blog dokter taura big ad

CEGAH SPEECH DELAY: LAKUKAN STIMULASI BICARA DENGAN TEPAT SESUAI UMUR

Orang tua mana yang tidak bangga menyaksikan anak kesayangannya tampil di sebuah panggung? Walaupun itu hanya panggung sekolah, namun bagi orang tua yang selalu menjadi saksi tumbuh kembang si anak sejak lahir, tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. 

Dengan stimulasi bicara yang benar dan sesuai umur, bisa mencegah speech delay

Bagaimana pun, menjadi salah satu penampil di panggung sekolah adalah salah satu tonggak prestasi anak. Tak melulu soal akademis, tampil penuh percaya diri di hadapan banyak orang dan menampilkan bakat terpendamnya, adalah prestasi tersendiri yang kelak bisa dikembangkan menjadi lebih profesional.

Pebruari 2020, pondok pesantren tempat anak sulung saya menimba ilmu: SMA Al Izzah Boarding School di Batu Malang, menyelenggarakan perhelatan akbar: SUPERCAMP 2020. Supercamp merupakan kegiatan tahunan yang wajib diikuti oleh semua santri. 

Kegiatan yang dilaksanakan 3 hari 2 malam itu bertujuan melatih jiwa kepemimpinan santri dengan cara menumbuhkan keikhlasan, kemandirian dan kerjasama tim. Di malam terakhir, diselenggarakan malam api unggun dan pentas seni. 

Di malam pentas seni yang meriah lengkap dengan panggung yang megah, mereka bergantian menampilkan bakat terbaiknya. Mulai nasyid, seni bela diri, teater, baca puisi hingga stand up comedy. Dengan banyaknya bakat yang ditampilkan, tentu membutuhkan pemandu acara yang handal, bukan?

Untuk menjadi pemandu acara yang baik, tidak cukup hanya bermodalkan rasa percaya diri. Namun juga harus piawai dalam memilih kata, dan tentu saja harus memiliki artikulasi yang baik.

Sebenarnya yang membuat saya bangga menyaksikan anak sulung saya berani tampil menjadi pembawa acara adalah karena dia pada saat bayi/balita, tergolong speech delay.

Kebanggaan saya seolah menjadi penawar bagi kekhawatiran saya 15 tahun yang lalu, ketika anak sulung saya berumur 3 tahun, namun belum bisa berbicara dengan lancar. Hingga dia masuk play group pun, bicaranya belum selancar teman-teman sebayanya. 

Kegiatan Supercamp yang sangat positif dalam menyalurkan energi dan bakat anak muda

Ingatan saya pun kembali ke masa-masa 17 tahun lalu manakala istri saya berjuang dengan sekuat tenaga untuk bisa melahirkan si sulung secara normal. Hampir 12 jam menahan sakitnya kontraksi rahim, dan melawan rasa lelah. 

Setahun pertama, tumbuh kembang si sulung tak menjadi masalah. Semua lancar sesuai milestone. Menginjak tahun kedua, saya baru sadar bahwa anak saya belum mampu mengucapkan kalimat yang terdiri dari 2 kata ataupun membuat frase yang bermakna.

Penyebab Speech Delay

Keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara (Speech Delay) tidak selalu merupakan keterlambatan biasa yang bisa dikejar dengan stimulasi yang intensif ataupun intervensi khusus atau biasa dinamakan terapi wicara yang dilakukan di bawah supervisi terapis wicara, namun bisa merupakan bagian dari suatu gangguan perkembangan yang lebih kompleks.

Dilansir dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), disebutkan bahwa Speech Delay dapat disebabkan oleh gangguan pendengaran, gangguan pada otak (misalnya retardasi mental, gangguan bahasa spesifik reseptif dan/atau ekspresif), autisme, atau gangguan pada organ mulut yang menyebabkan anak sulit melafalkan kata-kata (dikenal sebagai gangguan artikulasi). 

Untuk menegakkan diagnosis penyebab keterlambatan bicara, perlu pemeriksaan yang teliti oleh dokter, yang terkadang membutuhkan pendekatan multidisiplin oleh dokter anak, dokter THT, dan psikolog atau psikiater anak.

Kenali Tanda Bahaya dari Speech Delay

Kemampuan bahasa dan bicara merupakan salah satu dari empat aspek perkembangan selain motorik kasar, motorik halus dan personal sosial.

Berbeda dari pertumbuhan yang bersifat obyektif, perkembangan lebih bersifat subyektif. Namun ada red flag tertentu yang menjadi tanda bahwa si kecil mengalami keterlambatan perkembangan. Untuk keterlambatan perkembangan aspek bahasa dan bicara, salah satunya adalah speech delay atau keterlambatan bicara.

Kapan orang tua harus waspada anak kesayangannya mengalami speech delay?

Tanda bahaya gangguan perkembangan bahasa dan bicara pada anak adalah:

  1. Tidak beruara sama sekali, padahal anak sudah berusia 6 bulan
  2. Tidak mengoceh babbling, padahal anak sudah berusia 12 bulan
  3. Tidak ada satu kata yang bukan mengoceh atau meniru ucapan orang lain pada usia 16 bulan
  4. Tidak mampu menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap benda, padahal sudah berusia 20 bulan
  5. Kurang mampu berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan,
  6. Tidak mampu membuat frase yang bermakna, padahal sudah berusia 24 bulan,
  7. Orangtua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan,
  8. Sering mengulang ucapan orang pada usia 30 bulan,
  9. Respon yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi,
  10. Hilangnya kemampuan bicara yang sebelumnya telah tercapai

Stimulasi Adalah Kunci

Sebagaimana aspek perkembangan yang lain, perkembangan aspek bahasa dan bicara sangat dipengaruhi oleh suatu aktivitas yang namanya STIMULASI.

Pengertian Stimulasi

Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. 

Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.

Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah adalah kemampuan gerak (motorik) kasar, kemampuan gerak (motorik) halus, kemampuan bicara dan bahasa serta kemampuan sosialisasi dan kemandirian

Prinsip Dasar Stimulasi

Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang
  2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya terutama Ayah dan Bundanya.
  3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak
  4. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan dan tanpa paksaan dan tidak ada hukuman
  5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anakterhadap ke-4 aspek kemampuan dasar anak
  6. Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada disekitar anak
  7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan
  8. Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya
  9. Gadget bukan alat stimulasi yang baik, karena gadget hanya memberikan stimulasi visual, pendengaran dan logika, TANPA melibatkan beberapa eleman penting dalam proses STIMULASI, yaitu interaksi dengan orang lain, kemampuan bicara atau kemampuan bahasa, motorik dan emosi

Kegiatan stimulasi sesungguhnya bukanlah kegiatan yang rumit yang membutuhkan pembelajaran khusus. Kegiatan stimulasi bisa saja dilakukan dengan sederhana namun edukatif. Beberapa contoh aktivitas stimulasi untuk si kecil adalah: bernyanyi sambil menari, pengenalan warna dan bentuk, membaca buku cerita bersama, belajar memasak bersama dan lain sebagainya. 

