blog dokter taura big ad

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK): DEFINISI DAN JENIS-JENISNYA

Indihome dan Kompasiana tahun ini (2022) telah menyelenggarakan gawe besar bertajuk "Indihome X Kompasiana Blog Competition" dengan tema: "Manfaat tak Terbatas Internetnya Indonesia" dengan hadiah total 170 juta rupiah. Sependek pengetahuan saya, inilah kompetisi blog terbesar di tahun 2022. Terbesar dari segi hadiah maupun tema/sub tema yang sangat menantang.

Ada 10 sub tema dengan masing-masing sub tema akan dipilih pemenang pertama dengan hadiah @ Rp. 7.000.000, pemenang kedua, masing-masing mendapatkan hadiah Rp. 5.000.000, pemenang ketiga dengan hadiah @ Rp. 2.500.000 dan pemenang harapan mendapat ganjaran 1.000.000. Selain itu ada pemenang "Best of the Best" dengan hadiah 20.000.000. 

Anak berkebutuhan khusus (ABK) perlu penanganan khusus pula.

Saya sendiri sebenarnya pingin banget ikutan acara positip ini, mengingat saya sendiri sejak pandemi menggunakan jasa Indihome dalam urusan internet di rumah, dan hingga saat ini tidak pernah ada komplain. Namun, mengingat kesibukan saya di tempat kerja, saya putuskan untuk tidak berpartisipasi. Aslinya sih minder sama para bloger senior yang langganan juara, hehehe...

Disabilitas yang Berdaya Lewat Kreativitas

Dibalik semarak kompetisi blog ini, yang paling menarik buat saya pribadi adalah pemenang best of the best yang menulis artikel berjudul: Manfaat Internet untuk Disabilitas.

Dalam artikel bergaya story telling seperti kebanyakan gaya tulisan para bloger senior, dikisahkan bagaimana kegigihan seorang penyandang disabilitas dalam meraih cita-cita menjadi seorang bloger profesional. Pembuktian bahwa seorang ABK alias Anak Berkebutuhan Khusus bisa berdaya dengan kreativitas, ternyata bukan isapan jempol belaka. Selain kreativitas, konsistensi juga merupakan salah satu kunci menuju bloger profesional.

Sebelum menjuarai kompetisi blog yang deselenggarakan oleh Indihome dan Kompasiana, ternyata Kak Molzania -demikian nama pena dari sang jawara ini- sudah langganan menjadi juara kompetisi blog dan telah menulis puluhan buku antologi dengan berbagai genre, mulai dari traveling, kuliner, hingga novel remaja. Sungguh sangat menginspirasi, minimal bagi saya pribadi.

Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (2013), ABK atau Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya.

Bahwa setiap orang tua yang akan menyambut kelahiran putra-putrinya dengan harapan mendapatkan keturunan yang sehat, normal tak kurang satu apapun. Namun, banyak orang tua yang selalu berharap mendapatkan yang terbaik tanpa kesiapan mendapatkan yang terburuk. 

Ada fase dimana orang tua melakukan penolakan terhadap kelahiran seorang anak yang kurang sempurna. Sedih, kecewa, marah, hingga akhirnya berkat dukungan orang sekitar, orang tua dapat menerima kehadiran anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dibalik itu semua, yang perlu diperhatikan adalah bahwa setiap anak, termasuk ABK mempunyai hak-hak yang harus dipenuhi oleh kedua orang tuanya. 

Orang tua wajib memenuhi hak-hak anak berkebutuhan khusus untuk dapat hidup, tumbuh dan berkembang, serta berinteraksi sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki.

Jenis Anak Berkebutuhan Khusus

Masih menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, ada 12 jenis ABK, dimana tidak semua jenis ABK termasuk golongan disabilitas, tetapi ada yang termasuk golongan anak dengan "gangguan perkembangan", bahkan anak dengan tingkat intelegensia yang tinggi (gifted) termasuk salah satu ABK.

1. Anak Disabilitas Penglihatan 

Adalah anak yang mengalami gangguan daya penglihatan berupa kebutaan menyeluruh (total) atau sebagian (low vision). Gangguan fungsi penglihatan pada bayi/anak hendaknya sedini mungkin dikenali oleh orang tua. 

Berikut adalah tanda-tanda anak mengalami buta total:

  • Tidak mampu melihat cahaya. 
  • Kerusakan nyata pada kedua bola mata.
  • Sering meraba-raba bila mencari sesuatu benda dan jika berjalan sering menabrak dan tersandung. 
  • Bagian bola mata tampak jernih tetapi tidak bisa melihat cahaya maupun benda. 
  • Sering menekan bola mata dengan jari.
Jika menjumpai anak dengan satu atau lebih gejala di atas, segera periksakan ke pusat pelayanan kesehatan terdekat

2. Anak Disabilitas Pendengaran 

Adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran, baik sebagian ataupun menyeluruh, dan biasanya memiliki hambatan dalam berbahasa dan berbicara. Sering kali seorang anak dibawa ke pusat pelayanan kesehatan dengan alasan terlambat bicara atau speech delay, tetapi setelah dilakukan serangkaian test pendengaran, ternyata anak menderita gangguan pendengaran atau bahkan disabilotas pendengaran.

