blog dokter taura big ad

KEPALA BAYI "PEYANG”, BIKIN BUNDA PUYENG?

58 komentar

Pernahkah Anda melihat, atau bahkan buah cinta Anda mengalami hal ini: bentuk kepala bayi tampak asimetris alias “peyang”? 

Bisa jadi kepala bayi yang peyang ini bikin orang tua jadi puyeng kan?

Dari segi estetis, jelas kondisi ini membawa dampak yang kurang bagus. Tapi dari segi kualitas, ternyata bentuk kepala asimetris ini tidak mempengaruhi perkembangan bayi. Dengan kata lain, kepala peyang hanyalah “casing” belaka, yang tidak begitu penting dibanding sinyal maupun operating system-nya

Flat Head Syndrome

Dalam dunia kedokteran, kepala peyang alias bentuk kepala yang asimetris ini disebut FLAT HEAD SYNDOME atau Sindroma Kepala Peyang, yaitu suatu kondisi ketika bagian kepala bayi menjadi datar karena tekanan terus menerus di satu tempat. 

Ada dua jenis sindroma kepala peyang pada bayi, yaitu :

plagiocephaly-dan-brachycephaly
Sumber: https://www.childrensdayton.org/

1. Plagiocephaly

Yang dimaksud Plagiocephaly adalah perataan pada satu sisi kepala bayi. Bentuk yang paling umum adalah “plagiocephaly posisional”, yang terjadi ketika kepala bayi datar karena tekanan terus menerus pada satu sisi kepala. Bayi memang paling rentan terjadi plagiocephaly karena tulang tengkoraknya masih lembut dan lentur.

2. Brachycephaly 

Istilah Brachycephaly mengacu pada kondisi dimana kepala bayi tidak proporsional lebar dibandingkan dengan kedalamannya. Kondisi ini dapat terjadi ketika bayi berbaring untuk waktu yang lama.

Hal ini menyebabkan seluruh bagian belakang kepala rata, sehingga kepala lebih luas dan lebih pendek. Tipe brachycephaly ini kurang umum.

Survei menunjukkan bayi yang mengalami plagiocephaly berkisar 16% pada usia enam minggu, 20% pada usia empat bulan, 7% pada usia 12 bulan dan 3% pada 24 bulan.

Apakah Sindroma Kepala Peyang itu Berbahaya?

Tidak. 

Kelainan ini hanya masalah kosmetik dan tidak akan menyebabkan kerusakan otak atau mengganggu tumbuh kembang bayi. Koreksinya pun tidak membutuhkan operasi.

Mengapa Bayi Alami Sindroma Kepala Peyang?

Tengkorak bayi terdiri dari beberapa tulang yang longgar. Saat bayi bertambah umur, tulang tengkorak secara bertahap akan bergabung satu sama lain. Namun, selama proses kelahiran dan selama beberapa bulan pertama kehidupan, tulang tengkorak bayi sangat lembut dan bentuknya dapat berubah jika terkena tekanan yang ringan. 

Pada beberapa bayi yang mengalami tekanan terus-menerus pada salah satu sisi kepala, dapat menyebabkan beberapa bentuk sindroma kepala peyang.

Penyebab Flat Head Syndrome

  1. Bayi yang tidur dengan posisi berbaring pada satu sisi dalam waktu yang lama. 
  2. Perubahan bentuk kepala yang berubah ketika melewati jalan lahir. Hal ini juga bisa terjadi dalam kelahiran bayi kembar dimana salah satu bayi nya menjadi terjepit di dalam rahim.
  3. Bayi prematur lebih memungkinkan untuk memiliki bentuk kepala yang tidak biasa karena tengkoraknya kurang berkembang.
  4. Masalah otot. Kadang-kadang bayi mengalami kekakuan pada otot-otot di leher (tortikolis), yang menyebabkan bayi tidur dengan kepala miring di satu sisi.

Faktor Risiko Sindroma Kepala Peyang

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan bayi mudah terjadi sindroma kepalapeyang, antara lain:

  1. Memiliki kepala yang luar biasa besar 
  2. Bayi prematur atau kelahiran kembar
  3. Proses kelahiran bayi dibantu dengan forceps
  4. Memiliki kemampuan terbatas untuk mengubah kepala atau tortikolis (kekauan otot di salah satu sisi leher dan menyebabkan dagu miring ke sisi lain).

