok usia anak di bawah 6 tahun dan progresifitasnya tergolong cepat, sehingga membutuhkan intervensi segera.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehata Nomer HK 02.02/1/3305/2022 tentang Tata Laksana dan manajemen Klinin Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, maka berikut ini adalah definisi operasional Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada anak:

  1. Anak usia 0-18 tahun (mayoritas balita).
  2. Memiliki demam atau riwayat demam atau gejala infeksi lain dalam 14 hari terakhir.
  3. Didiagnosis gangguan ginjal akut yang belum diketahui penyebabnya (baik pre-renal, renal, maupun post-renal) oleh Dokter PenanggungJawab Pasien.
  4. Tidak mengalami kelainan ginjal sebelumnya atau penyakit ginjal kronik.
  5. Didapatkan tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi.
Diagnosis Gangguan Ginjal Akut pada poin 3 di atas, menggunakan kriteria pediatric RIFLE

Penyebab dari Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada anak yang akhir-akhir ini marak di media sosial hingga saat ini masih belum jelas. Dugaan paling mutakhir adanya keterkaitan dengan cemaran Etilen glikol dan Di-etilen glikol, masih dalam taraf penelitian yang mendalam. Dugaan keterkaitan antara Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal dengan infeksi Covid-19 maupun imunisasi Covid-19, juga belum jelas kebenarannya.

Apapun penyebab dari Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada anak, mari kita tingkatkan kewaspadaan dini dengan tetap memperhatikan prinsip bahwa mencegah anak sakit itu sangat penting!

Kesimpulan

Terminologi "Gagal Ginjal Akut" sudah tidak relevan untuk menggambarkan suatu "Acute Kidney Injury". Istilah yang lebih tepat adalah Gangguan Ginjal Akut.

Gangguan Ginjal Akut tidak hanya dilihat dari penurunan produksi urine, tetapi juga dilihat dari tingginya kadar serum kreatinin dan atau laju filtrasi glomerulus

Gangguan Ginjal Akut atau Acute Kidney Injury (AKI) adalah keadaan dimana terjadi gangguan fungsi ginjal secara akut yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar serum ureum dan kreatinin, dengan atau tanpa penurunan produksi urine, dan biasanya bersifat reversibel (bisa pulih).

Definisi Gangguan Ginjal Akut dengan menggunakan klasifikasi Risk, Injury, Failure, Loss dan End Stage (RIFLE) dapat mendeteksi gangguan ginjal akut baik yang masih dini hingga yang sudah berat. 


Daftar Pustaka

  1. Noer MS, Soemyarso NA, Subandiyah K, Prasetyo RV. Rekomendasi Gangguan Ginjal pada Anak. Surabaya: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2014.
  2. Kidney Disease Improving Global Outcomes (KDIGO). KDIGO Clinical Practice Guideline for Acute Kidney Injury. Official Journal of the International Society of Nephrology; Kidney International Supplements Vol. 2, March 2012
  3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehata Nomer HK 02.02/1/3305/2022 tentang Tata Laksana dan manajemen Klinin Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. 2022.

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

27 komentar

  1. Terimakasih dokter untuk sharing ilmunya yang bermanfaat ini. Tepat sekali tema pembahasannya dan juga dari ilmu yang dokter sampaikan bisa menambah wawasan orang tua juga untuk lebih mengetahui kondisi anaknya juga menambah ketenangan orang tua tentang keadaan yang marak saat ini tentang gagal ginjal akut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya Farhan. Pelajari baik-baik materi di atas! Buat bekal penting kelak....

      Hapus
  2. Delly Safira Hedaputri8 November 2022 pukul 07.13

    MasyaAllah di tengah kepanikan akan larangan obat sirup dan kaitannya dengan gangguan ginjal, tulisan dokter sangat membantu dalam mewaspadai mana yang merupakan kondisi dehidrasi dan mana yang berhubungan langsung dengan gangguan pada ginjal. Terimakasih untuk ilmunya dokter🙏🏻

    BalasHapus
  3. maasyaAllah tulisan yang mudah dipahami bagi ibu-ibu dan orang tua baru yang tentunya sangat khawatir dengan kondisi akhir-akhir ini, dimana ketika anaknya sakit namun banyak obat yang dilarang. kekhawatiran yang kadang berlebihan karena pemberitaan saat ini yang terkadang kesannya menakut-nakuti. melalui tulisan ini insyaallah semakin menyadarkan para orang tua untuk lebih memperhatikan intake apa saja yang diberikan kepada anaknya. terimakasih banyak atas sharing ilmunya, dokter.

    BalasHapus
  4. Informasi yang update sekali dokter, ditengah simpang siur informasi tentang gagal ginjal akut pada anak, tulisan ini bisa menjadi penangkal panik bagi orang tua. Sekaligus menjadi kewaspadaan bagi orang tua untuk lebih "aware" tentang gangguan ginjal pada anak

    BalasHapus
  5. ma shaa Allah sekali dokter, memang blog dokter taura ini merupakan salah satu blog yang masuk list "wajib dibaca" karena selalu memberikan informasi yang dapat mengubah panik menjadi epik. contohnya adalah gagal ginjal akut sendiri yang sekarang sedang banyak yang membicarakan karena membuat para ibu merasa khawatir yang berlebihan. terimakasih banyak dokter dan semangat untuk informasi-informasi yang dapat mengubah panik menjadi epik lainnya.

    BalasHapus
  6. Nah, istilah "akut" ini sering disalahartikan dengan "parah". Penjelasannya lengkap dan sangat membantu. Terima kasih, Dok

    BalasHapus
  7. Dokter menjelaskan dgn bahasa yg mudah dipahami emak2
    Makasi banyak Dok.
    Siap share via socmed

    BalasHapus
  8. wah pas banget sedang ada bahasan tentang ginjal
    anakku sekarang kuwajibkan sedikit sedikit minum di sekolah, Ga bisa juga langsung banyak karena dia juga takut pipis terus tapi minimal cairan selalu terisi

    BalasHapus
  9. Ciri2nya ngga ada yang terlalu spesifik, ya Dok. Demam2 dan pipis sedikit. Kalau orang tuanya ngga aware (kaya aku), hikss. Biasanya ngira ini sakit biasa aja.

    Emak2 kudu melek masalah kesehatan nih...
    Harus kembali rajin baca dan rajin belajar.

    Btw, thank dok atas backlinknya, yaa...

    BalasHapus
  10. duh dok asli ini meresahkan para orang tua deh, jadi kesel sm farmasi yg lalai sampai menyebabkan terjadinya kasus kaya gini yaa

    BalasHapus
  11. Informasi yang bermanfaat banget ni dok. Terutama kondisi saat ini yang memang sebagai orang tua, saya merasa sangat butuh edukasi ini untuk jaga-jaga.

    BalasHapus
  12. Emakku sampai parno lho, Dok. Soalnya keponakanku kan masih balita gitu. Emakku sampai nyuruh aku buat bilangin iparku buat nggak ngasih sirup-sirup dulu ke ponakanku. Padahal mah iparku tu orangnya aware banget sama kesehatan bocilnya. Kalau ada apa-apa, pasti langsung ke dokter anak gitu. Jadi, nggak beli obat sendiri di apotik gitu.

    Tapi bener deh ya. Sekarang tuh mending mah langsung ke ahlinya. Misal kalau sakit ya langsung ke dokter. Biar diagnosis sama obatnya pas. Ngga khawatir-khawatir lagi.

    BalasHapus
  13. Saking masalah ginjal ini erat kaitannya dengan pipis anak, alhasil saya jadi super cerewet sama anak-anak, khususnya yang kecil tuh.
    Tiap saat saya teriakin, "Adeeekkkkk minum dulu dong!"
    Terus dia ompol mulu dong, terus saya back to popok again kalau bobok, huhuhu.
    Padahal udah 5 tahun.

    Sampai dia batuk pilek, saya cekokin air hangat mulu, ingatin minum mulu.
    Ya ampunnn, ada-ada aja ya penyakit zaman now, bikin mamak-mamak jantungan :(

    BalasHapus
  14. Masya Allah ilmunya bermanfaat sekali, dok. Fungsi ginjal akan bekerja dengan baik jika kita juga tahu apa aja yang harus diperhatikan untuk jaga kesehatan organ ini ya. Dulu aku pernah dikasih tahu dokter buat banyakin minum pas kena infeksi saluran kemih. Katanya khawatir kena ginjal. Jadi akhirnya dibanyakin minum dibanding sebelumnya.

    BalasHapus
  15. Ginjal sebagai organ vital memang harus dijaga dan diperhatikan apa yang dikonsumsi entah itu air minum atau obat sirup.

    BalasHapus
  16. ternyata ya? ......

    Tapi saya paham kok dok jika anak2 malas minum

    karena ortunya juga males minum air putih

    anak kan mencontoh apa yang dikerjakan ortunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata penting ya rutin minum air putih, biar ginjal kita juga bekerja lebih baik. Kalo saya juga sekarang mengurangi minuman dan makanan junk food,karena rugi tuanya nanti. Benarkah begini dok?

      Hapus
  17. Dok, anakku sekitar 6 bulan lalu pernah bermasalah ginjalnya. Soalnya anakku kan anak istimewa dan dia rutin konsumsi suplemen juga obat.

    Sempat stres karena kondisi ginjal anakku di dokter pertama itu jelekkk banget. Akhirnya disuruh puasa dan stop asupan obat selama tiga bulan untuk mengembalikan kondisi seperti semula.

    Eeeh, pas aku cari tahu informasi lebih lanjut, ternyata cara menghitung kondisi ginjal pada anak-anak dan orang dewasa itu standarnya beda ya dok. Pas dimasukin angka versi anak, ternyata kondisi ginjal anakku gak separah yang aku kira. Untung saja aku direkomendasikan ke Profesor sekaligus dokter dari UI, Prof Sudung. Legaaaaa banget waktu itu abis konsultasi dengan beliau.

    BalasHapus
  18. Terima kasih sudah menulis artikel ini dok
    Akhir akhir ini benar-benar worry sama penyakit gagal ginjal akut pada anak

    BalasHapus
  19. Gara-gara kasus tersebut, aku jadi searching dan baca bnyak jurnal tentang ggaal ginjal dok. Ngeri sendiri seandainya gelaja atau ciri-cirinya malah gak paham. Khawatir salah penanganan

    BalasHapus
  20. makasih banyak dok sharingnya, ini emang penting banget pegertian dri gangguan ginjal akut dan gagal ginjal akut emang harusnya beda secara proses penyakit ya dok. semoga semakin banyak parents yg terbantu pemahamannnya

    BalasHapus
  21. Dok, adakah solusinya ketika sudah menderita gagal ginjal akut, dok?
    Ibuku kemarin kirim gambar ginjal yang dibedah dan ada biji kecil-kecil seperti jagung dan kabarnya itu kondisi ginjal ketika banyak minum soda.

    Rasanya seram sekali terkait ginjal ini ya, dok..
    Haturnuhun atas artikelnya, dok.

    BalasHapus
  22. Terima kasih infonya., Jadi bikin bersyukur mengetahui kerja ginjal, meski dulu zaman belajar biologi dapat dikit2 hehe.
    Harus dijaga baik2 kesehatan ginjal ini yaa.
    Terus terang kasus yang heboh apalagi melibatkan anak2 belakangan bikin sedih. Anak sehat kok tiba2 langsung kena gagal ginjal alias ginjal akut jd bikin emak2 cemas.

    BalasHapus
  23. Wah tulisan yang mencerahkan, sekaligus bisa buat bahan pelajaran ipa nih buat anak-anak saya tentang pengenalan fungsi anggota tubuh.

    Yup istilah gagal ginjal pun menurut saya lebih menyeramkan dibanding gangguan ginjal. Sudahlah gagal ditambah akut pula, dobel seramnya

    BalasHapus
  24. Terimakasih sharingnya dok. Alhamdulillah dari dulu kami selalu menerapkan banyak minum air putih, soalnya punya teman hampir tiap hari minum minuman manis instan ndilalah gagal ginjal dan meninggal.

    BalasHapus

Posting Komentar