blog dokter taura big ad

CEGAH DIARE DENGAN IMUNISASI ROTAVIRUS

Hidup lagi capek-capeknya, tetiba dapat undangan dari Dinas Kesehatan Pemerintahan Kabupaten Lamongan untuk menghadiri acara Pencanangan Imunisasi Rotavirus di Pendopo Kecamatan Lamongan.

Membaca surat undangan ini, saya merasa bangga sekaligus bahagia. Bangga karena walaupun saya bukan seorang ASN, namun masih dianggap penting hingga diundang sebagai pendamping pencanangan imunisasi Rotavirus di Kabupaten Lamongan. Bahagia karena saya mempunyai kesempatan bersilaturahmi dengan dengan para petinggi pemerintahan Kabupaten Lamongan, Kepala Dinas Kesehatan dan para bidan senior di kota yang terkenal dengan Nasi Boran-nya itu, yang sejak lama sudah terjalin hubungan yang harmonis.

Pencanangan Imunisasi Rotavirus di Lamongan

Dalam acara resmi bertajuk "Pencanangan Imunisasi Rotavirus" itu, selain acara sambutan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dan Bapak Bupati Lamongan, diselengaarakan pula imunisasi rotavirus secara simbolis kepada 2 bayi yang berumur 3 dan 4 bulan. 

Keseruan acara pencanangan Imunisasi Rotavirus itu pun diakhiri dengan makan bersama diiringi alunan beberapa lagu oleh tim Paduan Suara Dinas Kesehatan Lamongan.

Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA dalam acara pencanangan Imunisasi Rotavirus

Dalam acara "ramah tamah" itu, saya beruntung bertemu dengan salah satu nakes senior yang kebetulan hobi dalam menggambar doodle sekaligus mahir dalam membuat gambar ilustrasi. Teman lama yang selalu satu frekuensi. 

Diare, Stunting dan Imunisasi

Penyakit diare pada anak merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Menurut WHO dan UNICEF, terjadi sekitar 1,7 milyar kasus diare pada anak dan 525.000 balita meninggal karena diare di seluruh dunia setiap tahun. Saat ini Diare dapat dicegah dengan Imunisasi Rotavirus (RV) secara gratis di Puskesmas atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia.

Data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020 menunjukkan bahwa diare menjadi penyumbang kematian nomor dua setelah pneumonia (infeksi paru) pada bayi usia 29 hari-11 bulan yaitu 9,8% dan pada kelompok balita usia 12-59 bulan sebesar 4,5% dari total kematian. Menurut sumber data Indonesia Rotavirus Surveillance Network 2001-2017, Rotavirus adalah penyebab utama diare berat pada balita, yaitu sekitar 41% sampai 58% dari total kasus diare pada balita yang dirawat inap, saat ini 1 dari 8 anak balita menderita diare.

Diare pada anak disebabkan oleh banyak sebab termasuk intoleransi susu, alergi dan juga infeksi (baik infeksi bakteri, parasit maupun virus). Namun, penyebab tersering adalah karena infeksi virus Rota atau Rotavirus.

Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA meneteskan vaksin rotavirus dalam rangka pencanangan Imunisasi Rotavirus

Infeksi Rotavirus sering mengenai bayi dan anak dengan gejala diare, muntah, demam tinggi dan nyeri perut. Komplikasi yang paling sering terjadi akibat infeksi Rota virus adalah dehidrasi, sehingga bayi/anak harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Selain menyebabkan kesakitan dan kematian, diare juga akan menghambat tumbuh kembang seorang anak karena dapat menimbulkan stunting. Zat mikro yang dibutuhkan oleh tubuh anak untuk tumbuh hilang karena infeksi diare yang berulang dan nilai gizi pada tubuh anak pun akan berkurang. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 juga menunjukkan prevalensi diare yang tinggi pada balita yaitu mencapai 9,8%.

Berbagai upaya telah dilakukan dalam mengatasi permasalahan diare ini, diantaranya melalui perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan serta penanganan diare dengan oralit dan zink, tetapi belum memberikan hasil yang maksimal.

WHO merekomendasikan untuk melakukan pemberian imunisasi Rotavirus (RV) pada bayi ke dalam program imunisasi nasional pada semua negara, terutama di negara-negara dengan tingkat kematian terkait Rotavirus yang tinggi. 

Vaksin Rotavirus (RV) merupakan vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated) yang diberikan secara oral, yang dapat bereplikasi di usus manusia untuk menghasilkan respons imun.