Pencegahan Sindroma Kepala Peyang

Bagaimana pun, mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati. Setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah terjadinya sindroma kepala peyang ini, yaitu
pencegahan-flat-head-syndrome

Mengubah Posisi Kepala

Posisi tidur bayi yang terlentang (dengan posisi kepala yang terlalu sering miring di satu sisi tertentu) memang bisa menyebabkan kepala peyang, namun Anda tidak perlu mengubahnya dengan posisi tengkurap. Posisi tidur bayi yang tengkurap akan meningkatkan resiko terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) alias kematian bayi yang mendadak.

Biarkan bayi Anda tidur dengan posisi terlentang tapi usahakan posisi kepala diubah miring ke kiri dan ke kanan secara berkala

Sering Menggendong Bayi

Menggendong bayi dengan berbagai posisi (posisi bayi tegak, didekap, atau pun dengan posisi miring) sangat disarankan dalam rangka mencegah kepala peyang.

Menggendong bayi dengan berbagai posisi bertujuan untuk mengurangi tekanan pada kepala bagian belakang.

Melakukan Latihan Perut (Tummy Time)

Saat bayi sedang terjaga dan dalam kondisi sadar penuh (tidak sedang mengantuk) dan tidak sedang menyusu, lakukan tummy time atau tengkurap.

Selain untuk mencegah kepala peyang, Latihan tengkurap ini juga akan merangsang perkembangan motorik kasarnya.

Tips Mengurangi Tekanan pada Kepala Bayi Anda :

Ketika tidur:
  • Pindahkan arah sumber cahaya di ruangan sehingga bayi cenderung mengikuti sumber cahaya.
  • Ubah posisi kepalanya menjauh dari sisi yang rata saat dia sedang tidur.
Ketika bermain:
  • Letakkan bayi anda tengkurap pada permukaan datar dan didepannya ada mainan. Ini juga akan membantu perkembangan dan koordinasi bayi, untuk menguatkan leher dan otot-otot lenganya.
  • Gendong bayi dengan sisi lengan yang berbeda-beda saat menyusui. Hindari pula penekanan pada bagian kepala yang datar.
  • Perhatikan arah kepala anak anda ketika kita sedang menyuapi dan menggendongnya.
Ketika bepergian:
  • Kurangi meletakkan kepala bayi di atas permukaan yang datar dalam waktu yang lama, seperti kursi mobil dan kereta.
  • Daripada hanya memangkunya di kursi saat bepergian, bawalah bayi anda sesekali keluar dan gendonglah menghadap ke depan.

Cara Atasi Sindroma Kepala Peyang

Pada sebagian besar bayi, perubahan bentuk kepala akan hilang dengan sendirinya pada tahun pertama atau kedua. 

Namun, hal ini dapat dibantu dengan langkah-langkah sederhana untuk menghilangkan tekanan pada daerah yang kepala. Langkah-langkah ini meliputi:

Ubah Posisi Kepala Bayi 

  • Mengubah posisi kepala bayi Anda sepanjang hari sehingga sisi bulat kepalanya terjaga
  • Atur posisi tempat tidur bayi (jangan menempel dinding disalah satu sisinya) sehingga ia dapat melihat ke arah yang berbeda-beda ketika melihat Anda atau orang lain di dalam ruangan.
  • Jika bayi Anda tampak tidak nyaman atau menangis dengan posisinya, bayi anda mungkin memiliki masalah dengan leher nya dan dapat anda diskusikan dengan tenaga kesehatan atau dokter.

Penggunaan Helm Khusus

Untuk bayi yang lebih tua dari lima bulan, beberapa orang merekomendasikan penggunaan 'helm' atau 'ikat kepala', yang dikenal sebagai orthoses tengkorak untuk mendorong tulang ke dalam bentuk yang lebih bulat. Hal ini masih kontroversial, karena tidak jelas mekanismenya dan secara alami kepala akan kembali ke bentuk yang lebih bulat seiring berjalannya waktu.
penggunaan-helm-untuk-plagiocephaly
Sumber: https://www.nicklauschildrens.org/NCH/media/img/hero/plagiocephaly_mobile.jpg

Perangkat ini dirancang untuk bayi antara 6 dan 12 bulan (ini merupakan periode pertumbuhan tengkorak yang paling pesat), untuk mengurangi tekanan dari bagian lain. The Canadian Paediatric Society menemukan bahwa menggunakan helm khusus untuk mengurangi perataan kepala memiliki beberapa kekurangan, yaitu : mahal dan harus digunakan berjam-jam bahkan berhari-hari dalam jangka waktu yang lama.