Gadget bukan alat stimulasi yang baik, karena gadget hanya memberikan stimulasi visual, pendengaran dan logika, TANPA melibatkan beberapa eleman penting dalam proses STIMULASI, yaitu interaksi dengan orang lain, kemampuan bicara atau kemampuan bahasa, motorik dan emosi

Sederhana dan mudah dilakukan sendiri di rumah, bukan?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa perkembangan kemampuan dasar anak mempunyai pola yang tetap dan berlangsung secara berturutan. Dengan demikian stimulasi yang diberikan kepada anak dalam rangka merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak dapat diberikan oleh orang tua/ keluarga sesuai dengan pembagian kelompok umur.

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 0-1 tahun

Pada saat baru kahir, bayi hanya bisa menangis untuk berkomunikasi dengan sekitarnya. Unur 2-3 bulan baru bisa mengeluarkan kata "ah" atau "uh" saja, atau biasa disebut kemampuan cooing. 

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 0-3 bulan

Pada tahap ini, stimulasi yang bisa dilaukan oleh orang tua adalah:

  1. Mengajak bayi tersenyum
  2. Berbicara: Setiap hari bicara dengan bayi dengan bahasa ibu sesering mungkin menggunakan setiap kesempatan seperti waktu memandaikan bayi, mengenakan pakaiannya, menyusui, di tempat tidur, ketika andasedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan sebagainya
  3. Mengenali berbagai suara
    • Ajak bayi mendengarkan berbagai suara seperti suara orang, binatang, radio dan sebagainya. Bayi tidak mendengar dan melihat TV sampai umur 2 tahun.
    • Tirukan ocehan bayi sesering mungkin agar terjadi komunikasi dan interaksi

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 3-6 bulan

Pada usisa 3-6 bulan bayi akan menunjukkan tingkat perkembangan bicara dan bahasa berupa: mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik.

penting bagi orang tua memahami panduan tumbuh kembang untuk bayi usia 0-6 bulan.

Pada tahap ini, stimulasi yang tepat dalam merangsang perkembangan bahasa dan bicara adalah:

  1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan: Bicara, menirukan suara-suara dan mengenali berbagai suara
  2. Mencari sumber suara: latih bayi agar menengok ke arah sumber suara, atau arahkan mukanya ke arah sumber suara.
  3. Menirukan kata-kata: ketika berbicara dengan bayi, ulangi beberapa kata berkali-kali dan usahakan agar bayi menirukannya. Kata yang paling mudah ditirukan oleh bayi adalah kata yang menggunakan huruf vocal dan gerakan bibir, seperti "papa", "mama", "baba".

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 6-9 bulan

Perkembangan bahasa dan bicara anak usia 6-9 bulan adalah bersuara tanpa arti, seperti "mamama", "bababa", atau "tatata".

Pada tahap ini, stimulasi yang tepat dalam merangsang perkembangan bahasa dan bicara adalah:

  1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan: berbicara, mengenali berbagai suara, mencari sumber suara, menirukan kata-kata.
  2. Menyebutkan nama gambar-gambar di buku/majalah: pilih gambar-gambar menarik yang berwarna warni (misal : gambar binatang, kendaraan, meja, gelas dan sebagainya) dari buku/majalah bergambar yang sudah tidak terpakai. Sebut nama gambar yang ditunjukkan kepada bayi. Lakukan stimulasi ini setiap hari dalam beberapa menit saja. Sebutkan dengan cara yang benar sesuai ejaan dan tidak cadel.
  3. Menunjuk dan menyebutkan nama gambar-gambar: tempelkan berbagai macam guntingan gambar yang menarik dan berwarna warni (misal : gambar binatang, mainan, alat rumah tangga, bunga, buah, kendaraan dan sebagainya, pada sebuah buku tulis/gambar. Ajak bayi melihat gambar-gambar tersebut, bantu ia menunjuk gambar yang namanya disebutkan. Usahakan bayi mau mengulangi kata-kata anda. Lakukan stimulasi setiap hari dalam beberapa menit saja.

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 9-12 bulan

Perkembangan bahasa dan bicara anak pada usia 9-12 bulan adalah mengulang/menirukan bunyi yang didengar, menyebut 2 - 3 suku kata yang sama tanpa arti dan bereaksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan. 

Saat anak merayakan ulang tahunnya yang pertama, nilai apakah tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan bahasa dan bicara,  sudah sesuai umur?

Pada tahap ini, stimulasi yang tepat dalam merangsang perkembangan bahasa dan bicara adalah:

  1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan: berbicara, menjawab pertanyaan, menyebutkan nama, gambar-gambar di buku/majalah.
  2. Menirukan kata-kata: setiap hari bicara kepada bayi. Sebutkan kata-kata yang telah diketahui artinya, seperti: minum susu, mandi, tidur, kue, makan, kucing dll. Buat agar bayi mau menirukan kata-kata tersebut. Bila bayi mau mengatakan, berilah pujian. Kemudian sebutkan kata itu lagi dan buat agar ia mau mengulanginya.
  3. Berbicara dengan boneka: beli sebuah boneka atau buat boneka mainan dari sarung tangan atau kaos kaki yang digambari dengan pena menyerupai bentuk wajah. Berpura-pura bahwa boneka itu yang berbicara kepada bayi dan buat agar bayi mau berbicara kembali dengan boneka itu.
  4. Bersenandung dan bernyanyi: Nyanyikan lagu dan bacakan syair anak kepada bayi sesering mungkin.

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 1-2 tahun

Pada usia 12-18 bulan, anak biasanya sudah dapat mengucapkan 3-6 kata dan dapat mengangguk atau menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan. Anak juga mulai bisa menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain, dan mengikuti perintah.

Pada usia 18-24 bulan, anak mengalami ledakan bahasa. Hampir setiap hari ia memiliki kosakata baru. Anak mulai bisa membuat kalimat yang terdiri atas dua kata. Pada fase ini anak akan senang mendengarkan cerita.

Pada usia dua tahun, sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain.
Orang tua harus waspada jika anak tidak bisa mengucapkan sebuah kalimat yang terdiri dari 2 kata yang dapat dimengerti.

Waspada bila: bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 12-18 bulan

Pada tahap ini, stimulasi yang tepat dalam merangsang perkembangan bahasa dan bicara adalah:

  1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan: berbicara, menjawab pertanyaan, menunjuk dan menyebutkan gambar-gambar
  2. Membuat suara: Buat suara dari kaleng kue, kerincingan atau kayu pegangan sapu. ajak anak membuat suara dari barang yang dipilihnya misal memukul-mukul sendok ke kaleng, menggoyang-goyang kerincingan atau memukul-mukul potongan kayu, untuk menciptakan "musik". Selain itu, latih anak untuk menunjuk dan menyebutkan gambar-gambar

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 18-24 bulan

Pada tahap ini, stimulasi yang tepat dalam merangsang perkembangan bahasa dan bicara adalah:

  1. Stimulasi yang perlu dilanjutkan:bernyanyi, bercerita dan membaca sajak-sajak untuk anak. Ajak agar ia mau ikut serta, bicara banyak-banyak kepada anak, gunakan kalimat-kalimat pendek, jelas dan mudah ditiru anak. Bacakan buku cerita setiap hari dan dorong agar anak mau menceritakan hal-hal yang dilakukan dan dilihatnya.
  2. Melihat acara televisi: dampingi anak dan bicarakan apa yang dilihatnya. Pilih acara yang bermutu dan sesuai dengan perkembangan anak. Batasi agar anak melihat televisi tidak lebih dari 1 jam sehari.
  3. Mengerjakan perintah sederhana, misalnya: "Tolong bawakan kaus kaki merah". atau: "Letakkan cangkirmu di meja". Tunjukkan kepada anak cara mengerjakan perintah tadi dengan menggunakan kata-kata yang sederhana.
  4. Bercerita tentang apa yang dilihatnya. Perlihatkan sesering mungkin buku dan majalah bergambar kepada anak. Usahakan agar anak mau menceritakan apa yang dilihatnya. 
Waspada bila: Tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 2-3 tahun

Setelah usia 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak telah dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah biasa menggunakan kalimat 2-3 kata. Mendekati usia 3 tahun, bahkan 3 kata atau lebih - dan mulai menggunakan kalimat tanya. Ia dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak.

