blog dokter taura big ad

KEJANG PADA ANAK: INI YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA

Orang tua mana yang tidak panik manakala buah hati tercinta mendadak kejang? 

Kondisi kejang pada anak menjadi pemandangan yang menyeramkan dan membuat orang tua menjadi panik. Mata yang mendelik, atau melirik ke atas, badan kaku, kedua kaki dan kedua tangan kelojotan dan terkadang mengentak-entadema

Fenomena kejang pada anak seperti di atas tentu menjadi momok bagi para orang tua. 

Kejang pada anak memang merupakan kondisi gawat darurat. Pada saat kejang, semua otot secara bersamaan berkontraksi, termasuk otot-otot pernapasan, sehingga pasien tidak bisa melakukan inspirasi alias menarik napas. Oksigen pun gagal dihirup oleh anak yang sedang kejang. Kondisi seperti ini menyebabkan anak kekurangan oksigen (hipoksia) hingga sianosis (kulit tampak kebiruan). 

Kejang pada anak bisa mengancam nyawa, perhatikan cara pertolongan pertama

Kejang pada anak sering menyisakan banyak pertanyaan di benak orang tua, diantaranya: apa penyebab kejang pada anak? Apakah kejang bisa berulang? Bagaimana pertolongan pertama jika anak mendadak kejang? 

Kejang pada anak, menginspirasi saya, sebagai bloger kesehatan untuk segera merangkai untaian kata dan berbagi ilmu seputar kejang pada anak.

Penyebab Kejang pada Anak

Untuk mengurai penyebab kejang pada anak, terlebih dahulu kita bedakan berdasarkan usia.

Penyebab kejang pada bayi usia kurang dari 28 hari, akan berbeda dengan kejang yang terjadi pada bayi di atas usia 28 hari, ataupun kejang pada anak.

Penyebab Kejang pada Bayi (≤ 28 hari)

Kejang pada bayi usia 0 - 28 hari (sering disebut sebagai Neonatus) paling sering terjadi pada bayi prematur dan atau bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Penyebab kejang pada bayi paling sering adalah HIE atau Hypoxic-Ischemic Encephalopathy alias Ensefalopati Hipoksik-Iskemik.

HIE adalah suatu sindroma yang ditandai dengan adanya kelainan klinis dan laboratorium yang timbul karena adanya cedera pada otak yang akut yang disebabkan karena asfiksia.

Asfiksia sendiri adalah kondisi ketika janin tidak mendapatkan aliran darah atau pertukaran udara yang cukup saat sebelum, selama, atau setelah proses persalinan. Sehhingga bayi tidak langsung menangis begitu lahir, bahkan bisa terjadi sianosis bahkan henti napas.

Selain HIE, penyebab kejang pada bayi baru lahir adalah:

  1. Perdarahan intrakranial atau perdarahan pada jaringan otak. Sering kali perdarahan intrakranial ini disebabkan karena kekurangan Vitamin K. Oleh karena itu, sebagai pencegahan, setiap bayi yang baru lahir harus segera mendapatkan injeksi Vitamin K.
  2. Infeksi: Infeksi disini bisa karena infeksi jaringan otak (ensefalitis), infeksi selaput jaringan otak (meningitis) ataupun sepsis (infeksi berat yang mengenai seluruh sirkulasi tubuh bayi).
  3. Kelainan bawaan: beberapa kelaian bawaan menyebabkan terjadinya gangguan perkembangan otak yang berujung kejang pada bayi baru lahir.
  4. Gangguan Metabolik, seperti: rendahnya kdar glukosa darah, rendahnya kadar kalsium, rendahnya kadar magnesium, ataupun terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit.
  5. Kern Icterus: Kejang pada bayi baru lahir yang disebabkan karena tingginya kadar bilirubin. Kadar bilirubin yang tinggi menyebabkan pewarnaan kuning pada bayi. Pada level tertentu bilirubin ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan otak yang sifatnya permanen dan ditandai dengan kejang disertai penurunan kesadaran.
  6. Shaken Baby Syndrome: Terjadinya kejang dikarenakan perdarahan atau kerusakan jaringan otak  akibat guncangan yang hebat pada kepala bayi.
    Shaken baby syndrome termasuk salah satu bentuk kekerasan pada bayi
    Sumber gambar: https://medizzy.com/feed/34464016

Penyebab Kejang pada Anak

Sebesar 80% kejang pada anak disebabkan karena kejang demam, yaitu kejang yang didahului oleh demam (suhu di atas 38C). 

Diagnosis kejang demam harus memenuhi kriteria tertentu

Selain kejang demam, beberapa penyebab kejang pada anak antara lain:

  1. Infeksi: adanya infeksi pada sistem syaraf pusat seperti infeksi otak (ensefalitis), infeksi selaput otak (meningitis), abses otak dan juga sepsis.
  2. Epilepsi: penyebab kejang pada anak yang paling sering kedua setelah kejang demam, adalah epilepsi. Kejang pada epilepsi berlangsung kronis (berlangsung lama) dan berulang akibat lepas muatan listrik abnormal dari sel-sel otak (neuron).
  3. Perdarahan otak yang biasanya disebabkan karena cedera otak. Kecelakaan lalu lintas, kecelakaan rumah tangga hingga kecelakaan olah raga bisa menyebabkan cedera otak ringan hingga berat.
  4. Tumor Otak: selain kejang berulang, biasanya memberikan gejala nyeri kepala hebat, muntah, kesadaran menurun. Diagnosis pasti adanya tumor otak ditegakkan dengan CT scan kepala dan atau MRI
  5. Kelainan Metabolik: kadar glukosa yang rendah, hingga gangguan keseimbangan elektrolit bisa menyebabkan kejang. 
    Penyebab tersering kejang pada anak setelah kejang demam adalah epilepsi

Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anaknya Kejang

Kejang merupaka kondisi emergensi yaang mengancam nyawa. Pertolongan pertama saat anak kejang menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Minimal, kejang dapat segera dihentikan.

Karena itu orang tua harus paham apa yang harus dilakukan saat anak kejang.

Berikut 7 langkah yang harus segera dilakukan orang tua saat anaknya kejang:

1. Tetap Tenang dan Tidak Panik.

Panik merupakan reaksi wajar saat menghadapi situasi yang tidak diharapkan. Panik merupakan cabang dari rasa "takut" yang merupakan satu dari enam emosi dasar manusia. Menurut KBBI V, definisi panik adalah bingung, gugup, atau takut dengan mendadak, sehingga tidak dapat berpikir dengan tenang. 

Jika kita panik saat menghadapi situasi dimana buah hati sedang mengalami kejang, maka kita cenderung berpikir tidak logis dan akan terpikir "jalan pintas"
Beberapa mitos yang keliru saat menghadapi kejang pada anak:
  • Membaringkan anak di lantai.
  • Menyiram atau memercikkan air ke muka anak.
  • Minuman kopi bisa mengatasi dan mencegah kejang pada anak.
  • Memasukkan sendok kedalam mulut bayi bisa mengatasi kejang.

2. Kendorkan pakaian, terutama di sekitar leher

Pada saat kejang, terjadi kontraksi di hampir semua otot bergaris, termasuk otot-otot yang digunakan untuk bernapas. Jika pada saat kejang pakaian anak terlalu ketat, maka bayi atau anak akan makin kesulitan bernapas. Kondisi ini akan memicu terjadinya hipoksia (otak kekurangan oksigen) dan akan mamperparah kejang.

Jadi, tujuan dari melonggarkan pakaian terutama di sekitar leher, adalah untuk mempermudah anak dalam mengambil atau menghirup napas.

3. Posisikan Anak Terlentang dengan Kepala Miring.

Tujuan dari tindakan ini adalah agar jika ada benda cair (muntahan, susu, ludah) yang berpotensi menyumbat jalan napas atas, bisa disingkirkan.

Dalam rangka menurunkan risiko penyumbatan jalan napas bagian atas -yang sangat berbahaya- maka disarankan untuk tidak memasukkan benda apapun ke dalam mulut bayi/anak saat kejang, baik sendok, penggaris, jari orang tua, makanan maupun minuman (termasuk kopi!). 

4. Jangan Menahan Gerakan Kejang.

Banyak orang tua mencoba menahan gerakan kejang pada anak dengan harapan kejang akan segera berhenti. Faktanya, tindakan ini justru berbahaya.

Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang.

5. Tetap Bersama Anak Selama Kejang

Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat.

Jadi, jangan sekali-kali  meninggalkan anak sendirian saat anak kejang. Biasanya orang tua melakukan hal ini untuk meminta pertolongan orang lain.

Ukurlah suhu tubuh, observasi dan catat lama serta bentuk kejang: kejang seluruh tubuh (kejang general) atau kejang hanya sebagian organ tubuh saja (kejang fokal/pertial)

6. Berikan Diazepam Rectal.

Apabila anak sudah pernah kejang sebelumnya, dokter biasanya membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama di atas, obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Jika kejang pada anak masuk dalam kriteria Kejang Demam, maka sebaiknya dilakukan kompres hangat pada beberapa bagian tubuh anak: kedua ketiak, leher dan perut bayi.

7. Bawa Segera ke Dokter

Orang tua harus segara membawa bayi/anak ke dokter umum atau dokter spesialis anak atau Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat, terutama jika jika kejang berlangsung 5 menit atau lebih.

Kesimpulan 

Kejang pada anak merupakan kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa. Pertolongan pertama kejang pada anak merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan selanjutnya.

Pertolongan pertama kejang pada anak sangat tergantung kesigapan orang tua. Pemahaman orang tua tentang bagaimana cara menolong kejang pada anak, sangat penting.

Prinsip penanganan pertama kejang pada anak adalah membebaskan atau mencegah jalan napas bagian atas mengalami sumbatan baik oleh karena benda padat (makanan, mainan dll) maupun cair (minuman, muntahan ataupun air liur)

Selanjutnya baru melakukan upaya untuk menghentikan kejang yaitu dengan memberikan obat Diazepam per-rectal atau suppositoria. Pada kejang demam, lakukan juga kompres hangat untuk menurunkan demam.

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

35 komentar

  1. Jangan ditinggalkan ya kalau ada yang kejang, jadi kudu ditemani.
    Dan yang menemani jangan panikan yak, walau susah, tapi sebisa mungkin diturunkan kadar kepanikannya. Noted kak dokter ilmunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, bener banget kak Fenny. Semoga Kak Fenny gak akan pernah dampingi anak yang sedang kejang ya... hehehe.... semoga sehat selalu sekeluarga.

      Hapus
  2. Aku ada sodara yg punya anak kecil.

    Kapan hari panas tinggiii plus kejang juga.

    Auto panik, tapi Alhamdulillah tertangani, dan langsung dibawa ke RS juga.

    BalasHapus
  3. ternyata banyak ya penyebab kejang pada anak
    saya paling takut kalo anak kejang
    sebab adik2 saya semasa kecil suka kejang dan alm ibunda panik banget

    BalasHapus
  4. Anak saya 2-2 nya pernah kejang saat bayi. Tapi yg paling bikin panik pas anak kedua, Krn kejadiannya di mobil di tengah hutan Aceh. Kiri kanan hutan, kami mau balik ke Medan. Memang sih dia sempet panas siangnya, Aceh suhunya juga luar biasa. Pas kejang dimobil, jujur saya panik sih dok. Tapi kayaknya pertolongan Tuhan juga, ada rumah di pinggir jalan, yg pas kami berhenti, ternyata penghuninya bidan. Dia yg kasih pertolongan pertama ke anak saya, sebelum akhirnya kami balik lagi ke Banda Aceh utk ke RS . Sejak itu anak sedikit demam aja saya udh langsung kasih penurun panas. Takut kejadian dia kejang lagi

    BalasHapus
  5. Nah ternyata yang dikatakan orang tua untuk meredakan kejang hanya mitos saja, huaaaaaa. Terima kasih dok untuk artikel ini.

    Paling takut kalau anak demam tinggi juga ni dok, anak demam tinggi pasti harap harap cemas, huhuhu

    BalasHapus
  6. Dulu saya pikir yang kejang ini hanya anak-anak dibawah usia 2 tahun, ternyata beberapa waktu lalu dapat info anak tetangga yang sudah SD kalau demam juga masih mengalami kejang. Penangannnya ternyata yg mendampingi anak tidak boleh panik agar dapat memberikan pertolongan pertama.
    Makasih infonya, Dok.

    BalasHapus
  7. Saya kalau baca tulisan-tulisan kayak gini dok, setiap anak demam tinggi, itu saya dagdigdung, takut anak kejang. Kendati sudah tiga anak, dan saya tidak pernah menghadapi tantangan ini, tetapi parno itu tetap ada. Terima kasih tulisannya, saya bisa sedia payung sebelum hujan setelah membacanya. Harus mau belajar jadi ibu itu ya.

    BalasHapus
  8. Namanya ibu saat anak sakit untuk tidak panik pastinya agak sulit ya dok, tapi memang harus tenang. Alhamdulillah 2 boys saya tidak mengalami kejang². Sehat-sehat selalu untuk semua anak² Indonesia.