Ada bukti bahwa terapi helm dapat memperbaiki keasimetrian pada fase awal, tetapi tidak ada bukti bahwa hal itu dapat memberikan hasil untuk bayi dengan plagiocephaly yang sedang atau berat.

Sebenarnya, penggunaan helm khusus adalah terapi yang paling efektif bila dimulai sejak bayi berusia 4-12 bulan. Pada usia itu kondisi tulang tengkorak bayi masih lunak sehingga mudah dibentuk. Namun, jika terapi ini dimulai pada bayi berusia di atas 1 tahun, saat tulang tengkoraknya sudah menyatu, terapi ini tidak akan efektif.

Amankah Memijat atau Menekan Kepala Bayi?

Bahwa menekan dan memijat kepala bayi secara teratur bisa mengatasi sindroma kepala peyang, ternyata hanya mitos belaka.

Perlu diketahui bahwa tekstur kepala bayi yang lunak sebaiknya tidak ditekan atau bahkan dipijat.




DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

58 komentar

  1. Indra Ardiansyah26 September 2021 06.15

    MasyaAllah bagus sekali dokter artikelnya. Izin bertanya dokter, apakah penggunaan bantal bayi jg berpengaruh terhadap penyakit ini nggih dokter? Durasi dikatakan terlalu lama berbaring itu brp jam nggih dokter? Terima kasih dokter..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Durasi tidur dengan kepala bertahan pada satu posisi, dikatakan "lama" , itu tidak disebutkan di referensi. Penggunaan bantal yang tengahnya berlobang bisa mencegah plagiocephaly, tapi data penelitian masih belum valid

      Hapus
  2. Wah seperti biasa selalu up to date ya dok artikelnya tentang hal hal kecil yang mengkhawatirkan buat Ibu Ibu. Terimakasih banyak dokter atas informasinya. Izin bertanya dokter, seberapa lama durasi untuk tummy time ya dok? Apakah ada batasannya? Dan apakah bisa dilakukan untuk bayi semua usia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tommy time itu saat yang paling bagus untuk bonding antara ibu dan bayi. Berapa lama idealnya? Tidak ada patokan pasti. Senyamannya bayi aja

      Hapus
  3. Izin bertanya dokter, sebaiknya mengubah posisi tidur kepala bayi tiap berapa lama nggih ? Dan apakah boleh menggunakan helm khusus walaupun tidak ada indikasi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Helm dibuat tailored ya. Berdasarkan bentuk kepeyangan kepala bayi. Kalo bayi normal boleh pake helm? Ini pertanyaannya sama dengan; kalau nyetir mobil boleh pake helm? Ya boleh aja, tapi buat apa? Gak nyaman kan?

      Hapus
  4. Alhamdulillah menambah wawasan di minggu pagi yang cerah ini dokter, dokter kalau usia diatas 1th dan peyang dengan perubahan posisi itu apa bisa menjadi koreksi nggih dok? atau memerlukan tindakan kusus nggih dokter?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, batasan usia ini sangat penting dalam mengembalikan bentuk kepala bayi. Hayo dibaca lagi lebih teliti yes

      Hapus
  5. terima kasih dokter atas artikelnya, mohon ijin bertanya, apakah kepala datar pada bayi ini bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada penelitian tentang hal ini... Terima kasih atas pertanyaan nya ya... Good question

      Hapus
  6. Menarik sekali untuk dibahas dokter, yang ingin saya tanyakan bahwa bagaimana bila sudah melakukan saran dari dokter, tetapi tidak ada perubahan, untuk selanjutnya bagaimana ngge? Terimakasih dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu nasib namanya. Dikatakan di beberapa referensi, tidak ada tindakan operasi untuk kasus seperti ini

      Hapus
  7. Terimakasih banyak dokter atas ilmunya, artikel ini sangat membantu sekali terutama untuk ibu-ibu yang memiliki bayi dengan kepala peyang. Izin bertanya dokter untuk bayi yang memiliki bentuk kepala yang peyang apakah ada tanda warming pada bayi yang harus diwaspadai oleh ibu nggih dokter ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kondisi plagiocephaly ini bukan kondisi yang emergensi atau membawa dampak yang berbahaya ya. Ini hanya masalah kosmetik aja kok. Jadi gak ada warning sih.

