blog dokter taura big ad

CAMPAK: THE KING OF INFECTIOUS DISEASE YANG BISA SEBABKAN KEBUTAAN!

Penyakit Campak atau Morbili atau Measles, sekilas hanya sekedar penyakit demam disertai ruam yang disebabkan karena infeksi virus yang secara umum dapat sembuh sendiri (self-limiting) seiring dengan peningkatan imun tubuh, sehingga tidak memerlukan obat khusus untuk membunuh virusnya.

Campak layak mendapat julukan the king of infectious disease

Meski demikian, 3 rahasia yang tak banyak orang tahu tentang bahaya campak.

Apa saja ketiga rahasia gelap itu?

  1. Penyakit Campak adalah "Raja Penyakit Menular"
  2. Penyakit Campak menyebabkan "Immune Amnesia"
  3. Penyakit Campak bisa menyebabkan KEBUTAAN
Walaupun penyakit ini SANGAT BERBAHAYA, namun cara pencegahannya sangat mudah dan hampir tanpa biaya. Simak sampai habis artikel ini ya, biar paham apa yang harus dilakukan orang tua agar si kecil terhindar dari "the king of infectious disease"

Campak adalah penyakit infeksi virus yang secara umum dapat sembuh sendiri (self-limiting) seiring dengan peningkatan imun tubuh, sehingga tidak memerlukan obat khusus untuk membunuh virusnya.

1. The King of Infectious Disease

Penyakit campak sering dijuluki sebagai "raja penyakit menular" karena virus penyebabnya (morbillivirus, dari family paramyxovirus) memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan menyebar dengan sangat cepat dari satu orang ke orang lain.

Campak merupakan penyakit yang tingkat penularannya sangat tinggi. Beberapa pakar berpendapat bahwa jika seseorang terinfeksi, maka 90% orang di sekitarnya yang belum kebal (belum imunisasi campak) kemungkinan besar akan tertular.

Virus campak menyebar melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Lebih berbahaya lagi, virus ini dapat bertahan aktif dan menular di udara atau pada permukaan benda hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan.

Penderita dapat menularkan virus sebelum ruam merah khas campak muncul, seringkali sejak masa gejala awal (demam, batuk-pilek, mata merah) hingga beberapa hari setelah ruam muncul.

Selain itu, campak dapat menyebabkan komplikasi serius dan fatal, seperti pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), hingga kematian.

Dan yang paling "gong" adalah Campak bisa menyebabkan immune amnesia, yaitu kondisi di mana virus merusak sistem kekebalan tubuh untuk jangka waktu lama, membuat pasien rentan terhadap infeksi penyakit lain.

Itulah alasan mengapa campak hingga sekarang masih menjadi juara bertahan sebagai the king of infectious disease.

Jika seseorang terinfeksi virus campak, maka 90% orang di sekitarnya yang belum kebal (belum imunisasi campak) kemungkinan besar akan tertular.

2. Immune Amnesia

Penyakit Campak bisa menyebabkan Immune Amnesia, itu fakta! 

Karenanya, penyakit campak bisa mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius dan bersifat fatal seperti diare berkepanjangan, malnutrisi hingga masalah pernapasan kronis.

Immune amnesia akibat campak adalah fenomena dimana virus campak menghapus "memori" sistem kekebalan tubuh (limfosit B dan T), menyebabkan tubuh "lupa" cara melawan infeksi virus atau bakteri lain yang pernah dikenal sebelumnya. Akibatnya, penderita rentan terhadap berbagai penyakit lain selama 2–3 tahun setelah terinfeksi.

Meskipun penyakit campak merupakan penyakit "akut" atau bersifat sementara, namun kerusakan sistem kekebalan tubuh dapat bertahan rata-rata selama 27 bulan, bisa juga hingga 5 tahun.

Efek immune amnesia ini bisa lebih parah pada anak-anak yang belum diimunisasi campak.

Beberapapenelitian menunjukkan bahwa virus campak menyerang sitem kekebalan tubuh pasien dengan cara "hit and run" yang mengakibatkan lemahnya sistem kekebalan tubuh. Virus ini akan menghilangkan kekebalan yang telah dibangun dari infeksi dan vaksinasi sebelumnya, memaksa tubuh untuk mempelajari kembali cara melawan penyakit umum, yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi sekunder.

Kerusakan sistem kekebalan tubuh akibat penyakit campak, dapat bertahan rata-rata selama 27 bulan hingga 5 tahun.

3. Campak Mengakibatkan Kebutaan

Kebutaan akibat campak adalah penyebab utama kebutaan di antara anak-anak di negara-negara berpenghasilan rendah, dengan perkiraan 15.000 hingga 60.000 kasus kebutaan per tahun. Terdapat sinergisme yang erat antara campak dan kekurangan vitamin A yang dapat mengakibatkan kebutaan.

Ada 4 mekanisme terjadinya kebutaan akibat penyakit campak

Penyakit campak bisa menyebabkan kebutaan yang permanen pada anak, waspadalah!

1. Infeksi Kornea (Keratitis)

Virus campak secara langsung dapat menginfeksi mata, menyebabkan peradangan pada kornea (selaput bening mata). Kondisi ini bisa menyebabkan tukak kornea atau bisul kornea.

2. Kekurangan Vitamin A

Campak menurunkan kadar vitamin A secara drastis di dalam tubuh. Defisiensi vitamin A yang parah dapat menyebabkan xerophthalmia (mata kering ekstrem), kerusakan kornea, dan kebutaan permanen.

3. Bekas Luka/ Jaringan Parut

Ketika bisul kornea yang disebabkan oleh infeksi campak sembuh, mereka sering meninggalkan bekas luka (jaringan parut) buram. Jaringan parut ini menghambat cahaya masuk ke mata, sehingga menyebabkan kebutaan.

4. Kebutaan Akibat Infeksi Saraf Mata

Dalam kasus yang jarang terjadi, campak dapat menyebabkan Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), yaitu komplikasi infeksi otak yang juga dapat merusak saraf mata.

Jadi, dari keempat mekanisme terjadinya kebutaan akibat campak di atas, didapatkan 3 faktor risiko terjadinya kebutaan akibat campak:

  1. Kekurangan vitamin A (ini adalah faktor risiko utama), oleh karena itu salah satu rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dalam hal penatalaksanaan penyakit campak adalah dengan pemberian vitamin A dosis tinggi per oral.
  2. Anak Tidak Diimunisasi: Virus campak lebih mudah menyerang dan menyebabkan komplikasi berat pada anak yang tidak memiliki antibodi.
  3. Gizi Buruk: Anak dengan sistem imun lemah lebih rentan terhadap infeksi sekunder.

PENCEGAHAN PENYAKIT CAMPAK

Pencegahan terbaik yang terbukti bisa melindungi anak dari penyakit campak adalah dengan imunisasi.
Tahun 1980, sebelum diperkenalkan vaksinasi campak untuk pertama kalinya, angka kematian akibat campak cukup tinggi yaitu mencapai 2,6 juta setiap tahunnya. 

Imunisasi campak terbukti bisa menurunkan angka kematian ini hingga 79% di seluruh dunia (laporan WHO tahun 2000-2014)

Berdasarkan Permenkes RI nomer 42 tahun 2013, imunisasi campak diberikan 2 kali, yaitu pada umur 9 bulan sebagai imunisasi dasar dan pada umur 2 tahun sebagai imunisasi lanjutan. 

Sebagai booster, imunisasi campak diberikan pada usia sekolah dasar sebagai BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus untuk siswa kelas 1 SD.



DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar