blog dokter taura big ad

MENILAI TUMBUH KEMBANG ANAK SAAT RAYAKAN ULANG TAHUN PERTAMA

Tanggal 29 Januari lalu adalah hari ulang Queensha yang pertama. Keseruan perayaan ulang tahun hingga kini masih terasa gemanya. Topi ulang tahunnya kadang masih dipakai mainan oleh teman-teman Queensha. Foto-foto saat merayakan ulang tahun pun masih sering riwa-riwi di media sosial.

Apakah merayakan ulang tahun anak itu penting? Apalagi ulang tahun yang pertama? 

Terlepas dari kontroversi merayakan hari ulang tahun anak, sebenarnya ada yang lebih penting yang harus dilakukan oleh orang tua, yaitu menilai tumbuh kembang anak.

tumbuh kembang anak usia satu tahun harus dievaluasi karena penting

Anda bisa menilai sendiri lho. Artinya, orang tua bisa menilai secara mandiri seberapa normalkah tumbuh kembang anak? Jika ada hal yang dikhawatirkan atau terdeteksi adanya keterlambatan perkembangan, Anda bisa segera berkonsultasi ke Dokter Spesialis Anak terdekat.

Kado Ulang Tahun Terindah

Setiap orang tua pasti ingin memberikan kado terindah untuk anaknya di ulang tahunnya yang pertama. Tahukah Anda, bahwa kado terindah itu adalah jika si kecil dipastikan tumbuh kembang nya normal atau sesuai umur.

Untuk menilai tumbuh kembang anak, orang tua harus melakukan penimbangan berat badan, mengukur tinggi badan dan lingkar kepala (untuk menilai pertumbuhan anak).

Sedangkan untuk menilai perkembangan si kecil, orang tua bisa mengunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan)

Tahapan perkembangan anak umur 9-12 bulan:

  1. Mengangkat benda ke posisi berdiri. 
  2. Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi. 
  3. Dapat berjalan dengan dituntun
  4. Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan yang diinginkan. 
  5. Mengenggam erat pensil.
  6. Memasukkan benda ke mulut. 
  7. Mengulang menirukan bunyi yang didengarkan. 
  8. Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti. 
  9. Mengeksplorasi sekitar, ingin tau, ingin menyentuh apa saja.
  10. Beraksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan. 
  11. Senang diajak bermain “CILUK BAA”.
  12. Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenali

Cara Menimbang Berat Badan yang Benar

Menimbang berat badan bayi umur 12 bulan, kelihatannya suatu hal yang mudah. Namun sebenarnya ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi agar berat badan yang kita hasilkan dari proses pengukuran hasilnya valid dan representatif untuk menilai tingkat tumbuh kembang anak.

Berikut adalah cara menimbang berat badan anak yang benar:

  1. Timbangan bayi digunakan untuk menimbang anak sampai umur 2 tahun atau selama anak masih bisa berbaring/duduktenang.
  2. Jenis timbangan bayi yang direkomendasikan olah IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) adalah timbangan bayi digital atau timbangan dacin.
  3. Letakkan timbangan pada meja yang datar dan tidak mudah bergoyang.
  4. Lihat angka yang tertera pada layar display, harus menunjukan angka 0.
  5. Bayi sebaiknya telanjang, tanpa topi, kaus kaki, sarung tangan.
  6. Baringkan bayi dengan hati-hati di atas timbangan.
  7. Lihat angka yang tertera pada monitor display
  8. Lakukan plotting berat badan bayi pada grafik berat badan menurut umur yang ada di “Buku Kesehatan Ibu dan Anak”

Bila berat badan di bawah garis merah (BGM) atau tidak naik artinya anak mempunyai gangguan pertumbuhan dan segera bawa anak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas kesehatan.

Cara lain adalah dengan melihat grafik standar berat badan dan tinggi badan anak dari WHO.

Cara Mengukur Panjang Badan yang Benar

Pengukuran "Panjang Badan" dilakukan khusus pada bayi di bawah umur 24 bulan dan atau jika panjang/tinggi badannya lebih dari 80 cm.

Cara Mengukur Panjang badan yang benar adalah sebagai berikut:

  1. Sebaiknya dilakukan oleh 2 orang.
  2. Bayi dibaringkan telentang pada alas yang datar.
  3.  Kepala bayi menempel pada pembatas angka 0.
  4. Petugas 1: kedua tangan memegang kepala bayi agar tetap menempel pada pembatas angka (pembatas kepala).
  5. Petugas 2: tangan kiri menekan lutut bayi agar lurus, tangan kanan menekan batas kaki ke telapak kaki dan membaca angkadi tepi di luar pengukur.
    tumbuh kembang anak harus dipantau, salah satunya dengan mengukur panjang badan
    Sumber: Pedoman Pelaksanaan SDIDTK. Kementrian Kesehatan RI. 2016

Panjang badan anak laki-laki umur 12 bulan adalah:

  • Normal: 71 - 80,49 cm
  • Tinggi: > 80,5 cm
  • Pendek: 68,6 - 70-99 cm
  • Sangat Pendek: < 68, 6 cm

Sedangkan panjang badan anak perempuan umur 12 bulan adalah:

  • Normal: 68,9 - 79,19 cm
  • Tinggi: > 79,2 cm
  • Pendek: 66,3-68,89 cm
  • Sangat Pendek: < 66,3 cm

Cara Mengukur Lingkar Kepala

Untuk mengukur lingkar kepala bayi dibutuhkan pita pengukur khusus atau bisa juga menggunakan alat ukur seperti yang biasa digunakan oleh penjahit.

Berikut cara mengukur lingkar kepala bayi:

  1. Alat pengukur dilingkarkan pada kepala anak melewati dahi, menutupi alis mata, diatas kedua telinga, dan bagian belakang kepala yang menonjol, tarik agak kencang,
  2. Baca angka pada pertemuan dengan angka 0.
    Cara ukur lingkar kepala anak untuk menilai tumbuh kembag anak

Pada anak laki-laki umur 12 bulan, lingkar kepala normal adalah 43,8 - 48,8 cm.

Pada anak perempuan umur 12 bulan, lingkar kepala normal adalah 43,8 - 48,8 cm

Sekilas Tentang KPSP

KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) adalah salah satu instrumen pra-skrining yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.

KPSP ini penting untuk deteksi dini adaya kelainan ataupun keterlambatan perkembangan anak. Seperti kita ketahui bersama bahwa keterlambatan perkembangan jika dilakukan intervensi sedini mungkin, hasilnya akan semakin baik. Untuk bisa melakukan intervensi dini, suatu keterlambatan perkembangan harus bisa dideteksi sedini mungkin. Salah satu cara menedeteksi dini adanya keterlambatan perkembangan adalah dengan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan)

KPSP sendiri idealnya dilakukan tiap 3 bulan sekali pada anak umur 3-24 bulan. Sedangkan untuk anak umur 2 hingga 6 tahun, dilakukan tiap 5 tahun. Tersedia formulir KPSP untuk anak umur 3, 6, 9, 12,15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,66 dan 72 bulan.
Interpretasi KPSP

Cara melakukan KPSP ini sangat mudah. Bunda tinggal menjawab 10 pertanyaan yang tersedia dengan menjawab “Ya” atau “Tidak”. Kemudian dihitung berapa jumlah jawaban Ya.
Setelah 10 pertanyaan dijawab semua, kini tiba saatnya membuat interpretasi:

  1. Jika jumlah jawaban “Ya” = 9 atau 10 berarti perkembangan anak SESUAI dengan tahap perkembangannya.
  2. Jika jumlah jawaban “Ya” = 7 atau 8, berarti perkembangan anak MERAGUKAN
  3. Jika jumlah jawaban “Ya” < 7 kemungkinan ada PENYIMPANGAN
Jadi interpretasi KPSP hanya ada tiga: Sesuai, Meragukan atau Penyimpangan (Biasa disngkat dengan SMP)

KPSP Umur 12 Bulan

Ada 10 pertanyaan dalam formulir KPSP umur 12 bulan, yaitu meliputi:

  1. Jika anak anda bersembunyi di belakang sesuatu (atau di pojok) dan kemudian muncul dan menghilang secara berulang-ulang, apakah bayi anda mencari anda atau meigharapkan andamuncul kembali? (Jawab: Ya atau Tidak)
  2. Berikan anak anda pena atau pinsil dan letakkan di telapak tangannya. Cobalah untuk mengambil pena/pinsil tersebut secara perlahan-lahan. Sulitkah anda mendapatkan pena/pinsil itu kembali? (Jawab: Ya atau Tidak)
  3. Apakah bayi anda dapat berdiri selama 30 detik atau Iebih dengan berpegangan pada kursi atau meja? (Jawab: Ya atau Tidak)
  4. Dapatkah bayi anda mengatakan 2 suku kata yang sama, misalnya: "ma-ma" atau "pa-pa". Jawablah YA jika bayi anda mengeluarkan salah satu suara tadi. (Jawab: Ya atau Tidak)
  5. Dapatkah bayi anda mengangkat dirinya sendiri sampai berdiri tanpa bantuan anda? (Jawab: Ya atau Tidak)
  6. Dapatkah bayi anda membedakan anda dengan orang yang belum ia kenai? ia dapat menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya. (Jawab: Ya atau Tidak)
  7. Jika bayi anda memungut benda kecil seperti kacang, apakah ia mengambiinya dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya sepertiyang terlihat pada gambar? (Jawab: Ya atau Tidak)
  8. Dapatkah anak duduk sendiri tanpa bantuan? (Jawab: Ya atau Tidak)
  9. Sebutkan dua atau tiga kata yang dapat ditiru oleh bayi anda (perlu kata-kata yang Iengkap). Apakah ia mencoba meniru kata-kata tadi. (Jawab: Ya atau Tidak)
  10. Tanpa bantuan, dapatkah anak mempertemukan dua balok kecil? (Jawab: Ya atau Tidak)


Bila tahapan perkembangan si kecil terjadi PENYIMPANGAN, segera konsultasikan ke Rumah Sakit atau ke Dokter Spesialis Anak, atau ke Klinik Tumbuh Kembang Anak terdekat.

Jika menggunakan fasilitas JPS, Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) dengan tujuan untuk minta surat rujukan ke FKTRL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut). Jangan lupa pilih FKTRL yang ada Dokter Spesialis Anak-nya ya.


Evaluasi tumbuh kembang anak dengan KPSP untuk anak umur 12 bulan
Sumber: Pedoman Pelaksanaan SDIDTK. Kementerian Kesehatan RI. 2016

Jadi, saat si kecil merayakan ulang tahun pertama, perayaan bukan lagi jadi hal paling utama. Yang terpenting adalah monitoring tumbuh kembang anak. Sebagai seorang “Strong and Smart Mother", Bunda harus bisa menilai tingkat tumbuh kembang anak. Untuk pertumbuhan, bunda bisa mengukur tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala sendiri. Sedangkan untuk perkembangannya, silakan mengisi formulir KPSP dan lakukan intepretasi sederhana seperti penjelasan di atas.

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

71 komentar

  1. Abis baca aku langsung ngukur BB, TB dan Lingkar kepala anakku. KPSP selain disini, biasanya ada dimana Dok?

    Nice, penting banget ini diketahui ibu yang baru merayakan euforia 1 tahun anaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mom... Jangan lupa share ke sosmed ya... Biar emak-emak pada melek... :)

      Hapus
  2. Terimakasih banyak dokter sudah mau berbagi ilmu yang sangat bermanfaat ini, sekarang jadi semakin bisa memahami cara mengukur tumbuh kembang sang anak yang baik dan benar, agar dapat mengetahui apakah anak tumbuh dengan normal atau ada kekurangan yang tidak diketahui, jadi bisa lebih aware dengan keadaan sang anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagian besar orang tua justru terlena dengan euforia ulang tahun pertama anaknya. Banyak yang lupa bahwa saat itu anak dalam golden age tumbuh kembang

      Hapus
  3. Terimakasih banyak dokter atas ilmunya, tulisan ini sangat mudah dimengerti. Apalagi untuk orang tua. Orang tua dapat dengan mudah mengukur sendiri atau menginterpretasikan hasil pertumbuhan dan perkembangan anak berdasarkan Plotting dan KPSP. Dari hasil interpretasi kita bisa tau apakah anak ini termasuk normal atau tidak. Jika terjadi ketidaknormalan maka bisa langsung di deteksi dini dan therapy akan lebih maksimal hasilnya daripada yang terlambat terutama di umur di bawah 2 tahun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monitoring tumbuh kembang anak hausnya bisa dilakukan mandiri oleh ortu. Jika ditemukan kejanggalan atau kelainan atau keterlambatan, baru dikonsultasikan ke dokter spesialis anak...

      Hapus
  4. Terimakasih dokter atas ilmunya, mengenai tumbuh kembang anak ternyata tidaklah mudah nggih dok, karena sebagai orangtua harus bisa lebih memperhatikan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan si buah hatinya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sedari dini, dan menjadi lebih tau langkah awal yang harus dilakukan jika ditemukan suatu kelainan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang terpenting orang tua punya bekal ilmu tumbuh kembang anak yang memadai. Jadi tahu kapan warning sign, kapan anak baik-baik saja

      Hapus
  5. Terimakasih dokter ilmunya. Ibu-ibu di rumah yang seharusnya paling tau mengenai tumbuh kembang anaknya, jadi bisa mulai melihat apakah anaknya ada keterlambatan dalam pertumbuhan atau perkembangannya. karena pertumbuhan dan perkembangan anak seharusnya dipantau secara berkala agar bisa dilakukan intervensi sejak dini apabila ditemukan penyimpangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, bahwa deteksi dini tumbuh kembang anak itu penting. Supaya bisa dilakukan intervensi sedini mungkin jika ada keterlambatan. Yuk sebarkan informasi baik seperti ini...

      Hapus
  6. Terima kasih nggih Dokter atas ilmunya dan tentunya sangat bermanfaat bagi kita semua, khususnya para orang tua. Sebenarnya mengamati tumbuh dan kembang anak itu gampang" susah. Gampang itu karena, ketika kita rutin posyandu dengan pedoman buku KIA (warna pink) nanti akan bisa mengamati tumbuh kembang anak melalui pemeriksaan yang ditulis oleh petugas. Di buku tersebut sebagian besar sudah ada penjelasan juga mengenai tumbuh kembang dari anak. Hal tersebut lebih dipermudah lagi dengan adanya akses internet yang mayoritas semua orang tua khususnya ibu menggunakannya (bisa membaca artikel seperti ini, dengan penjelasan yang mudah dipahami dan jelas). Lahhh... yang susah ketika orang tua mengabaikan atau kurang memperhatika tumbuh kembang anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya tidak ada orang tua yang mengabaikan tumbuh kembang anak. Hanya mereka belum tahu saja akan pentingnya monitoring tumbuh kembang anak...

      Hapus
  7. Penting banget nih informasi seperti ini, informasi tumbuh kembang pada anak. Apalagi seperti saya, yang tergolong abru punya baby

    BalasHapus
  8. Betul banget, Pak Gie... Makanya jangan lupa share ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Dokter, saya share dog, share ke istri juga. Selalu suka dengan tulisan Pak DOkter yang selalu inspiratif

      Hapus
  9. Terima kasih banyak infonya, langsung saya catat dan akan dipraktekkan ketika punya anak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya Kak... Kalau punya anak nanti, jangan ragu untuk main ke Blog Dokter Taura lagi...

      Hapus
  10. MasyAllah lengkap sekali kak penjelasannya. Soal nimbang berat badan anak masih kesusahan aku kak. Soalnya hasil timbangannya suka beda beda. Ga tau karena anaknya ga bisa diem ga tau timbangannya yang agak error hihihi 😂.

    Cuma sebagai ibu aku berusahaaaa banget memperhatikan tumbuh kembang anak saya. Soalnya lahirnya cuma pas 2 kg aja. Dan ternyata itu jadi mempengaruhi tumbuh kembangnya yang agak terlambat. Tetapi allhamdulillahnya slalu menunjukkan kemajuan. Itu yang bikin saya tenang. Walau tetap banyak saya stimulasi

    BalasHapus
  11. Malam dok. Tanya dong untuk tumbuh kembang anak ada patokannyakah? anak pertama saya Rachel sudah cerewet di usia 9 bulan. Lancar ngomongnya tetapi baru bisa berjalan di usia 16 bulan itu masih jatuh-jatuh jalan kaya robot. Di usia 2 tahun baru jalan normal. Apakah antara bisa jalan & bicara itu bisa berbarengan / gantian dok? Thanks

    BalasHapus
  12. jadi ingat sewaktu anak2 masih batita

    karena hanya konsultasi dengan 1 dokter anak untuk semua anak

    jadi mudah mengukur dan membandingkan berat serta tinggi anak

    dokter bilang, ancer2nya berat anak satu tahun harus kurang lebih 3 kali berat lahir dan normal

    dan itu perjuangan banget ketika anak sakit, rewel dan gak mau makan

    BalasHapus
  13. Seringkali saya dengar orang tua yang mengeluh anaknya kurus padahal harus dicek menyeluruh apakah beratnya masih cukup atau memang kurang dan ada masalah ya.

    BalasHapus
  14. Pada tahap perkembangan 9-12 bulan ini orang tua perlu ekstra memperhatikan si kecil, apalagi dengan aktivitas Memasukkan benda ke mulut. Kudu diperhatikan betul agar tidak ada barang atau mainan yang tertelan

    BalasHapus
  15. Waktu ponakan masih bayi, suka menemani kakak buat kontrol. Dan melihat dia ditimbang sesuatu banget hehe.
    Sama itu juga diukur lingkar kepala, dikasih vitamin.

    BalasHapus
  16. Lengkap sekali ulasannya, dok. Tapi aku ngga punya anak kecil lagi, hihii. Tapi ponakan banyaak ntar bisa aku praktekkin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo dipratekin ke ponakan, anak tetangga, cucu... Semua boleh kok... Makasih ya

      Hapus
  17. Alhamdulillah, anak ke-4 saya sekarang usianya satu tahun, ciri-ciri yang disebutkan di artikel dokter Taura juga hampir semuanya ada pada anak, tapi di usianya yang sudah 1 tahun ini, sang anak belum ada tanda-tanda tumbuh gigi. It's ok dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tumbuh gigi pertama bagi seorang anak bisa sampai usia 15-18 bulan. Kalau sudah 18 bulan belum ada tanda2 tumbuh gigi, segera periksa ke dokter gigi ya... Btw, sudah ada artikel yang membahas "tumbuh gigi" di blog dokter taura lho... Yuk di search

      Hapus
  18. Jadi ingat anak sulung saya saat usia 0-3 tahun. Gak mau bicara sama sekali Mas. Semua diperiksa anggota tubuh, kesehatan, bahkan kemungkinan autisme nya. Alhamdulillah tidak ada hal yang kurang. Tapi semua kakek neneknya khawatir banget. Kemudian ada kejutan. Saat kami makan bersama di depan TV, si sulung mendadak ngomong panjang lebar. Tidak cadel dan berbicara ke arah kami (saya dan suami) seperti sedang berbincang dengan orang dewasa. MashaAllah. Sampai gemetar saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amazing ya... Emang sih, menjadi orang pertama yang mengetahui perkembangan anak, itu sesuatu banget...

      Hapus
  19. informasi yang sangat penting, terima kasih sudah berbagi dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kode mau punya anak lagi nih... Semangat pak

      Hapus
  20. Informasi yang sungguh sangat bermanfaat pak dokter.. Hehehe terimakasih banyak selalu menuliskan hal² yang bisa untuk saya makin belajar.. Hehehe

    BalasHapus
  21. Anakku gendut2 Dok, apalagi kalau masih dapet ASI. Kalau sudah lepas ASI, baru mulai melangsing.

    BalasHapus
  22. Formulir KPSP yang lengkap ini bisa diperoleh di mana ya Dok?

    Iya, perayaan ulang tahun boleh sama kalau memang orang tuanya mampu, sebenarnya merayakan kebahagian ortunya sih menurut saya. Anak 1 tahun kan belum ngerti perayaan gini.

    Jadi ingat dulu pernah ada kegiatan di hotel. Pas kegiatan malam, ruang sebelah rame banget, ada hiasan balon di depan pintu, pintunya ketutup sih. Tapi suara sampai ke ruangan saya, ternyata acara ulang tahun anak yang ke 1. Terus saya mikir, bayi 1 tahun biasanya jam segini tidur, ini ada rame orang dewasa sekelilingnya nyanyi-nyanyi apa nggak terganggu?

    BalasHapus
  23. ini penting banget sih ya dok masa-masa keemasan nih tumbuh kembang di tahun pertamanya, jangan sampai stunting dan harus optimal sesuai target tumbuh kembang anak sesuai usianya

    BalasHapus
  24. Usia setahun masih masuk 1000 masa emas pertumbuhan ya, dok
    Harus diperhatikan benar-benar perkembangannya

    BalasHapus
  25. tumbuh kembang anak memang wajib jadi perhatian orang tua yaa, Dok. Agar bila tumbangnya tidak sesuai grafik, bisa langsung tertangani lebih dini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak. Tapi harus diingat bahwa tumbuh kembang anak itu tidak melulu tentang berat badan, tinggi badan dll. Tapi juga tingkat perkembangan yang dinilai dengan KPSP

      Hapus
  26. KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) penting untuk mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. KPSP untuk skrining perkembangan saja, Pak. Kalau pertumbuhan dinilai dari anthropometri (BB, TB, lingkar kepala dll)

      Hapus
  27. Cara timbangnya yang masih suka salah berarti. Pas kalau lagi pos yandu, anak masih suka berpakaian lengkap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada juga yang masih dibedong, pake gurita, pake topi, kaos kaki, kaos tangan... Total bisa 500 g tuh

      Hapus
  28. Jadi teringat dulu anak pertama kalau mau ditimbang, diukur badan,dll dramanya nggak karuan wkwkw.
    Alhamdulillahnya sehat2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di tempat praktik saya, sering ibu-ibu ikutan nimbang. Katanya pingin tahu berapa penurunan BB nya pasca lahiran...

      Hapus
  29. wah makasih k ilmunya. bermanfaat banget, ya meskipun aku belum punya anak tapi pengetahuan seperti ini juga harus tahu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Segala sesuatu tentang tumbuh kembang anak, sebaiknya dipahami saat pra nikah. Jadi gak bingung saat punya momongan...

      Hapus
  30. Pak dokter, ak pake buat nilai ponakan ya :D|

    Ikut share ke temen2 pokoknya.

    BalasHapus
  31. Ya Allah, jadi pengen buru-buru punya cucu..
    Seneng pastinya kalau tumbuh kembangnya bagus dan sesuai

    BalasHapus

  32. Aku juga pernah komsul ke dokter anak soal gejala perkembangna anak yang tidak normal. Ternyata di setiap usia, ada patokan nilai berat badan ya. Dnd ari situ juga dapat diketahui apakah anak berkembang atau tidak

    BalasHapus
  33. Detail sekali pak dokter, saya biasanya cma centang2 aja dri stppa utk perkembangan anak tiap bulan
    Jdi makin tau jelasnya disini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Iva, sebagai bloger harus paham ttg skrining perkembangan anak lho... Yuk bikin artikel serupa, terus kasih BL ke sini...

      Hapus
  34. Anakku udah 1 tahunan lebih ni dok. Dan alhamdulillah kami raji ke posyandu untuk menimbang dan mengukur tinggi badannya. Alhamdulillah sejauh ini baik-baik aja.. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... Next, kalau ke posyandu, tanyakan ke bu bidan tentang perkembangan si kecil. Mintakan pemeriksaan KPSP nggih...

      Hapus
  35. 10 pertanyaan untuk anak 12 bulan ini bisa nih di share ke teman2, wah aku sennang baca artikel dokter taura ini jadi ada insight baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya KPSP mbak, semacam tools untuk skrining perkembangan anak... Monggo di share... Matursakalangkong...

      Hapus
  36. Ah, seru banget punya anak ya. makasi dok, ilmu dan pengetahuannya. jelas banget deh ulasannya disini.

    BalasHapus
  37. Alhamdulillah dokter Terimakasih banyak dokter sudah mau berbagi ilmu yang sangat bermanfaat ini, Dari artikel ini saya calon orang tua dan orang tua anak saat ini dapat lebih aware terhadap tumbuh kembang dari anak dengan melihat pertumbuhan anak dengan mengukur tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala secara mandiri. Selain itu orangtua juga dapat memonitor perkembangan sang anak yaitu dengan mengisi formulir KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) berdasarkan umur: tiap 3 bulan sekali pada anak umur 3-24 bulan. Sedangkan untuk anak umur 2 hingga 6 tahun, dilakukan tiap 6 bulan sekali. Terima kasih nggih dokter atas informasinya yang mudah diterima , dengan artikel ini dapat menambah wawasan saya selaku calon orang tua dan orang tua anak sekarang.

    BalasHapus
  38. Terima kasih banyak nggih dokter untuk ilmunya mengenai tumbuh kembang anak, ternyata banyak yang harus diperhatikan untuk mengevaluasi tumbuh kembang anak. Untuk menilai pertumbuhan anak, orang tua dapat mengukur berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Sedangkan untuk menilai perkembangan anak, orang tua bisa menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Pengukuran dan penilaian tumbuh kembang harus dilakukan secara berkala, agar dapat mengetahui jika ada gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak.

    BalasHapus
  39. Alhamdulillah terimakasih banyak dokter untuk penjelasannya mengenai penilaian tumbuh kembang anak. Hal-hal seperti yang sudah dokter jelaskan pada artikel ini, ada suatu Ilmu untuk orangtua dalam menilai tumbuh kembang anaknya. Bukan hanya tentang "anak saya belum bisa ini, gakpapa kakaknya dulu juga gitu", sesuatu yang "dinormalisasikan". Sifat emak-emak yang seperti ini harus dihempaskan jauh-jauh nggih dok, dan mulai terbuka dan mau belajar dan lebih kritis dalam menilai tumbuh kembang si kecil. Sekali lagi terimakasih dokter untuk penjelasannya yang lengkap dan runtut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi berdasarkan dari artikel ini, sangat penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk menilai pertumbuhan anak, dapat dilakukan pengukuran BB, TB dan LK. Selain itu penting juga untuk mengetahui nilai normal dari BB, TB dan LK sesuai dengan usia anak. Agar orangtua tidak menjadi overthinking membandikan anak dengan anak lainnya. Sedangkan untuk menilai perkembangan anak, bisa dengan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Perlu diingat juga harus menggunakan KPSP sesuai dengan usia. Pengukuran dan penilaian tumbuh kembang anak harus dilakukan secara rutin, dan jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada ahlinya apabila melihat ada perkembangan yang terlambat/menyimpang dari semestinya

      Hapus
  40. Terima kasih dokter atas ilmu yang disampaikan kali ini. Dari tulisan dokter dapat dipahami bahwa untuk memantau tumbuh kembang anak itu ada cara-cara yang harus dijadikan catatan oleh setiap orang tua. Untuk menilai tumbuh kembang anak, orang tua harus melakukan penimbangan berat badan, mengukur tinggi badan dan lingkar kepala (untuk menilai pertumbuhan anak). Sedangkan untuk menilai perkembangan anak, orang tua bisa mengunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Pengukuran dan penilaian tumbuh kembang anak juga harus dilakukan secara berkala sesuai usia anak agar dapat memantau bagaimana perkembangan serta pertumbuhan anak, apakah sesuai atau tidak, apakah ada hal yang menyimpang atau tidak.

    BalasHapus
  41. Alhamdulillah terima kasih banyak dokter sangat bermanfaat informasinya. Memang pengukuran KPSP inibsangat penting namub sering dilupakan oleh para orang tua maupun tenaga kesehatan karena lebih memandang penting pertumbuhan anak sementara untuk perkembangannya sering terlewatkan sehingga informasi yang dojter jelaskan disini dapat mengingatkan orang tua pentingnya untuk memeriksa KPSP anak idealnya dilakukan tiap 3 bulan sekali pada anak umur 3-24 bulan

    BalasHapus
  42. Terima kasih banyak dokter atas informasi dan ilmu yang diberikan, memperhatikan tumbuh kembang anak itu memang sangat penting kadang ada orang tua yang tidak mengetahui bahwa anaknya mengalami keterlambatan dalam perkembangannya dikarenakan kesibukan dalam pekerjaan, dan juga terima kasih dokter disini dijelaskan tata cara mengukur tumbuh anak dengan benar. Karena kadang masih banyak kesalahan dalam mengukur tumbuh anak. Terima kasih banyak 🙏🙏

    BalasHapus
  43. Nabilah Fauziyah16 Juli 2022 09.37

    Terima kasih banyak dokter atas ilmu dan informasi nya. Sebagai orang tua tentu ingin tumbuh kembang anaknya normal. Untuk mencapai itu perlu pemantauan tumbuh kembang secara berkala sesuai usia anak sehingga bila ada hal yang tidak sesuai/penyimpangan bisa segera terdeteksi dan bisa dilakukan intervensi secara dini.

    BalasHapus
  44. Assalammualaikum wr wb. Terima kasih banyak dokter atas ilmunya. KPSP ini memang alat ukur paling mudah untuk menilai perkembangan anak ya dok. Bisa digunakan oleh orang tua dan guru PAUD atau TK. Selain itu untuk mengukur TB dan BB anak juga harus sesuai prosedur agar perhitungannya akurat

    BalasHapus
  45. Terima kasih dokter, ilmunya bermanfaat. Dok izin bertanya, kalau pada anak yang penyimpangan perkembangan, kan perlu untuk menstimulasi anak. Untuk follow up perkembangannya itu apakah tetap 3 bulanan atau bagaimana dok? Terima kasih

    BalasHapus
  46. Assalamu'alaikum wr.wb dokter, terimakasih untuk ilmu yang dibagikan. Untuk tumbuh kembang anak KPSP ini harus lebih banyak diketahui orang para orang tua di luar sana. Meskipun sudah ada di buku KIA, tetapi masih banyak orang tua yang tidak menyadari pentingnya pemeriksaan secara berkala ini. Semoga dengan adanya tulisan blog dokter, bisa menjadi sarana mengedukasi orang tua supaya lebih menyadari pentingnya tumbuh kembang anak. Terimakasih dokter.

    BalasHapus
  47. Hani Mufidatul Khoiriah L-3813 Agustus 2022 13.10

    Matur nuwun dokter atas ilmunya. Dengan membaca artikel ini setiap ibu dapat dengan mudah mengukur dan menginterpretasikan hasil pertumbuhan dan perkembangan anak berdasarkan Plotting dan KPSP. Dari hasil interpretasi kita bisa tau apakah anak ini termasuk normal atau tidak. karena pertumbuhan dan perkembangan anak seharusnya dipantau secara berkala agar bisa dilakukan intervensi sejak dini apabila ditemukan penyimpangan.

    BalasHapus
  48. Masyaallah, terimakasih banyak dokter ilmunya. Tumbuh kembang anak adalah hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua. Pada artikel ini, kita dapat mengetahui bahwa pertumbuhan anak dapat dilihat dari hasil pengukuran antropometri yang bersifat kuantitatif, yaitu dapat terukur dan juga jelas bagaimana cara pengukurannya seperti BB, TB/PB dan LK. Sedangkan, untuk perkembangan anak dapat kita lihat dari KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). KPSP ini penting untuk deteksi dini adanya kelainan ataupun keterlambatan perkembangan anak sehingga orang tua dapat mengetahui keterlambatan perkembangan dan segera melakukan intervensi sedini mungkin agar hasilnya baik.

    BalasHapus
  49. Alhamdulillah, terimakasih atas ilmunya dokter. memang terkait tumbuh dan kembang anak ini bukan hanya akan berguna di masa pendidikan bagi saya seorang dokter muda, tetapi juga menambah keilmuan kelak menjadi calon orang tua. sudah sepatutnya orang tua memberikan perhatian terkait pertumbuhan dan perkembangan anak. bagaimanapun juga orangtua menjadi pengamat awal yang sehari hari bersama anak. pengukuran antropometri rutin yan dilakukan orangtua menjadi nilai plus untuk memantau pertumbuhan anak. juga, pemahaman baik terkait KPSP memang sebaiknya dimiliki oleh orangtua untuk memantau perkembangan anak.

    BalasHapus
  50. MasyaAllah terima kasih atas ilmunya dokter. Saya sangat setuju bahwa orang tua harus melakukan penilaian tumbuh kembang pada anaknya, sehingga jika memang ada keterlambatan pertumbuhan ataupun perkembangan bisa segera ditangani. Untuk menilai pertumbuhan anak bisa dengan melakukan penimbangan berat badan, mengukur tinggi badan dan lingkar kepala. Sedangkan untuk menilai bagaimana perkembangan anak dapat menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Dan perlu diingat bahwa penilaian tumbuh kembang anak harus dilakukan secara rutin.

    BalasHapus

Posting Komentar