Pada tahap ini, stimulasi yang tepat dalam merangsang perkembangan bahasa dan bicara adalah: 

  1. Bicara dengan baik, gunakan ejaan bahasa yang baik dan benar dan tidak cadel, menggunakan 2 kata.
  2. Bacakan buku cerita anak. Buat agar anak melihat anda membaca buku. Hal ini mengandung pesan pentingnya manfaat membaca buku cerita dengan tulisan dan gambar yang besar-besar , supaya menarik minat anak. Ketika selesai membacakan, ibu dan bapak dapat mengajukan 5 W dan 1 H; who (siapa tokohya); what (apa yang terjadi); when (kapan terjadinya); where (di mana terjadinya); why (mengapa bisa terjadi); how (bagaiman bisa terjadi). Tujuannya melatih anak untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
  3. Dorong agar anak mau bercerita apa yang dilihatnya baik dari buku maupun ketika jalan-jalan.
  4. Bantu anak dalam memilih acara TV, dampingi anak ketika menonton TV. Batasi waktu menonton maksimal 1jam sehari.
  5. Acara/berita TV terkadang menakutkan anak. Jelaskan pada anak, apakah hal itu nyata atau tidak.
  6. Menyebut nama lengkap anak. Ajari anak menyebut namanya secara lengkap. Sebut nama lengkap anak dengan perlahan. Minta anak mengulanginya.
  7. Berceritera tentang diri anak. Anak senang mendengar cerita tentang dirinya. Ceritakan kembali kejadian-kejadian lucu dan menarik yang dialami anak.
  8. Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih.
  9. Menyebut nama berbagai Jenis pakaian. Ketika mengenakan pakaian anak, sebut nama jenis pakaian tersebut (kemeja, celana, kaos, celana, rok, dsb). Minta anak mengambil pakaian yang anda sebutkan sambil menyebutkan kembali jenisnya.
  10. Menyatakan keadaan suatu benda. Ketika mengajak anak bicara, gunakan ungkapan yang menyatakan keadaan suatu benda. Misal:"Pakai kemeja yang merah", "Bolamu yang kuning ada di bawah meja", ”Mobil-mobilan yang biru itu ada di dalam laci", dan sebagainya.

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 3-4 tahun

Pada usia 36-48 tahapan perkembangan bahasa dan bicara yang dicapai adalah: 

  • Anak bisa menyebut nama, umur, tempat.
  • Anak sudah bisa mengenal 2-4 warna
  • Anak mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
  • Anak mampu mendengarkan cerita.

Pada periode ini, anak tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya. Ia dapat menyebutkan nama, umur, dan jenis kelaminnya, serta menggunakan kalimat-kalimat panjang (>4 kata) saat berbicara. 

Pada usia 4 tahun, bicaranya sepenuhnya dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah dapat menceritakan dengan lancar dan cukup rinci tentang hal-hal yang dialaminya.

Pada tahap ini, stimulasi yang tepat dalam merangsang perkembangan bahasa dan bicara adalah:

  1. Bercerita mengenai dirinya. Buat agar anak mau berceritera mengenai dirinya, hobinya atau mengenai anda. Anda dapat berceritera tentang sesuatu dan kemudian minta anak menyelesaikan cerita itu.
  2. Mengenal huruf: Gunting huruf besar menurut alfabet dari majalah/koran, tempel pada karton. Anda dapat pula menuIis huruf besar tersebut dengan spidol. Tunjukkan pada anak dan sebutkan satu persatu, kemudian minta anak mengulanginya.
  3. Berbicara dengan anak. Buat agar anak mengajukan berbagai pertanyaan. Jawab pertanyaan tersebut dengan kata-kata sederhana, gunakan lebih dari satu kata.
  4. Album fotoku: Tempelkan foto anak di buku anak. Minta anak menceriterakan apa yang terjadi di dalam fotonya itu. Tulis di bawah foto tersebut, apa yang di ceritakan anak.
  5. Stimulasi yang perlu dilanjutkan:
    • Bacakan buku cerita anak. Buat agar anak melihat anda membaca buku.
    • Nyanyikan lagu dan bacakan sajak-sajak untuk anak.
    • Buat agar anak mau menyebut nama lengkap, menyatakan perasaannya, menjelaskan sesuatu dan mengerti waktu.
    • Bantu anak dalam memilih acara TV, batasi waktu menonton TV maksimal 2 jam sehari. Dampingi anak menonton TV dan jelaskan kejadian yang baik dan buruk. lngat bahwa acara dan berita di TV dapat berpengaruh buruk pada anak.

Stimulasi Bicara yang Tepat untuk Anak 4-5 tahun

Pada usia 4- 5 tahun, tahapan perkembangan bahasa dan bicara anak mencapai kemampuan:

  • Menyebut nama lengkap tanpa dibantu.
  • Senang menyebut kata-kata baru.
  • Senang bertanya tentang sesuatu.
  • Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar.
  • Bicaranya mudah dimengerti.
  • Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya.
  • Menyebut angka, menghitung jari.
  • Menyebut nama-nama hari.