      Hapus
  8. MasyaAllah bagus sekali dokter, izin bertanya dokter, untuk kepala peyang ini sampai umur berapa nggih dokter dapat dikoreksi? Terimakasih dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di beberapa referensi mengatakan waktu terbaik untuk mengoreksi adalah umur 4-12 bulan. Diatas 12 bulan satura sudah menutup sempurna dan tempurung kepala bayi sudah tidak lunak lagi

      Hapus
  9. Izin bertanya dokter, jadi pada bayi lebih baik menggunakan bantal atau tanpa bantal saat tidur nggih dokter? Terima kasih dokter atas ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senyamannya bayi aja. Kalaupun pake bantal, sebaiknya ketebalannya jangan terlalu...

      Hapus
  10. MasyaAllah dokter infonya yang sangat menarik, penggunaan helm kepala apakah aman dok? Karena tadi di sebutkan pertumbuhan tengkorak yang paling pesat usia 6-12 bulan, apakah tidak berpengaruh ke ukuran kepalanya nanti nggih dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aman dong... Kan dibuat berdasarkan bentuk dan ukuran kepala bayi. Jadi kayak njahitin baju gitu. Diukur dari berbagai angle, baru dibuat helm nya

      Hapus
  11. Alhamdulillah terimakasih banyak dokter atas ilmunya. Mohon izin bertanya dokter, apakah sindrom kepala peyang ini juga bisa dipengaruhi dari faktor ibu nggih dokter saat kelahiran bayi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bisa. Di artikel sudah dijelaskan kok...

      Hapus
  12. Masya Allah menarik dok dengan ulasan yang berbeda aku jadi merasa lebih menikmati ulasan dokter.

    Btw itu masalah kosmetik maksdny gimana dok 🙈auto yg terlintas di otakku adalah lipstik bedak dan sapenunggalane. .


    Btw, kalo diatas satu tahun belun ditemukan y dokter cara mengatasi kepala peyang ini?
    .sebab sudah mengeras gtu kali ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalah kosmetik itu maksudnya secara visual kurang estetik, gitu...

      Hapus
  13. Peyang tuh bikin kekhawatiran banyak ibu apalagi new mom. Tapi kalau udah baca ilmu ini, insya Allah lebih tenang sedikit dok :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantul mbak Zakia... Btw, anaknya sudah berapa mbak? Semoga sehat selalu ya

      Hapus
  14. Informasinya sangat lengkap ya dok. Jadi tahu betul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Windi... Btw, anaknya sudah berapa? Semoga sehat-sehat selalu ya

      Hapus
  15. Baru tahu banget tentang sindrom kepala peyang ini, dok. Jadi tahu juga hal-hal yang harus dilakukan jika itu terjadi. Terima kasih untuk infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maturnuwun pak Yonal... Kepala bayi peyang jangan sampe bikin pak Yonal puyeng ya...

      Hapus
  16. Mantap dok. Dulu karena si kaka sempet nggak simetris gt, akhirnya pengalaman si adek pake bantar peyang wkwk. Trs sering2 jalanin tips di atas. Ternyata works. Cuma bru tau ttg helm khusus itu. Wah ilmu baru..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbak Widya... Semoga kaka sehat selalu ya. Kayaknya pingin punya adik lagi tuh

      Hapus
  17. Nah iya Dok, aku pakai teknik mengubah sumber cahaya lampu untuk mengubah variasi posisi tidur, alhamdulillah anak-anak epalanya pada bulat. Tapi ada yg jendol belakang gitu amankah Dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insyaallah aman. Amati dan ikuti terus ya perkembangan si kecil. Bisa menggunakan KPSP utk skrining perkembangan nya

      Hapus
  18. Anakku juga peyang nih dok soalnya kl bobo miring ke satu sisi pas newborn. Sekarang udah agak berkurang pas dia udah bisa balik badan sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting tumbuh kembang nya normal ya mom

      Hapus
  19. Terima kasih sharingnya Dok, jadi tahu alasan kenapa harus sering menjaga posisi tidur bayi :) izin sharing ke temen2 saya yang masih punya baby ya dok :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan senang hati, Dokter Taura mengizinkan.... Suruh teman2nya komen juga ya... Biar rame kayak mal