    BalasHapus
  9. Sebagai ibu, kalau melihat anaknya sakit atau bahkan kejang pasti panik banget. Dulu waktu bayinya anak pertama, sempat panas dan kejang.. duh panik banget kalau diingat-ingat. Bagus nih artikelnya, izin share info ini ke teman-teman ya Dok

    BalasHapus
  10. terimakasih dokter untuk ilmunya kali ini. saya cukup sering menerima kasus di IGD banyak anak yang mengalami kejang dan beberapa orang tua bereaksi seperti memberikan kopi ke mulut anaknya, lalu mencoba menahan anaknya untuk tidak kejang, ada juga yang sampai mengguyur air ke anaknya. juga masih banyak anggapan kalau anak anak itu hanya menggigil, padahal setelah dijelaskan lebih lanjut ternayata anak tersebut kejang, semoga dengan adanya tulisan ini membuat kita para orang tua bisa lebih aware terhadap keadaan anak anak, dan mengerti bagaimana harus bertindak agar tidak membahayakan bagi kita atau anak kita

    BalasHapus
  11. Ilmu yang sangat bermanfaat sekali dokter. Ketika anak ataupun bayi sedang kejang jangan panik tapi harus sigap. Setuju dengan dokter, pertolongan pertama kejang pada anak sangat tergantung kesigapan orang tua. Salah satunya yaitu dengan cara penolongan yang tepat dan benar. Cara penolongan yang tidak sesuai dan sudah tidak relevan lagi yaitu memegangi anak ketika sedang kejang, memercikkan air kewajah, menaruh sendok di mulut harusnya segera ditinggalkan, hal itu tidak akan mempercepat anak berhenti kejang malah lebih membahayakan untuk si anak.

    BalasHapus
  12. Delly Safira Hedaputri22 November 2022 pukul 07.16

    Waaah karena kejang merupakan kasus gawat yang mengancam jiwa maka semua orang tua wajib tau tatalaksana kejang di rumah nggih dok, dan juga mengerti terkait apa saja penyebab-penyebab kejang

    BalasHapus
  13. ternyata penanganan pertama kejang sama seperti kasus kegawatan lainnya nggih dok, bebaskan jalan napas. mungkin selama ini kita sebagai orang awam terlalu gupuh ketika ada kejadian anak yang mengalami kejang, terlalu sibuk memikirkan bagaimana untuk menghentikan kejangnya tapi terkadang terlewat untuk menjaga jalan napas tetap paten. satu lagi, dokter. banyak orang tua diluar sana yang tentunya bertanyaa-tanya mengapa anaknya bisa mengalami kejang. Dalam tulisan dokter kali ini penyebab kejang dibahas dengan lugas dan mudah dipahami dalam bahasa awam. Terimakasih banyak dokter atas ilmunya 😊

    BalasHapus
  14. Alhamdulilllah dua anak saya belum pernah mengalami kejang, jangan sampe...

    Sebab kalau mengalami saya yang panikan ini ngga akan bisa setenang ibu2 lain.
    Sebab kejang termasuk hal darurat yang langsung butuh pertolongan pertama, ya dok.

    Terima kasih artikelnya, dok...

    BalasHapus
  15. Butuh penanganan yang tepat, sabar dan tidak panik ya Mas. Itu kunci untuk para orang tua yang menghadapi anak yang sedang kejang.

    Saya pernah di satu ketika, saat sedang maksi dengan keluarga di sebuah resto, pelanggan (sekeluarga) yang duduk persis di sebelah kami, anaknya (berumur 20an), tetiba kejang2. Kata Ibunya hal terjadi karena waktu kecil si anak pernah tertabrak motor hingga kepalanya terbentur parah. Saya salut dengan orang tuanya saat itu. Mereka sabar, tidak panik, dan melakukan semua hal yang ditulis Mas Taufiq di atas. Pihak resto pun memberikan handuk hangat dan berbagai hal lain yang bisa digunakan setelah kejang2 tersebut berakhir.

    Alhamdulillah pengunjung lain pun tetap tenang dan tidak menjadikan kejadian itu sebagai tontonan. Hanya adik-adik saya yang kebetulan semua dokter, turut mendampingi si anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Ketenangan saat menghadapi anak kejang membuat orang tua bisa berpikir jernih dan logis. Sehingga penanganan yang diberikan pun tepat.

      Hapus
  16. sesimpel "ngudang" anak dengan cara mengguncangkan di udara juga dapat mengancam jiwa. memang blog dokter taura ini adalah ulasan yang dapat mengubah panik menjadi epik. mitos-fakta terkupas tuntas setelah membaca ulasan ini. yok ibu, ayah dan keluarga di rumah supaya lebih berhati-hati lagi, semoga dapat mencegah segala kemungkinan yang dapat menyebabkan kejang serta lebih "aware" lagi untuk belajar talalaksan kejang di rumah.

    BalasHapus
  17. Kejang akan membuat kita panik dan cara obat tradisional seperti kompres yang penting harus segera ke rumah sakit biar tidak apa apa

    BalasHapus
  18. Anak yang kejang ini bahaya ya kalau ga ditangani dengan tepat. Aku inget ada temen sma ku yang epilepsi dulu. Tiap kejang bikin temen2 sekelas merinding. Tahu2 kursinya kepental karena dia jatuh tiba2. Berarti kalau epilepsi gini udah sering kambuhan dari bayi ya, dok?

    BalasHapus
  19. Makasih sharingnya dok. Baru banget mengalami, anak saya demam tinggi. Udah deg-degan dong, khawatir dia sampai kejang. Soalnya beberapa hari sebelumnya, saat menemani ibu di UGD rumah sakit, pas sebelahnya tuh ada anak yang kejang.. huhuhu.. lihatnya aja saya udah panik. Gak kebayang kalau hal yang sama terjadi pada anak saya.

    BalasHapus
  20. Pernah membantu anak kejang, saya hanya melakukan nomor 1-5 saja sebagai bantuan pertama. pakaian yang pertama saya kendorkan karena yang kejang bisa lebih nyaman.
    Makasih tipsnya. Ini sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAkasi h Bu. Bisa dishare di grup kompleks atau grup keluarga nggih....

      Hapus
  21. Ya Allah iya nih sedih kalau ada anka kejang. Katanya juga kn keturunan bisa bener gak sih? Apalagi sekarang gak bisa seenaknya minum obat penurun demam krn obat sirupnya lagi gonjang-ganjing. Kalau obat yang dipakai di dubur itu apa boleh dibeli org awam dok? Beli langusng atau pakai resep kalau buat sediaan gtu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Faktor keturunan sedikit banyak berpengaruh.
      Obat yang dimasukkan dubur jika kandungannya PAracetamol: aman, bisa beli bebas
      Jika kandungannya obat anti kejang: harus dengan resep dokter

      Hapus
  22. Kejang pada anak ini bikin parno para orang tua sih. Seringnya kalau di rumahku disebutnya epilepsi atau ayan. Padahal ternyata penyebabnya nggak hanya itu saja ya, Dok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Epilepsi atau ayan merupakan penyebab nomer dua tersering setelah kejang demam

      Hapus
  23. Anakku ku yg kedua kalau nangis kelamaan itu suka kejang kak... Udah k dokter gk ada apa2 katanya .. apkah pengaruh karena lahir terlilit tali pusar ya ..?? ( Cuma dugaan)

    Tapi kemudian di urut alhamdulillah sekarang udah gak kumat... Dan berusaha gk bikin dia nagis juga,

    BalasHapus
  24. Kenapa baca mengenai kejang ini aku jadi pengen nangis?
    Mungkin salah satunya karena keponakanku ada yang sudah kejang beberapa kali, dok.. Tidak di dalam satu waktu yang sama, tapi ternyata bisa kambuh kapan saja yaa, Dok?

    Apakah benar kalau sudah di atas 10 tahun, anak tidak akan kejang lagi, Dok?
    Dan misalnya ketika ingin menyekolahkan boarding school, apakah aman yaa Dok?

    Terima kasih sekali atas pembahasa mengenai kejang pada anak ini. Merasa sangat terbantu sekali, terutama di bagian harus tenang dan mitos mengenai kejang. Penting banget diperhatikan orangtua.

    BalasHapus
  25. Anak lelakiku dulu waktu bayi pernah kejang karena bekas diurut, padahal lagi demam, saat disusui mengigil, kaget banget liatnya, alhamdulillah emang kuncinya harus tenang, sampai besar sekarang udah gak pernah lagi

    BalasHapus
  26. Sebagai perempuan yang belum punya momongan, saya awam sekali masalah seperti ini...belum pengalaman..insyaallah bisa jadi ilmu untuk ponakan dan cucu

    BalasHapus
  27. Udah serem kalau liat anak kejang, tapi ternyata kudu tetap tenang ya Dok

    BalasHapus
  28. Nah,, biasanya sbg orang tua itu panik saat anak mengalami sesuatu. Akhirnya membuat ornag tua ga bisa berpikir jernih. Memang harus tenang ya dok biar semua tetap aman dalam menemukan solusi

    BalasHapus
  29. Sebagai perempuan belum menikah, ilmu ini sangat penting sebagai bekal jadi ibu nanti setelah menikah. Terima kasih dok, semoga ketika sudah jadi ibu gak panik karena udah dapat bekal duluan. Hehe..

    BalasHapus
  30. sangat bermanfaat, terima kasih atas infonya yaa :D

    BalasHapus

Posting Komentar