Pada tahap ini, stimulasi yang tepat dalam merangsang perkembangan bahasa dan bicara adalah:

  1. Buku kegiatan keluarga. Ajak anak membuat buku kegiatan keluarga dengan mengumpulkan foto/gambar anggota keluarga, benda-benda dari berbagai tempat yang pemah dikunjungi anak, dan sebagainya.
  2. Mengenal huruf dan simbol. Tulis nama benda-benda yang ada di ruang-an pada sepotong kertas kecil. Kemudian tempel kertas tersebut pada setiap benda, misalnya: tulisan meja ditempel di meja, tulisan buku, bunga, bantal dan sebagainya. Minta anak menyebutkan tulisan di kertas tersebut. Ajari anak mengenali tanda-tanda di sepanjang jalan.
  3. Belajar mengingat-ingat. Masukkan sejumlah benda kecil/mainan anak ke sebuah kantung. Minta anak memperhatikan anda ketika anda mengambil 3- 4 macam benda kecil/dari kantung tersebut. Letakkan di atas meja dan minta anak menyebut nama benda/mainan satu persatu. Kemudian, minta anak menutup matanya, dan ambil salah satu benda tadi. Tanyakan kepada anak benda apa yang hilang. Bila ia sudah menguasai permainan ini,tambahkan jumlah benda yang diletakkan di meja.
  4. Melengkapi kalimat. Buat kalimat pemyataan mengenai apa yang anda dan anak lakukan bersama dan minta anak menyelesaikannya. Misalnya sehabis mengajak anak ke kebun binatang; "Kemarin kami pergi ke......: atau sehabis mengajak anak makan mie bakso" Makanan kesukaan adik adalah...?
  5. Bercerita “ketika saya masih kecil". Anak senang mendengar cerita tentang masa kecil orangtuanya dan senang bercerita tentang masa kecil anak. Ceritakan kepada anak masa kecil anda dan selanjutnya minta anak menceritakan masa kecilnya.
  6. Mengenal angka. Bantu anak mengenali angka dan berhitung. Ajak anak bermain kartu, gunakan kartu angka 2-10.
  7. Buat anak mau bertanya dan berceritera tentang apa yang dilihat dan didengarnya.
  8. Dorong anak sering melihat buku. Buat agar ia melihat anda membaca buku.
  9. Bantu anak dalam memilih acara TV, batasi waktu menonton TV maksimal 2 jam sehari. Dampingi anak menonton TV dan jelaskan kejadian yang baik dan buruk. lngat bahwa acara dan berita di TV dapat berpengaruh buruk pada anak.
  10. Mengenal musim. Bantu anak mengenal musim hujan dan kemarau. Bicarakan apa yang terjadi pada kedua musim itu, pengaruhnya terhadap tanaman, binatang dan alam sekitamya.
  11. Membantu pekerjaan di dapur. Katakan pada anak bahwa anda mengangkatnya sebagai "asisten" anda. Minta anak membantumemotong sayuran, menyiapkan dan membersihkan meja makan, dan lain-lain. Buat agar anak mau menjelaskan apa yang sedang dilakukannya. Katakan betapa menyenangkan dapat membantu sesama dan mengerjakan sesuatu dengan baik.

Peran Nutrisi dalam Tumbuh Kembang Anak

Selain menerapkan pola asuh yang positif bagi tumbuh kembang anak, salah satu kunci keberhasilan mengantarkan anak ke pintu “tumbuh kembang yang optmal” adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi. Karena sejatinya, nutrisi inilah yang dibutuhkan untuk membangun sel-sel otak dan sistem pendukungnya.

Sejak lahir hingga umur 6 bulan, berikan hanya ASI saja (ASI eksklusif)

Setelah usia 6 bulan, ASI tetap diteruskan, tetapi sesuai dengan perkembangan sistem saluran cerna, bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI secara bertahap baik jumlah maupun jenis makanannya.

ASI sebaiknya terus diberikan hingga minimal usia 2 tahun

Nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak adalah makronutrien (air, karbohidrat, protein dan lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral). Dari sekian banyak mikronutrien, yang paling penting adalah zat besi, zinc dan Vitamin D.

GENEROS (Genius for Neuron): Vitamin Otak Anak

Salah satu vitamin otak anak yang terpercaya dan sudah terdaftar di Balai POM (Badan Pengawas Otak dan Makanan), serta sudah lulus uji sertifikasi HALAL oleh MUI adalah GENEROS.

Generos sebagai nutrisi kecerdasan otak didukung dengan 5 bahan utama alami Quantum. Generos telah diuji, sehingga mampu menjadi nutrisi dan menangkal gangguan radiasi bebas yang bisa berbahaya bagi otak anak.

Generos sebagai nutrisi kecerdasan otak mempunyai fungsi utama membantu mengatasi gangguan speech delay atau keterlambatan bicara, autisme, dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Generos sebagai nutrisi kecerdasan otak memiliki cara kerja yang spesifik yaitu dengan membantu merangsang saraf verbal anak untuk lancar bicara. Selain itu, Generos juga menutrisi perkembangan kecerdasan pada anak.

Generos sebagai nutrisi kecerdasan otak mempunyai fungsi utama membantu mengatasi gangguan speech delay

Khasiat 5 Bahan Alam Terbaik Generos

IKAN SIDAT : Protein yang terkandung dalam ikan sidat atau yang dikenal dengan Unagi ternyata lebih tinggi daripada ikan salmon. Begitu pula dengan vitamin B1 dan B2 yang lebih banyak daripada susu sapi. Oleh sebab itu, ikan sidat menjadi salah satu penguat dalam memberikan nutrisi terbaik dan tumbuh kembang otak pada anak. Selain itu, dapat meningkatkan daya ingat dan menumbuhkan neuron yang tidak aktif. Sehingga meningkatkan kemampuan bicara anak.

PEGAGAN : Salah satu zat yang terdapat dalam Pegagan yaitu zat asiaticosida yang dapat membuat anak yang sebelumnya berperilaku pasif, pemalu dan gelisah. Berubah menjadi anak yang aktif, periang, komunikatif, dan koperatif. Selain itu, Pegagan mempunyai antioksidan yang mampu meningkatkan daya ingat konsentrasi dan kewaspadaan.

MADU HUTAN : Terdapat 3 kandungan probiotik alami yang dimiliki madu hutan, yaitu Lactobasilus Kunkeei, Lactobasilus SP, dan Lactobasilus Verniform. Ketiga probiotik ini sangat baik untuk mengembalikan dan menigkatkan kemampuan pencernaan manusia. Tak hanya itu, madu hutan juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

MENGKUDU : Mengkudu menjadi salah satu bahan yang digunakan Generos untuk menangkal radikal bebas pada otak dan meningkatkan kecerdasan berpikir. Mengkudu dapat mencegah berbagai penyakit yang diakibatkan faktor degerneratif atau penyakit seperti hipertensi, kolestrol, kanker otak, dan sebagainya.

TEMULAWAK : Dapat mencegah bakteri jahat yang bisa menyerang kekebalan tubuh manusia. Temulawak berfungsi meningkatkan fungsi syaraf pusat. Temulawak juga kaya akan kandungan flavonoid yang mampu meningkatkan rangsangan otak dan nafsu makan pada anak.

Kesimpulan

  • Speech Delay atau keterlambatan bicara pada anak merupakan kelainan tumbuh kembang yang bisa dicegah
  • Orang tua harus selalu mengawal tumbuh kembang anak, sehingga bisa mendeteksi sedini mungkin terjadinya Speech Delay
  • Stimulasi merupakan kunci keberhasilan dalam mencegah Speech Delay
  • Stimulasi yang baik adalah stimulasi yang dilakukan sendiri oleh orang tua dengan penuh cinta kasih dan harus sesuai dengan umur perkembangan.
  • Selain stimulasi, faktor nutrisi juga harus diperhatikan, terutama pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan
  • Selain makronutrien, kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi adalah kebutuhan nutrisi nikronutrien terutama mikronutrien yang bisa merangsang kecerdasan otak.
  • Salah satu multivitamin yang bisa menunjang kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembang yang optimal adalah GENEROS.
  • Generos terdiri dari 5 bahan utama alami yaitu: ikan sidat, pegagan, madu hitam, mengkudu dan temulawak.

