blog dokter taura big ad

ASMA ANAK: BENARKAH TIDAK BISA DISEMBUHKAN?

Sudah dua kali dalam sebulan ini, Rafi (7 tahun) berkunjung ke dokter dengan keluhan yang sama: SESAK NAPAS. 

Saat asyik bermain rubik, tiba-tiba napas Rafi terasa sesak disertai bunyi mengi atau ngik-ngik, dada seperti tertekan beban berat, dan batuk pun tak bisa terelakkan. Diagnosis dokter saat itu adalah ASMA
Karena sakit Asma nya ini, Rafi jadi sering absen ke sekolah dan angka kunjungan ke dokter pun meningkat.

asma-pada-anak-tidak-bisa-disembuhkan

Apakah asma itu? Benarkah asma anak itu penyakit turunan? Apa saja yang bisa memicu kekambuhan asma anak? Apa yang harus dilakukan orang tua jika anaknya tiba-tiba asma? Benarkah penderita asma harus pantang makanan tertentu? Bisakah Asma disembuhkan?

Apakah “Asma Anak” itu?

World Health Organization (WHO) memperkirakan 235 juta manusia saat ini menderita Asma, yang merupakan penyakit tidak menular yang paling sering terjadi pada usia anak-anak, walaupun sebenarnya penyakit asma bisa diderita oleh semua umur, baik dewasa maupun anak-anak. Di seluruh dunia, didapatkan 11-14% anak-anak diatas 5 tahun pernah mengalami gejala asma. 

Meskipun tidak menempati peringkat atas penyebab kesakitan atau kematian pada anak, asma merupakan masalah kesehatan yang penting. Jika tidak ditangani dengan baik, asma dapat menurunkan kualitas hidup anak, membatasi aktivitas sehari-hari, mengganggu tidur, meningkatkan angka absensi sekolah, dan menyebabkab penurunan prestasi akademik.

Dikutip dari buku Pedoman Nasional Asma Anak terbitan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) tahun 2017, Asma adalah penyakit saluran pernapasan dimana terjadi keradangan kronik (berlangsung lama) pada saluran pernapasan yang mengakibatkan obstruksi dan hiperreaktivitas saluran napas, dengan derajat keparahan yang bervariasi, mulai ringan hingga berat. 

Gejala asma antara lain: sesak, batuk, dada terasa tertekan dan nafas berbunyi "ngik-ngik" atau mengi (istilah kedokteran: wheezing). Gejala-gejala tersebut timbul secara kronik dan atau berulang, reversibel (bisa kembali normal), cenderung memberat pada malam atau dini hari dan biasanya timbul jika ada “pencetus”

Asma merupakan penyakit yang multifaktorial dengan perjalanan penyakit yang bervariasi pada setiap anak dan dapat berubah seiring perjalanan waktu. 

Asma TIDAK dapat disembuhkan, tapi bisa dikendalikan agar gejala tidak sering kambuh

Asma bisa menyerang anak usia berapa? Benarkah Asma penyakit yang diturunkan oleh orang tua?

Asma bisa terjadi pada usia berapapun, tetapi paling sering berawal saat anak usia dini. Asma terjadi sebagai hasil interaksi antara "faktor genetik" atau keturunan dan "lingkungan". Para pakar menyebutkan bahwa faktor "lingkungan" yang dimaksud adalah infeksi, pajanan mikroba, alergen (zat yang memicu terjadinya alergi), stress, polusi dan asap tembakau. Upaya penatalaksanaan penderita Asma yang terpenting adalah mengidentifikasi faktor-faktor "lingkungan" yang dapat dimodifikasi untuk pencegahan.

asma-merupakan-penyakit-kronik

Ada Berapa Jenis Asma Anak?

Ada beberapa pengelompokan asma pada anak, namun yang terpenting dan berefek pada penatalaksanaannya, ada 2 klasifikasi Asma, yaitu berdasarkan "kekerapan timbulnya gejala" dan berdasarkan "derajat beratnya serangan"

Berdasarkan kekerapan timbulnya gejala, Asma dibagi menjadi: Asma intermiten, Asma persisten ringan, Asma persisten sedang dan Asma persisten berat

Dikatakan Asma intermiten, jika episode gejala asma < 6 kali dalam setahun, atau jarak antar timbulnya gejala >= 6 minggu. 

