blog dokter taura big ad

BREAKING NEWS: JADWAL IMUNISASI TERBARU DAN TERLENGKAP VERSI IDAI 2023

Seorang ibu muda datang ke tempat praktik saya dengan membawa bayinya yang masih berusia 3 bulan dan hendak mengimunisasikan anaknya. Imunisasi yang dimaksud adalah imunisasi DPT dan Polio.

Wanita yang ternyata seorang Emak Blogger itu bertanya seputar imunisasi.

"Dok, imunisasi DPT dan Polio itu termasuk imunisasi wajib, ya?"

Pertanyaan di atas lumayan sering diajukan oleh para orang tua, baik secara langsung di tempat praktik, di Rumah Sakit, ataupun di sosial media.
Sebenarnya, tidak ada istilah "Imunisasi Wajib", pun tak ada juga imunisasi sunnah, makruh dll. Semua imunisasi di Indonesia statusnya sama: dianjurkan.

Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Imunisasi, dimana disana ada 2 istilah yaitu: Imunisasi Program dan Imunisasi Pilihan

Imunisasi Program adalah imunisasi yang diwajibkan kepada seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi jenis ini ada yang menyebutnya sebagai Imunisasi Dasar.

Imunisasi Pilihan adalah imunisasi yang dapat diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dari penyakit tertentu. 

Pengertian Imunisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2017, definisi Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

IDAI telah mengeluarkan jadwal imunisasi terbaru 2023

Imunisasi merupakan suatu upaya perlindungan pribadi/ individu dari penyakit menular, yang selanjutnya bisa menekan angka kematian dan mengurangi keparahan penyakit menular terutama PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi). 

Imunisasi dalam suatu populasi dapat menghindarkan kelompok masyarakat itu dari suatu penyakit menular. Imunisasi dilaksanakan dengan memperhatikan prosedur pemberian imunisasi secara benar.

Di Indonesia, dikenal adanya istilah PD3I yaitu Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi yang meliputi:

  1. Tuberkulosis (TBC)
  2. Polio
  3. Hepatitis B
  4. Difteri
  5. Pertusis
  6. Tetanus
  7. Canpak
  8. Rubela
  9. Influenza
  10. Cacar Air
  11. Hepatitis A
  12. Typhoid
    Tujuan akhir dari imunisasi adalah eradikasi penyakit menular dari muka bumi

Efek Pandemi terhadap Program Imunisasi

Pandemi Covid-19 mempengaruhi semua umat manusia di segala sendi kehidupan. Imunisasi yang menjadi salah satu andalan utama sektor kesehatan masyarakat menjadi porak peranda selama pandemi dan efek yang diakibatkannya masih terus terasa hingga saat ini.

Pandemi membuat cakupan imunisasi dasar terjun bebas karena beragam alasan, antara lain:

  • Orang tua takut datang ke rumah sakit, apalagi dengan membawa bayi/ balita.
  • Prioritas tenaga kesehatan saat pandemi adalah imunisasi Covid-19, bukan imunisasi rutin.
  • Banyak sumber daya dialihkan pada penanganan dan pengendalian Covid-19.
Turunnya cakupan imunisasi pasca pandemi ini terjadi di seluruh negara di dunia, bukan hanya di Indonesia.

Saat ini, ketika insidens penyakit Covid-19 telah kembali ke kondisi sebelum pandemi, Beberapa penyakit menular, seperti campak, rubela, difteri dan polio menunjukkan kejadian luar biasa di atas rata-rata. Ini semua berkaitan dengan rendahnya cakupan imunisasi yang disebutkan di atas.

Maraknya KLB (Kejadian Luar Biasa) PD3I pasca pandemi Covid-19, memaksa WHO, pemerintah dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengevaluasi cakupan dankelengkapan imunisasi untuk menyesuaikan epidemiologik PD3I dunia, terutama program eliminasi dan eradikasi global.

Kemenkes dan IDAI mempertimbangkan tinjauan imunisasi sesuai dengan adanya vaksin baru di pasaran, faktor dinamika penyakit yang berubah, KLB PD3I di Indonesia, penurunan cakupan imunisasi selama pandemi Covid-19 dan terutama dengan bukti epidemiologik baru, sehingga IDAI merasa perlu untuk merekomendasikan Jadwal Imunisasi Terbaru 2023.

Jadwal Imunisasi Terbaru 2023

Jadwal imunisasi terbaru 2023 versi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Perhatikan warna dalam  jadwal imunisasi terbaru 2023 versi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2023. Kotak berwarna biru muda menunjukkan jadwal primer atau imunisasi dasar. Warna kuning menunjukkan jadwal imunisasi kejar jika terjadi keterlambatan. Warna hijau muda menunjukkan imunisasi booster atau penguat. Sedangkan warna merah muda menunjukkan imunisasi di daerah endemis, dan warna orange khusus un


Imunisasi Hepatitis B

Vaksin hepatitis B (HB) monovalen disuntikkan intramuskular (sudut kemiringan jarum suntik 90 derajat) kepada bayi segera setelah lahir sebelum berumur 24 jam, didahului penyuntikan vitamin K minimal 30 menit sebelumnya. 

Bayi dengan berat lahir kurang dari 2000 g, imunisasi hepatitis B sebaiknya ditunda sampai saat usia 1 bulan atau saat pulang dari rumah sakit kecuali bayi dari ibu HBsAg positif dan bayi bugar berikan imunisasi HB segera setelah lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer, berikan tambahan 3 dosis vaksin (total 4 dosis) Untuk bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif: Berikan vaksin
hepatitis B dan Hepatitis B imunoglobulin (HBlg) pada paha yang berbeda, segera mungkin dalam waktu 24 jam setelah lahir, tanpa melihat berat bayi. Pemberian HBlg setelah 48 jam efikasinya menurun.

Bila terlambat diberikan HBlg masih dapat diberikan sampai 7 hari. Bayi perlu diperiksa anti-HBs pada usia 9-12 bulan. Jika dosis terakhir terlambat tes dilakukan 1-2 bulan setelah dosis terakhir.

Imunisasi Polio

Vaksin polio oral atau "bOPV" pertama kali diteteskan ke mulut bayi ketika akan pulang dari RS (saat baru lahiran). Imunisasi Polio tetes yang pertama ini lazim disebut "Polio 0".

Selanjutnya, jadwal pemberian vaksin polio lengkap terdiri dari bOPV saat lahir, 3x bOPV (umur 2,3 dan 4 bulan) dan minimal 2x IPV (Inactivated Polio Vaccine atau vaksin polio suntik), sesuai panduan Kemenkes pada usia 4 dan 9 bulan.

Imunisasi BCG

Vaksin BCG disuntikan intrakutan segera setelah lahir atau sebelum berusia 1 bulan. 

Bayi yang lahir dari Ibu penderita Tuberculosis (TBC) aktif, imunisasi BCG ditunda sampai terbukti bayi tidak terinfeksi TBC, namun bayi diberikan terapi pencegahan TBC. Usia 3 bulan atau lebih BCG diberikan bila uji tuberkulin negatif. Bila uji tuberkulin tidak tersedia, BCG tetap diberikan namun bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama harus dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis TB.

Imunisasi DPT

Vaksin DTwP atau DTaP disuntikan intramuskular (sudut suntikan 90 derajat), dapat diberikan mulai usia 6 minggu. DTaP dapat diberikan pada usia 2, 3, 4 bulan atau 2, 4, 6 bulan. Booster pertama usia 18 bulan. Booster berikutnya usia 5-7 tahun dan 10-18 tahun atau pada BIAS SD murid kelas 1 (DT/DTaP), kelas 2 (Td/Tdap), kelas 5 (Td/Tdap).

Imunisasi HiB (Haemophilus influenzae B)

Vaksin Hib, merupakan vaksin inaktif, disuntikkan intramuskular dalam bentuk kombinasi sesuai jadwal vaksin pentavalen atau heksavalen DTwP atau DTaP diberikan pada usia 2,4,6 bulan atau 2,3,4 bulan, dan usia 18 bulan.

Imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)

Vaksin pneumokokus (PCV) disuntikan intramuskular pada usia 2, 4 dan 6 bulan dengan booster pada usia 12-15 bulan. Jika belum diberikan pada usia 7-12 bulan, berikan PCV 2 kali dengan jarak minimal 1 bulan dan booster pada usia 12 -15 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya. 

Jika belum diberikan usia kurang lebih 2 tahun, berikan PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. 

Jika belum diberikan pada usia 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCVI3 diberikan 1 kali. 

Untuk anak >5 tahun yang berisiko tinggi infeksi pneumokokus dan belum pernah mendapat vaksin PCV, sangat direkomendasikan mendapat 1 dosis PCV13. Program imunisasi nasional PCV dengan jadwal usia 2, 3 dan 12 bulan.

Imunisasi Rotavirus

Vaksin rotavirus (RV) ada 2 jenis yang beredar di pasaran, yaitu: RV monovalen dan RV pentavalen.

Vaksin RV monovalen (RV1) diteteskan ke dalam mulut diberikan dalam 2 dosis, dosis pertama usia 6-12 minggu, dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu, paling lambat usia 24 minggu. 

Vaksin RV pentavalen (RV5) diberikan dalam 3 dosis, dosis pertama pada usia 6-12 minggu, interval antar dosis 4-10 minggu, dosis ketiga paling lambat usia 32 minggu. 

Sejak tahun 2022, vaksin rotavirus monovalen (RV1) dimasukan ke dalam program nasional secara bertahap.

Imunisasi Influenza

Vaksin influenza disuntikan intramuskular mulai usia 6 bulan. Untuk suntikan pertama pada usia 6 bulan - 8 tahun, berikan 2 dosis vaksin yang berisi antigen yang sama dengan interval 4 minggu.
Untuk usia 9 tahun ke atas cukup satu kali. Selanjutnya pengulangan setiap tahun satu kali pada bulan yang sama menggunakan vaksin yang tersedia, tanpa memerhatikan jenis vaksin South (SH) atau North hemisphere (NH).

Imunisasi MR & MMR

Vaksin MR disuntikkan subkutan mulai umur 9 bulan, dosis kedua umur 15-18 bulan, dosis ketiga umur 5-7 tahun. Bila sampai usia 12 bulan belum mendapat MR dapat diberikan MMR mulai_ usia 12-15 bulan, dosis kedua 5-7 tahun. MMRV diberikan pada usia 2 tahun atau lebih untuk mengurangi risiko kejang demam.

Imunisasi Japanese encephalitis (JE). 

Vaksin JE disuntikkan subkutan (sudut suntikan 45 derajat). Untuk anak yang tinggal di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis selama 1 bulan atau lebih, dosis pertama mulai usia 9 bulan, dosis penguat (untuk yang tinggal di daerah endemis) diberikan 1-2 tahun kemudian untuk perlindungan jangka panjang.

Imunisasi Varisela. 

Vaksin varisela disuntikkan subkutan mulai usia 12-18 bulan. Pada usia 1-12 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan, usia 13 tahun atau lebih interval 4 sampai 6 minggu.

Imunisasi Hepatitis A. 

Vaksin hepatitis A disuntikkan intramuskular mulai usia > 12 bulan diberikan dalam 2 dosis dengan interval 6-18 bulan.

Imunisasi Tifoid. 

Vaksin tifoid polisakarida disuntikkan intramuskular mulai usia 2 tahun, diulang tiap 3 tahun.

Imunisasi Human Papilloma Virus (HPV). 

Vaksin HPV disuntikkan intramuskular pada anak perempuan usia 9-14 tahun 2 dosis interval 6-15 bulan, atau pada BIAS SD dosis pertama kelas 5 dan dosis kedua kelas 6. Mulai usia 15 tahun sama dengan dosis dewasa: 3 dosis dengan jadwal vaksin bivalen 0, 1, 6 bulan, quadrivalen atau nonavalen 0, 2, 6 bulan.

Imunisasi Dengue. 

Ada 2 jenis vaksin dengue atau demam berdarah, yaitu: Vaksin Chimeric Yellow Fever Dengue (CYD) dan vaksin TAK-003.

Vaksin Chimeric Yellow Fever Dengue (CYD) disuntikkan intramuskular, usia 9-16 tahun, 3 dosis, interval 6 bulan. Diberikan pada anak yang pernah sakit dengue yang dikonfirmasi dengan deteksi antigen (dengue rapid test NS-1 atau PCR ELISA) atau tes serologi IgM anti dengue. Jika tidak pernah sakit dengue, dilakukan tes serologi IgG anti dengue. 

Vaksin TAK-003 (backbone DEN-2) dapat diberikan pada seropositif maupun seronegatif usia 6-45 tahun, disuntikkan subkutan 2 dosis, interval 3 bulan.

Kesimpulan

  • Imunisasi telah menjadi salah satu nilai kehidupan, suatu cara agar anak manusia dapat bertahan hidup.
  • Imunisasi yang menjadi salah satu andalan utama sektor kesehatan masyarakat menjadi porak poranda selama pandemi Covid-19 dan efek yang diakibatkannya masih terus kita rasakan dengan terjadinya beberapa KLB penyakit PD3I.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia telah mengeluarkan rekomendasi terbaru: Jadwal Imunisasi IDAI 2023, dimana ada beberapa perbedaan mendasar. 
  • Tidak ada kata terlambat untuk imunisasi, jika jadwal terjeda, lakukan segera imunisasi kejar atau catch up immunization.

Referensi

  1. Ismoedijanto. Update Jadwal Imunisasi IDAI 2023. Tantangan Pelayanan Kesehatan Anak di Masa Perubahan Paradigma. Surabaya; 2023
  2. Husada D. Kita Akan Menjadi Lebih Baik, tetapi Mungkin Tidak Akan Pernah Kembali ke Tingkat Sebelumnya: Sebuah Kisah Tentang Imunisasi. Tantangan Pelayanan Kesehatan Anak di Masa Perubahan Paradigma. Surabaya; 2023
  3. Sitaresmi NM, Soedjatmiko, Gunardi H, dkk. Jadwal Imunisasi Anak umur 0 –18 tahun Rekomendasi IDAI tahun 2023. Sari Pediatri 2023; 25: 1 Juni 2023
  4. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.


DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

33 komentar

  1. Perkembangan ilmu memang harus terus stay uptodate apalagi buat keberhasilan tumbuh kembang anak, generasi pelurus bangsa ini. Anak harus mendapatkan hak nya untuk diberikan imunisasi yang nanti harapannya dapat menciptakan kualitas kesehatan terbaik dan optimal untuk sang anak. Note this latest updates!
    Thank you doc

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, absolutely agree.... Sebagai calon ayah, harus paham apa dan bagaimana merawat si kecil nantinya, termasuk perihal imunisasi ini... see you on top, bro...

      Hapus
  2. Salwa Rizqi Salsabila7 Agustus 2023 pukul 16.15

    Terimakasih banyak dokter atas hot news tentang vaksin ini, benar2 info yg masih fresh dan hangat dari dokter. Semoga banyak pembaca yang aware dengan update vaksin anak ini.

    Saya sangat setuju bahwa pemberian vaksin pada anak ini sangat nyata pentingnya ya dok, bukti nyatanya pandemi kemarin memang sangat berdampak terhadap menurunnya pemberian vaksin pada anak sehingga mulai terlihat beberapa dampak yang timbul akibat dari menurunnya pemberian vaksin kemarin dokter, seperti KLB campak yang ternyata ada di beberapa daerah contohnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk kita sukses program imunisasi demi untuk meningkatkan derajat kesehatan anak Indonesia...

