blog dokter taura big ad

BUSUI HARUS TAHU TENTANG INI: FOREMILK vs HINDMILK

29 komentar
"Aku anak sehat, tubuhku kuat, 
Karena ibuku rajin dan cermat. 
Semasa aku bayi, selalu diberi ASI, 
makanan bergizi dan imunisasi. 
Berat badanku ditimbang selalu. 
Posyandu menunggu setiap waktu. 
Bila aku diare, ibu selalu waspada. 
Pertolongan Oralit selalu siap sedia..."

Lagu anak yang sarat makna dan sangat populer beberapa puluh tahun yang lalu itu berkumandang merdu saat saya menghadiri acara pencanangan pemberian imunisasi rotavirus di Pendopo Kecamatan Lamongan. Salah satu kalimat yang sangat fenomenal dari lagu diatas adalah: "Semasa aku bayi, selalu diberi ASI", membuat saya tersenyum puas. Saya merasa perjuangan "Pro-ASI" yang saya terapkan selama ini mendapat bala bantuan dari ribuan tentara.

Penting banget bagi semua Busui untuk paham tentang Foremilk dan Hindmilk

Berbicara masalah ASI, tidak hanya masalah bagaimana cara menyusui yang benar, pijat oksitosin, flat nipple dan nursing strike, tapi juga masalah komposis ASI harus paham juga. Banyak lho busui yang tak paham tentang foremilk dan hindmilk serta pengaruhnya terhadap pencernaan dan feses bayi.

Yuk kita bahas satu per satu.

Beda Foremilk dan Hindmilk

Foremilk adalah ASI yang keluar dari payudara ibu di awal sesi menyusui atau memompa ASI. Sementara hindmilk adalah ASI yang keluar pada akhir sesi menyusui atau pemompaan.

Meskipun terdapat dua istilah, bukan berarti bahwa payudara memproduksi dua jenis ASI yang berbeda. Istilah ini hanya menggambarkan bagaimana kandungan lemak susu meningkat saat payudara mengeluarkan ASI.

Foremilk 

Foremilk merupakan ASI yang pertama kali keluar saat menyusui.

Foremilk merupakan ASI yang pertama kali keluar saat menyusui biasanya menit pertama hingga 3-5 menit, dimana mengandung laktosa yang tinggi dan protein serta lemak yang rendah. 

Foremilk diibaratkan seperti air putih yang dapat menghilangkan rasa haus pada bayi, memberikan energi, dan menstimulasi perkembangan otak. Sementara hindmilk yang tinggi lemak berperan dalam pertumbuhan dan peningkatan berat badan bayi.

Pada foremilk, kandungan lemaknya cenderung lebih rendah, sedangkan hindmilk mengandung lemak yang kandungannya lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena sebagian besar lemak berkumpul di bagian dalam payudara dan dinding alveoli dari jaringan payudara yang memproduksi ASI. Sehingga, semakin banyak dan lama ASI dikeluarkan, jumlah lemak dalam susunya semakin tinggi.

Meski demikian, foremilk tidak selalu mengandung lemak yang rendah. Cairan ASI yang keluar pada awal sesi menyusui terkadang bercampur dengan susu yang tersisa dari pemberian terakhir.

Jika jarak waktu antar sesi menyusui dekat, foremilk mungkin masih mengandung lemak dari sisa susu sebelumnya. Namun, jika jarak waktu antar sesi menyusui cukup jauh, susu yang tersisa di payudara menjadi lebih encer.

Hindmilk

Hindmilk adalah cairan ASI yang keluar menjelang akhir sesi menyusui.

Berbeda dengan hindmilk, foremilk memiliki kandungan air yang lebih tinggi. Itulah mengapa tekstur foremilk terlihat lebih encer dengan warna putih agak kebiruan. Sedangkan hindmilk lebih banyak mengandung lemak. Alhasil, teksturnya tampak lebih kental dan creamy dengan warna putih atau kekuningan.