Dengan mempertimbangkan tingginya beban penyakit diare dan telah adanya beberapa studi tentang diare yang disebabkan oleh Rotavirus serta rekomendasi dari WHO dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI) dan tersedianya vaksin yang aman dan efektif, serta meningkatkan kualitas hidup anak bangsa, maka perlu dilakukan pemberian imunisasi RV sebagai upaya komprehensif pencegahan diare pada bayi di Indonesia.

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) pun telah memasukkan imunisasi Rotavirus ini dalam Jadwal Imunisasi terbaru 2023. Dalam jadwal terlengkap itu dijelaskan bahwa: Vaksin rotavirus (RV) ada 2 jenis yang beredar di pasaran, yaitu: RV monovalen dan RV pentavalen.

Vaksin RV monovalen (RV1) diteteskan ke dalam mulut diberikan dalam 2 dosis, dosis pertama usia 6-12 minggu, dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu, paling lambat usia 24 minggu.
Jadwal Imunisasi terbaru, termasuk imunisasi rotavirus
Vaksin RV pentavalen (RV5) diberikan dalam 3 dosis, dosis pertama pada usia 6-12 minggu, interval antar dosis 4-10 minggu, dosis ketiga paling lambat usia 32 minggu.
Jenis vaksin yang digunakan dalam program imunisasi RV dari Kemenkes ini adalah jenis Vaksin RV pentavalen, tepatnya adalah ORV116E dengan serotipe G9P dan kemasan multidosis (5 dosis per vial)

Strategi Program Imunisasi Rotavirus (RV)

Kebijakan dan strategi program imunisasi RV adalah sebagai berikut: 
  1. Pemberian imunisasi RV di Indonesia dilaksanakan secara bertahap dimulai pada tahun 2022 di 21 kab/kota dengan mempertimbangkan: 1) angka morbiditas dan mortalitas diare yang tinggi pada balita; 2) kesiapan sumber daya daerah dalam pelaksanaan imunisasi. 
  2. Sasaran pemberian imunisasi RV dimulai paling cepat pada anak usia 2 bulan yang diberikan sebanyak 3 dosis dengan jarak 4 minggu antar dosis, dan imunisasi RV dosis terakhir pada anak usia 6 bulan (sesuai dengan vaksin yang akan digunakan). 
  3. Penyelenggaraan imunisasi dilaksanakan secara terpadu dengan lintas program dan lintas sektoral dalam hal tenaga, sarana, dan dana mulai dari tingkat pusat sampai tingkat pelaksana. 
  4. Seluruh kebutuhan vaksin dibebankan pada APBN, sedangkan biaya operasional dibebankan pada APBN, APBD dan sumber lainnya yang tidak mengikat.

Dosis dan Cara Pemberian Imunisasi Rotavirus

Prosedur pemberian Imunisasi Rotavirus harus dicermati oleh tiap tenaga kesehatan yang akan melaksanakan Imunisasi Rotavirus.

Imunisasi RV diberikan secara oral dengan dosis 0,5 ml (5 tetes) pada usia 2, 3 dan 4 bulan, terintegrasi dengan pemberian imunisasi rutin lainnya. Imunisasi polio oral diberikan terlebih dahulu kemudian diikuti dengan pemberian imunisasi RV dan dilanjutkan dengan imunisasi suntik.

Pemberian imunisasi RV pada masa adaptasi kebiasaan baru mengacu pada Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Rutin pada Masa Pandemi COVID19 dengan langkah – langkah sebagai berikut: 

Cara pemberian Imunisasi Rotavirus
  1. Lakukan skrining kesehatan, pastikan bayi dalam kondisi sehat dan tidak memiliki kontra indikasi. 
  2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan imunisasi pada setiap sasaran imunisasi. 
  3. Siapkan vaksin RV yang akan digunakan.
  4. Bayi diposisikan yang nyaman, digendong dengan posisi bayi setengah duduk sehingga pada saat diteteskan tidak tersedak dan tidak muntah. Berikan vaksin RV secara oral sebanyak 5 tetes tanpa menyentuh mulut bayi.
  5. Vaksin RV yang sudah dibuka hanya dapat digunakan sebelum 6 jam. 
  6. Catat hasil layanan imunisasi RV dengan menuliskan tanggal pemberian dan no batch vaksin pada buku register kohort/rekam medis dan buku KIA, dan dicatat secara elektronik dalam Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) 
  7. Pengantar dan/atau orangtua diminta menunggu selama 30 menit setelah diberikanu orangtua diminta menunggu selama 30 menit setelah diberikan
  8. Sampaikan kepada orangtua apabila di rumah terdapat gejala atau keluhan pada anak maka perlu segera dibawa ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
  9. Ingatkan pengantar dan/atau orangtua jadwal imunisasi berikutnya.

REFERENSI

  1. Kemenkes RI. 2023. Cegah Diare Pada Anak Dengan Imunisasi Rotavirus (RV) Secara Gratis. Bisa diakses di: https://www.kemkes.go.id/article/view/23081600002/cegah-diare-pada-anak-dengan-imunisasi-rotavirus-rv-secara-gratis.html.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Petunjuk Teknis Pemberian Imunisasi Rotavirus (RV). Bisa diunduh di https://ayosehat.kemkes.go.id/pub/files/mediarotavirus/BUKU%20JUKNIS%20ROTAVIRUS%20rev3.pdf
DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

28 komentar

  1. Muhamad Nurul Robby20 Agustus 2023 pukul 09.14

    terima kasih untuk ilmunya dokter, sekarang vaksin rotavirus sudah jadi imunisasi wajib dasar di indonesia, semoga cakupan program ini bisa di laksanakan di seluruh indonesia sehingga presentasi gizi buruk bisa berkuranh, dan kesejahteraan anak bisa menjadi lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga berhasil ya.... Meningkatkan derajat kesehatan anak-anak Indonesia itu sangat mulia tapi sangat susah

      Hapus
  2. Adanya VR ini bagus juga sebagai proteksi diri khususnya buat anak-anak dalam mengantisipasi bertebarannya virus. Serta bisa diimbangi juga dengan pola hidup sehat ya biar tetap terjaga imunnya

    BalasHapus
  3. Jadi inget saya pernah menjadi surveyor balita yang terkena diare, sampai pelosok Jawa Barat
    Tapi saya lupa nama organisasi kesehatannya, bukan WHO, ...duh...sambil baca tulisan dokter saya berusaha mengingat dan tetap lupa
    Waktu itu sekalian kampanye oralit

    BalasHapus
  4. Harapannya, semoga imunisasi ini bisa menyebar ke seluruh wilayah sampai pelosok Indonesia, agar semua anak bangsa dapat sehat merata. Bukan hanya imunisasinya tapi edukasi serta solusi dalam keterbatasan mendapatkan fasilitas kesehatan di pelosok2. Sehat selalu anak Indonesia....

    BalasHapus
  5. Pemberian imunisasi rotavirus ini penting banget ya, terutama agar anak-anak tidak mudah terkena diare apabila bisa berujung jadi stunting. Semoga pemberian imunisasi RV ini meluas hingga ke pelosok negeri ya, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.

    BalasHapus
  6. Di lingkungan tempat tinggal yang saya terkadang bantu-bantu pendataan balitanya juga sedang sosialisasi imunisasi rotavirus ini. Membaca pemaparan dari dokter saya jadi nambah paham tentang pentingnya imunisasi rotavirus untuk baduta 2-6 bulan agar terhindar dari diare yang bisa berujung stunting.
    Semoga anak-anak Indonesia semakin sehat-sehat.

    BalasHapus
  7. Waktu baca judul rasanya akrab di telinga tapi tak tahu apa. Setelah baca penjelasan tentang rotavirus saya ingat pada imunisasi IRV yang didapatkan anak.
    Ingat juga kalau diare itu musuh perkembangbiakan anak. Mudah sekali mereka terkena diare.

    BalasHapus
  8. Tetangga depan rumah punya balita kembar yang bolak balik diopname karena diare
    Jadi penasaran, apakah anak mereka sudah imunisasi rotavirus gak ya?

    BalasHapus
  9. Setuju banget nih dok, semoga ke depannya banyak orang tua yang peduli terutama pada anak2 mereka untuk imunisasi rotavirus agar terbebas diare. Karena terkadang memang diare ini juga sangat membahayakan nyawa jika penanganannya tidak tepat. Setelah baca ini saya jadi dapet banyak ilmu baru. Makasih ya dok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup Betul banget. Diare bisa diberantas dengan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan ortu

      Hapus
  10. Sepertinya ini informasi baru sekaligus panduan buat kami, Dok.
    Karena belum paham kalau diare sampai bisa tak tertolong begitu yaa..
    Penting untuk memahami kesehatan anak dan memperhatikan jadwal Program Imunisasi Rotavirus.

    BalasHapus
  11. saya pikir diare terjadi karena salah makan atau ada bakterinya saja ternyata bisa dicegah ya melalui imunisasi jadi lebih tahan ya imunitasnya

    BalasHapus
  12. Terima kasih Pak Dokter, saya baru tahun imunitasi rotavirus ini. Diare itu bahaya sekali ya, terlihat sepele tapi akibatnya bisa fatal

    BalasHapus
  13. Bahaya juga, ya, dok kalau diare pada anak tidak cepat ditangani akibatnya bisa fatal, salah satunya ya stunting. Pemerintah banyak menginisiasi program untuk mengatasi stunting, termasuk memberikan suntikan ini isasi rotavirus.

    BalasHapus
  14. Berarti diberikannya pas imunisasi umur 2,3, dan 4 bulan, ya, Dok. Berbarengan dengan tetes polio gitu? Memang diare itu bikin emak-emak ketar-ketir. Alpalagi kalau si anak sudah tampak lemas.

    BalasHapus
  15. Karena anakku kelahiran Juli 2022 jadi ga kebagian imunisasi rotavirus yang dari program pemerintah. Diare itu kadang suka dianggap sepele dengan berasumsi nanti juga sembuh, anakku pun sempat tapi karena cepat jadi ga sampai harus ke rumah sakit cukup ke dokter anak saja

    BalasHapus
  16. Anakku sekarang usia 2,5 tahun Dok. Kayaknya belum dapat vaksin RV ini. Masih imunisasi dasar aja sih. Ini bisa di mintakan ke dokter anak kan? Btw, Dok bahas diare karena intolerant laktosa donk, anakku pernah mengalami ini.

    BalasHapus
  17. Alhamdulillah anak-anak sudah lengkap imunisasinya Dok, ini tinggal pengulangan aja jika dari pemerintah ada, di sekolah ada programnya juga, semisal terlambat bisa ikut di Puskesmas
    minimal meminimalkan dampak yang timbul jika terinfeksi

    BalasHapus
  18. Jadi inget dulu pas anak masih bayi, diare dikit udah waswas. Jadi kayak langganan minum zinc sama oralit. Alhamdulillah ada imunisasi rotavirus ini, jadi bisa lebih tenang. Dulu pas adikku masih bayi soalnya juga pernah gara2 diare sampe opname, dehidrasi, berat badan langsung turun drastis.

    BalasHapus
  19. Semoga dengan program vaksin rotaviris yg sudah menjadi imunisasi wajid dasar bisa menekan angka kematian akibat diare juga ya, dok.

    BalasHapus
  20. aku kok lupa,anakku sudah vaksin Rotavirus apa belum. Hiks, jadi ngecek di buku pink deh. Penting banget ya dok, emmenuhi ahak anak untuk mendapatkan kesehatan yang layak, salah satunya memenuhi hak anak untuk mendapatkan imunisasi rotavirus

    BalasHapus
  21. Jadi orangtua memang kudu aware ya dok dengan penyakit yang 'viral' apa aja.. Tapi masih ada juga orangtua yg anaknya tidak mau diberikan imunisasi 🥲

    BalasHapus
  22. Muhammad Alwan Al Khawarizmi9 November 2023 pukul 14.50

    Infeksi Rotavirus ternyata berbahaya ya dok🥲 bisa menyerang bayi dan anak anak. Apalagi kasus diare anak banyak disebabkan oleh rotavirus juga dan komplikasinya adalah dehidrasi sehingga bayi atau anak harus menjalani perawatan di rumah sakit jika dehidrasinya berat. Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk paham dan melaksanakan imunisasi RV ini.

    BalasHapus
  23. terima kasih dokter atas ilmu dan informasi yang diberikan, Insya allah akan sangat bermanfaat untuk sekarang dan seterusnya. ternyata vaksin rotavirus itu sangat penting, karena terlihat sepele namun diare itu bahaya sekali dan bisa berakibat fatal karena si kecil bisa mengalami dehidrasi.

    BalasHapus
  24. Wah menarik sekali pembahasan kali ini dokter. Rotavirus memang jarang terdengar di masyarakat, meskipun demikian rotavirus ternyata dapat memberikan dampak yang serius terhadap kondisi kesehatan anak. Oleh karena itu, informasi ini dapat menjadi edukasi kepada orang tua untuk mengetahui jenis vaksin apa saja yang diberikan untuk buah hati sebagai upaya preventif.

    BalasHapus
  25. Masyaallah sangat menarik sekali pembahasan pada artikel kali ini. Mungkin belum banyak orang yang tau mengenai vaksin rotavirus yang dapat mencegah diare. Karena diare sering terjadi pada anak anak, dan dapat menimbulkan efek dehidrasi pada anak. Yang dapat menimbulkan komplikasi, maka salah satu upaya preventif adalah dengan pemberian vaksin ini

    BalasHapus
  26. wah ternyata diare yang kebanyakan orang menyepelekan ternyata hal ini dapat dicegah dengan imunisasi loh. masyaallah terimakasih banyak dokter atas ilmunya..

    BalasHapus

Posting Komentar