Penyakit Campak atau Morbili atau Measles, sekilas hanya sekedar penyakit demam disertai ruam yang disebabkan karena infeksi virus yang secara umum dapat sembuh sendiri (self-limiting) seiring dengan peningkatan imun tubuh, sehingga tidak memerlukan obat khusus untuk membunuh virusnya.

Meski demikian, 3 rahasia yang tak banyak orang tahu tentang bahaya campak.
Apa saja ketiga rahasia gelap itu?
- Penyakit Campak adalah "Raja Penyakit Menular"
- Penyakit Campak menyebabkan "Immune Amnesia"
- Penyakit Campak bisa menyebabkan KEBUTAAN
Campak adalah penyakit infeksi virus yang secara umum dapat sembuh sendiri (self-limiting) seiring dengan peningkatan imun tubuh, sehingga tidak memerlukan obat khusus untuk membunuh virusnya.
1. The King of Infectious Disease
Penyakit campak sering dijuluki sebagai "raja penyakit menular" karena virus penyebabnya (morbillivirus, dari family paramyxovirus) memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan menyebar dengan sangat cepat dari satu orang ke orang lain.
Campak merupakan penyakit yang tingkat penularannya sangat tinggi. Beberapa pakar berpendapat bahwa jika seseorang terinfeksi, maka 90% orang di sekitarnya yang belum kebal (belum imunisasi campak) kemungkinan besar akan tertular.
Virus campak menyebar melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Lebih berbahaya lagi, virus ini dapat bertahan aktif dan menular di udara atau pada permukaan benda hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan.
Penderita dapat menularkan virus sebelum ruam merah khas campak muncul, seringkali sejak masa gejala awal (demam, batuk-pilek, mata merah) hingga beberapa hari setelah ruam muncul.
Selain itu, campak dapat menyebabkan komplikasi serius dan fatal, seperti pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), hingga kematian.
Dan yang paling "gong" adalah Campak bisa menyebabkan immune amnesia, yaitu kondisi di mana virus merusak sistem kekebalan tubuh untuk jangka waktu lama, membuat pasien rentan terhadap infeksi penyakit lain.
Itulah alasan mengapa campak hingga sekarang masih menjadi juara bertahan sebagai the king of infectious disease.
Jika seseorang terinfeksi virus campak, maka 90% orang di sekitarnya yang belum kebal (belum imunisasi campak) kemungkinan besar akan tertular.
2. Immune Amnesia
Penyakit Campak bisa menyebabkan Immune Amnesia, itu fakta!
Karenanya, penyakit campak bisa mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius dan bersifat fatal seperti diare berkepanjangan, malnutrisi hingga masalah pernapasan kronis.
Immune amnesia akibat campak adalah fenomena dimana virus campak menghapus "memori" sistem kekebalan tubuh (limfosit B dan T), menyebabkan tubuh "lupa" cara melawan infeksi virus atau bakteri lain yang pernah dikenal sebelumnya. Akibatnya, penderita rentan terhadap berbagai penyakit lain selama 2–3 tahun setelah terinfeksi.
Meskipun penyakit campak merupakan penyakit "akut" atau bersifat sementara, namun kerusakan sistem kekebalan tubuh dapat bertahan rata-rata selama 27 bulan, bisa juga hingga 5 tahun.
Efek immune amnesia ini bisa lebih parah pada anak-anak yang belum diimunisasi campak.
Beberapapenelitian menunjukkan bahwa virus campak menyerang sitem kekebalan tubuh pasien dengan cara "hit and run" yang mengakibatkan lemahnya sistem kekebalan tubuh. Virus ini akan menghilangkan kekebalan yang telah dibangun dari infeksi dan vaksinasi sebelumnya, memaksa tubuh untuk mempelajari kembali cara melawan penyakit umum, yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi sekunder.
Kerusakan sistem kekebalan tubuh akibat penyakit campak, dapat bertahan rata-rata selama 27 bulan hingga 5 tahun.
3. Campak Mengakibatkan Kebutaan
Ada 4 mekanisme terjadinya kebutaan akibat penyakit campak

1. Infeksi Kornea (Keratitis)
2. Kekurangan Vitamin A
3. Bekas Luka/ Jaringan Parut
4. Kebutaan Akibat Infeksi Saraf Mata
Jadi, dari keempat mekanisme terjadinya kebutaan akibat campak di atas, didapatkan 3 faktor risiko terjadinya kebutaan akibat campak:
- Kekurangan vitamin A (ini adalah faktor risiko utama), oleh karena itu salah satu rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dalam hal penatalaksanaan penyakit campak adalah dengan pemberian vitamin A dosis tinggi per oral.
- Anak Tidak Diimunisasi: Virus campak lebih mudah menyerang dan menyebabkan komplikasi berat pada anak yang tidak memiliki antibodi.
- Gizi Buruk: Anak dengan sistem imun lemah lebih rentan terhadap infeksi sekunder.
PENCEGAHAN PENYAKIT CAMPAK
Tahun 1980, sebelum diperkenalkan vaksinasi campak untuk pertama kalinya, angka kematian akibat campak cukup tinggi yaitu mencapai 2,6 juta setiap tahunnya.

Imunisasi campak terbukti bisa menurunkan angka kematian ini hingga 79% di seluruh dunia (laporan WHO tahun 2000-2014)
Berdasarkan Permenkes RI nomer 42 tahun 2013, imunisasi campak diberikan 2 kali, yaitu pada umur 9 bulan sebagai imunisasi dasar dan pada umur 18 bulan sebagai imunisasi lanjutan.
Sebagai booster, imunisasi campak diberikan pada usia sekolah dasar sebagai BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus untuk siswa kelas 1 SD.


Duuuh serem juga ya dok bahaya campak ini. sejak kecil saya juga dapat edukasi seperti ini, bahaya campak karena kebetulan saudara ada yang terkena campak dan fatal karena ke kulit dan mata.
BalasHapusvaksin campak memang wajib ya dok
Campak emang seseram itu kak... Padahal pencegahannya sangat simple dan free of charge, hehehe.... Tinggal datang saja ke posyandu terdekat sambil bawa buku KIA yang warna pink itu...
HapusBetapa bahayanya kalau anak nggak dapat imunisasi campak ya, Dok. Efeknya bisa mengalami kebutaan.
BalasHapusMeskipun, bisa sembuh sendiri. Tapi, efek yang ditimbulkan kalau sudah kena ini yang bahaya.
Bisa bikin imun amnesia dan kebutaan.
Iya betul, efek campak memang sangat berbahaya... Padahal cara pencegahannya hanya cukup imunisasi di posyandu dan gratis!
HapusBaru tau campak seseram itu, selama ini gak tau karena anak-anak saya dan kayanya semua anak Indonesia mendapat imunisasi campak karena tersedia di RS sampai posyandu
BalasHapusBaru merebak kembali ya dok, diduga karena pandemi Covid-19 kemarin banyak yang mengabaikan imunisasi
Nah saya baru tau bahayanya sesudah baca tulisan ini
Jadi kesel sama kelompok anti-vax, kelakuannya bikin susah banyak orang
Mereka yang anti-vac gak perlu ditanggapi mbak... Makin ditanggapi makin menjadi. Kita doakan saja anak cucu mereka sehat-sehat selalu
HapusInnalilahi. Saya bergidik baca tulisan ini. Ternyata campak efeknya sedahsyat itu ya Mas. Selain memang cepat menyebar (raja penyakit menular), campak bisa menyebabkan kebutaan. Ini fatal banget sih menurut saya. Ya Allah. Beneran gak boleh dianggap enteng.
BalasHapusIya Mbak Annie, dampak yang diakibatkan campak itu luar biasa merusak, sementara pencegahannya simple banget
HapusDok, saya share di sosmed ya.. Biar yang menggampangkan imunisasi tuh baca bahaya campak ini.
BalasHapusMalah cenderung ngajakin yang lain buat tak imunisasi jadi herd-imunity sulit tercapai dan jumlah korban meningkat lagi.
Iya mbak, monggo di share... di grup keluarga juga gpp. Supaya banyak yang sadar akan pentingnya imunisasi terutama imunisasi campak
HapusSangat mengerikan ya ternyata dampak campak itu
BalasHapusAlhamdulillah, anak anakku semua sudah vaksin campak
Ini jadi salah satu ikhtiar untuk terhindar dari penyakit berbahaya ini ya
Betul banget Kak Dee... Imunisasi adalah cara terampuh menjaga keluarga kita dari penyakit menular berbahaya
HapusNgeri banget ya kak, kemarin nuga afa berita 2 dokter meninggal karena campak, penyakit yg bisa Kita cegah dengan imunisasi dari awal, semoga sih gk ada lagi yang kema ya, pentingnya imunisasi terbukti ya selain juga menjalankan pola hidup sehat
BalasHapusIya kak, penyakit campak juga bisa menyerang orang dewasa. Makanya kita semua harus hati-hati dan waspada
Hapus