      Hapus
  20. Dok tanya dong, yang dimaksud kelainan ini hanya masalah kosmetik, apakah karena bisa berubah sesuai dengan pertumbuhan dan tidak perlu operasi seperti disampaikan dokter Taura?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalah "kosmetik" itu adalah masalah penampilan luar saja, kurang estetik, namun tidak berpengaruh pada perkembangan otaknya

      Hapus
  21. Wah jadi gitu ya Dok, jaman dulu suka lihat kepala bayi dipijit saat mandi yang katanya biar kepalanya nggak peyang. Ternyata ini malah bahaya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bunda.... Nanti jangan dilakukan ke cucu-cucunya ya

      Hapus
  22. Lha iya, anakku yg pertama sama ibuk mertua di pijit pijit katanya biar sama rata dok.. huhhuuhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sekarang sehat-sehat dan tumbuh kembang nya normal kan? Hebat lo ibu mertuanya... Salam hormat yes

      Hapus
  23. Bunda salah satu orang yang terkena konsekwensi kepala peyang, karena ketika bayi, mama sengaja menidurkan di atas bantal berpasir. Niat hatinya biar bentuk kepala cantik untuk bersanggul. Namun apa daya, zaman sudah berubah, anaknya pun pakai jilbab.

    Konsekwensi lebih secara estetika, kepaka Bunda seperti membentuk sudut dipuncak kanan kiri, yang bunda suka bilang, tanduk🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin "tanduk" itu yang bikin Pak Dina klepek-klepek ya... Ternyata bener ya bun: semua pasti ada hikmahnya

      Hapus
  24. Masha Alloh, artikelnya harus di sebar luaskan nih. Anak saya yg kedua termasuk bayi dengan kepala peyang, salah satu penyebabnya adalah kesalahan saat meng ASI hi,

    BalasHapus
  25. Wah bersyukur tinggal berdua aja sama suami, jauh2 dari mitos perbayian nih dok hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera mendapat amanah ya kak... Luar biasa lho rasanya....

      Hapus
  26. Ketiga anakku peyang kepalanya Dok,,hehe
    Walau ga kelihatan banget..

    Ketiganya lahir di usia 36-37 minggu, dan kalau tidur suka miring ke sebelah, sudah dibenerin, suka balik lagi,wkwk..

    Setelah baca tulisan Dokter Taura, jadi tahu treatment pencegahannya...
    Semoga kalau diamanahi lagi anak keempat bisa mempraktekkannya...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Makasih bunda Zulmi. Alhamdulillah Blog dokter Taura selain blog anti-galau, juga blog anti-puyeng

      Hapus
  27. Jadi ingat waktu pertama kali setelah melahirkan anak, sampai pakai bantal anti peyang juga buat si kecil..hihiii,,
    .
    Terima kasih ilmu barunya dok :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Terima kasih juga sudah mengunjungi blog Dokter Taura yang cupu ini... Semoga bermanfaat ya

      Hapus
  28. Kalo di daerahku di kasi bantal beras dok, atau bantal yg isinya kayak butiran2 gitu. Katanyabiar ga peyang karena isi bantalnya bisa ngikut gerakan kepala bayi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa juga. Tapi saya cari di kepustakaan belum ada penelitian secara ilmiah...

      Hapus
  29. Anak keduaku dulu sempat peyang, Pak Dok... alhamdulillah terus hilang sendiri peyangnya. Oya kalau soal penggunaan bantal untuk bayi itu sebenarnya bagaimana Pak Dok?

    Kebetulan kalau aku dulu nggak pernah kasih bantal ke anak-anakku. Tapi kalau secara kesehatan gimana ya sebenarnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada batasan khusus, menggunakan bantal atau tidak. Semua tergantung bayinya. Kalau bayinya lebih nyaman gak pakai bantal, its OK.

      Hapus
  30. MasyaAllah artikelnya bermanfaat sekali dokter, menambah ilmu dan wawasan mengenai kepala peyang yg banyak timbul mitos di masyarakat mengenai ini sehingga sebagai calon tenaga kesehatan kelak dapat menjelaskan kepada masyarakat mengenai ini. Permisi izin bertanya dokter apakah terjadinya kepala peyang ini apabila tidak diatasi dapat mempengaruhi pertumbuhan bentuk wajah (maksila dan mandibulanya) juga nggih dokter?

    BalasHapus

Posting Komentar