Referensi:

  1. https://banpaudpnf.kemdikbud.go.id/upload/download-center/Buku%20SDIDTK_1554107456.pdf
  2. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara
  3. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mencegah-terlambat-bicara-pada-anak
  4. https://generos.id/generos-anak-lancar-bicara/

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

79 komentar

  1. Stimulasi adalah kegiatan sederhana yang sangat penting penerapannya untuk tumbuh kembang anak. Kegiatan sederhana seperti bernyanyi bersama, membacakan buku cerita, bermain juga termasuk dalam stimulasi. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah pemberian stimulasi yang tepat sesuai usia anak. Semakin bertambah usia anak, tingkat kesulitan stimulasi yang diberikan pun semakin bertambah. Lalu pentingnya untuk menghindari gadget dalam masa tumbuh kembang anak, karena gadget hanya memberikan stimulasi visual, pendengaran dan logika, bukan memberikan stimulasi (bahasa, motorik, emosi) pada anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stimulasi itu penting. Sebagai calon ibu sekaligus calon dokter, harus paham bagaimana stimulasi yang benar itu.

      Hapus
  2. Terima kasih dokter, sudah memberikan pelajaran kepada orangtua perihal tumbuh kembang anak. Dari artikel ini, saya belajar banyak hal. Jadi orang tua itu tidak mudah. Orang tua yang ketika muda nya pendiam, tidak banyak omong, mereka harus cerewet ke anaknya. Walaupun orang tua sibuk, tapi bisa lho disempatkan untuk ngobrol dengan anak, contohnya ketika memandikan anak, memakaikan pampers, baju, atau sekedar menawarkan mau makan apa, itu sangat berharga. Tidak perlu stimulasi ber jam jam ke anak, yang dibutuhkan itu adalah rutinitasnya. Stimulasi anak itu tidak hanya 1 bulan-2 bulan, setahun-2 tahun. Tapi hingga golden agenya selesai, yaitu 5 tahun. Jadi, orang tua harus ikhlas demi investasi masa depannya. Tidak hanya stimulasi, nutrisi juga penting. Orang tua harus memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan. Setelah 6 bulan, barulah diselingi dengan MPASI yang bergizi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Selain stimulasi, ada hal mendasar yang tak boleh dilupakan, yaitu nutrisi.

      Hapus
  3. Terima kasih banyak atas ilmu dan informasi yang telah dokter berikan, dari sini saya dapat menyimpulkan menurut opini saya bahwa keterlambatan bicara atau speech delay itu bisa dicegah, akan tetapi jika sudah terjadi terkena keterlambatan bicara orang tua tidak perlu pesimis untuk kedepannya. Selain itu tidak hanya stimulasi yang penting, namun juga pemenuhan nutrisi untuk anak juga sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Karena jika hanya salah satu dan tidak keduanya yang berjalan optimal maka tumbuh kembang tidak bisa tercapai secara optimal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, sebagai orang tua wajip paham tentang tumbuh kembang anak. Deteksi dini tumbuh kembang anak itu PENTING

      Hapus
  4. Assalamualaikum wr.wb dokter ijin bertanya Apakah mungkin anak memiliki alergi dengan vitamin yang diberikan? Jika mungkin bisa alergi, bagaimana cara orang tua memberikan vitamin untuk kebutuhan anak? Terima kasih banyak dokter wassalamualaikum wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua obat berpotensi timbulkan alergi. Kalau vitamin bisa dipenuhi dari makanan/minuman, kenapa minum vitamin?

      Hapus
  5. Nabilah Fauziyah19 Juli 2022 pukul 13.26

    Terima kasih dokter atas ilmu nya. Dari sini kita jadi tau bahwa speech delay termasuk penyimpangan pada tumbuh kembang anak yang bisa dicegah. Cara mencegahnya ialah dengan stimulasi sesuai dengan usia perkembangan anak. Namun selain stimulasi, hal yang tidak kalah penting lainnya ialah terpenuhinya nutrisi anak, baik makronutrien maupun mikronutrien, yang akan membantu kecerdasan otak anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, Peran orang tua di sini sangat vital. JAdi ortu harus paham tumbuh kembang anaknya ya...

      Hapus
  6. Muhammad Razardi Bhawika19 Juli 2022 pukul 15.00

    Assalamu’alaikum wr wb dokter, terimakasih dokter untuk ilmu yang sudah dokter bagikan. Ternyata memang speech delay dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari gangguan pendengaran, gangguan pada otak, autisme, atau gangguan pada organ mulut. Disinilah pentingnya kerjasama antar disiplin ilmu yg berbeda, supaya anak terdiagnosis dengan tepat dan dapat penanganan tepat pula. Tentunya penanganan utama yang dapat dilakukan adalah stimulasi. Namun, stimulasi perlu teknik dan pemahaman dari orang tua mengenai cara stimulasi masing-masing usia yang berbeda-beda. Tidak kalah penting nutrisi yang tepat dan pemberian multivitamin untuk anak agar anak mencapai tumbuh-kembang yang optimal harus tetap dilakukan. Terimakasih dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Profesi dokter memang dituntut harus bisa bekerja sama dengan multi profesi. KAsus apa pun jika membutuhkan konsultasi, harus segera dikonsultasikan sesuai kompetensi ya

      Hapus
  7. Anakku juga mengalami speech delay saat usianya 2 tahun. Sedih banget pokonya saat itu. Berbabagi cara dilakukan demi anak Lancar Bicara dan bahasanya. Alhamdulillah memang stimulasi dan nutrisi adalah kunci ya Dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fakta membuktikan ya... Ini anak yang lahir prematur? Bayi prematur memang berisiko besar terjadi keterlambatan perkembangan

      Hapus
  8. Penting banget ya melakukan stimulasi buat tumbuh kembang anak ya dok, ternyata stimulasi sudah bisa kita lakukan di usia 0 tahun yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, dari sejak lahir sudah bisa dilakukan stimulasi. Proses menyusui adalah stimulasi terbaik buat bayi...

      Hapus
  9. Terimakasih atas semua informasi penting ini, Dok. Sejak kecil saya suka sebel sama orang dewasa ngajak bicara sama anak dicadelkan, atau dibuat gak jelas, seperti mau, diucapkan au... Jadi kan anak sampai balita bicaranya gitu aja gak jelas. Suka kepikiran jadinya kalau gitu yg harus diterapi orang dewasa nya atau anaknya? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak orang dewasa yang gak paham pentingnya stimulasi bagi perkembangan anak.
      Bagi mereka, yang penting lucu dan happy

      Hapus
  10. Jadi ingat anak saya nomor 3
    Dia gak ngoceh sampai keluarga bilang anak saya bisu
    kebetulan saya bukan orang yang suka ngoceh, apalagi nyanyi
    Alhamdulilah, waktu anak saya menjelang 2 tahun, suatu malam dia bangunin saya: "Mah, Bimo muntah"
    Dia muntahin susu yang diminum sebelum tidur
    Duh, sambil beresin badannya, saya cium cium dia dengan penuh syukur