Foremilk dan hindmilk tidak diproduksi sendiri-sendiri, melainkan sebuah proses yang berkelanjutan. Analoginya seperti ketika Anda menyalakan keran air panas. Air yang pertama keluar biasanya tidaklah panas tetapi dingin. Makin lama dinyalakan, air akan menjadi hangat dan akhirnya panas. Ini pula yang terjadi dengan perubahan kandungan lemak dalam ASI, makin lama bayi menyusu makin tinggi.

Itulah sebabnya mengapa ibu selalu disarankan agar bayi “menghabiskan” satu payudara terlebih dulu sebelum berganti ke sisi sebelahnya. Jika ibu mengalami hiperlaktasi, hindmilk bisa didapat dengan memompa sebagian ASI sebelum menyusui. Dengan demikian, kebutuhan kalori bayi akan terpenuhi meski jumlah volume ASI yang diminum tidak banyak.

Foremilk tampak lebih encer, lebih jernih dibanding hindmilk.

Pengaruh Foremilk dan Hindmilk terhadap Feses Bayi

Dalam praktik sehari-hari, sering sekali busui mengeluhkan perihal pup bayi, mulai dari frekuensi hingga warna pup bayi.

Sebagai busui, sudah selayaknya paham bagaimana pup bayi normal, frekuensi dan  warnanya. Karena bayi < bulan hanya mendapatkan ASI saja, tentung masalah pup bayi tidak bisa dipisahkan dengan komposisi ASI. Di sinilah peran foremilk dan hindmilk yang bisa menentukan bagaimana feses bayi yang akan dikeluarkan.

Seperti disebutkan di awal bahwa hindmilk mengandung tinggi zat lemak, akan mengakibatkan feses atau pup bayi menjadi berwarna kuning. Sedangkan foremilk yang kandungan lemaknya sedikit dan kandungan laktosanya tinggi, bisa mengakibatkan perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Hal ini juga dapat menyebabkan pembentukan gas yang berlebih sehingga dapat menyebabkan bayi sering kentut dan kolik (nyeri perut tanpa sebab dan membuat bayi tiba-tiba rewel)

Beberapa ahli mengatakan bahwa apabila bayi mendapatkan ASI dengan foremilk yang lebih banyak, maka usus bayi akan kesulitan dalam mencerna semua laktosa yang banyak terkandung dalam foremilk dikarenakan enzim laktase tidak cukup untuk memecah semua laktosa tersebut sehingga mengakibatkan terjadinya intoleransi laktosa. Hasil akhirnya merupakan konsistensi feses yang berair/cair. 

Pada bayi yang mendapatkan hindmilk dan foremilk yang seimbang, akan menyebabkan feses berwarna hijau dan kuning secara bergantian. 

Pada bayi yang mendapatkan hindmilk dan foremilk yang seimbang, menggambarkan bahwa pemberian ASI dengan kandungan foremilk dan hindmilk yang komplit, yang berarti permberian baik.

Pentingnya Keseimbangan Foremilk dan Hindmilk

Keseimbangan foremilk dan hindmilk merupakan keadaan ketika semua komposisi antara foremilk dan hindmilk didapatkan oleh bayi ketika menyusu. 

Bayi dilahirkan dengan suatu kemampuan untuk menghasilkan laktase (enzim pemecah laktosa) dalam jumlah yang banyak karena bergantung pada ASI yang merupakan pemenuhan gizi bayi selama tahun pertama kehidupan. Produksi laktase akan menurun seiring bertambahnya usia anak-anak, sehingga secara alamiah bayi tidak toleran terhadap laktosa. 

Volume laktosa yang tinggi akan dapat membanjiri sistem pencernaan bayi meskipun bayi tidak toleran laktosa. Pada saat jumlah laktase tidak cukup untuk memecah semua laktosa maka akan terjadi kelebihan laktosa yang menimbulkan gassiness alias penumpukan gas di saluran pencernaan bayi, sehingga akan menimbulkan ketidaknyamanan, feses sering berwarna hijau, berair dan berbusa. 

Adanya laktosa yang tidak tercerna akan ditarik dalam air melalui dinding usus dengan proses yang disebut osmosis. Bakteri usus biasanya hadir dalam usus untuk memfermentasi laktosa yang tidak tercerna. Proses fermentasi menghasilkan gas usus. Hasil akhirnya mengakibatkan bayi menjadi kembung, kram usus, feses sering berair dan berbau busuk, gerakan usus, dan banyak flatus (kentut). Kotoran bersifat asam dan bisa mengakibatkan kulit di sekitar anus memerah bahkan melepuh. Selain itu penumpukan gas akan mengakibatkan kembung, bahkan kram usus (kolik).

Jika foremilk lebih dominan, akan menyebabkan gangguan pencernaan bayi.

Berbicara seputar Foremilk dan Hindmilk, sebagian Busui mengartikan sebagai bagian dari ASI perah. Di akhir artikel ini, saya ingin membuat disclaimer bahwa pembahasan tentang Foremilk dan Hindmilk tidak hanya berlaku pada ASI perah, tetapi berlaku pada semua ASI termasuk DBF (Direct Breastfeeding). 

Penulis menekankan bahwa pemberian ASI perah hanya jika terpaksa, karena pemberian ASI dengan Direct Breastfeeding jauh lebih menguntungkan. Namun demikian, pada kondisi terpaksa, dimana busui tidak memungkinkan untuk menyusui sehingga pilihan memberikan ASIP lebih baik dari pada susu formula, misalnya pada saat traveling. Seperti salah satu teman yang merupakan travel blogger Indonesia yang sering berbagi pengalaman traveling di blog-nya. Dia selalu membawa ASI perah saat bepergian bersama si kecil.

Kesimpulan

Foremilk adalah cairan ASI yang pertama kali keluar dalam tiap sesi menyusui, bentuknya lebih encer, kandungan laktosanya tinggi,sedangkan kandungan protein dan lemaknya lebih rendah.

Hindmilk adalah cairan ASI yang keluar menjelang akhir sesi menyusui, yang wujudnya tampak kelbih kental karena kandungan lemak dan proteinnya lebih tinggi.

Ketidaseimbangan Foremilk dan hindmilk yang dikonsumsi bayi akan berpengaruh terhadap feses bayi baik frekuensi, warna maupun konsistensi.

Kandungan foremilk yang terlalu dominan akan menyebabkan penumpukan gas dalam saluran pencernaan bayi dengan segala akibat buruknya.

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

29 komentar

  1. Waah masha Allah sekali nggih dokter Allah menciptakan ASI dengan sebaik-baik nya untuk nutrisi para bayi, memang benar bahwa ASI eksklusif sangat penting diberikan, yang alami saja ada dan murah diberikan secara gratis sama Allah, kenapa pusing2 sama sufor hehehe😄

    BalasHapus
  2. Salwa Rizqi Salsabila2 September 2023 pukul 13.49

    Such a nice info dokter! Mungkin istilah hindmilk foremilk ini masih jarang diketahui yaa dok pada kaum awam seperti kami, dan manfaat serta kandungannya luar biasa juga ya dok. Namun dokter, apabila pada kondisi ASI yang masih susah keluar kandungan hindmilk dan foremilknya sama seperti pada ASI yang lancar?

    BalasHapus
  3. Nah ini dia nih!
    Jujur dari pengalaman saya berinteraksi dengan beberapa ibu-ibu yang barusan melahirkan, baik yang baru anak pertama ataupun anak kesekian sekalipun kadangkala belum memahami betul terkait hal ini. Yang pertama berkaitan dengan ASI seret, terus yang kedua tiap bayi nangis = haus, dan yang ketiga akhirnya ASI yang diberikan ngga habis 1 payudara dulu tapi dalam tanda kutip "asal" dikasih aja, yaa akhirnya kandungan hindmilk nggabbisa didapat deh...
    Dengan edukasi ini, kita semua bisa jadi lebih paham harus bagaimana yang ideal untuk memberi asupan ASI optimal buat sang buah hati.
    Thanks Doc! Its a wrap!

    BalasHapus
  4. Banyak teman yg career lady gimana caranya selalu mengusahaakn ASI utk buah hati.
    effort maksimal, demi yg terbaiiikkk

    BalasHapus
  5. Kita hanya tahu bahwa Asi baik buat bayi.tentang komposisi seimbang baru tahu nih dok dan belum pengalaman menyusui juga sehingga tidak tahu bisa menyebabkan kolik dll. Jadi belajar deh.

    BalasHapus
  6. Kandungan ASI itu memang luar biasa ya dok, tumbuh kembang anak lebih optimal dengan Asi ini.

    BalasHapus
  7. Wah jadi ingat lagi ketika punya bayi dulu, emang luar biasa sih. Termasuk pertama kali bisa menyusui, saya tahunya hindmilk dan foremilk itu malah dari mama saya, meskipun ujungnya mama saya ga sabaran, akhirnya anak pertama dikasih sufor, hahaha

    BalasHapus
  8. Dulu 2 anak saya ASI dok. yang pertama 4 bulan yang ke-2 , 1 tahun. Ternyata dalam ASI ada 2 istilah ini ya dok. Thanks dok, artikel yang bermanfaat

    BalasHapus
  9. Ternyata ada 2 ASI yang pertama Foremi saat ASI pertama kali keluar dan yang terakhir namanya ASI Hindmilk, memang luar bisa manfaat dari ASI

    BalasHapus
  10. Lagu Aku Anak sehat itu pertama kali saya dengar di serial si Unyil. Analoginya soal keran air, semakin memperjelas hindmilk dan foremilk ini, Mas Dok. Dan tentu saja, asupannya untuk bayi harus seimbang ya. Makanya disarankan dulu bayi menyusui pada payudara satu, setelah habis asi-nya, baru pindah ke payudara satunya lagi.

    BalasHapus
  11. Jadi nambah lagi pengetahuan saya tentang ASI. Khususnya untuk hindmilk dan foremilk. MashaAllah. Benarlah satu kenyataan ya Mas bahwa ASI adalah asupan terbaik bagi bayi. Memberikan ASI eksklusif dengan semua manfaat yang ada pastinya akan berbuah banyak kebaikan bagi bayi.

    Makasih banget sudah sering berbagi banyak ilmu tentang kesehatan khususnya dunia anak-anak. Berkah untuk Mas Taufiq.

    BalasHapus
  12. jadi ada istilahnya ya hindmilk dan foremilk pada ASI.
    penting sih memahami hal ini baik yang masih single maupun ibu menyusui ya

    BalasHapus
  13. ya ampun udah setua ini saya baru tau tentang foremilk dan hindmilk
    Juga baru tau kalo ASI harus dihabiskan dulu sebelum pindah ke payudara lainnya
    Karena dulu saya sering ganti-ganti payudara dengan alasan supaya payudara enggak gede sebelah :D

    BalasHapus
  14. habis baca ini aku jadi tahu istilahnya dalam ASI. Thank udah sharing kak...

    BalasHapus
  15. Lha saya menyusui anak 3, baru tahu ada istilah foremilk dan hindmilk ini. ASI emang terbaik yah, saya anak pertama bisa full, sayangnya anak kedua dan ketiga gak bisa full karena sakit, Thanks sharingnya kak, jadi nambah ilmu nih

    BalasHapus
  16. Masa menyusui ini memang kudu banget belajar mengenai Foremilk dan hindmilk.
    Diinget-inget, ibukku selalu bilang, kalau kanan itu makanan, kalau kiri minuman. Jadilah percaya akan asupan bayi kanan kiri ini. Padahal Foremilk dan hindmilk ini yaa.. Dan terbukti, kalau baik asupannya, fesesnya pun juga baik dan anak tumbuh dengan cepat sesuai dengan kartu posyandu tumbuh kembang anak.

    BalasHapus
  17. Baru tau aku dok tentang.. Keseimbangan foremilk dan hindmilk yang merupakan keadaan ketika semua komposisi antara foremilk dan hindmilk didapatkan oleh bayi ketika menyusui

    BalasHapus
  18. Wahh baru tau asi ada nama-namanya buat yang baru pertama keluar dan akhir. Menambah pengetahuan banget nihh.

    BalasHapus
  19. Masya Allah banget ya ASI itu setiap kandungan lemaknya ada namanya sendiri. Selama ini menyusui aja gak tau kalau ternyata ada bedanya antara hindmilk dan foremilk. Lagu tersebut bikin semangat busui juga kalau lelahnya menyusui akan menjadikan anak sehat dan cerdas.

    BalasHapus
  20. Ini informasi penting bagi ibu nih. Ibu dan calon ibu wajib tahu. Aku taunya dulu ketika menyusui krn jadi ibu perah sih. Penasaran dg komposisi asi yang encer dan kental. Akhirnya jadi tau istilah foremilk dan hindmilk

    BalasHapus
  21. baru tahu tentang ini sy dok, ternyata tubuh manusia itu luar biasa ya, apalagi seorang wanita yang bisa melahirkan dan menyusui, didalam ASI seorang ibu ada paket komplit yang bisa dinikmati oleh seorang bayi, ini sebuah anugerah yang patut disyukuri.

    BalasHapus
  22. Aku pikir susu yang encer itu foremilk ya itu nggak bagus. Sempet mikir ini susu kok kaya nggak menyakinkan. Ternyata itu bagus. Dulu waktu nyusui mertua selalu bilang bayinya nggak kenyang. Suka stress momen" itu

    BalasHapus
  23. Baca artikel dokter jadi ingat masa-masa menyusui dulu, masa yang menyenangkan ini, berasa dekat banget saat menyusui, senang kalau lihat anak lahap menyusunya
    foremilk dan hindmilk ini kelihatan saat pumping kemudian disimpan di pendingin tapi kalau saat pumping ga kelihatan ya pemisahannya

    BalasHapus
  24. Artikel ini harus disebarluaskan ke eyang2 deh kayaknya dok, soalnya klo di desa2 sering bgt denger para sesepuh klo ada yg mau nenenin anaknya suruh dipijit2 dan diputer2 dlu biar aslinya ga encer. Pdahal kan emang bgitu proses asi yaa T.T

    BalasHapus
  25. Teori ini sangat penting diketahui ibu Muda yang baru memiliki baby. Dulu aku minim banget informasi begini. Baru ketika anak kedua aku Mulai Gali informasi tentang foremilk dan hindmilk. Aku share informasi ini ke adekku ya Dok.

    BalasHapus
  26. I've just know these two terms, foremilk and hindmilk. Pahamnya selama ini hanya ASI, colostrum. Ternyata selama ini memang pengetahuan saya sangat kurang. Terima kasih, Dok

    BalasHapus
  27. Ternyata asi tuh beda ya waktu awal menyusui dan akhir menyusui, kirain tuh sama aja gitu dok. Baca ini jadi belajar banyak dan makin paham kenapa ibu gak boleh sembarangan memindah bayi ke PD sebelah waktu lagi menyusui.

    BalasHapus
  28. wah baru tau ternyata foremilk dan hindmilk berpengaruh terhadap warna dan tekstur feses bayi, saya kira karena makanan ibunya pak hihi. dan suka khawatir karena warnanya hijau

    BalasHapus
  29. Wah, makasih sharing ilmunya dokter. Ini para mama muda yang kudu belajar, apalagi kalo infonya langsung dari yang ahli di bidangnya seperti ini.. Karena memberikan ASI terbaik sesuai kebutuhan si kecil adalah hak anak ya dokter. Demi tumbuh kembang mereka..

    BalasHapus

Posting Komentar