blog dokter taura big ad

INI DIA 7 TIPS CEGAH ANAK SAKIT DI MUSIM PANCAROBA

45 komentar

Bulan September dan Oktober merupakan peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan, atau sering disebut musim pancaroba. Cuaca yang mudah berubah dan terkadang ekstrim, memaksa tubuh anak untuk beradaptasi dengan lingkungan. Kegagalan proses adaptasi inilah yang bisa menurunkan daya tahan tubuh anak. Tak heran jika di musim pancaroba ini banyak anak yang terganggu kesehatannya seperti menderita flu, batuk, demam, diare ataupun asmanya kambuh.

tips-tetap-sehat-di-masa-pancaroba

Mengapa Musim Pancaroba Menyebabkan Daya Tahan Tubuh Menurun?

Dikutip dari laman CNN Indonesia tentang alasan pancaroba jadi musim penyakit, yaitu saat musim pancaroba, cuaca yang berubah akan mengubah tekanan udara, suhu, serta komposisi udara. Hal ini akan menciptakan kondisi yang sesuai untuk tempat berkembangnya kuman dan virus di sekitar manusia.

Serangan kuman dan virus ditambah dengan daya tahan tubuh rendah akan menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit.

Tak cuma bagi orang yang punya daya tahan tubuh rendah, orang yang memiliki alergi juga berpotensi terserang penyakit berat di musim pancaroba.

Penyakit yang Biasa diderita Anak pada Musim Pancaroba

Beberapa penyakit gampang terjangkit pada anak di musim pancaroba ini seperti flu, salesma, radang tenggorokan, diare, muntah hingga asma.

Penyakit-penyakit di atas bahkan tak jarang membuat anak harus dirawat di Rumah Sakit terjadi komplikasi atau terjadi kondisi gawat darurat seperti kejang demam, dehidrasi, sesak hingga kesadaran menurun.

Jadi, kondisi anak yang sedang menderita sakit (apapun) di musim pancaroba ini, jangan disepelekan. Orang tua sebaiknya paham kapan terjadi tanda-tanda gawat darurat dan harus segera dibawa ke UGD. Seringkali, orang tua baru menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, justru setelah si kecil menderita sakit.

Yuk, mulai sekarang kita bangkit dan mamahami arti “Sehat itu dijaga, sakit itu dicegah”

Cuci Tangan

Dengan mencuci tangan secara benar, tangan akan bersh dari segala kotoran. Selain itu juga terbebas dari mikroorganisme (bakteri, virus, parasit dll) penyebab penyakit. Lakukan cuci tangan sebelum makan, sebelum minum, sebelum tidur, setelah memegamg mainan, setelah memegang hewan piaraan, setelah datang dari sekolah ataupun bermain, dan juga setelah buang air kecil ataupun buang air besar.

Cuci tangan juga bisa memutus rantai penularan beberapa penyakit menular termasuk covid-19.
Gerakan cara mencuci tangan dengan benar yang menggunakan air mengalir dan sabun, ternyata sangat mudah dan gampang diajarkan ke anak-anak. Yang sulit justru menanamkan kebiasaan cuci tangan dalam kondisi apapun, dimana pun, dan kapan pun.

Jaga Kebersihan

Kuman penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit, dapat menempel pada kotoran dan debu di dalam rumah. Pun pada pakaian dan permukaan tubuh setelah beraktivitas di luar rumah. Bila kebersihan anak terjaga, anak dapat terhindar dari beragam penyebab penyakit tersebut.

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah yang penting untuk menjaga kesehatan, khususnya di musim pancaroba

Kebiasaan untuk selalu menjaga kebersihan harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak. Bahwa menjaga kesehatan adalah kewajiban dan tanggung jawab bersama, bukan dibebakan ke asisten rumah tangga.

Makan Makanan dengan Gizi Berimbang

Salah satu cara untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan anak adalah dengan memberikan makan makanan dengan gizi berimbang. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya saja, tetapi juga bsa meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Makanan dengan gizi berimbang artinya makanan yang mengandung makronutrien yang cukup dan mikronutrien yang sesuai. Yang dimaksud makronutrien adalah karbohidrat, protein, lemak dan air. Sedangkan mikronutrien masudnya adalah vitamin dan mineral.

jaga-kesehatan-anak-di-masa-pancaroba

Sementara, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak sehingga kesehatannya tetap terjaga selama musim pancaroba, orang tua juga dapat memberikan susu. Pilihlah susu yang mengandung nutrisi lengkap, mulai dari protein, lemak, dan karbohidrat yang penting untuk menjaga stamina anak, hingga vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Minum dalam Jumlah yang Cukup

Air adalah merupakan kebuutuhan vital bagi anak. Kebutuhan akan air ini akan meningkat seiring dengan meningkatkan suhu tubuh maupun cuaca, aktivitas fisik anak dan adanya keluhan yang menyebabkan keluarnya cairan, seperti diare, muntah dll.
Tubuh yang terhidrasi sempurna akan membuat tubuh punya daya tahan yang kuat dan tak mudah sakit di musim pancaroba

Tetap Beraktivitas

Musim apapun, termasuk musim pancaroba, hendaknya tak boleh menghalangi anak untuk tetap beraktifitas, baik itu bermain maupun berolahraga karena aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh anak, serta membantu optimalisasi tumbuh kembangnya.

Pastikan Anak Cukup Tidur

Tidur ternyata bisa meningkatkan respons dari sistem kekebalan. Tidur nyenyak (deep sleep) membuat sistem kekebalan tubuh dalam kondisi prima, sehingga siap bereaksi terhadap patogen penyebab penyakit yang masuk ke tubuh.

Menurut spesialis tidur Michael Breus, manfaat tersebut terjadi akrena tidur membantu produksi sel T dan sel darah putih yang memainkan peran penting dalam respons sistem kekebalan terhadap virus.

Tidur juga mempengaruhi kondisi memori imunologis atau kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali antigen dan menghasilkan respon imun yang tepat.

Selain kualitas tidur, kuantitasnya harus diperhatikan. Lamanya waktu tidur yang dianjurkan pada anak berbeda-beda, sesuai dengan usianya. Anak berusia 3-5 tahun membutuhkan tidur selama 10-13 jam per hari, sedangkan anak usia 6-13 tahun perlu tidur selama 9-11 jam per hari.

Minum Vitamin dan Mineral

Kurang nutrisi adalah salah satu penyebab lemahnya kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsi makanan bernutrisi tentu dapat membantu menyediakan vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh untuk membentuk imun.

Sebagian anak mengalami masalah susah makan ataupun pilih-pilih makanan. Dalam kondisi ini tentu anak membutuhkan suplementasi multivitamin dan mineral. Sesuai rekomendasi IDAI, beberapa vitamin dan mineral yang berperan meningkatkan sistem imun adalah vitamin C, Vitamin D dan Zinc

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

45 komentar

  1. Kebetulan 3 anak saya masih balita dok dan lagi masa aktif-aktifnya, kadang suka khawatir kalau anak-anak beraktifitas out door di musim pancaroba kaya gini.
    Terima kasih untuk tips-tipsnya, lumayan mengurangi kecemasan memasuki masa penghujan sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak sama-sama. Semoga bermanfaat. Saat ini selain musim pancaroba juga masih pandemi. Jadi harus ekstra hati-hati. Terima kasih sudah berkunjung ke blog Dokter Taura yang sederhana ini

      Hapus
  2. Terimakasih banyak dokter atas ilmunya 🙏 Kemudian mohon izin bertanya dokter jika anak bermain hujan-hujanan di musim pancaroba seperti ini apakah diperbolehkan nggih dokter?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya dicegah ya. Kalo terpaksa "kehujanan" , segera mandikan anak dengan air hangat

      Hapus
  3. rawan sekali nggih dok musim peralihan seperti ini, salah pola asuh malah bisa mengorbankan kesehatan anak. Next pembahasan kayanya menarik kalau bahas tentang menjaga nafsu makan pada anak dok, karena saya melihat masih banyak ibu ibu yang susah karena anaknya susah makan. apalagi di pancaroba seperti ini, asupan nutrisi jadi kunci menjaga diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Usulan diterima... Aku masukin wish list ya.... Makasih

      Hapus
  4. Izin bertanya dokter, apakah bila kuantitas tidur anak berkurang itu berkaitan dengan kualitas tidur anak? Kemudian bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas tidur anak nggih dokter? Terima kasih dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kualitas tidur terkait erat dengan faktor nutrisi dan tingkat kenyamanan anak

      Hapus
    2. dokter, ijin menanggapi.. apa hubungannya dok faktor nutrisi dengan kualitas tidur anak??

      Hapus
  5. Izin bertanya dokter, tips agar anak tetap bisa beraktivitas bermain maupun berolahraga karena aktivitas fisik sekarang terbatas di rumah saja dikeadaan yang seperti sekarang bagaimana nggih dok?? Karena banyak orang tua yang takut anaknya keluar rumah. Terimakasih dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beraktivitas tidak selalu outdoor kok... Di dalam rumah atau kalo pagi (sambil berjemur) di teras juga oke...

      Hapus
  6. Informasinya sangat bermanfaat dokter, dikala musim pancaroba tidak hanya anak saja yang mudah sakit orang dewasa pun juga, sekiranya apa yang harus dilakukan untuk menjaga anak tetap aktif dan ceria dikala pancaroba dan pandemi ini? Karena kadang kadang anak cepat bosan hanya bermain di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh kok main di teras rumah sembari berjemur. Tapi tetap harus jaga prokes ya...

      Hapus
  7. Setuju Dok dengan slogan sehat itu dijaga, sakit itu dicegah , lagipula mencegah lebih baik daripada mengobati ya Dok :D, terima kasih atas sharingnya Dok :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak, sudah berkunjung di blog cupu ini... Yuk mulai bergaya hidup sehat demi kesehatan kita semua

      Hapus
  8. Informasinya bermanfaat,,, izin bertanya dokter ,,, kalau untuk mandi anak anak di sore hari, di pancaroba ini bagusnya pakai air hangat atau dingin ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung usia dan tinggal di daerah mana. Kalo umur diatas 2 th dan biasa tinggal di daerah panas, mandinya pake air dingin gpp

      Hapus
  9. artikelnya sangat menolong ibu-ibu muda yang gampang panik kalau anaknya menunjukkan gejala sakit. setidaknya membaca ini mereka bisa antisipasi. Ijin share ya Dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih bunda sudah bersedia share artikel ini. Emang bener, emak2 suka panik kalo anak2nya kenapa2. Padahal kuncinya cuman: "Sehat itu dijaga, sakit itu dicegah"

      Hapus
  10. Ah ini dibacaan yang dibutuhkan ibu ibu biar tenang menghadapi musim pancaroba...

    Wah aku PR nya jam tidur anak2 ini Dok..
    Sekarang 3A jarang tidur siang..
    Mereka asyik bermain.
    Uminya yg tdr siang..wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ajak 3A tidur bareng di siang hari sambil dikasih "games" seru sambil bunda Zulmi mendongeng... Pasti seru tuh. Apalagi ditambah pijatan penuh kasih sayang... Pasti deh tidurnya nyenyak

      Hapus
  11. Iye, tambah ilmu lagi, seneng deh punya sahabat dokter yang suka berbagi gini. Semoga terus mengalir pahala kebaikan ilmunya dok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Makasih ya pak Gi. Semoga bermanfaat

      Hapus
  12. Terimakasih sharingnya dok, bisa konsultasi lewat blog 🤩🙏 makanan booster pancaroba apa saja yah dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada makanan tertentu kak. Yang penting berikan anak makan makanan dengan gizi berimbang. Ingat slogan "isi piringku" gak?

      Hapus
  13. Sepakat deh mencegah lebih baik daripada mengobati, terimakasih dok atas ulasannya. Semoga sehat selalu ..

    BalasHapus
  14. Maaf dok, tapi saya suka sama ilustrasi ilustrasinya, keren, hehe

    BalasHapus
  15. Mengunjungi blog Dokter Taura berasa punya konsultan kesehatan pribadi euy. Semua informasi lengkap disini.

    Pas banget bahas ini, anak-anakku lagi gagal adaptasi di musim pancaroba ini Dok. Hiks! Pada tumbang satu persatu, rolling shift kena demam.

    BalasHapus
  16. Aku suka blognya dokter, selain bahasa nya yang renyah, isinya juga daging semua..
    Eank, konsultan kesehatan.. :))

    BalasHapus
  17. Waaahhh terimakasih tips bermanfaatnya dokter.. bakal sering banget deh tongkrongan blognya dokter ini... Bahasanya renyaaahh dan Mudah di pahami.. hehhe

    BalasHapus
  18. Orang tua khususnya ibu tu pasti khawatir banget kalo sampai anaknya sakit.. Makasih dok atas sharingnya 🙏
    .
    Bagi tipsnya dong dok biar anak nafsu makan dan lahap makannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kak atas kunjungannya. Btw, tips anak anti GTM masih dalam proses riset dan penulisan awal. Ditunggu ya... Ingat: semua informasi kesehatan seputar anak, ada di sini

      Hapus
  19. Selalu suka sama tulisan pak dokter. Meski belum menikah dan punya anak sendiri, selalu kubagikan ke kakakku buat ilmu seputar kesehatan anak. Sehat selalu pak dokter..

    BalasHapus
  20. wah pas banget nih musimnya macam sekrg ini, gak menentu kdang mendung tapi ternyata tak hujan eh terang2 tiba2 sore diguyur hujan.

    hiks anakku mulai tak bisa diskondisikan tidur siang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi tepatnya: mendung tanpo udan ya mbak? Jadi auto joged nih...

      Hapus
  21. Yang di cemaskan banyak orang tua itu pada saat peralihan musim, anak² jd gampang sakit. Mksh dok artikelnya sangat mengedukasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daya tahan tubuh yang menurun, ditambah suburnya kuman di masa pancaroba, membuat anak mudah terserang penyakit.

      Hapus
  22. Nice information
    Tapi saya mah salfok sama infografisnya, menarik2 sekali
    Barakallah dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bunda. Infografis yang menarik adalah salah satu ciri khas blog dokter taura. Hehehe...

      Hapus
  23. Warning buat orang tua juga agar waspada si masa ini, jadi ingat kejadian setahun lalu, anak bungsu sakit beberapa hari pas di bulan-bulan pancaroba gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sebagai orang tua harus selalu waspada. Apalagi demi kebaikan anak...

      Hapus
  24. nah ini ni dok, penyakit musim pancaroba ini ga bisa dihindari selalu aja bolak balik sakit pas pancaroba, makasih infonya dok, btw ilustrasinya keren

    BalasHapus
  25. Jadi inget dulu kalau musim pancaroba aku langganan sakit dok huhu alhamdulillah skg enggak karena menjalani tips2 di atas. PR sekarang adalah menjaga anak2 agar ttp fit saat pancaroba. Makasih dok insightnya.

    Mau tanya wkwkwk

    vitamin C, Vitamin D dan Zinc itu perlu konsul dokter nggak? Apa bebas aja beli dok?

    BalasHapus
  26. Bahasan yang menarik dokter, izin sekalian bertanya dokter. Terkait kualitas dan kuantitas tidur yang cukup, apa benar nggih dokter bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak?

    BalasHapus
  27. Bahasan yang menarik dokter, izin sekalian bertanya nggih dokter. Terkait kecukupan kualitas dan kuantitas tidur anak apa memang benar mempengaruhi tumbuh kembang anak?

    BalasHapus

Posting Komentar