    BalasHapus
  11. Beberapa waktu lalu saya sempat melihat langsung terapi wicara untuk anak speed delay. Anaknya usia 4 tahun, aktif, tapi tidak merespon dengan jawaban kalau diajak komunikasi, padahal emaknya 'ceriwis'.
    Ternyata speed delay bisa distimulasi dengan baik jika kita sebagai orangtua menyadarinya sedari awal ya.
    Terima kasih informasinya, Dok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, prinsipnya harus dilakukan deteksi dini adanya keterlambatan perkembangan. Semakin dini terdeteksi, semakin cepat dilakukan intervensi, semakin cepat pula mendapatkan penanganan

      Hapus
  12. Saya dulu sempat mengira anak saya speech delay karena tergolong agak lambat dibandingkan kakaknya. Alhamdulillah ternyata masih normal dok, di usia 4 tahun ini memang agak sedikit cedal untuk mengucap huruf tertentu sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak, saya dulu baru bisa melafalkan huruf R dan S saat duduk di bangku kelas 2 SD

      Hapus
  13. Anak saya mengalami speech delay hingga dia berusia hampir 3tahun. Saya sempat menyalahkan diri sendiri karena tidak memperhatikan ini karena sibuk dengan karir. Sempat dibawa ke psikolog juga. Hasilnya tidak ada yang patut ditakutkan. Tinggal menggiatkan stimulus.

    Yang saya lakukan akhirnya adalah lebih sering berkomunikasi dengan bahasa biasa (tidak dicadel-cadelkan atau bahasa bayi), menambah waktu membacakan buku yang tadinya hanya pas tidur, lalu menambah waktu interaksi saya dengan anak, plus disupport dengan tambahan vitamin resep dari dokter. Alhamdulillah tak lebih dari 2 bulan setelah itu, anak saya langsung lancar ngomongnya. Perbendaharaan katanya banyak dan bisa ngobrol seperti orang dewasa dengan kita-kita. Kaget banget waktu itu saya Mas. Lancar banget tanpa kesulitan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebahagiaan orangtua itu saat menyaksikan anak-anaknya mencapai tahap perkembangan tertentu yang lebih tinggi dari sebelumnya.
      Sederhana kan?

      Hapus
  14. Hai dokter Taura aku jadi ingat putriku yang kedua Immanuelle, dia baru bisa bicara diusia 3 tahun kurang itupun rada gagap. DIa lebih dulu jalan.Sempat degdegkan juga. Puji Tuhan di remaja sekarang justru dia suka diminta jadi MC dan tidak ada gagap lagi berbicara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang hebat mama nya nih... bisa telaten mendampingi puterinya hingga sampai titik sekarang ini... Congrats ya

      Hapus
  15. Speech delay di zaman digital ini meningkat kasusnya ya.... perasaan dulu engga sebanyak sekarang. Mungkin ini salah satu dampak era digital yang perlu diwaspadai para orangtua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, karena banyak ortu yang bangga anaknya bisa main gadget, padahal banyak dampak negatifnya, termasuk jadi speech delay ini...

      Hapus
  16. Masya Allah, ini bermanfaat sekali untuk kami Dokter Taura, apalagi anak ketiga kami baru memasuki usia 6 bulan. Membaca artikel ini jadi tahu stimulasi yang harus diberikan pada anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk semangat yuk... Dengan stimulasi yang tepat, insyaallah bayi akan terhindar dari speech delay...

      Hapus
  17. Pernah banget merasakan bagaimana memiliki anak yang Speech Delay.
    Rasanya nano-nano. Dari yang khawatir sampai memasuki masa denial dan kemudian dibantu mertua sehingga menjadi kuat.

    Dengan bantuan Generos, stimulasi dari luar dan mencukupi apa yang dibutuhkan otak anak sehingga Speech Delay bisa teratasi dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai orang tua pasti sedih ya lihat teman-teman sebayanya sudah pada ngoceh, sedang anak sendiri masih belum bisa bicara...

      Hapus
  18. Menjadi perhatian semua orang tua saat menstimulus kemampuan interaksi anak utamanya saat balita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepatnya saat segera setelah lahir hingga usia 2 tahun, usia emas perkembangan otak bayi

      Hapus
  19. Pasti sedih banget ya bund kalau anaknya kena speech delay. Butuh perhatian ekstra agar anak tetap semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peran orangtua untuk deteksi dini perkembangan anak, sangat vital. JAdi ortu harus paham ilmu tumbuh kembang ya...

      Hapus
  20. Buat ibu-ibu yang punya balita (saya punya dua) artikel ini pas sekali. Kadang bingung, enaknya ngapain sama anak. Padahal cukup bermain (dalam rangka stimulasi) yang sederhana, sudah seperti sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Bonding orang tua dan anak plus stimulasi untuk kecerdasan otak anak.

    Artikelnya bagus sekali Pak Dokter 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak Ilma, salam buah ayahnya Razan ya... Pingin banget terbang ke sana, tapi apa daya cuan pas-pasan...

      Hapus
  21. Keponakan saya ada yg speech delay artinya harus dicegah sejak dini dengan melakukan therapy wicara ya dok..soalnya ada yg bilang nanti juga bisa bicara sendiri ..eh salah ya ternyata ..naiklah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya banyak yg bilang nanti juga bs sendiri. Harus konsultasi sih kalau sudah red flags memang. Semangat para ortu untuk memantau tumbang anak agar selalu optimal

      Hapus
  22. Stimulasi berperan penting karena manfaatnya besar untuk tumbuh dan kembang anak. Dan intinya memang perlu pemahaman dan lakukan pencegahan, karena masih bisa ditangani speech delay ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul. Peran orang tua dalam mencegah speech delay sangat besar. Stimulasi adalah koentji

      Hapus
  23. Anakku sampai usia 6.5 tahun belum bisa mengucapkan kata R, selalu jadi L. Ini penyebabnya apa ya, Dok? Bisa stimulasi juga engga sih biar lancar bilang R. Dia dulu engga telat bicara sih, malahan bicara duly dibandingkan jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada beberapa anak yang terlahir dengan aksen pedal (huruf R jadi L). Sepanjang tidak bermasalah dalam bidang lain, insyaallah aman

      Hapus
  24. Lengkap banget, bisa jadi panduan untuk tumbuh kembang anak. Izin share yang Dok. Manfaat banget ini.

    BalasHapus
  25. Monggo di share mbak Tami. Semoga bermanfaat ya...

    BalasHapus
  26. Dok, berkaitan dengan speech delay, adakah sebabnya karena faktor genetik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedikit banyak, iya. Ada pengaruh faktor genetik, yang itu tidak bisa kita kendalikan. Sedangkan faktor yang lebih berpengaruh adalah faktor lingkungan (termasuk stimulasi) yang bisa kita perkuat dan perbaiki tiap saat

      Hapus
  27. Wah, lengkap banget ini. Boleh dishare ke publik nggak, Dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo silakan.. Dengan senang hati. Semoga bermanfaat ya. Semoga banyak balita yang terselamatkan dari speech delay

      Hapus
  28. Simulasi adalah kunci ini bener banget. Jika diamati rerata anak2 yg maaf terlambat dan kosakata minim karena minim simulasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya "Stimulasi" kan mbak? Iya, betul. Kebanyakan kasus speech delay karena kurangnya stimulasi

      Hapus
  29. Pak, keren deh anaknya jadi host. Ngikutin jejak ayahnya mgkn wkwkwk. Artikelnya super lengkap dok. Menjawab resah ortu yg anaknya diduga speech delay dilengkapi stimulasi sesuai usia pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Widya... Kebetulan tema ini sesuai dg niche blog dan memang dari beberapa waktu yang lalu, saya pingin bikin artikel ttg speech delay

      Hapus
  30. rasanya menyesal dulu anak saya usia 2 tahun belum bisa mengucapkan 1 kata yang berarti, dan ternyata emang dulu kurang stimulasi karena sy juga kerja dari pagi pulang malam, hiks. Makasih ilmunya ya Dok, keren banget komplit. Semoga bisa saya share ke grup parenting.

    BalasHapus
  31. Delly Safira Hedaputri11 Desember 2022 pukul 18.57

    Setuju dengan dokter, bahwa gadget bukan lah barang stimulasi yang tepat untuk anak-anak. Perlu pembatasan dalam penggunaan gadget dan perlu peningkatan interaksi dengan orang lain demi mengasah kemampuan bicara, bahasa, motorik, dan emosi.

    BalasHapus
  32. Berbicara tentang perkembangan memang bersifat subjektif, namun ada beberapa red flag yang harus diperhatikan pada anak yang mengalami keterlambatan perkembangan. Saat ini banyak orang tua yang mengaggap bahwa dengan memberikan anak gadget dapat membantu stimulasi perkembangan pada anak, pada nyatanya sesuai yang di sampaikan dokter bahwa gadget bukan alat stimulasi yang baik, karena gadget hanya memberikan stimulasi visual. Akibatnya banyak anak yang tidak berinteraksi secara langsung dengan orangtuanya, hal ini yang mengakibatkan banyaknya kejadian speech delay akibat efek gadget di era modern ini.

    BalasHapus
  33. Mungkin akhir-akhir ini banyak ditemukan anak dengan speech delay, mungkin banyak penyebab yang bisa membuat anak terlambat untuk berbicara, tetapi masih banyak anak diluar sana yang menglami keterlambatan berbicara karena keadaan sosial dalam hidupnya. Membiasaakan anak yang rewel dengan gadget, dengan dal8h agar anak itu tidak rewel, membiarkan anak sibuk sendiri dengan mainannya fan menganggap anak yang diam itu pintar, jarang mengajak anak berkomunikasi dan hanya sedikit dalam berkomunikasi karena alasan kesibukan orang tua. Pada akhirnya orang tua merasa anaknya belum bisa bicara adalah hal yang lumrah hingga akhirnya harus menunggu beberapa tahun untuk orang tua menyadari hal tersebut. Anak rewel mrnangis karena dia memberikan sinyal pada kita, maka dari itu gadget bukan jawabannya, ank selalu senang saat kita ajak bicara. Ssimple apapun cara kita berkomunikasi, anak akan mempelajarinya dan itulah yang anak selalu butuhkan. Komu ikasi yang baik, antara dirinya dan orang tua

    BalasHapus
  34. semua hal memang dasarnya hal yang mudah dan sederhana untuk dilakukan di rumah, namun tidak sedikit orang lalai, seperti halnya stimulasi. sesimpel mengajak anak berbicara, berceloteh dan bernyanyi ketika menyusui / memberi makan / memandikan anak pun sudah termasuk stimulasi. jadi sesibuk apapun kita saat sedang bersama anak sebaiknya kita mencurahkan semua waktu dan pikiran untuk anak, agar lebih optimal bagi anak dan orang tua jadi lebih nyaman ketika hanya fokus pada anaknya.

    BalasHapus
  35. Fenny Retno Ningrum12 Desember 2022 pukul 06.44

    Pembahasan tentang tumbuh dan kembang anak selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Mengenai speech delay ini merupakan salah satu hal yang akhir-akhir ini banyak dikeluhkan oleh orang tua, baik oleh orang tua karir, maupun siapapun itu. Salah satu hal yang dikambinghitamkan dalam hal ini biasanya adalah karena penggunaan gadget yang kurang bijak sehingga akan menginterupsi proses perkembangan dalam hal interaksi anak terhadap lingkungan sosialnya

    BalasHapus
  36. Wahh terima kasih banyak dokter sampun menuliskan materi yang sebenarnya sangat penting tapi belum banyak orang tua yang tahu dan masih menganggap enteng hal ini 🙏
    Ternyata menstimulasi anak sebetulnya kegiatan yang sederhana dan mudah dilakukan, namun memiliki dampak yang sangat berarti bagi tumbuh kembang si kecil 🙏🙏

    BalasHapus
  37. Terimakasih banyak dokter untuk informasinya, ternyata keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara atau speech delay, benar - benar harus dipahami dan dikenali oleh setiap orang tua, disesuaikan dengan usia anak apakah diumur segitu sudah mampu melakukan apa saja dan yang paling penting lagi yang itu stimulasi, stimulasi adalah kunci dan sangat penting untuk mengatasi speech delay, orang tua harus lebih banyak berinteraksi baik mengajak berbicara, bercerita, dan bermain bersama anak dengan permainan yang sederhana dan tentunya aman untuk si buah hati tidak lupa jugah membatasi anak bermain dengan gadget, karena gadget hanya menstimulasi visual, pendengaran dan logika, tidak ada interaksi dengan orang lain padahal interaksi, sesibuk apapun orangtua, harus lebih banyak berinteraksi dengan anaknya demi pertumbuhan dan perkembangan anak yang lebih baik agar tidak mengalami speech delay.

    BalasHapus
  38. Annisa Tri Andriani15 Januari 2023 pukul 20.17

    Terimakasih dokter untuk ilmunya. Ternyata speech delay banyak penyebabnya dan bisa untuk dicegah dan sangat penting untuk peran orang tua untuk selalu menstimulasi anaknya supaya tidak terjadi speech delay. Penting juga seseorang calon orang tua untuk mengetahui dan memahami cara stimulasi anak untuk mencegah terjadinya speech delay.