      Hapus
  3. Wah, beneran banyak yang beda, ya. Padahal besok rencananya mau imunisasi campak buat bayi 9 bulanku. Kudu koordinasi lagi sama pihak puskesmas, nih. Terima kasih infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk bayi umur 9 bulan, masih sama kok: imunisasi MR

      Hapus
  4. Wah, lengkap ini jadwalnya pak dokter
    Aku share ke temanku ya, barusan punya baby dia
    Biar nggak ketinggalan jadwal imunisasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap, share juga di grup komplek, grup keluarga sama grup alumni SD, SMP, SMA dll ya

      Hapus
  5. Ponakan daku paling kecil sepertinya udah lengkap imunisasimya.
    Jadwal seperti itu kudu diketahui para orangtua ya biar terus update perkembangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, orang tua kudu update terus deh masalah tumbuh kembang anak termasuk masalah imunisasi

      Hapus
  6. Dok, mungkinkah seorang anak yang mendfapat vaksinasi polio tetap terkena virusnya?
    Seorang kerabat jauh, kakinya gak berfungsi (polio)
    Kata ibunya sih, sang anak telah mendapat vaksin polio
    Tapi kok masih terpapar ya?

    BalasHapus
  7. Enak banget ya zaman now, cari info kayak gini mudah, dibagikan langsung sama dokter.
    Jadi ingat 13 tahun lalu pas di sulung masih bayi, stres rasanya saya tanya di puskesmas, tapi bidannya nggak mau kasih tahu dengan jelas, malah dibalikin ke saya buat cari tahu.

    BalasHapus
  8. Makasi breaking newsnya pak dokter. Ini jadwalnya sama dengan buku pink anak itu kan ya? Tapi sepertinya yg di buku pink itu hanya imunisasi wajib itu ya? Karena Jujur sih awal punya bayi itu bingung bgt masalah imunisasi. Jd patokannya jadwal imunisasi yg ada di buku pink itu.
    Terkadang nanya ke bidan juga tidak memberi jawaban pasti. Krn kita maunya sih anak sehat² terus dg tetao mengikuti anjuran pemerintah dgn imunisasi

    BalasHapus
  9. Waktu kita dilanda pandemi memang sebagai orang tua ada kekhawatiran untuk membawa anak imunisasi, bukan tak mau, tapi memang kondisinya yang memang tidak menunjang saat itu.
    Bersyukur kini kita pulih kembali kondisinya dan bisa melakukan imunisasi baik di posyandu maupun di tempat-tempat yang menyediakannya seperti di rumah sakit, tinggal kesadaran para orang tua untuk membawa anak-anaknya melakukan imunisasi

    BalasHapus
  10. Anak saya kelahiran Juli 2019, alhamdulillah sudah imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal. Emak-emak harus tau blog ini, sih, karena blognya dikelola seorang dokter. Pastinya informasi yang disampaikan lebih valid dan tepercaya.

    BalasHapus
  11. Anakku juga ngalamin nih imunisasi jaman pandemi, bikin jadwalnya nggak sesuai tabel. Anaknya sekarang dah 4 tahun usianya. Makasih ya dok untuk update jadwal imunisasinya :) tentu makin ke sini jamannya makin beda, makin protect terkait kesehatan anak.

    BalasHapus
  12. Penting sekali untuk membentengi tubuh kita dengan vaksinasi supaya badan kita punya efek kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit yang menular dan membahayakan terutama jenis penyakit yg masuk ke dalam PD3I, dan sebaiknya dari sejak bayi sudah mulai diperhatikan jadwal imunisasi lengkapnya, ya, dok. Thx dok infonya.

    BalasHapus
  13. Hahaha iyaa juga ya Dok nggak ada yg sunnah, makruh, dll. Alhamdulillah anakku sudah lengkap Dok imunisasinya di Posyandu 😁 penting banget emang imunisasi, aku merasakan sendiri manfaatnya, cuman emang disini masih banyak juga yg belum aware sama imunisasi Dok, miris 🥲

    BalasHapus
  14. Makasih banyak infonya dok, Alhamdulillah anaku juga tertib imunisasi tapi di turki, klo telat kadang du telp sama susternya suruh imunisasi.

    BalasHapus
  15. terima kasih infonya dok. imunisasi sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih buruk saat terjangkit penyakit berbahaya.

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah anakku satu tahun imbang antara program gratis dr puskesmas dan ditunjang juga sama imunisasi yang tidak dicover sama pemerintah.

    BalasHapus
  17. imunisasi bagi anak ini menjadi salah atu kunci ya dok. Ikhtiar memberikan jaminan kesehatan yang seenggaknya tubuh anak bakal lebih kebal dengan beberaa kemungkinan yang terjadi kedepan

    BalasHapus
  18. Nah ini nih, penjelasannya lengkap dan gamblang. Mudah dimengerti. Para orang tua harus tahu nih. Apalagi sekarang sudah update ya, ada beberapa perbedaan jadwa dengan imunisasi dasar yang lama. Sebagai ibu dengan anak balita, aku merasakan betul kalau resah gara2 anak belum imunisasi.. Ijin share ya pak dokter..

    BalasHapus
  19. Waah sekarang rotavirus juga masuk vaksin gratis pemerintah ya dok?
    Klo udah vaksin MR saat anak 9 bulan, saat vaksin ke2 mau ambil MMR aja gitu bisa ga sih dok, atau tetep Lengkapi vaksin MRnya, atau bisa ambil dua2nya?

    BalasHapus
  20. Alhamdulillah ni dok, imunisasi anakku yg dasar udah lengkap, lagi nabung buat melengkapi vaksin tambahan, biar komplittt

    BalasHapus
  21. Info yang sangat penting bagi keluarga ini. Apalagi buat pasangan baru, perihal imunisasi ini harus betul-betul diinfokan.

    BalasHapus
  22. Terima kasih dokter atas ilmu yang telah diberikan. Informasi ini sangatlah bermanfaat bagi kita semua karena kita dapat mengetahui jadwal imunisasi terbaru dan memang untuk update ini sangatlah penting untuk diketahui karena setiap saat pola epidemiologi penyakit terus berkembang sehingga diperlukan untuk pembaruan-pembaruan juga agar upaya preventif dapat tercapai dengan baik.

    BalasHapus
  23. Muhammad Alwan Al Khawarizmi8 November 2023 pukul 23.46

    Ternyata sekarang marak terjadinya KLB di berbagai tempat ya dok mulai dari campak, rubella, pertusis dan kawan kawannya akibat cakupan imunisasi yang kurang 🥲 pandemi jadi salah satu faktornya, ini adalah tugas kita semua untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi. Terima kasih atas informasinya dokter 🙏🏻 semoga bisa membuat para orang tua jadi lebih aware terhadap pentingnya pencegahan penyakit melalui imunisasi.

    BalasHapus
  24. Alhamdulillah dengan adanya artikel ini, kita bisa lebih memahami dan lebih update mengenai jadwal imunisasi terbaru. Tugas kita sebagai tenaga kesehatan adalah lebih menyebarluaskan lagi mengenai pentingnya imunisasi terutama saat ini sedang marak terjadi KLB di beberapa daerah. Dengan di imunisasi, otomatis anak-anak akan menjadi lebih rendah resikonya tertular virus-virus penyebab KLB. Terimakasih banyak atas ilmu nya dokter. Semoga dapat menjadi wawasan yang baru untuk kita semua

    BalasHapus
  25. Alhamdulillah, terima kasih banyak dokter atas ilmu dan informasi yang diberikan mengenai jadwal imunisasi tahun 2023 yang berarti jadwal imunisasi terbaru. Mengingatkan kembali mengenai pentingnya imunisasi pada anak. Terima kasih banyak dokter.

    BalasHapus
  26. Terimakasih banyak dokter atas informasi yang diberikan tentang update jadwal imunisasi terbaru. Sangat bermanfaat dan mengingatkan tentang pentingnya dilakukan imunisasi, sebagai upaya pencegahan. Dan upaya pengendalian KLB. Sangat bermanfaat dan membantu para orang tua untuk aware tentang imunisasi.

    BalasHapus
  27. Alhamdulillah ilmu yang tetap harus diketahui sebagai orang tua maupun profesi saya. Tetap update jadwal imunisasi dari tahun ke tahun agar orang tua bisa terus memantau jadwal imunisasi untuk si kecil 🥰

    BalasHapus
  28. terima kasih infonya dok. imunisasi ini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih buruk saat anak terkena penyakit yang berbahaya.

    BalasHapus

Posting Komentar