Asma persisten ringan jika episode gejala asma > 1 kali dalam sebulan, < 1 kali seminggu. 

Asma persisten sedang, jika episode gejala asma > 1 kali seminggu, namun tidak setiap hari.

Sedangkan digolongkan asma persisten berat jika episode gejala asma terjadi hampir tiap hari.

Berdasarkan derajat beratnya serangan, asma dibedakan menjadi: Asma serangan ringan-sedang, Asma serangan berat dan Serangan asma dengan ancaman henti napas. Klasifikasi berdasarkan derajat serangan ini, digunakan oleh dokter sebagai dasar penentuan tata laksana.

Dikategorikan “Asma Serangan Ringan-Sedang” apabila anak masih bisa bicara dalam kalimat, lebih nyaman duduk daripada berbaring, tidak gelisah, frekuensi napas meningkat, frekuensi nadi meningkat, ada tarikan dinding dada saat anak menarik napas, saturasi oksigen dengan udara kamar 90-95% (pemeriksaan khusus dengan alat pulse oximeter, biasanya dilakukan di UGD)

Sedangkan “Asma Serangan Berat” jika saat serangan, anak hanya bisa bicara dalam kata, lebih nyaman duduk bertopang tangan, gelisah, frekuensi napas meningkat, frekuensi nadi meningkat, ada tarikan dinding dada yang sangat jelas saat anak menarik napas, saturasi oksigen dengan udara kamar di bawah angka 90%

Kategori paling parah: “Asma dengan Ancaman Henti Napas” jika didapatkan tanda seperti asma serangan berat, ditambah adanya kondisi anak tampak mengantuk, lemah dan suara napas tak terdengar.

penbagian-asma-berdasarkan-serangan

Penatalaksanaan Asma pada Anak

Pengelolaan kasus asma pada anak tidak hanya bertujuan untuk mengurangi gejala asma yang timbul, tapi juga bertujuan agar aktivitas penderita asma bisa berjalan normal (termasuk bermain, ke sekolah dan berolahraga) dan meminimalkan konsumsi obat. Sehingga diharapkan bisa menjamin tercapainya potensi tumbuh kembang anak secara optimal.

Basicly, penatalaksanaan Asma bisa digolongkan menjadi 2, yaitu tatalaksana dengan obat-obatan (medikamentosa) dan tatalaksana non-farmakologis (non-medikamentosa)

Obat-obatan untuk asma digolongkan menjadi obat pereda (reliever) dan obat pengendali (controller).

Obat pereda asma ditujukan terutama untuk meredakan gejala serangan asma secepat mungkin. Obat-obat ini sebaiknya diberikan secara "inhalasi" atau nebulisasi atau penguapan karena lebih minim efek samping. Obat pereda serangan asma yang sering digunakan untuk nebulisasi adalah jenis "Salbutamol". Obat ini digunakan untuk meredakan serangan atau gejala asma bila sedang kambuh. Bila serangan sudah teratasi dan gejala tidak ada lagi, maka pemakaian obat ini dihentikan.

Sedangkan obat pengendali asma (controller) asma ditujukan untuk mencegah serangan asma. Biasanya obat ini digunakan dalam jangka panjang dan relatif lama. Obat pengendali asma yang paling sering digunakan adalah steroid inhalasi.

Untuk pemilihan serta indikasi pemberian obat reliever dan controller asma, sebaiknya orang tua berdiskusi secara intens dengan dokter

Jika anak mengalami asma, apa yang dilakukan oleh orang tua? Pertolongan pertamanya apa saja?

Yang terpenting adalah kesadaran orang tua bahwa anaknya menderita asma, yang sewaktu-waktu bisa terjadi serangan mendadak. Selain itu orang tua harus mengenali gejala dan tanda serangan asma.

Ketersediaan alat nebulizer di rumah menjadi sangat penting dalam hal ini. Berikan nebulisasi segera dengan obat golongan salbutamol. Jika serangan asma tergolong berat, atau ringan tapi dengan pemberian nebulisasi salbutamol di rumah, tidak didapatkan perbaikan, sebaiknya segera dibawa ke UGD terdekat. 