    BalasHapus
  39. Damas Tsaniyah Min Rohmatillah15 Januari 2023 pukul 21.29

    Speech Delay, mungkin banyak orang tua yang kurang mehamai tanda dan gejala dari seorang anak yang mengalami Speech Delay. Sehingga anak mengalami keterlambatan diagnosis Speech Delay. Begitu bagusnya penjelasan dari tulisan dokter pada blog ini yang menjelaskan tanda bahaya dari Speech Delay sehingga orang tua dapat lebih dini mengenali apakah anak mengelamai Speech Delay atau tidak. Apabila mengalami Speech Delay, maka anak dapat didiagnosis dan terapi lebih awal oleh dokter, sehingga tidak menjadi lebih parah. Selain itu, dalam tulisan dokter pada blog ini juga menjelaskan bahwa stimulasi merupakan kunci keberhasilan dalam mencegah Speech Delay. Dan faktor nutrisi pada juga harus diperhatikan, karena nutrisi juga sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak.
    Setelah membaca tulisan dokter ini saya dan orang tua awam yang belum mengerti mengenai Speech Delay akan secara singkat memahami tentang Speech Delay pada anak. Terima kasih nggih dokter atas tulisan dokter yang begitu banyak manfaat bagi kita semuanya. 🙏🏻

    BalasHapus
  40. Maghfiri Sania Bidari15 Januari 2023 pukul 22.25

    MashaAllah terimakasih banyak dokter untuk ilmunya sangat lengkap banget dokter, ternyata Speech Delay banyak penyebabnya tetapi juga bisa di cegah dengan berbagai macam cara seperti yang sudah di jelasnkan oleh dokter, dan benar banget dokter peran orang tuaa untuk menstimulasi anak memang sangat lah penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak.
    Saya rasa ibu2 muda sekarang harus tau blognya dokter taufiq karena pembahsan mengenai kesehatan anak sangat informatif dan sangat up to date

    BalasHapus
  41. terima kasih dokter atas ilmunya, banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. salah satunya speech delay, ternyata banyak tanda perkembangan tidak sesuai usia yang dapat dilihat saat anak masih usia belia, hal pentig yang harus para orang tua pahami agar intervensi nya dapat dilakukan secepat mungkin sehingga anak dapat mengejar dan keberlagsungan hidupnya lebih sejahtera. terima kasih dokter atas ilmunya

    BalasHapus
  42. Again and again, gadget😥 sangat setuju kalo penggunaan gawai mendahului waktu idealnya pasti akan menimbulkan dampak yang buruk pada anak. Such a make sense karena terlalu asik dengan gawai, anak jadi anti social, akhirnya exposure pendengaran dari orang sekitar jadi berkurang, yang nanti berpengaruh dalam kemampuan berbicara dan bahasabya. MasyaAllaah luar biasa sekali paparan dalam laman ini, sangat lengkap sampai dipaparkan kemampuan ideal perkembangan anak berdasarkan milestone sesuai usia. Sangat bermanfaat, terimakasih Dokter

    BalasHapus
  43. Terima kasih banyak dokter atas materi yang dokter sampaikan. Peran orang tua betul2 sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Apabila orang tua hanya ingin cepatnya saja dan yang penting anak tidak rewel biasanya gadget lah yang keluar. Padahal pemberian gadget secara dini akan mempengaruhi perkembangan anak secara tidak langsunh

    BalasHapus
  44. Terima kasih dokter atas sharing ilmunya. Stimulasi pada anak memang penting untuk pencegahan speech delay pada anak agar kualitas hidup anak dapat berlangsung dengan baik dan disini peran orang tua memang krusial.

    BalasHapus
  45. Sekali lagi penting sekali untuk memberikan stimulis pada anak, salah satunya untuk mencegah terjadinya speech delay ini. Deteksi dini pada anak memberikan dampak yang besar untuk perkembangan buah hati kedepannya. Tidak ada kata terlambat untuk orang tua dalam memperbaiki tumbuh kembang anak, sesegera mungkin harus aware untuk diberikan intervensi mengejar keterlambatan tumbuh kembang.

    BalasHapus
  46. Alhamdulillah, terima kasih banyak atas ilmu yang dibagikan dokter. Sekarang orang tua dapat memberikan stimulus serta tau kapan anak harus sudah bisa apa pada usianya. dan orang tua jangan pernah lupa tujuan speech training bukan sekedar membantu anak agar dapat berbicara saat sudah beranjak dewasa, namun juga perlunya apresiasi kepada anak bahwa hal itu juga dilakukan bersama dimana anak juga ikut peran dalam mensukseskan tujuan speech training

    BalasHapus
  47. Sekali lagi berarti sekali buat membagikan stimulis pada anak, salah satunya buat menghindari terbentuknya speech delay ini. Deteksi dini pada anak membagikan akibat yang besar buat pertumbuhan buah hati kedepannya. Tidak terdapat kata terlambat buat orang tua dalam membetulkan berkembang kembang anak, segera bisa jadi wajib aware buat diberikan intervensi mengejar keterlambatan berkembang kembang.

    BalasHapus
  48. Memang pentingnya memberikan stimulasi pada anak tidak ada habisnya. Peran orang tua dalam memberikan stimulasi pada anak sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Orang tua harus aware terhadap tumbuh kembang anaknya, apabila merasa ada ketertinggalan segera konsultasikan pada ahlinya agar diberikan solusi untuk mengejar ketertinggalan tahapan tumbuh kembang anaknya.

    BalasHapus
  49. Stimulasi memerlukan teknik dan pemahaman dari orang tua mengenai cara stimulasi masing-masing usia yang berbeda-beda. Tidak kalah penting konsumsi nutrisi yang tepat dan pemberian multivitamin untuk anak agar anak mencapai tumbuh-kembang yang optimal.

    BalasHapus
  50. Peranan orang tua sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Tidak hanya perkembangan motorik saja, namun perkembangan yang lain contohnya seperti bahasa perlu diperhatikan. Hal hal seperti keterlambatan bicara dan berbahasa ini harus segera dideteksi agar anak segera mendapatkan intervensi yang tepat.

    BalasHapus
  51. CAESAR SANTOSO H9 Juli 2024 pukul 22.03

    Terima kasih, Dokter, telah memberikan pengetahuan tentang tumbuh kembang anak kepada orang tua. Dari artikel ini, saya memperoleh banyak wawasan. Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Terkadang, orang tua yang dulu pendiam dan jarang bicara harus berbicara lebih banyak dengan anak-anak mereka. Meskipun orang tua sibuk, mereka masih bisa menyempatkan waktu untuk berbicara dengan anak, misalnya saat memandikan, mengganti popok, atau menawarkan makanan. Hal-hal sederhana ini sangat berharga. Stimulasi anak tidak perlu dilakukan berjam-jam; yang penting adalah konsistensinya. Stimulasi bukan hanya berlangsung selama 1-2 bulan atau 1-2 tahun, tetapi hingga anak mencapai usia emas, yaitu 5 tahun. Orang tua harus bersedia berinvestasi demi masa depan anak. Selain stimulasi, nutrisi juga sangat penting. Memberikan ASI eksklusif minimal selama 6 bulan adalah langkah yang baik. Setelah 6 bulan, kita dapat memperkenalkan makanan pendamping ASI yang bergizi.

    BalasHapus
  52. Ainnurrahmi Respati Putri11 Juli 2024 pukul 08.08

    Terimakasih dokter, informasi pada artikel ini sangat menarik untuk dibaca. Para orang tua juga hendaknya selalu mengawal proses tumbuh kembang anak. Orang tua harus waspada jika terjadi kelambatan pada tumbuh kembang si kecil. Pentingnya pemberian stimulasi dan nutrisi yang baik harus dipenuhi untuk menunjang optimalnya tumbuh kembang anak.

    BalasHapus
  53. Terima kasih dokter atas ilmunya, banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam tumbuh kembang anak. salah satunya speech delay, ternyata kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan menyebabkan gangguan menetap. Wah, menjadi orang tua ternyata bukan tugas yang mudah. Alhamdulillah dokter ilmunya sangat bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar