blog dokter taura big ad

JANGAN JADI TOXIC PARENT! TERAPKAN POLA ASUH POSITIF SEJAK DINI

Hari ini saya tidak dapat menahan diri untuk tidak memposting artikel tentang pola asuh positif, gegara pagi tadi saya menemukan dua pasien yang dibawa ke tempat praktik akibat hal sepele, yang sebenarnya bisa dicegah.

Kasus pertama adalah seorang anak umur 12 bulan yang jatuh dari tempat tidur dan didapatkan gejala gegar otak ringan atau cidera kepala ringan: muntah, kesadaran jadi menurun dan kepalanya benjol sebesar telur ayam,

Kasus kedua, sebut saja Bunga, yang sudah berumur 3 tahun tapi belum menunjukkan adanya tanda-tanda bisa bicara. Sehari-hari Bunga diasuh oleh gadget dan televisi. Kedua orang tuanya sibuk bekerja, sementara nenek sibuk menyiapkan masakan di dapur.

"Tidak ada cara sempurna untuk jadi orang tua. Jadi, jadilah sosok yang selalu hadir saat mereka butuh,” – Sue Atkins

Jadilah kedua pasien anak di atas menjadi korban toxic parent. 

terapkan pola asuh positif sejak dini

Menjadi orang tua memang tidak gampang. Bukan sekadar menerapkan pola asuh seperti yang kita terima semasa kecil dulu! Jadi orang tua itu harus paham tentang dasar-dasar parenting. Harus pula menerapkan pola asuh positif sejak dini.

Anak-anak tidak pernah pandai mendengarkan orang yang lebih tua, tetapi mereka tidak pernah gagal untuk meniru mereka. - James Baldwin

Tahapan Perkembangan Anak Usia 0-1 Tahun

Bayi usia 0-1 tahun sedang mengalami tahapan perkembangan dimana dia sedang belajar banyak hal, antara lain:

  1. Belajar mengenali suara ibunya. 
  2. Belajar memfokuskan penglihatan mulai dari sudut pandang bagian tepi mata ke arah tengah. 
  3. Mulai mengoceh, dan mengulang-ulang sebuah suku kata yang sama seperti mama, dada, atau papa. 
  4. Belajar mendengar, mengerti dan mengenali nama orang dan benda benda disekitarnya. 

Pada tahapan usia ini, bayi juga mulai mengembangkan rasa ikatan cinta dan percaya kepada ibunya. Cara ibu memeluk, memegang dan bermain dengan bayinya merupakan dasar bagaimana dia nanti berinteraksi dengan orang lain.

Pola Asuh Positif untuk Anak Usia 0-1 Tahun

Pola asuh positif yang harus dikembangkan dalam mengasuh si kecil sehari-hari untuk anak usia 0-1 tahun adalah sebagai berikut:

  1. Ajaklah si kecil bicara
  2. Ketika si kecil mengeluarkan suara, jawablah dengan menirukan suaranya dan tambahkan beberapa bentuk suara yang lain. Ini akan membantu dia dalam belajar membentuk kata-kata
  3. Bacakan cerita untuknya, yang akan membantu dia mengerti, mengkreasi dan mengembangkan suara dan bahasanya
  4. Nyanyikan lagu untuknya
  5. Mengajak anak bermain musik akan mengembangkan kecintaannya terhadap nada lagu dan pengembangan dasar hitung matematikanya
  6. Selalu sempatkan untuk bersenda gurau sesering mungkin, mendekap dan memeluknya. Ini akan membuat dia selalu merasa aman dan nyaman
  7. Waktu terbaik untuk bermain dengan sikecil adalah ketika dia tampak tidak mengantuk dan santai. Kenali tanda-tanda kelelahannya dengan baik, sehingga anda harus membiarkan dia beristirahat
  8. Berikan ketulusan cinta dan selalu berdoa untuknya.

Warning

Mengasuh anak dengan menerapkan pola asuh positif ini, mungkin saja sebuah pekerjaan yang berat, karena itu siapkan fisik, mental, dan emosi Anda. Jadilah orang pertama yang menjadi saksi perjalanan tumbuh kembang anak.

Menerapkan pola asuh positif ini hendaknya dengan suasana emosi yang nyaman. Anda dapat lebih mudah merasakan kenikmatan memberi dan menerima kehadiran seorang anak.

Menerapkan pola asuh positif ini hendaknya dengan suasana emosi yang positf dan nyaman.

Tahapan Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun

Tahapan perkembangan pada periode ini, anak akan semakin banyak bergerak, termasuk mulai belajar berjalan sendiri. Anak juga mulai menyadari siapa dirinya diantara lingkungan sekitarnya. 

Keinginan untuk memegang dan mengeksplorisasi benda-benda baru sangat besar. Perilakunya mulai menunjukkan rasa berani terpisah dari ibunya. Mengenali diri sendiri di depan cermin dan seringkali mencoba menirukan perilaku anak atau orang lain. 

Pada usia ini, anak mulai mengenali dengan baik nama-nama orang terdekat, benda-benda yang sering dia lihat, mengerti sebuah kata atau kaliamat sederhan, dan dapat mengikuti sebuah perintah yang sederhana.

peran penting ibu dalam menerapkan pola asuh positif

Pola Asuh Positif untuk Anak Usia 1-2 Tahun

Pola asuh positif yang harus dikembangkan dalam mengasuh si kecil sehari-hari untuk anak usia 1-2 tahun adalah sebagai berikut:

  1. Selalu membacakan cerita setiap hari
  2. Ajari nama-nama anggota tubuhnya dan nama beberapa benda penting di sekelilingnya. Dan mintalah dia menunjuk atau mencarinya untuk anda.
  3. Bermain “cocok-mencocokan” dengan si kecil
  4. Dukung dia untuk selalu mengeksplorasi hal-hal baru
  5. Kembangkan bicara dan bahasanya dengan selalu mempunyai kebiasaan berbicara dengan dia
  6. Kembangkan rasa ingin tahunya dan mengenalkan obyek-obyek lain dengan mengajak dia pesiar bersama.

Perhatikan Masalah Keselamatan dan Keamanan

Pola asuh positif pada periode ini harus memperhatikan faktor keselamatan dan keamanan, aantara lain:

  1. Pasang pagar atau penghalang kecil pada setiap tangga naik. Kunci selalu pintu-pintu ruangan yang menuju tempat tempat berbahaya seperti dapur dan garasi mobil
  2. Tutup semua “colokan listrik” yang ada di rumah, terutama yang berada dalam jangkauan anak.
  3. Jauhkan peralatan dapur dan setrika dari jangkauan anak.
  4. Letakkan semua peralatan yang tajam dan lancip, seperti gunting atau pisau, dalam tempat tertutup dan tidak mudah terbuka.
  5. Letakkan obat-obatan, cairan pembersih rumah atau cairan lain yang beracun dalam tempat tersendiri, tertutup dan terkunci dengan baik.
  6. Jangan pernah meninggalkan si kecil seorang diri dalam mobil, meskipun hanya untuk bebrapa menit saja

Kita tidak bisa memilih orang tua kita seperti apa, tetapi kita bisa memilih untuk menjadi orang tua seperti apa.

Warning

Pada usia ini, mobilitas si kecil akan sangat meningkat. Bahaya selalu mengancam dimana dia berada. Sekali lagi utamakan faktor keamanan dan keselamatan anak. 

Seperti contoh kasus di awal, anak usia 12 bulan yang jatuh dari tempat tidur dan kepalanya mengalami gegar otak, menunjukkan bahwa orang tua belum menerapkan pola asuh positif dalam mengasuh anak.

Tahapan Perkembangan Anak Usia 2-3 Tahun

Tahap perkembangan anak pada fase ini adalah anak semakin ingin menunjukkan rasa ketidaktergantungan, dan seringkali menyulitkannya orang tua. Namun, periode ini sangat menyenangkan bagi bayi dan ibunya. 

Anak akan mendapatkan pengalaman sangat banyak dalam hal intelektual, sosial dan perubahan emosi yang membantu mengeksplorasiakan dan merasakan dunia baru. 

Anak akan semakin mudah mengikuti perintah dengan dua atau tiga kata, mencocokkan benda yang mempunyai persamaan ukuran dan warna, menirukan tingkah orang dewasa dan teman-temanya, juga  mengekspresikan rasa emosinya.

bercerita adalah pola asuh positif

Pola Asuh Positif untuk Anak Usia 2-3 Tahun

Pola asuh positif yang harus dikembangkan dalam mengasuh si kecil sehari-hari untuk anak usia 2-3 tahun adalah sebagai berikut:

  1. Sediakan waktu khusus membacakan buku cerita untuk anak
  2. Doronglah dia untuk berani bermain pera
  3. Bermain parade atau “ular-ularan”
  4. Kenalkan dengan lingkungan sekitar dengan mengajak jalan bersama
  5. Ajarkan menyebut nama dan umurnya dengan benar.
  6. Ajarkan anak lagu-lagu sederhana yang menarik

Warning

Dalam menerapkan pola asuh positif pada anak usia 2-3 tahun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Mintalah dia untuk selalu duduk apabila sedang makan dan mengunyah makanannya pelan-pelan
  2. Periksa semua mainanya untuk mencari bagian-bagian yang terlapas atau rusak
  3. Cegah dia ketika memainkan pensil atau crayon di mulutnya ketika sedang menggambar.
  4. Jangan pernah meninggalkan anak di dekat bak mandi, kolam renang, danau tanpa kehadiran orang dewasa didekatnya
  5. Jangan pernah meminum minuman panas ketika anak sedang berada di pangkuan.

Tahapan Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun

Tahapan perkembangan anak semakin menunjukkan independensinya. Mulai lebih atensi dengan teman-temannya atau dewasa diluar anggota keluarga. 

Anak juga semakin banyak bertanya tentang kejadian-kejadian di sekitarnya. Interaksi aktif dengan anggota keluarga yang lain akan membentuk personalisasinya dan mempunyai cara sendiri untuk berpikir dan bertindak. 

Pada fase ini, anak mulai bisa menggunakan peralatan semacam gunting, pisau dll. 

Selain itu, anak juga menunjukkan rasa ingin tahu tentang identitas kelamin.

Pola Asuh Positif untuk Anak Usia 2-3 Tahun

Pola asuh positif yang harus dikembangkan dalam mengasuh si kecil sehari-hari untuk anak usia 3-5 tahun adalah sebagai berikut:

  1. Lanjutkan kebiasaan membaca bersama dan buatkah kebiasaan mengunjungi toko buku bersama
  2. Kenalkan dengan nada-nada dan tangga lagu yang sederhana
  3. Dorong anak untuk selalu bermain bersama dengan anak-anak lain untuk mengembangkan konsep pertemanan dan berbagi
  4. Kembangkan kemampuan bicara dan berbahasanya dengan selalu mengajak bicara menggunakan kalimat-kalimat yang lengkap. Bantulah untuk mengucapkan sebuah kata atau kalimat dengan benar.
  5. Bersikaplah secara jelas dan konsisten ketika mengajajarkan kedisiplinan, dan nyatakan dengan jelas model perilaku bagaimana yang anda inginkan dari dia.

Warning

Dalam menerapkan pola asuh positif pada anak usia 2-3 tahun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Cegah dia untuk bermain dijalan raya dan deket lalu lintas kendaraan, dengan memberikan penjelasan mengapa hal tersebut berbahaya
  2. Awasi ketika bersepeda dan yakinkan selalu berada jauh dari keramaian lalu lintas jalan raya.
  3. Periksa semua peralatan permainan diluar rumah. Yakinkan tidak ada alat main yang longgar, rusak atau mempunyai bentuk dan tepi yang tajam yang bias melukainya.
  4. Ketika bermain diluar rumah, jangan pernah memalingkan mata kita dari semua perilakunya.
  5. Ajarkan berenang dan cara-cara keselamatan sederhana ketika berada di dalam air
  6. Ajarkan kesopanan dan cara-cara kapan boleh berinteraksi dengan orang asing yang tak dikenal.
Kesimpulan:

Pola asuh positif sebaiknya diterapkan dengan memperhatikan usia anak dan tahap tumbuh kembang anak.

Pola asuh positif itu adalah pola asuh yang sejalan dengan pertumbuhan anak dan selalu sinergi proses stimulasi perkembangannya.

Pola asuh positif juga selalu mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan sesuai dengan fase tumbuh kembangnya



DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

22 komentar

  1. Pola asuh positif pada jaman sekarang, dengan informasi dan khusunya teknologi yang semakin berkembang pesat sulit untuk dilakukan. Banyak kejadian" mulai dari ringan hingga berakibat fatal terhadap anak. Yang paling sering terjadi adalah ketika orang tua sibuk dengan gadgetnya sehingga lalai dalam mengasuh si buah hati. Adalagi kasus dimana awalnya bertujuan baik untuk tumbuh kembang anak tetapi malah menjadi penghambat, yaitu penggunaan gadget yang terlalu sering sebagai media pembelajaran si buah hati. Terima kasih Dokter atas informasi dan penjelasan pengalamannya, sehingga bisa menjadi refleksi diri buat para orang tua 👍

    BalasHapus
  2. Terimakasih dokter, atas ilmunya yang sangat bermanfaat terkait pola asuh positif sejak dini. Ternyata dalam hal mengasuh anak bukan hanya sekedar mengasuh anak saja nggih dokter, namun orang tua juga harus mendidik, membimbing, memperhatikan, mengamati dan melindungi disetiap perkembangan buah hatinya. Jika orangtua tidak waspada dan hati-hati maka akan memberikan dampak yang negatif pada tahap perkembangan selanjutnya. Sebagaimana kalimat "Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi pembentukan dan pendidikan anak.".

    BalasHapus
  3. Terimakasih dokter atas ilmunya. Sebagai orangtua harus banyak belajar bagaimana cara mengasuh anak, tidak cukup hanya meniru pola asuh orangtua dulu, banyak hal-hal baru terkait cara mengasuh anak yang akan berguna untuk tumbuh kembang anak. Penting untuk menerapkan pola asuh positif untuk anak, karena masa depan anak bergantung pada pola asuh dari orangtua sejak dini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju,
      Masa depan anak bergantung pada pola asuh dari orang tua sejak dulu

      Hapus
  4. Alhamdulillah, terimakasih banyak dokter, sebagai calon orang tua saya harus banyak belajar cara mengasuh anak yang benar. Menghindari faktor pencetus terlambatnya tumbuh kembang anak contohnya gawai. Harus selalu menerapkan pola asuh positif agar bonding antara orang tua dan anak lebih kuat serta mempercepat perkembangan dari anak juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, pengetahuan tentang tumbuh kembang, parenting dan pola asuh positif memang sebaiknya dikuasai oleh semua calon orang tua. Jadi, saat sudah jadi orang tua, sudah tahu dan siap apa yang harus dilakukan

      Hapus
  5. Terimakasih banyak dokter atas ilmu nya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Saya baru mengetahui bahwa untuk meneratapkan pola asuh yang positif sangat dibutuhkan waktu, tenaga dan usaha yang lebih dari orang tuanya agar dapat menciptakan generasi penerus yang prima

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget... Dibutuhkan effort yang kuat buat jadi orang tua hebat...

      Hapus
  6. Pola asuh positif harus digaungkan agar bisa mencetak generasi yang berarakter dan bisa mengontrol emosi. Setuju sekali nih dengan orang tua harus mengontrol emosi selama mengasuh anak, agar tidak menimbulkan keburukan bagi anak

    BalasHapus
  7. Pendidikan terbaik memang memberikan teladan kepada anak-anak, ini pola pengasuhan yang harus isadari. Jangan sampai mencari banyak hal, tapi lupa memberikan teladan.

    BalasHapus
  8. Tidak pernah bosan baca artikel dokter, semua kebutuhan orang tua seputar anak ada di blog ini.

    Btw dok, pasien bayi 12 bulan jatuh dari ketinggian berapa kalo boleh tau? Serem banget...

    BalasHapus
  9. Ya Allah, sedih banget denger kisah pasiennya dok. Menjadi orang tua memang tak mudah. Namun, bukan berarti tak bisa dilakukan. Perlu proses dan sama-sama belajar bersama anak.

    BalasHapus
  10. Mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik itu harus sejak dini... Sejak pra nikah.

    BalasHapus
  11. Aku ngakak sekaligus miris ya.. baca "anak diasuh oleh gadget dan televisi". Mungkin kalau aku dalam kondisi bekerja artikel ini bikin aku insecure banget. Karena aku ga tahu pola seperti apa yang dilakukan oleh Nanny terhadap anak-anakku. Dan mungkin aku juga termasuk toxic parent.

    Untungnya Aku cepat sadar dan segera resign dari pekerjaan. Jadi membaca ini aku semacam mendapat amunisi baru dalam mendidik anak-anakku yang sedang dalam rentang usia eksplorasi. tq 4 sharing Pak!

    BalasHapus
  12. Smoga artikel ini banyak dibaca para orang tua ya Dok, agar makin byk yg aware krna masih ada yg kdg tdk menyadari klo mereka itu termasuk orang tua yg toxic

    BalasHapus
  13. Dok, aku ngilu baca ceritanya, yang hampir kebanyakan anak zaman sekarang kan dijejeli gadget. :((
    Anyway, tipsnya pak dokter selalu mantul! Makasih, Dok!

    BalasHapus
  14. klo liat ke masa sekarang itu gimana ya, calon generasi sudah bnyak yg bermain gadget yg padaha lebih banyak negatif dripda positif.
    inj kalo gk anak, pasti ortu ya yg salhnya?

    BalasHapus
  15. Kaget banget baca anak 12 bulan bisa jatuh dari tempat tidurnya.
    Harus banyak belajar lagi untuk menjadi orang tua yang tidak toxic.
    Terima kasih dok untuk ilmunya, merasa tercerahkan sekali

    BalasHapus
  16. Beneran sedih kalau ada anak yang diasuh total oleh gadget.

    BalasHapus
  17. Hiks turut sedih bacanya, sampai anak ketiga saat ini pun masih terus belajar membersamai anak-anak. Semoga terus dibukakan akal untuk memahami ilmu-ilmu parenting dan simudahkan dalam menerapkannya..

    BalasHapus
  18. Aahh,, betul sekali ini.. Umur 4 tahun anakku mulai suka ikut ngapa"in juga nih.. Sebagai ortu harus lebih aktif lagi buat membersamai anak..

    BalasHapus
  19. Wah anakku juga diasuh gadget nih... kalau emaknya pas lagi ada urusan sama gadgetnya juga. Children see, children do ya..

    Lihat emak bapaknya kerja pakai gadget, anak2 pun jadi termindset untuk "kerja" pakai gadget. PR nya adalah memberikan screen time yang pas dan tidak sampai berlebihan :)

    BalasHapus

Posting Komentar