Beberapa pakar memberikan batasan yang tegas: Jika setelah dilakukan inhalasi dua kali tidak memberikan respon yang baik, maka dianjurkan untuk mencaari pertolongan medis di klinik atau rumah sakit.

Tata laksana “asma dalam serangan” yang dilakukan di rumah ini PENTING agar penderita segera mendapatkan pertolongan dan mencegah terjadinya serangan yang lebih berat. Namun, pada kondisi tertentu penderita asma harus segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan, tidak menunggu respon terapi di rumah, apabila: penderita mengalami serangan asma berat (sesak berat).

Yang tidak kalah penting adalah peran orang tua dalam mengendalikan penderita terhadap paparan allergen yang mencetuskan serangan asma. 

Beberapa ahli berpendapat bahwa serangan asma dapat terjadi akibat 2 faktor: 

  1. Kegagalan dalam pengobatan medikamentosa jangka panjang 
  2. Kegagalan menghindari faktor pencetus

Berikut beberapa faktor pencetus asma yang wajib dihindari:

  • Tungau debu rumah
  • Asap rokok
  • Kecoa
  • Serbuk sari/ pollen
  • Jamur
  • Rontokan hewan peliharaan
  • Tikus
  • Hirupan zat-zat kimia (obat nyamuk bakar, obat nyamuk semprot, obat nyamuk elektrik, asap kayu bakar, asap bakaran sampah, polusi pabrik, asap kendaraan dll
  • Allergen makanan (paling sering: susu sapi, telur, ikan, ayam, kacang, ragi, keju, gandum, coklat)
  • Infeksi saluran napas atas (rhinitis, sinusitis dll) dan infeksi virus lainnya
  • Olah raga yang berlebihan
  • Obesitas
Anggapan bahwa asma bisa dikendalikan hanya dengan obat-obatan akan membuat penyakit asma semakin parah karena penghindaran faktor pencetus ini merupakan upaya UTAMA dalam tata laksana asma. 

Dengan penghindaran faktor pencetus yang tepat, sebagian besar asma dapat dikendalikan tanpa obat-obatan.

Kembali ke judul tulisan ini “Benarkah Asma tidak Bisa Disembuhkan?” Benar, penyakit asma TIDAK dapat sembuh, tapi bisa dikendalikan. 

Pengendalian asma mencakup penatalaksanaan asma pada saat serangan, penghindaran terhadap faktor pencetus dan edukasi orangtua tentang penyakit asma anak itu sendiri.


DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

72 komentar

  1. Terimakasih banyak atas ilmunyaa dokter. Tulisan yang sangat bagus dan mudah dipahami para pembaca dan ibu ibu dirumah bagaimana jika terjadi serangan pada anak dirumah. Izin share nggih dokter 🙏
    Izin bertanya dokter, untuk controller pada anak diberikannya pada kondisi bagaimana nggih? Dan apa digunakannya setiap hari atau boleh di hentikan penggunaan nya jika sudah tidak pernah serangan asma?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Obat controller diberikan pada asma persis sedang dan kristen berat. Berikan sesuai anjuran dokter.

      Hapus
  2. Terimakasih banyak atas informasi dan ilmunya yang sangat bermanfaat dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya sudah berkunjung ke Blog Dokter Taura. Semoga sukses selalu...

      Hapus
  3. Terima kasih dokter untuk ilmunya. Permisi dokter ingin bertanya, Dibeberapa daerah ada kepercayaan jika saat terjadinya asma maka sembari diberikan obat, pasien juga harus segera dibawa ke ruang terbuka untuk dapat menghirup udara segar? Apakah dengan seperti itu dapat berpengaruh untuk segera meredakan serangan tersebut nggih dokter?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau asma nya jenis asma serangan ringan, mungkin bisa membantu, apalagi jika di dalam rumah sirkulasi udaranya kurang bagus. Jika asmanya tergolong serangan berat, harus segera dibawa ke UGD atau puskesmas terdekat

      Hapus
  4. Indra Ardiansyah7 November 2021 13.04

    MasyaAllah bagus sekali dokter artikelnya. Artikel yg menarik. Izin bertanya dok, jika anak mengalami serangan asma saat di luar ruangan seperti saat liburan dgn teman sekolah sedangkan obat2an tdk dibawa, sekiranya apa yg bisa dilakukan ya dok? Sembari membawa ke faskes primer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bebaskan jalan napas, longgarkan pakaian bagian dada. Segera bawa ke faskes terdekat

      Hapus
  5. Trimakasih banyak dokter, sangat membantu untuk murojaah materi dengan bahasa yang lebih ringan dan lebih mudah dipahami. Izin bertanya dokter, terkait batasan olahraga bagi penderita asma bagaimana nggih dokter baik dari segi frekuensi dan jenis olahraganya sendiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Olah raga untuk penderita asma sebaiknya pilih yang ringan, disukai anak dan dilakukan secara teratur

      Hapus
  6. Terimakasih atas ilmunya dokter. Sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Permisi dokter izin bertanya, saya masih bingung mengenai diagnosis asma pada bayi bagaimana nggih dokter? Apakah dapat dibedakan untuk klasifikasi berdasarkan derajatnya seperti di atas, nggih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kriteria diagnosis dan klasifikasi asma pada bayi, berbeda dengan pada anak. Di buku PNAA sudah dijelaskan dg gamblang. Yuk dibuka lagi bukunya

      Hapus
  7. Terimakasih banyak dokter atas ilmunya hari ini. Izin bertanya dokter, apakah olahraga renang berdampak positif pada pasien dengan asma ya dok? Kira-kira apakah ada rekomendasi khusus pada pasien dengan asma untuk rutin berenang dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, salah satu terapi non-medikamentosa untuk asma adalah olah raga secara teratur. Swimming is the best

      Hapus
  8. MasyaAllah terimakasih banyak dokter atas ilmu dan wawasannya, dapat menambah wawasan kami mengenai Asma... permisi dokter izin bertanya apakah ada rekomendasi olahraga dari IDAI atau WHO untuk penderita asma? lalu apakah "kekerapan timbulnya gejala asma" dapat berkurang seiring bertambahnya usia, dikarenakan saya dulu punya teman ketika SMP dia mengalami asma persisten sedang, tp ketika SMA menjadi asma intermitten yg keluhannya sangat jarang timbul padahal kalau dilihat dari segi lifestylenya tidak berubah. terimakasih banyak dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, asma memang tampak seperti "sembuh" pada usia dewasa muda. Biasanya pada usia tua atau menjelang tua, akan muncul kembali

      Hapus
  9. Terimakasih dokter atas ilmunya, izin bertanya dokter, apakah ada olahraga yang direkomendasikan untuk pengidap asma, karena saya dulu diikutkan olahraga berenang dan beladiri dengan harapan orang tua meringankan asma saya supaya tidak sering kambuh, terimakasih banyak dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua kegiatan olah raga baik untuk penderita asma, asal dilakukan teratur dan bertahap. Swimming is the best. Bisa juga jalan atau lari pagi, senam atau basket

      Hapus
  10. wah, ternyata tidak bisa disembuhkan ya dok. saya kira jika melakukan treatment bisa sembuh kelak dewasa gitu. ternyata temen-temen yg punya asma dan sudah tidak kambuh karena kontrolnya sudah bagus gt ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada periode umur tertentu (biasanya dewasa muda), manifestasi alergi berupa asma seringkali tidak muncul. Baru pada usia diatas 50 atau 60 tahun, asma muncul kembali.

      Hapus
  11. Izin tanya dok,kalau sejak kecil tidak ada asma, tidak ada gejala juga, tiba-tiba setelah menikah jadi punya asma kira-kira apa faktor penyebabnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada saat bayi bisa juga manifestasi alergi nya dalam bentuk yang lain, seperti dermatitis (gatal-gatal) ataupun rhinitis (pilek, sering bersin terutama pagi hari bangun tidur)

      Hapus
    2. wah gitu ya, aku baru tahu nih. jadi tetap perlu diwaspadai ya jika ada gejalan tersebut ya dok. masuk isnus gak sih kalo sering bersin atau beler di waktu tertentu ?

      Hapus
  12. Alhamdulillah dapet pengetahuan seputar asma,,, nanya dok
    1. Utk pertolongan pertama, jika obat atau sejenisnya tidak ada, ?
    2. Olahraga apa yang tepat yg bisa mengendalikan asma ?

    Hatur nuhun

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah dapet pengetahuan baru ttg asma... Izin tanya dok
    1. Utk pertolongan pertama, jika obat dan sejenisnya TDK ada ?
    2. Olahraga apa yang tepat yang bisa mengendalikan asma ?

    Hatur nuhun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat ya Pak... Izin menjawab:
      1. Segera bawa ke UGD atau puskesmas untuk segera mendapatkan tambahan oksigen
      2. Renang, basket, bersepeda, senam

      Hapus
  14. Aku berharap mendapat jawaban bahwa asma bisa disembuhkan. Ternyata salah ya..hiks sedih saat melihat orang yang terkena asma kambuh. Rasanya saya pun ikut sesak napas juga. btw Dok, steroid inhalasi itu bisa dibeli bebas kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Steroid inhalasi bisa dibeli dengan resep dokter

      Hapus
  15. Saya baru tahu Dok kalau asma itu tidak bisa disembuhkan, bisanya dikendalikan. Berarti selama pasien masih hidup, ia akan bertumpu pada pengobatan ya Dok? dan dia kurang bisa untuk bergerak aktif layaknya anak-anak kecil seusianya dia ya?

    BalasHapus
  16. Tidak juga. Dalam kondisi sehat tetap bisa aktif seperti anak lain. Jangan lupa olahraga ringan tapi teratur

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, i see Dok, terima kasih pencerahannya Dokter :D

      Hapus
  17. Waaah. Baru tahu kalau asma tidak bisa disembuhkan dok. Kebetulan Mbak ipar punya asma dok. Dua anaknya semoga ndak sampai kena asma lah, aamiin. Kasian pas lagi kumat asmanya itu. 😢😢

    BalasHapus
  18. Masya Allah edukasi seperti ini membuat kita lebih aware ya dok. Rontoka hewan peliharaan ini apa ya dok? Bulu atau bagaimana?

    Sejujurny, akutdk punya hewan peliharaaan tapi d rumah ortu ada burung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau hobby piara binatang, sebaiknya pilih yang tidak berbulu, misalnya kura-kura (ini lagi trend banget), ikan, iguana, ular, buaya, tokek dll

      Hapus
    2. Wah kalo di rumah kami ada ikan hias, nah ini kondisinya rumah ortu sih burung diternak lalu jadi sumber pendapatan bagi mereka 😊

      Jadi emang harus kami yg lebih hati2 saja untuk menjaga kondisi anak ya.

      Oke, artinya hewan peliharaan disini hewan berbulu yak. Oke noted. Terima kasih dokter.

      Semoga makin berkibar blog dokter taura.

      Hapus
    3. Makasih mbak... Ditunggu next article ya...

      Hapus
  19. Beberapa waktu lalu anak saya sempet sesak nafas, saya kira asma karena sampai harus di uap ketika diperiksa ke klinik, ternyata ia diagnosa alergi dingin. Itu apa bedanya sama asma ya dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gejala asma sudah saya jelaskan di artikel ya Pak... Asma juga bisa dipicu oleh udara atau hawa dingin.

      Hapus
  20. Dulu anakku juga pernah nafas bunyi ngik ngik dok. Setelah ke dokter ternyata kena bronkopnemu. Sedih kl inget. Itu beda dg asma kan ya dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain asma, bunyi ngik-ngik (dalam dunia kedoteran, disebut wheezing), juga bisa disebabkan karena infeksi saluran napas oleh virus, namanya Bronkiolitis

      Hapus
  21. semakin memberikan wawasan dokter, yang ingin saya tanyakan dokter, bagaimana cara bisa mengetahui bahwa apabila kita berolahraga tidak dalam ambang berlebihan sehingga tidak kambuh asmanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuaiakan dengan kekuatan dan daya tahan anak. Anak pasti bisa mengukur sendiri kemampuannya. Komunikasi dengan guru olahraga menjadi hal yng cukup penting

      Hapus
  22. Btw, mengendalikan penyakit asma rupanya bukan cuma lewat obat-obatan ya Dok, harus dicari juga faktor pencetus asmanya agar asmanya bisa atasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mom. Paling sering pencetusnya: DEBU RUMAH. Sumber debu rumah adalah kapuk, permadani, karpet, boneka yang berbulu-bulu, tumpukan buku/majalah/ koran, debu AC (harus rajin bersihin filter AC, maksimal 3 bulan)

      Hapus
  23. Wah ternyata nggak bisa disembuhkan hanya dicegah stimulus kumatnya ya. Mana pencetusnya banyak pula :'( ya ampun Dok nggak kebayang liat anak kecil pas kumat asma. Semoga mereka kuat trs, Ibubyg mendampingi jg kuat aamiin. Makasih banyak dok insightnya ttg asma ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Makasih mbak. Salam sehat buat mbak sekeluarga ya

      Hapus
  24. Bungsu saya pernah terserang asma di usia 2 tahun. Bersyukur sampai sekarang menjelang 10 tahun, belum pernah ada serangan ulang.
    Malah Bunda nih yang masih kadang sesak tiba-tiba.

    BalasHapus
  25. Spertinya menanamkan sikap mental positif juga berpengaruh dalam pengendalian asma ya Dok

    BalasHapus
  26. Informasinya lengkap sekali pak dokter.. Salah satu pemicu asma bisa karna keturunan juga ya.. Baru tau juga nih..
    Kalau pneumonia gimana ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Faktor keturunan merupakan faktor penting dalam asma (bukan pemicu lagi bun)
      Kalau pneumonia hampir semuanya karena infeksi, baik virus ataupun bakteri

      Hapus
  27. Masya Allah... Terimakasih banyak ilmunya ya dokter... Semoga Allah selalu membalas kebaikan atas informasi yg disampaikan untuk para pembacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Makasih bunda... Ditunggu next article ya

      Hapus
  28. Assalamualaikum warrahmatuallahi wabarakatuh, Terima kasih banyak dokter atas ilmu yang sudah di tuangkan melalui artikel yang sangat menarik ini kali ini, mohon izin bertanya dokter, saya pernah membaca bahwa diagnosis asma tegak bila dilakukan pemeriksaan penunjang uji fungsi paru dengan spirometri/ peak flow meter, apakah sebenarnya diagnosis asma dapat ditegakkan tanpa melakukan pemeriksaan penunjang tersebut atau secara gejala klinis sudah mampu menegakkan diagnosis asma nggih dokter? Terima kasih banyak sebelumnya dokter, Wassalamualaikum warrahmatuallahi wabarakatuh

    BalasHapus
  29. Salsabilla Rihadatul Aisy - L347 Desember 2021 12.08

    Subhanallah kontennya menarik sekali dokter, pemilihan kalimatnya mudah dipahami dan dimengerti bagi ibu-ibu di rumah. Mohon izin bertanya dokter, untuk penggunaan kortikosteroid inhalasi dapat diberikan berapa lama nggih dokter pada kasus asma Terimakasih dokter, Wassalamualaikum wr.wb.

    BalasHapus
  30. Sungguh artikel yang bermanfaat sekali dokter..
    Izin bertanya dokter, apabila sebelumnya penderita asma mendapat terapi salbutamol, kemudian setelah beberapa lama pemakaian salbutamol tidak lagi berefek, sebaiknya tatalaksana yg diberikan bagaimana nggih dokter?
    Terimakasihh dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dicoba salbutamol dengan dosis sedikit ditingkatkan atau beralih ke obat reliever jenis lain

      Hapus
  31. Sungguh Tulisan yang sangat mengedukasi dan bahasa yang digunakan mudah dipahami terutama untuk orang awam, dan penjelasannya mudah diterima juga sehingga tujuan dari dari edukasi tersampaikan, izin bertanya dokter terkait pengobatan controller apakah ada kriteria setelah bebas berapa kali serangan baru boleh stop pengobatan atau ada kriteria lain yang menentukan seseorang sudah tidak lagi perlu controller? karena mungkin ada yang berfikiran bahwa tidak adanya gejala saat ini karena obat controller
    Terima kasih sebelumnya dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak semua penderita ama diberikan obat controller ya. Hanya pada penderita yang persisten berat saja. Sampai kapan? Semua tergantung kondisi pasien

      Hapus
  32. Informasinya sangat runtut dan jelas sekali dokter, sehingga pembaca benar-benar bisa memahaminya. Namun terkadang orang tua yang memiliki anak yang menderita asma khawatir, apakah ada waktu tertentu yang harus dihindari anak untuk bermain di luar selain kita berusaha untuk menghindari faktor pencetus asma? Terima kasih banyak dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak justru tidak boleh dilarang bermain diluar. Biarkan anak menikmati masa kanak-kanaknya, masa dimana bermain merupakan kegiatan utama. Asal jangan terlalu capek.

      Hapus
  33. Alhamdulillah dapat tambahan ilmu lagi setelah membaca artikel dokter terkait penyakit asma. Mohon izin bertanya dokter, untuk pengobatan asma ini berarti memang hanya dilakukan saat terjadi serangan dan saat muncul gejala saja? apa harus konsumsi obat terus menerus dalam jangka panjang agar tidak timbul gejala dan kekambuhan asma? Terimakasih dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengobatan asma itu tergantung seberapa berat "serangan asma" dan seberapa "sering" kekambuhan asma. Pada asma yang persisten berat, dibutuhkan maintenance obat "pengendali asma" agar asma tidak (sering) kambuh. Obat biasanya dikonsumsi tiap hari

      Hapus
  34. Nabil Ikraam Fauzan20 Januari 2022 04.06

    Terimakasih banyak dokter sudah mau memberikan informasi yang sangat bermanfaat, urut dan mudah dicerna pembaca seputar penyakit asma ini. Dengan adanya informasi ini saya jadi lebih memahami bahwa banyak sekali faktor pencetus dan faktor yang memperburuk serangan asma ini, selain itu juga keterlambatan pertolongan awal dapat menjadi ancaman yang sangat fatal sehingga harus sadar akan tanda - tanda anak mengalami serangan asma.

    BalasHapus
  35. Setiap kali membaca BLOG DOKTER TAURA yang sangat mudah dimengerti penggunaan bahasanya, selalu mendapatkan ilmu baru terutama informasi tentang kesehatan khususnya penanganan penyakit yang dapat dilakukan masyarakat umum sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan. Bisa kita ambil kesimpulan informasi yang penting dari uraian diatas bagi para orang tua ketika anak mengalami asma adalah menghindari faktor pencetus, kenali gejala dan tanda serangan, sedia nebulizer untuk penanganan awal sebelum ke faskes. Terima kasih nggih Dok informasi yang sangat bermanfaat ini 😊

    BalasHapus
  36. Informasinya bermanfaat sekali dokter. Terimakasih tamabahan ilmunya mengenai asma pada anak. Penjelasannya sangat mudah dimengerti dokter. izin bertanya dokter, jika sebelumnya anak sudah diberi inhalasi 2 kali namun tidak berhasil, apabila ada serangan berikutnya apakah obat inhalasinya perlu diubah atau tetap digunakan obat inhalasi yang sebelumnya nggih? Terimakasih dokter. Wassalamualaikum wr.wb

    BalasHapus
  37. Muhammad Jefri Pasenda20 Januari 2022 16.03

    Terimakasih banyak dokter atas informasinya. Saya jadi lebih tahu lagi mengenai Asma terutama pada anak. Saya izin menyimpulkan nggih, Asma pada anak memang tidak bisa disembuhkan secara komprehensif atau total. Akan tetapi bisa di cegah dengan pengendalian faktor pencetus. Dan tidak boleh meremehkan jika sudah tidak kambuh lagi. Harus tetap No. 1 hindari faktor pencetusnya dan selalu siap sedia untuk tatalaksana awal untuk menghindari pemberatan dari gejala asma. Jika dalam keadaan emergency harus segera dibawa ke IGD atau puskesmas terdekat. Sekian dari saya, apabila ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf. Terimakasih.

    BalasHapus

Posting Komentar