Berikut adalahh tanda anak mengalami gangguan pendengaran:

  • Tidak menunjukkan reaksi terkejut terhadap bunyi-bunyian atau tepukan tangan yang keras pada jarak satu meter. 
  • Tidak bisa dibuat tenang dengan suara ibunya atau pengasuh. 
  • Tidak bereaksi bila dipanggil namanya atau acuh tak acuh terhadap suara sekitarnya. 
  • Tidak mampu menangkap maksud orang saat berbicara bila tidak bertatap muka. 
  • Tidak mampu mengetahui arah bunyi. 
  • Kemampuan bicara tidak berkembang. 
  • Perbendaharaan kata tidak berkembang. 
  • Sering mengalami infeksi di telinga. 
  • Kalau bicara sukar dimengerti.
  • Tidak bisa memperhatikan sesuatu untuk jangka waktu tertentu. 
  • Kelihatan seperti anak yang kurang menurut atau pembangkang. 
  • Kelihatan seperti lamban atau sukar mengerti.

3. Anak Disabilitas Intelektual 

Adalah anak yang memiliki inteligensia yang signifikan berada dibawah rata-rata anak seusianya dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi perilaku, yang muncul dalam masa perkembangan. 

Sering kali orang tua tidak menyadari akan kekurangan intelegensia ini, bahkan menuntut anak berprestasi seperti teman-teman sebayanya. Hal ini tidak saja membuat orang tua stres, namun si anak juga bisa depresi.

Setidaknya ada tiga jenis anak dengan disabilitas intelektual yaitu:

  1. Ringan (mampu didik), 
  2. Sedang (mampu latih), 
  3. Berat (mampu rawat).

Berikut adalah tanda-tanda disabilitas intelektual:

  • Wajah ceper, jarak kedua mata jauh, hidung pesek, mulut terbuka, lidah besar. 
  • Kepala kecil/besar/datar. 
  • Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usianya atau semua harus dibantu orang lain. 
  • Perkembangan bicara/bahasa terlambat atau tidak dapat bicara. 
  • Kurang atau tidak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan. 
  • Sering keluar ludah (cairan) dari mulut.

4. Anak Disabilitas Fisik 

Adalah anak yang mengalami gangguan gerak akibat kelumpuhan, tidak lengkap anggota badan, kelainan bentuk dan fungsi tubuh atau anggota gerak. 

Disabilitas jenis ini sering diidentikkan dengan suatu penyakit yang dalam bahasa medis disebut Cerebral Palsy atau Palsi Serebral atau lumpuh otak. Istilah "lumpuh otak" bukan berarti otaknya lumpuh, namun kelumpuhan pada keempat anggota gerak yang disebabkan oleh jaringan otak yang tidak berkembang dengan sempurna. Penyakit ini merupakan penyakit bawaan, tidak bisa disembuhkan, namun bersifat tidak progresif.

Tanda-tanda anak dengan disabilitas fisik adalah:

  • Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh. 
  • Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna, tidak lentur/tidak terkendali). 
  • Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa. 
  • Terdapat cacat pada alat gerak. 
  • Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam. 
  • Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk, dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal.

5. Anak Disabilitas Sosial 

Adalah anak yang memiliki masalah atau hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial, serta berperilaku menyimpang. 

Disabilitas jenis ini merupakan jenis disabilitas yang terkadang dianggap "biasa" oleh orang tuanya, hingga banyak teman-teman sebayanya menjadi "korban"

Adapun tanda-tanda anak dengan disabilitas sosial adalah sbb:

  • Bersikap membangkang dan suka berbohong. 
  • Mudah terangsang emosinya/emosional/mudah marah. 
  • Sering melakukan tindakan agresif, merusak, dan mengganggu. 
  • Sering bertindak melanggar norma sosial/norma susila/norma hukum. 
  • Kurang/tidak mampu menjalin hubungan dengan orang lain. 
  • Mempunyai perasaan yang tertekan dan selalu merasa tidak bahagia. 

6. Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) atau Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) 

Adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan, yang ditandai dengan sekumpulan masalah berupa ganggguan pengendalian diri, masalah rentang atensi atau perhatian, hiperaktivitas dan impulsivitas, yang menyebabkan kesulitan berperilaku, berfikir, dan mengendalikan emosi. 

Inilah tanda-tanda anaj dengan GPPH:

  • Inatensi atau kesulitan memusatkan perhatian, seperti tidak mau mendengar, gagal menuntaskan tugas-tugas, sering menghilangkan benda-benda, tidak dapat berkonsentrasi, perhatiannya mudah terganggu, suka melamun, pendiam, harus diingatkan dan diarahkan terus-menerus. 
  • Impulsif atau kesulitan menahan keinginan, seperti terburu-buru saat mendekati sesuatu, tidak teliti, berani mengambil risiko, mengambil kesempatan tanpa pikir panjang, sering mengalami celaka atau luka, tidak sabar, dan suka interupsi. 
  • Hiperaktif atau kesulitan mengendalikan gerakan, seperti sangat sulit istirahat, tidak dapat duduk lama, bicara berlebihan, menggerakkan jari-jari tak bertujuan (usil), selalu bergerak ingin pergi atau meninggalkan tempat, mudah terpancing, dan banyak berganti-ganti posisi/gerakan.

7. Anak dengan Gangguan Spektrum Autisma atau Autism Spectrum Disorders (ASD) 

Adalah anak yang mengalami gangguan dalam tiga area dengan tingkatan berbeda-beda, yaitu kemampuan komunikasi dan interaksi sosial, serta pola-pola perilaku yang repetitif dan stereotipi. 

Ciri atau tanda anak spektrum autis bervariasi yang meliputi 3 bidang yaitu: 

  1. Gangguan komunikasi/wicara, 
  2. Interaksi sosial, 
  3. Gerakan berulang-ulang (stereotipi) dengan derajat ringan sampai berat. 

Berikut adalah tanda-tanda anak dengan Autisme:

  • Usia 0 – 2 tahun: anak jarang menangis atau sering menangis tanpa sebab (iritable), sulit bila digendong karena gerakan tangan dan kaki berlebihan, tidak ada kontak mata, tidak ditemukan senyum sosial (merespon/membalas senyum orang lain disekitarnya), terkadang ada fase perkembangan motorik yang terlewati seperti anak tidak melewati fase merangkak tapi langsung berdiri/lari, menggigit tangan dan anggota orang lain secara berlebihan. 
  • Usia 2 – 3 tahun: anak tidak tertarik bersosialisasi dengan anak lain, melihat orang sebagai benda, kontak mata terbatas, tertarik pada benda tertentu, tidak menyukai sentuhan/dipeluk, marah bila rutinitas yang biasa dikerjakan diubah, menyakiti diri sendiri, dan agresif. 
  • Anak sangat lambat bicara atau tidak bisa sama sekali , mengeluarkan suara yang aneh tanpa makna, mengulang-ulang ucapan lawan bicara, berbicara tapi tidak untuk berkomunikasi. - Ditanya tidak bisa menjawab, bahkan mengulang pertanyaannya. 
  • Tidak bisa berkomunikasi dua arah dan tidak menatap mata lawan bicaranya. - Kalau dipanggil tidak mau menengok. 
  • Merasa tidak nyaman dalam keramaian, misalnya pesta ulang tahun, perkawinan, dan lain sebagainya. 
  • Merasa lebih nyaman bila main sendiri 
  • Berperilaku aneh seperti jalan berjinjit-jinjit, berputar-putar, lompatlompat, mondar-mandir tak bertujuan. 
  • Sering melihat dengan mata yang miring. 
  • Kelekatan dengan benda tertentu, sehingga kemana-mana harus membawa benda tersebut. 
  • Mengamuk hebat kalau tidak mendapatkan keinginannya. 
  • Tertawa/menangis/marah tanpa sebab yang jelas. 
  • Tidak ada rasa empati. 
  • Ada kebutuhan untuk mencium-cium sesuatu dan memasukan segala benda yang dipegangnya ke dalam mulut atau digigit-gigit

8. Anak dengan Gangguan Ganda 

Adalah anak yang memiliki dua atau lebih gangguan sehingga diperlukan pendampingan, layanan, pendidikan khusus, dan alat bantu belajar yang khusus. 

Anak dengan gangguanganda memiliki perpaduan dua hambatan atau lebih, misalnya disabilitas penglihatan dengan gangguan spektrum autisma, disabilitas penglihatan dengan disabilitas pendengaran, down syndrome/disabilitas intelektual dengan disabilitas pendengaran, dan lain sebagainya.

Inilah tanda-tandanya:

  • Memiliki hambatan dalam berinteraksi sosial. 
  • Memiliki kemampuan yang sangat terbatas dalam mengekspresikan atau mengerti orang lain. - Pada umumnya mengalami keterlambatan perkembangan fisik dan motorik. 
  • Sering berperilaku aneh dan tidak bertujuan, misalnya menggosokgosokan jarinya ke wajah, melukai diri (membenturkan kepala), mencabuti rambut, dan sebagainya. 
  • Seringkali tidak mampu mengurus kebutuhan dasar mereka sendiri seperti makan, berpakaian, buang air kecil, dan lain sebagainya. 
  • Jarang berperilaku dan berinteraksi secara konstruktif. 
  • Dibalik keterbatasan-keterbatasan di atas, anak tunaganda mempunyai ciri-ciri positif seperti ramah, hangat, punya rasa humor, keras hati dan berketetapan hati.

9. Anak Lamban Belajar atau Slow Learner 

Adalah anak yang memiliki potensi intelektual sedikit dibawah rata-rata tetapi belum termasuk gangguan mental. Mereka butuh waktu lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun non akademik. 

Berikut tanda-tanda anak slow learner:

  • Fungsi pada kemampuan dibawah rata-rata kelas. 
  • Rata-rata prestasi belajar selalu rendah. 
  • Dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik sering terlambat dibandingkan teman-teman seusianya. 
  • Daya tangkap terhadap pelajaran lambat. 
  • Butuh waktu lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik dan non akademik. 
  • Lebih suka berteman dengan anak yang berusia signifikan di bawahnya.

10. Anak dengan Kesulitan Belajar Khusus atau Specific Learning Disabilities 

Adalah anak yang mengalami hambatan atau penyimpangan pada satu atau lebih proses psikologis dasar berupa ketidakmampuan mendengar, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja dan berhitung. 

Ada tiga jenis anak dengan kesulitan belajar khusus, yaitu: Disleksia, Disgrafia dan Diskalkulia. 

Apa sih bedanya Disleksia, Disgrafia dan Diskalkulia?

Tanda-tanda anak dengan Disleksia:

  • Perkembangan kemampuan membaca lambat dan sering terjadi kesalahan dalam membaca. 
  • Kemampuan memahami isi bacaan rendah.
  • Dalam menulis sering terjadi huruf yang hilang dalam satu kata pada awal, tengah atau akhir kata, atau sulit membedakan bentuk huruf atau angka yang hampir sama seperti menulis huruf d menjadi b, begitu sebaliknya. 
  • Tidak mengindahkan tanda baca

Tanda-tanda anak dengan Disgrafia:

  • Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai. 
  • Sering salah menulis huruf b dengan p, v dengan u, p dengan q, angka 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya. 
  • Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca. 
  • Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang. 
  • Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris. 

Tanda-tanda anak dengan Diskalkulia:

  • Sulit membedakan tanda-tanda +, -, x, :, =, <, > 
  • Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan. 
  • Sering salah membilang dengan urut. 
  • Sering salah membedakan angka 9 dengan 6, 17 dengan 71, 2 dengan 5, 3 dengan 8, dan sebagainya.
  • Sulit membedakan bangun-bangun geometri.

11. Anak dengan Gangguan Kemampuan Komunikasi/ Wicara

Adalah anak yang mengalami penyimpangan dalam bidang perkembangan bahasa wicara, suara, irama, dan kelancaran dari usia rata-rata yang disebabkan oleh faktor fisik, psikologis dan lingkungan, baik reseptif maupun ekspresif. 

Apa saja tanda-tanda anakdengan gangguan kemampuan komunikasi? Berikut jawabannya:

  • Anak tidak langsung menangis sesaat setelah dilahirkan, 
  • Tidak bereaksi ketika mendengar bunyi yang terjadi di sekitarnya. 
  • Tidak pernah atau sangat jarang menangis. 
  • Tidak suka menatap wajah atau membalas tatapan ibunya ketika disusui. 
  • Kesulitan dalam mengisap, mengunyah, dan menelan saat makan dan minum. 
  • Belum mulai berbicara di usia sekitar 12 bulan. 
  • Perbendaharaan kata atau kalimat minim. 
  • Tidak mampu menyusun kalimat sederhana dan terkadang hanya menyebutkan suku kata akhirnya saja. 
  • Ada kelainan organ wicara, misalnya celah pada bibir atau sumbing, dan kelainan bentuk lidah. - Suka menyendiri atau tidak bergaul. 
  • Bicaranya sulit dimengerti. 
  • Menujukkan gejala terpaku pada sesuatu yang sulit untuk dialihkan (perseverasi) 

12. Anak dengan Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa 

Adalah anak yang memiliki skor inteligensi yang tinggi (gifted), atau mereka yang unggul dalam bidang-bidang khusus (talented) seperti musik, seni, olah raga, dan kepemimpinan.

Ini dia tanda-tanda anak dengan potensi kecerdasan istimewa:

  • Memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata, kreatif, dan berkomitmen terhadap tugas sangat tinggi. 
  • Memiliki kepekaan yang tinggi. 
  • Suka mendapat jawaban dari pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” tentang suatu hal. 
  • Mampu bekerja mandiri sejak kecil. 
  • Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau pelajaran yang diberikan. 
  • Mempunyai minat yang luas, bervariasi, dan mendalam. 
  • Mempunyai daya ingat yang kuat dan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu hal. 
  • Mempunyai energi yang tinggi dalam berhubungan dan memberi respon baik terhadap orangtua, guru, dan orang dewasa 
  • Suka berteman dengan anak yang berusia diatasnya. 
  • Suka mempelajari sesuatu yang baru dan mengerjakan tugas-tugas dengan baik dan efisien. 
  • Mampu memikirkan tentang beragam gagasan atau persoalan dalam waktu yang bersamaan, dan cepat mengaitkan satu hal dengan hal yang lain. 
  • Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang, terutama terhadap tugas atau bidang yang diminati.

Penutup

Masalah anak berkebutuhan khusus merupakan masalah yang cukup kompleks secara kuantitas maupun kualitas. Mengingat berbagai jenis anak berkebutuhan khusus mempunyai permasalahan yang berbeda-beda, maka dibutuhkan penanganan secara khusus. Jika anak berkebutuhan khusus mendapatkan pelayanan yang tepat, khususnya keterampilan hidup (life skill) sesuai minat dan potensinya, maka anak akan lebih mandiri. Namun, jika tidak ditangani secara tepat, maka perkembangan kemampuan anak mengalami hambatan dan menjadi beban orangtua, keluarga, masyarakat dan negara.

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

57 komentar

  1. Hani Mufidatul Khoiriah4 Oktober 2022 pukul 07.43

    Terimakasih banyak dokter atas informasinya. Tulisan ini menyampaikan kepada kita begitu banyak manfaat Internet untuk kehidupan manusia terutama kepada sesorang yang mengalami gangguan kesehatan yaitu disabilitas, bagaimana kegigihan seorang penyandang disabilitas dalam meraih cita-cita menjadi seorang bloger profesional dan bisa menjuarai kompetisi blog yang deselenggarakan oleh Indihome dan Kompasiana. Ini adalah tanda apabila anak berkebutuhan khusus mendapatkan pelayanan yang tepat, khususnya keterampilan hidup (life skill) sesuai minat dan potensinya, maka anak akan lebih mandiri dan berprestasi.
    Ada banyak macam dan tanda anak kebutuhan khusus sehingga permasalahan yang kompleks ini membutuhkan penanganan yang khusus. Namun, jika tidak ditangani secara tepat, maka perkembangan kemampuan anak mengalami hambatan dan menjadi beban orangtua, keluarga, masyarakat dan negara.

    BalasHapus
  2. Wah, makasih sharingnya tentang ABK dok, jadi makin ngerti, kalau ABK itu ada berbagai jenis.
    Tulisan ini menarik sekaligus menginspirasi, bahwa siapapun bisa meraih prestasi, sekalipun dia anak yang berkebutuhan khusus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Asal berusaha dan berdoa, insyaallah keberhasilan akan menyapa

      Hapus
  3. Oya saya sering dengar berdasarkan pengalaman ortu yg pnya anak ABK katanya usia nya ga panjang ya dok ? karena kelainan kromosom gitu ..apa benar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... masalah usia gak ada seorang manusia pun yang bisa meramal kapan berakhir. Cuman beberapa ABK seperti Down Syndrome, 55% disertai kelainan jantung bawaan. Bisa karena kelianan jantungnya yang membuat dia sakit. Pada palsy serebral 70% disertai epilepsi

      Hapus
  4. Jadi inget drakor judulnya "Our Blue", ada salah satu episode ttg ABK. Di situ aku mrebes mili memahami kenyataan bahwa bnyk org tua dan keluarga inti yg malu dititipi amanah luar biasa ini. Mereka merasa 'apa salahku sehingga dititipi anak seperti ini'. Mereka lupa kalau anak istimewa tsb juga mungkin merasa hal yg sama ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persis, sama dengan orang tua yang anaknya menjadi pasien saya. Selalu ada rasa penolakan di awal. Lambat laun mereka menyadari bahwa menjadi orang tua dari ABK adalah ladang pahala yang spesial

      Hapus
  5. ternyata seorang anak termasuk ABK tergantung persentasenya ya dok
    Karena anak ke 3 saya mengalami gangguan penglihatan sejak lahir
    Jadi dia gak bisa melihat jarak jauh (lupa nama istilahnya), sehingga harus pakai kacamata
    Alhamsulilah seiring waktu saraf matanya kembali normal, hanya tersisa plus 1/2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bayi yang terlahir prematur sering terjadi ROP (Retinopaty of Prematurity) yang menyebabkan kelainan fungsi penglihatan. Ini disebabkan penggunaan oksigen yang berlebihan pada saat segera setelah lahir

      Hapus
  6. oh ya dok, jadi penting gak sih untuk calon pengantin memeriksakan diri termasuk mengecek faktor risiko kesehatan utk menghindari kelainan kromosom/genetis atau kelainan lain pada keturunannya kelak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya penting banget mbak. Tidak hanya untuk bayi yang akan dilahirkan, tapi juga baik buat ibunya...

      Hapus
  7. MashaAllah Mas Taufiq. Ilmu dan informasi yang sudah diuraikan benar-benar membuka mata saya. Saya membacanya pelan-pelan seperti gelas kosong yang sedang diisi. Meluaskan pengetahuan saya yang begitu terbatas tentang ABK. Tanda-tanda dan keistimewaan anak-anak ini memang luar biasa ya Mas. Dan saya selalu angkat topi untuk para orang tua yang mendapatkan banyak pahala untuk mengurus mereka. Betapa sabar dan tabahnya para orang tua terpilih ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Annie. SAya sering trenyuh lihat perjuangan para orang tua yang dengan sabar mengasuh anaknya yang ABK. Konon anak ABK kelak tidak dihisab dan langsung masuk surga dengan mengajak salah satu orangtua nya...

      Hapus
  8. Masyaallah. Bagus banget artikelnya, Dok. Selalu bernas seperti biasa. Jadi gampang deh cari info awal tentang ABK langsung ke sini aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... ini gegara Bu Farida nih kasih keyword nya ABK. MAkasih ya mbak atas inspirasinya

      Hapus
  9. Teman saya ada yang masuk berkebutuhan khusus, tapi bukan terlahir dengan kekurangan itu melainkan ketika dewasa ada sesuatu hal yang membuat penglihatannya menjadi kabur. Tapi alhamdulillah dia berhasil membangun bisnis radionya. Dia ownernya dan radio yang dia kelola adalah yang paling kekinian dan terkenal di Balikpapan.

    BalasHapus
  10. Tadinya saya pikir ABK itu cuma yang ngga bisa jalan atau ada cacat dibagiaj tubuh.

    Ternyata banyak jenisnya ya dok.
    Info di setiap artikel dokter ini emang slalu lengkap. Slalu dapat insight baru setelahnya.

    TFS, dok....

    BalasHapus
  11. kata ustadz oemar mitha orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus merupakan anugrah yang perlu dijaga sebaik mungkin, pintu kebaikan bagi orang tua

    BalasHapus
  12. Dok, saya jadi tahu lebih banyak soal jenis-jenis disabilitas. Baru tahu ada jenis disabilitas sosial juga. Btw keren banget itu mba Molzania tuh memang artikelnya, Pantas juara

    BalasHapus
  13. Ada banyak macam disabilitas ya dok.
    Dengan artikel tentunya akan membuka wawasan agar pengetahuan tentang disabilitas bisa diketahui dengan bahasa yang mudah dimengerti dan cepat dalam penanganannya

    BalasHapus
  14. Waahh, saya baru tahu tentang macam-macam ABK dan artikel Dokter sangat rinci termasuk ciri-cirinya dan itu artinya juga akan beda-beda treatment yang diterima bagi ABK ya Dok..
    Terimakasih banyak untuk sharingnya Dokter..

    BalasHapus
  15. Gusti, banyak juga ternyata istilah gangguan pada anak itu ya. Saya baru tahu detail ini.
    Di kampung saya, banyak anak yg masuk ke kategori gangguan sosial. Tapi maklum di kampung, mereka dianggap biasa ...

    BalasHapus
  16. Aku baru tau kalau ternyata ada banyak macam disabilitas. Terima kasih sudah dijelaskan ya, Dok. Jadi penasaran baca tulisan pemenangnya

    BalasHapus
  17. Whoa klo yg bahas dokter anak, benar2 komprehensif, jadi makin paham serba/i ABK.
    Karena selama ini, autis doang yg paling sering dibahas

    BalasHapus
  18. Pak dokter, mukadimahnya bisa aeee.. Sama sih sebenarnya pak, ga ikut lomba blog IndiHome alasan sibuk tapi ada unsur jiper duluan sama peserta lain. Hehe.

    Makasih ulasan lengkapnya pak. Kini saya lebih paham dan jadi terinspirasi ingin menulis postingan tentang seorang ABK yang dekat dengan keseharian saya.

    BalasHapus
  19. Muhammad Haris Firdausi5 Oktober 2022 pukul 16.49

    Terimakasih banyak dokter. Ternyata banyak juga jenis dari anak-anak berkebutuhan khusus. Makin banyak ragam jenis penanganan tiap anak. Saya semakin sadar bahwa ilmu saya sangat sedikit. Jadi harus banyak belajar untuk salah satu tujuannya bisa menjadi dokter yang bukan hanya bisa menangani pasien pasien biasa tapi juga bisa menangani pasien pasien berkebutuhan khusus. Sekali lagi terimakasih banyak dokter

    BalasHapus
  20. Dokteeerr Taura bagus banget refrensinya.
    Tapi dok, ijin bertanya mengenai Anak Disabilitas Sosial ini penyebabnya berasal dari lingkungan dan pengasuhan kah?
    Apakah ada genetik demikian?
    **genetik anak suka membangkang atau sebagai orangtua kita kurang menyetarakan posisi kita sebagai orangtua?

    Ngobrolin anak ini memang banyak sekali yang ingin ditanyakan.

    BalasHapus
  21. Baru Tau kalau disabilitas tuh banyak jenisnya kupikir hanya tau autish Aja sih awalnya ternyata ya. ..

    Klau AKB itu dok terjadi sebenarnya karena faktor keturunan atau Gaya hidup ortunya yg salah

    BalasHapus
  22. Wahh ternyata ada banyak juga yang terkategori anak ABK, pengetahuan saya tentang hal ini memang awam banget. Salut sama ortu yang bisa kuat membesarkan anak-anak luar biasa seperti mereka๐Ÿ˜๐Ÿ’ช

    BalasHapus
  23. Tansa Hadi Bentari5 Oktober 2022 pukul 23.08

    Terima kasih atas sharing ilmunya dokter. Ternyata kategori anak berkebutuhan khusus yang saya tau masih sedikit jika dibandingkan dengan penjelasan dari dokter ini. Adek saya juga termasuk dalam kategori ABK yang disabilitas penglihatan. Sudah berbagai cara dilakukan, tetapi dari keluarga tidak mengetahui sejak dini, sehingga penanganannya menjadi terlambat. Jika diketahui lebih awal, maka bisa mendapatkan pelayanan yang tepat, khususnya keterampilan hidup (life skill) sesuai minat dan potensinya. Tetapi walaupun begitu saya salut dengan orang tua saya karena masih tetap semangat dan juga sabar. Sekali lagi terima kasih nggih dokter telah menambah pengetahuan saya

    BalasHapus
  24. Ternyata banyak ya jenis anak berkebutuhan khusus. Anak speech delay bisa jadi punya gangguan pendengaran. Nah untuk poin terakhir anak dengan kecerdasan istimewa atau IQ Di atas rata-rata ini termasuk anak berkebutuhan khusus juga ya, dok?
    Saya salut sih sama orang tua yang ditambahin anak yang berkebutuhan khusus begini. Pasti mereka meluaskan sabar dalam mendampingi perkembangan anaknya

    BalasHapus
  25. Baru tau kalo ternyata disabilitas itu banyak kategorinya. Rinci banget penjelasannya. Jadi ingat alm.kakak yang masuk kategori disabilitas fisik.

    BalasHapus
  26. Auto bintangin linknya ya dok, berasa ikut kuliah ABK lagi. Next, boleh dong dok request bagaimana menangani anak yg slow learner, gagap bicara, disleksia. Kebetulan muridku ada yg begitu, semoga related dg keseharian dokter taura

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keseharian, saya lebih banyak menangani kasus batuk pilek, diare, panas, kejang dst, hehehe...
      Makasih masukan dan requestnya ya... Lumayan nih, risetnya lama, vol dan cpc nya nol. Bener-bener organik dah.... Semangat ya bu guru...

      Hapus
  27. Aku baru ternyata anak berkebutihan khusus banyak banget, klo tips dan penanganan anak slow leaner gimana ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertama kali, sebaiknya lakukan test IQ atau tes bakat dan minat. Dari situ kita bisa tahu bakat dan minat anak. Cari dan kemudian fokus pada kelebihan anak untuk bisa dikembangkan. Siapa tahu bisa menjadi pintu prestasi dan bisa menjadi sumber mata pencaharian kelak

      Hapus
  28. Dulu taunya kalau anak berkebutuhan khusus itu meruju ke autis, ternyata banyak sekali jenis anak berkebutuhan itu, ya dok, sampai ada tipe disabilitas sosial juga.
    Alhamdulillah, ilmu banget dok, jadi lebih aware kita sebagai orang tua, apalagi juga di sekolah, PR banget buat saya untuk menidentifikasi tipikal anak-anak didik agar pengajarannya sesuai dengan kebutuhan dan jangkauan mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Pak. Guru adalah orang tua pengganti saat anak-anak sekolah. Apa yang luput dari perhatian orangtua, hendaknya menjadi prioritas dari pihak sekolah

      Hapus
  29. Setelah Baca ini aku Baru paham kalau temanku itu bukan disleksia, tapi disgrafia. Terima kasih ulasannya ya Dok.
    Setiap orang punya jalan Hidup masing-masing, Terutama bagi orang Tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Semoga apapun kondisi anak orang tua tetap sayang anaknya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga kita senantiasa bertanggungjawab dunia akherat akan jalan hidup kita masing-masing. Tak ada anak yang sempurna, pun demikian dengan orang tua. Mari saling memperbaiki diri...

      Hapus
  30. Lengkap banget, cocok jadi referensi para orangtua menemani tumbuh kembang anak. Mempunyai anak adalah amanah, dan mempunyai anak berkebutuhan khusus adalah amanah besar untuk terus belajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Mbak Tami... ABK bukan "produk gagal". Bukan tanpa maksud Allah menitipkan seorang ABK. Hanya mereka yang dirasa "mampu" dan "kuat" yang dipilih

      Hapus
  31. Saya ada teman yang memiliki komunitas untuk ABK. Kegiatannya kumpul-kumul orang tua dan anak. Penguatan kepada orang tua kalau mereka juga membutuhkan hal yang sama seperti anak pada umumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting banget ikut komunitas yang satu visi-misi. Bisa saling menguatkan, saling support dan saling kasih solusi.

      Hapus
  32. Wah ternyata masuk disabilitas juga ya dok bagi anak2 yang ada di ciri disabilitas sosial. Ilmu baru, penting banget bagi orangtua buat bener2 memperhatikan anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Sebagai ortu harus paham betul kekurangan dan kelebihan anak

      Hapus
  33. baru tau dok kalau ada 12 jenis ABK,

    Yang selama ini hanya yang "terlihat" saja yaitu golongan disabilitas, lupa kalau ada golongan anak dengan "gangguan perkembangan", bahkan anak dengan tingkat intelegensia yang tinggi (gifted) termasuk salah satu ABK!

    BalasHapus
  34. Saya selalu terenyuh kalau melihat anak disabilitas. Mereka hebat dan tak sedikit yang berprestasi. Padahal mereka punya keterbatasan. Salut

    BalasHapus
  35. pengetahuanku bertambah karena postingan ini. baru tau juga kalau jenisnya sangat banyak. terima kasih dok

    BalasHapus
  36. Delly Safira Hedaputri26 November 2022 pukul 23.27

    Anak adalah amanah. Sudah kewajiban orang tua untuk memenuhi hak-hak mereka. Meski berkebutuhan khusus, mereka juga harus mendapatkan hak yang sama atau bahkan lebih besar dari anak-anak lain. Semangat bagi para orang tua~

    BalasHapus
  37. Tidak ada orang tua yang menginginkan suatu kekurangan pada anaknya, namun juga sebaliknya, tidak ada anak yang mau dilahirkan dengan keadaan tidak sama dengan teman temannya, sebagai orang tua memberikan semangat dan kepercayaan pada anak adalah hal terpenting dan selalu dibutuhkan oleh anak, terlebih pada anak dengan kebutuhan khusus. Mereka mungkin telah terlahir dengan keadaan yang tidak sama, namun setiap anak pasti memiliki keistimewan masing masing dengan segala kekurangan yang dimilikinya

    BalasHapus
  38. setelah membaca ulasan ini bertambah pula pengetahuan tentang ABK. dimana semua anak tak terkecuali ABK juga dapat berkreasi masing² sesuai dengan kreativitas yang dimiliki, kuncinya adalah konsisten ๐Ÿ‘Œ

    BalasHapus
  39. Yang perlu ditekankan adalah anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama seperti manusia lainnya. Dengan diperlakukan baik-baik, mendapat fasilitas dan dukungan optimal, anak berkebutuhan khusus juga mampu berprestasi seperti anak-anak pada umumnya.

    BalasHapus
  40. Mereka para ABK tidak bisa memilih harus dilahirkan seperti apa, begitu juga para orang tua tidak bisa memilih anaknya lahir seperti apa. Mereka para ABK juga sama seperti anak anak pada umumnya yang perlu perhatian, kasih sayang dari lingkungan sekitar. Mungkin dibalik adanya kekurangan mereka ada suatu keistimewaan yang tidak dimiliki oleh anak anak lainnya.

    BalasHapus
  41. Muhamad Nurul robby22 Juli 2023 pukul 05.55

    ternyata anak-anak itu unik ya , banyak macam kepribadiannya dan banyak pula hal unik nya dimana setiap orang tua harus memiliki banyak cara untuk menanggulangi hal tersebut.

    BalasHapus
  42. Alhamdulillah ilmu baru terkait macam dan jenis ABK
    Disclaimer bahwa ABK bukan berarti Anak Beban Keluarga melainkan Anugerah Bagi Keluarga justru disamping kekurangan dibanding anak lain ada kelebihan yang menonjol dari mereka yang dapat orang tua latih dan kembangkan lebih lanjut ๐Ÿ‘๐Ÿผ

    BalasHapus

Posting Komentar