blog dokter taura big ad

SAAT SI KECIL MULAI BELAJAR BERJALAN SENDIRI

Sebagai orang tua, salah satu momen yang memorable adalah saat menyaksikan si kecil pertama kali bisa berjalan sendiri. Perasaan bahagia, bangga dan haru, bercampur jadi satu. 

Menjadi orang pertama yang menyaksikan si kecil memamerkan kemampuan perkembangan baru, menjadi peristiwa yang sangat membanggakan. Tak jarang, secara tidak sadar, ibu atau ayah berteriak kegirangan.

Inilah tips belajar berjalan sendiri bagi anak balita

Salah satu tonggak perkembangan bayi yang cukup fundamental adalah kemampuan berjalan sendiri. Namun, kemampuan ini bukanlah didapat begitu saja. Butuh latihan dan eksprimen berkali-kali. Jatuh adalah konsekuensi wajar yang harus dirasakan. Tak perlu panik, karena itu adalah bagian kecil pembelajaran hidup.

Berjalan Sendiri

Kemampuan berjalan-sendiri dari seorang bayi/anak merupakan salah satu tugas perkembangan motorik kasar, yang merupakan perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi dan otot.

Sebagaimana tugas perkembangan yang lain, kemampuan berjalan-sendiri merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat (otak) dengan organ yang dipengaruhinya, yaitu sistem neuromuscular
(otot)

Kemampuan berjalan-sendiri merupakan hasil interaksi antara kematangan otak dengan organ yang dipengaruhinya, yaitu otot

Kematangan sistem saraf pusat ini selain ditentukan oleh potensi genetik, juga sangat dipengaruhi oleh
faktor lingkungan.

Salah satu faktor lingkungan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak adalah STIMULASI

Stimulasi yang diberikan pada anak harus proporsional, baik dalam kualitas maupun kuantitas, dan
sesuai dengan tingkat maturitas saraf anak

Awas, Jangan Over-Stimulasi!

Apa dampaknya jika anak belum siap belajar berjalan, namun orangtua tetap memaksakannya untuk belajar berjalan?

kemampuan berjalan sendiri harus dilatih setiap hari

Perkembangan seorang anak terjadi secara bertahap, teratur dan berkesinambungan. 

Pola perkembangan anak sebenarnya sama pada setiap individu, tetapi kecepatannya berbeda. 

Untuk bisa melakukan tugas perkembangan "berjalan-sendiri", seorang anak harus mampu mengangkat kepala dulu, miring, tengkurap, merangkak, duduk, berdiri-sendiri dan akhirnya mampu berjalan-sendiri

Orang tua hendaknya jeli melihat sampai dimana tingkat perkembangan yang telah dikuasai oleh si kecil, dan stimulasi apa yang kemudian akan dilakukan

Jika anak belum siap belajar jalan dan orangtua terlampau agresif mengajarkan anak cara berjalan, maka dikhawatirkan akan terjadi over-stimulasi yang akan merugikan si anak, karena anak akan menjadi rewel, kemampuan belajar akan menurun dan bahkan bisa terjadi penolakan. 

Selain itu, secara jangka panjang, over-stimulasi juga akan berdampak negatif.

Penting bagi orang tua mengetahui tanda-tanda kesiapan seorang anak untuk mulai belajar berjalan-sendiri, diantaranya:

  1. Rolling Around : bayi sudah mampu berguling-guling di lantai
  2. Crab Walk : gerakan seperti merangkak tapi menggunakan tumpuan kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki (bukan lutut)
  3. Bergerak secara cepat kesana kemari
  4. Menaiki anak tangga menggunakan kedua tangan, diikuti kedua kaki

Sebaliknya, apa pula dampaknya jika anak sudah siap belajar berjalan, tetapi orangtua malah tidak
menstimulasinya?

Butuh Latihan dan Stimulasi

Kemampuan bayi bisa berjalan-sendiri adalah tingkat perkembangan yang kompleks, karena selain
dibutuhkan ketrampilan, kekuatan otot-otot penyangga tubuh (otot di sekitar tulang belakang) dan otot
tungkai hingga telapak kaki, juga dibutuhkan keseimbangan tubuh.

Pada dasarnya suatu tingkat perkembangan adalah hasil dari maturasi dan proses belajar, yang didapat
dari praktek atau pengulangan suatu kegiatam. Disinilah peran yang teramat penting dari suatu kegiatan
bonding bernama STIMULASI

Jika maturasi itu sudah mencapai level tertentu dan siap untuk diasah melalui sebuah proses belajar, sementara proses belajar (yang sangat bergantung dengan lingkungan) terlambat datangnya, maka bisa diramalkan akan bisa terjadi keterlambatan perkembangan.

Kemampuan berjalan-sendiri secara milestones akan dicapai oleh seorang anak pada rentang usia 12-18
bulan

Perlukah Alat Bantu?

Ada beragam alat bantu untuk belajar berjalan, seperti tangan orangtua (untuk menatih anak),
misalnya walking assistant; mainan untuk belajar berjalan; dll. 

Adakah alat bantu berjalan yang paling aman, nyaman, dan efektif?

Proses belajar berjalan-sendiri, hendaknya dilakukan secara natural, tanpa banyak manipulasi.
Tidak ada satu alat bantu pun yang direkomendasikan untuk bisa membantu anak agar cepat bisa
berjalan-sendiri

Cara alami yang bisa menstimulasi bayi dalam mencapai tingkat perkembangan "berjalan-sendiri" adalah dengan jalan "rambatan". 

Biarkan anak berdiri dengan berpegangan pada tembok, atau perabot rumah tangga (lemari, meja, kursi dll) 

Rangsang anak agar merambat, dengan memberikan rangsang suara maupun mainan favoritnya.

Selain "rambatan", bisa juga memberikan stimulasi dengan "mendorong" kursi plastik atau mainan yang bisa didorong misalkan troli, sepeda kecil dll. 

Tentu saja cara ini membutuhkan pengawasan ekstra.

Selanjutnya bisa dicoba membuat permainan seperti meminta bayi berjalan ke pelukan Anda untuk
mendapatkan dekapan atau mainan yang disukainya. 

Beri pujian bila bayi mau berjalan beberapa langkah.

Mulai Umur Berapa Bayi Dibantu Berjalan Sendiri?

Tidak ada alat bantu yang direkomendasi untuk belajar jalan.

Tidak ada patokan khusus kapan seorang bayi bisa dimulai belajar jalan. 

Prinsipnya: walaupun pola perkembangan anak mengikuti pattern yang sama, tapi kecepatan pencapaian kemampuan tertentu, sangat bervariasi.

Sekali lagi, peran orang tua sebagai aktris dan aktor utama dalam hal stimulasi ini dituntut cermat dalam mengamati, menilai dan menyimpulkan sampai dalam tahap mana si kecil dalam menapaki jenjang "perkembangan". 

Cermati sekali lagi tanda-tanda kesiapan seorang anak dalam berlatih berjalan-sendiri

Amankah Penggunaan Baby Walker?

Ada berbagai alat bantu jalan yang banyak ditawarkan baik secara online maupun tersedia langsung di
babyshop atau supermarket, mulai dari moon-walker, walker shoes, elliptical seats dan yang paling
fenomenal: baby walker (di beberapa daerah di jawa timur, lazim disebut "Apollo")

Untuk belajar berjalan sendiri tak perlu alat bantu termasuk baby walker yang sangan bahaya bagi kesehatan si kecil

Tidak ada satu pun alat bantu jalan yang disebutkan diatas terbukti secara ilmiah bisa membantu

mempercepat bayi Anda dalam menguasai kemampuan berjalan-sendiri

Baby walker tidak direkomendasi sebagai alat bantu belajar berdiri maupun berjalan

Baby walker sendiri tidak direkomendasi sebagai alat bantu jalan dengan alasan sebagai berikut:

  1. Banyak kasus kecelakaan (bahkan beberapa kasus berujung pada kematian) terjadi karena baby walker.
  2. Baby walker justru mengurangi keinginan anak untuk bisa berjalan-sendiri karena bayi sudah merasakan adanya cara yang lebih mudah untuk moving yaitu dengan media baby walker
  3. Aktivitas motorik yang terjadi pada saat anak menggunakan baby walker hanya melibatkan beberapa serabut otot terutama otot betis. Padahal untuk bisa berjalan dengan lancar dan benar dibutuhkan keseimbangan kekuatan otot penyanggah tubuh terutama otot pinggul dan otot-otot tungkai atas
  4. Pada saat menggunakan baby walker, bayi tidak dapat melihat kakinya, sehingga bayi tidak bisa mempelajari teknik keseimbangan tubuh. Bayi-bayi itu sering berdiri dengan ujung jari kaki, yang mungkin mengakibatkan otat yang tegang dan mengajar bayi untuk berjalan pada ujung jari kaki alias jinjit

Manfaat Belajar Berdiri dan Berjalan tanpa Baby Walker

Jadi, sejak saat ini say NO to Baby Walker. Belajar berdiri dan berjalan sendiri secara alami ternyata berdampak positif lo. 

Yuk simak 7 manfaat belajar berdiri dan berjalan tanpa baby walker:

  1. Bayi belajar duduk dan belajar bergerak antara duduk dan merangkak.
  2. Bayi dapat menjelajah lingkungannya dengan aman.
  3. Bayi belajar bergerak dari duduk ke melutut pada kotak mainan atau kursi.
  4. Dari melutut, bayi belajar menarik diri untuk berdiri.
  5. Berdiri di kursi atau meja kopi menguatkan otot yang diperlukan untuk berjalan.
  6. Bayi mempelajari keseimbangan dengan jatuh dan berdiri kembali dan melangkah keliling perabot.
  7. Bayi dapat melihat kakinya. Penglihatan adalah penting dalam belajar bergerak.

Tips Merangsang Anak Belajar Berjalan Sendiri

Berikut tujuh tips merangsang anak agar bisa segera mencapai kemampuan motorik kasar "berjalan sendiri" yang disarikan dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia:

  1. Sejak bulan-bulan awal, pada saat bermain seringlah mengajak bayi untuk tengkurap. Tidak perlu terlalu lama, cukup beberapa menit saja sebagai permulaan, kemudian ditingkatkan bertahap.
  2. Untuk menumbuhkan minat bayi belajar meraih dan bergerak, letakkan mainan atau benda yang menarik di depan bayi tepat sejauh jangkauannya
  3. Ketika ia sudah dapat menopang tubuhnya dengan kaki dan tangan, sesekali coba letakkan telapak tangan Anda di belakang telapak kakinya. Hal ini akan membantu bayi tetap stabil dan memberi dasar pijakan untuk mulai bergerak.
  4. Sebaiknya hindari penggunaan baby walker.
  5. Perhatikan waktu penggunaan alat bantu lain seperti kursi, bouncer, ayunan, dan gendongan. Bayi perlu mendapat cukup banyak waktu untuk bermain, bergerak, dan menjelajah secara mandiri.
  6. Belajar merangkak tidak perlu dipaksakan. Tidak ada patokan waktu dan cara yang baku untuk mengajari anak merangkak. Ingatlah bahwa beberapa anak tidak merangkak dan dapat langsung berdiri dan berjalan.
  7. Utamakan keamanan dan keselamatan anak. Periksa lingkungan sekeliling tempat bermain, dan amankan benda-benda yang memiliki potensi bahaya.



DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

35 komentar

  1. Alhamdulillah, saya mendapatkan ilmu lagi dari dokter yang membahas tentang tumbuh kembang anak. Setelah saya baca artikel dokter, saya dapat menyimpulkan beberapa poin penting, yaitu:
    1. stimulasi adalah salah satu faktor lingkungan yang sangat berperan penting terhadap kematangan sistem saraf pusat anak bayi.
    2. pola perkembangan setiap anak sebenarnya sama, tidak ada perbedaan dan hanya kecepatannya saja yang membedakan.
    3. ada beberapa dampak negatif apabila orangtua melakukan stimulasi yang berlebihan terhadap anak, yaitu anak akan mudah menangis, kemampuan belajar anak menjadi menurun, dan bahkan anak bisa menolak.
    4. ada beberapa stimulasi alami yaitu seperti berpegangan pada tembok, lemari, kursi dan melepaskan bayi agar berdiri sendiri dan meminta bayi untuk berjalan ke arah kita, hal tersebut dapat membantu mempercepat perkembangan anak dibanding dengan menggunakan alat bantu seperti Baby Walker.
    5. orangtua harus sering memberikan rangsangan kepada anak, agar dapat mencapai kemampuan motorik kasar secara baik dan optimal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 100% right. Terima kasih banya ya resumenya. Semoga bermanfaat...

      Hapus
  2. Terimakasih banyak dokter atas tambahan ilmunya. Dari tulisan dokter diatas berarti bisa disimpulkan bahwa kemampuan berjalan sendiri itu merupakan hasil kematangan sistem saraf pusat dan sistem neuromuscular yang dapat dioptimalkan salah satunya dengan stimulasi.
    Stimulasi harus dilakukan pada saat yang tepat, tidak boleh terlalu dini (over-stimulasi) ataupun terlambat, sehingga perlu diperhatikan tanda kesiapan anak.
    Dalam menstimulasi, tidak ada alat bantu yang direkomendasikan, termasuk baby walker. Cara alami yang bisa dilakukan yaitu dengan cara rambatan atau memberikan stimulasi dengan mendorong kursi plastik atau mainan lain misalkan troli, sepeda kecil dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, betul banget... Makasih ya sudah bantu menyederhanakan artikel ini...

      Hapus
  3. Alhamdulilllah...Terima kasih nggih Dokter selalu mengupdate informasi, ilmu, dan pengetahuan yang tentunya sangat bermanfaat untuk mengawali hari yang cerah ini. Setelah semua saya pahami, dapat diambil kesimpulan secara garis besar, yaitu :

    1. Kemampuan berjalan-sendiri dari seorang bayi/anak merupakan salah satu tugas perkembangan motorik kasar, yang merupakan perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat (otak), saraf tepi dan otot.

    2. Salah satu faktor lingkungan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak adalah STIMULASI

    3. Perkembangan seorang anak terjadi secara bertahap, teratur dan berkesinambungan jadi stimulasi yang diberikan harus tepat jangan over stimulasi

    4. Kemampuan berjalan-sendiri secara milestones akan dicapai oleh seorang anak pada rentang usia 12-18
    bulan

    5. Proses belajar berjalan-sendiri, hendaknya dilakukan secara natural (rambatan dan mendorong) tanpa banyak manipulasi, beri pujian bila bayi mau berjalan beberapa langkah

    6. Baby walker sendiri tidak direkomendasi sebagai alat bantu jalan dengan alasan banyak kasus kecelakaan, mengurangi keinginan berjalan sendiri, aktivitas motorik hanya beberapa, bayi tidak dapat melihat kakinya sendiri.

    7. Tips merangsang belajar berjalan sendiri adalah dengan memahami sampai tahap mana kemampuan bayi/anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap nih... Makasih ya. Semoga ilmunya bermanfaat...

      Hapus
  4. Nabil Ikraam Fauzan16 Januari 2022 09.12

    Alhamdulillah terimakasih banyak dokter karena sudah mau berbagi ilmu yang sangat berharga. Dari apa yang sudah saya baca mengenai informasi yang ada di blog ini saya menyimpulkan bahwa :
    1. Setiap tumbuh kembang anak memang harus mengikuti perkembangan sebagaimana mestinya akan tetapi setiap individu mengalami tumbuh kembang yang bermacam-macam
    2. Penggunaan alat bantu seperti baby walker ternyata malah memberikan banyak dampak negatif ketimbang dampak positifnya dikarenakan mampu menghambat stimulasi perkembangan untuk sang anak
    3. Dari materi ini juga saya dapat menyimpulkan bahwa pentingnya pembentukan “bonding” dan “parenting” yang baik antara orang tua dan anak agar tercapainya tumbuh kembang yang optimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget... Semangat ya... Tumbuh kembang anak memang sangat tergantung stimulasi dari ortu

      Hapus
  5. Muhammad Jefri Pasenda16 Januari 2022 10.08

    Alhamdulillah, terimakasih banyak dokter atas ilmunya. Saya izin menyimpulkan beberapa point dari artikel ini nggih.
    1. Pola asuh orang tua sangat menentukan bagaimana anak itu berkembang dan tumbuh
    2. Perkembangan anak terutama dalam segi motorik dan sistem sarafnya sebenarnya secara keseluruhan patternnya sama dengan anak anak yang lain tergantung dari genetik anak tersebut.
    3. Stimulasi sangat penting untuk membuat anak semakin aktif perkembangannya. Akan tetapi jika dilakukan secara over akan mengakibatkan anak malas untuk belajar.
    4. Kapan orang tua mulai membantu anak belajar untuk duduk , tengkurap, dan berdiri? Itu semua tergantung dari perkembangan anak. Jika anak tersebut mulai ingin belajar berjalan, maka orang tua harus membantu untuk memposisikan anak berjalan dengan benar
    5. Ternyata penggunaan alat bantu perkembangan bayi sangat tidak direkomendasikan karena justru menghambat otaknya untuk lebih cepat berkembang. Karena menggunakan "lifehack" itu anak jadi malas untuk belajar dan akan ketergantungan dengan alat bantu.
    6. Daripada menggunakan alat bantu yang di beli di toko bayi, orang tua hendaknya membantu langsung anak dalam perkembangannya. Selain anak jadi semakin cepat untuk belajar, bonding antara orang tua dan anak akan semakin erat.

    Itulah beberapa kesimpulan yang dapat saya jabarkan. Jika ada kurang lebihnya saya mohon maaf. Sekali lagi terimakasih atas ilmunya nggih dokter. Saya akan langsung share ke WA keluarga agar ilmunya tidak hanya sampai di saya saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini dia... Betul banget! Nutrisi dan stimulasi adalah 2 hal yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak

      Hapus
  6. Hai dok,aku ingat dulu dengan anakku Rachel dia baru bisa berjalan di usia 18 bulan tapi dia pintarnya ngomong dulu. Aduh dok,aku sampai semaput karena anak seumur dia pada sudah lancar berjalan. Dulu jalannya kaya robot, kaku dan sering oleng. Dulu sempat pakai baby walker tapi aku pegangin takut lengah. Puji Tuhan di usia 2 tahun ke atas Rachel sudah normal jalannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kak Denise. Seru ya kalau nostalgia ngomongin tumbuh kembang anak.
      Anak saya 3, ketiganya bisa jalan sebelum 12 bulan. Alhamdulillah lancar

      Hapus
  7. Terimakasih banyak dokter atas tambahan ilmunya. Izin share dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Adi, apa kabar? Silakan di share... Makasih banyak ya

      Hapus
  8. baru tahu kalau baby walker itu nggak aman. saya lihat, banyak orang tua yang jadinya memang mau melepas begitu saja sih si bocah pakai baby walker. ada sementara orang tua juga yang ikut-ikutan aja ngelatih anaknya pakai baby walker. padahal stimulasi sentuhan orang tua itu penting banget kan ya, dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAby walker sering menyebabkan kecelakan. MAkanya IDAI tidak merekomendasikan penggunaan baby walker sebagai alat bantu belajar jalan

      Hapus
  9. Dulu saat kedua anak saya belajar berjalan, saya juga tidak menggunakan alat bantu seperti Apollo itu...Duh ngeri, pernah ada anak tetangga yang langsung meluncur dan jatuh terjerembab ke lantai teras yang beda ketinggiannya. Setuju say NO to baby walker. Biarkan anak belajar berdiri dan berjalan secara alami...
    Terima kasih sudah berbagi ilmu ini, Dokter. Bermanfaat sekali:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali bu. Baby walker memang tidak direkomendasikan ya...

      Hapus
  10. saya baru tahu tentang larangan baby walker setelah anak ketiga, hiks

    itupun setelah nanya ke dokter anak, dokter keluarga kami, dia yang merawat mulai dari anak kesatu sampai anak ke-4

    nyesel banget, untung anak saya yang pakai baby walker (sulung dan nomor 2) tidak mengalami masalah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anaknya sudah umur berapa sekarang, Ambu? Monggo diikutkan olah raga renang biar bentuk tulang dan badannya bagus

      Hapus
  11. Iya betul, pada umumnya memang fasepfase setiap anak itu sama. Hanya waktu nya saja yang berbeda-beda. Orangtua nggak perlu khawatir kok selagi anak tidak menunjukka keanehan yang berarti. It's normal

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang tua wajib tahu kapan perkembangan anaknya mulai terlambat di banding anak-anak seusianya. Saat itulah segera dibawa ke dokter anak

      Hapus
  12. Apa ada hubungan bisa berjalannya anak dengan kemampuan bicara pak dokter? Karena dimasyarakat pemahaman kalau anak cepat berjalan akan lambat bicaranya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada hubungannya bu. Di otak sudah ada pusat bahasa dan pusat motorik sendiri-sendiri. Yang ngaruh itu dari faktor keturunan...

      Hapus
  13. kalau dulu anak saya lebih cepat berjalan di usia 8 bulan, bicara setelah usia 1 tahun. mungkin ada hubungannya ya dokter antara berjalan dan berbicara? apakah mitos antara cepat berjalan makan akan lambat bicaranya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemampuan berjalan (motorik) tidak ada hubungan secara langsung dengan perkembangan bahasa.

      Hapus
  14. jadi teringat masa-masa anak belajar berjalan dok. emaknye nggak sabar ingin segera anak cepat berjalan. Saat anak bisa jalan dan banyak polah sering sambat, hhhhhha...... disitu mulai menggali informasi. Bagian dari nikmat yang harus disyukuri ya... insha allah tahap perkemmbangan anak sesuai usianya terlampaui dg baik. alhamdulillah. TFS dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... Inilah salah satu seni (baca: nikmat) menjadi orang tua. Kelak semua akan tinggal cerita... Dinikmati saja prosesnya

      Hapus
  15. anak saya dulu belajar jalan pakai baby walker dok, sengaja pakai baby walker biar bisa sambil diajak mengerjakan pekerjaan rumah jadi anaknya ngikutin dari belakang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, sehat-sehat ya anaknya hingga kini... Nanti kalo punya cucu, gak boleh pake baby walker ya...

      Hapus
  16. Paling gemes kalo anak udah bisa jalan, tapi yg nemenin juga ikut capek karena aktif bgt anaknya. Tp saya sih suka aja nemenin anak yg bnyk jalan2 soalnya sekalian diet hehe. Terimakasih sharingnya dok, informatif dan edukatif nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bunda.... tetap semangat mengawali tumbuh kembang si kecil ya...

      Hapus
  17. Hiiy serem ya kasus baby walker
    iya saya ngga pernah mau anak anak menggunakan baby walker, katanya lebih banyak mudharat daripada manfaatnya

    alhamdulillah sih anak anak lancar jalan tanpa terpaksa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... Iya setuju, baby walker lebih banyak mudlorot nya...

      Hapus
  18. Banyak orang bilang alat bantu baby walker engga bagus tapi banyak juga yang gunakan terutama untuk ibu yang mengasuh beberapa anak kecil seorang diri dilema sih ya ini

    BalasHapus

Posting Komentar