blog dokter taura big ad

PANDUAN IMUNISASI KEJAR: BETTER LATE THAN NEVER

Bayi A yang berusia 8 bulan dibawa oleh kedua orang tuanya ke tempat praktik saya dengan tujuan melengkapi jadwal imunisasi. Dengan menunjukkan buku imunisasi bayi alias buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), ibu dari bayi A menjelaskan bahwa bayi A mendapatkan imunisasi lengkap hanya sampai dengan usia 3 bulan. Karena pandemi Covid-19, orang tua enggan mengajak bayinya ke luar rumah apalagi ke tempat praktik dokter ataupun rumah sakit. 

"Saya takut bayi saya ataupun saya sendiri sebagai pengantar, tertular virus Covid-19 saat di rumah sakit atau ke tempat praktik dokter," jelas wanita yang merupakan ibu muda dengan dua anak itu  gamblang.

"Selain itu, anak saya suka ketakutan jika tahu kalau mau diimunisasi. Gimana ya dok, tips supaya anak tidak takut iimunisasi?" sahut Ayah dari bayi A dengan mimik serius.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan prosedur pemberian imunisasi rutin tidak berjalan optimal. Dengan kata lain, pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah bayi yang tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal imunisasi, atau sesuai usia semakin bertambah banyak.

Jadwal Lengkap Imunisasi Bayi IDAI dan Kemenkes RI 2020

Imunisasi Rutin Lengkap

Seorang anak usia kurang dari 5 tahun dikatakan  memiliki status imunisasi rutin lengkap apabila telah mendapatkan imunisasi:

  1. imunisasi HB0 1 dosis
  2. Imunisasi BCG 1 dosis
  3. Imunisasi OPV (Oral Polio Vaccine) 4 dosis
  4. Imunisasi DPT-HB-HiB 4 dosis
  5. Imunisasi IPV (Inactivated Polio Vaccine) 1 dosis
  6. Imunisasi Campak Rubella 2 dosis

Jika ada imunisasi bayi yang belum diberikan sesuai jadwal yang seharusnya, atau imunisasi tertunda, imunisasi harus secepatnya diberikan atau dikejar.

Pemberian imunisasi bayi yang tidak sesuai jadwal atau belum lengkap bukan merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi. Imunisasi yang telah diberikan sudah menghasilkan respon imunologis walaupun masih di bawah ambang kadar proteksi atau belum mencapai perlindungan untuk kurun waktu yang panjang, sehingga harus melanjutkan dan melengkapi imunisasi (catch up immunization) agar tercapai kadar perlindungan yang optimal. 

Berdasarkan kelompok umur, imunisasi bayi dibagi menjadi beberapa kelompok.
Sumber gambar: www.idai.or.id

Catch up Immunization

Masalah yang paling umum dijumpai dalam praktek sehari-hari adalah imunisasi yang tidak sesuai dengan jadwal, terlambat, tidak lengkap atau belum imunisasi.

Kondisi seperti bayi A yang di usia 8 bulan yang mendapatkan imunisasi lengkap hanya sampai dengan usia 3 bulan, merupakan salah satu contoh kasus catch up immunization alias imunisasi kejar.

Imunisasi Kejar adalah kegiatan memberikan imunisasi kepada anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia yang ditentukan pada jadwal imunisasi nasional

Panduan Imunisasi Kejar IDAI

Dilansir dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut adalah panduan imunisasi kejar berdasarkan jenis imunisasinya.

1. Hepatitis B

Imunisasi hepatitis B idealnya diberikan sedini mungkin (<12 jam) setelah lahir, lalu dianjurkan pada jarak 4 minggu dari imunisasi pertama.

Apabila anak belum pernah mendapat imunisasi hepatitis B pada masa bayi, ia bisa mendapat serial imunisasi kapan saja saat berkunjung. Hal ini dapat dilakukan tanpa harus memeriksa kadar anti hepatitis B.

2. BCG

Vaksin untuk mencegah penyakit TBC ini sebaiknya diberikan sebelum bayi berusia 1 bulan. Jika beusia 3 bulan atau lebih, vaksin BCG diberikan jika uji tuberkulin (Mantoux test) negatif. 

Pemberian imunisasi penyokong (booster) tidak dianjurkan.

3. DPT-HiB

Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) diberikan 3 kali sebagai imunisasi dasar, dilanjutkan dengan imunisasi ulangan 1 kali (interval 1 tahun setelah DPT3). Pada usia 5 tahun, diberikan ulangan lagi (sebelum masuk sekolah) dan pada usia 12 tahun berupa imunisasi Td. Pada wanita, imunisasi TT perlu diberikan 1 kali sebelum menikah dan 1 kali pada ibu hamil, yang bertujuan untuk mencegah tetanus neonatorum (tetanus pada bayi baru lahir).

Apabila imunisasi DPT terlambat diberikan, berapa pun interval keterlambatannya, jangan mengulang dari awal, tetapi lanjutkan imunisasi sesuai jadwal. Bila anak belum pernah diimunisasi dasar pada usia <12 bulan, lakukan imunisasi sesuai imunisasi dasar baik jumlah maupun intervalnya. Bila pemberian DPT ke-4 sebelum ulang tahun ke-4, pemberian ke-5 paling cepat diberikan 6 bulan sesudahnya. Bila pemberian ke-4 setelah umur 4 tahun, pemberian ke-5 tidak diperlukan lagi.

4. Polio

Vaksin polio oral (OPV) yang pertama (Polio 0) sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau atau saat bayi pulang atau pada saat kunjungan pertama. Selanjutnya vaksin polio (OPV atau IPV) diberikan bersamaan dengan vaksin DTP. Vaksin IPV minimal diberikan 2 kali sebelum berumur 1 tahun 

Apabila imunisasi polio terlambat diberikan, jangan mengulang pemberiannya dari awal, tetapi lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal, tidak peduli berapa pun interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya.

Imunisasi adalah hak bayi, sekaligus kewajiban orang tua

5. MR

Imunisasi untuk mencegah penyakit Campak (Measles) dan Rubela diberikan pada umur 9 bulan. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapatkan imunisasi MR, dapat diberikan MMR.

Umur 18 bulan, berikan MR (kedua) atau MMR. Umur 5-7 tahun berikan imunisasi MR (dalam program BIAS kelas 1 Sekolah Dasar) atau MMR

Bagi anak yang terlambat/belum mendapat imunisasi campak: bila saat itu anak berusia 9-12 bulan, berikan kapan pun saat bertemu. Bila anak berusia >1 tahun, berikan MMR.

6. Pneumokokus (PCV)

Imunisasi PCV diberikan pada umur 2, 4, dan 6 bulan, dengan booster pada umur 12-15 bulan. 

Jika belum diberikan pada usia 7-12 bulan, berikan PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster 1 kali setelah umur 12 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya.

Jika belum diberikan pada usia 1-2 tahun, berikan imunisasi PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan.

Jika belum diberikan pada usia 2-5 tahun, berikan imunisasi PCV -10 sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan dan berikan imunisasi PCV-13 sebanyak 1 kali

7. Rotavirus

Vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia saat ini ada 2 macam. Pertama Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis: pemberian pertama pada usia 6-14 minggu dan pemberian ke-2 setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosisi ke-3 maksimal pada usia 8 bulan. Kedua, Rotarix diberikan 2 dosis: dosis pertama diberikan pada usia 10 minggu dan dosis kedua pada usia 14 minggu (maksimal pada usia 6 bulan). 

Apabila bayi belum diimunisasi pada usia lebih dari 6-8 bulan, maka tidak perlu diberikan karena belum ada studi keamanannya.

8. Varisela

Imunisasi Varisela diberikan mulai umur 12 - 18 bulan.

Pada umur 1-12 tahundiberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Umur 13 tahun atau lebih dengan interval 4 sampai 6 minggu.

Apabila terlambat, berikan kapan pun saat pasien datang, karena imunisasi ini bisa diberikan sampai dewasa.

Penyelesaian Kasus Kejar Imunisasi

Pada kasus di atas, dimana bayi A yang berumur 8 bulan namun mendapatkan imunisasi lengkap hanya sampai dengan usia 3 bulan, maka penyelesaiannya adalah sebagai berikut

  • Imunisasi yang diberikan pada saat ini (pada saat usia bayi 8 bulan) adalah imunisasi untuk usia 4 bulan yakni vaksin pentavalen 3 (DPT-HiB-Heptitis B) vaksin polio oral 4 dan IPV (Inactivated Polio Vaccine)
  • Imunisasi MR tetap diberikan saat bayi berusia 9 bulan.

Kesimpulan

Tujuan imunisasi adalah melindungi seseorang atau sekelompok masyarakat terhadap penyakit tertentu, bahkan menghilangkan penyakit tertentu di dunia, seperti imunisasi cacar. Jika seseorang terlindungi dari suatu penyakit, kemungkinan terkena penyakit tersebut akan berkurang, sehingga pada akhirnya tercapailah tujuan akhir imunisasi, yaitu pemberantasan penyakit di dunia.

Jika ada imunisasi yang belum diberikan sesuai jadwal yang seharusnya, atau imunisasi tertunda, imunisasi harus secepatnya diberikan atau dikejar.

Pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal atau belum lengkap tersebut bukan merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi.
DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

30 komentar

  1. Hani Mufidatul Khoiriah19 Agustus 2022 pukul 18.34

    Terimakasih banyak dokter untuk paparan nya mengenai catch up imunisasi. Memang yang saya tau, akibat pandemi covid ini, cakupan imunisasi di Indonesia menjadi menurun, dan banyak anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai dengan seharusnya, sehingga perlu dilakukan imunisasi kejar (catch up). Membaca artikel ini membuat saya lebih faham mengenai mekanisme melakukan catch up imunisasi. Mohon izin bertanya dokter, jenis vaksin apa nggih dokter yang bisa diberikan bersamaan dan yang tidak boleh diberikan bersamaan ? Dan apabila memberikan lebih dari 1 jenis vaksin apakah akan memperberat kipi nya dokter ? Terimakasih banyak dokter 🙏

    BalasHapus
  2. Muhammad Haris Firdausi19 Agustus 2022 pukul 20.28

    MasyaAllah terimakasih banayk dokter atas informasi yang diberikan. Satu pertanyaan saya, apakah ketika anak tersebut sudah memasuki SD dan ada imunisasi rutin ke sekolahnya. Anak tersebut harus mengonfirmasikan ke petugas bahwa dia dulu imunisasinya tidak sesuai dengan jadwal dari pemerintah? Begitu pertanyaan saya dokter. Selebihnya informasi ini sangat berguna bagi para orang tua yang dulu takut untuk imunisasi anak bayinya ketika pandemi covid 19

    BalasHapus
  3. Imunisasi adalah hak setiap anak karena imunisasi dapat mencegah anak tertular dari penyakit serta melindungi anak yang lain. Terkadang orang tua mengalami kendala dalam melengkapi imunisasi anak, seperti yang baru-baru ini terjadi yaitu pandemi COVID-19 membuat orang tua kesulitan untuk melakukan imunisasi pada anaknya sehingga imunisasi dilakukan tidak sesuai jadwal, terlambat, atau tidak dilakukan. Namun, masalah tersebut dapat diatasi dengan imunisasi kejar yaitu kegiatan memberikan imunisasi kepada anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia yang ditentukan pada jadwal imunisasi nasional. Terima kasih nggih dokter sudah sharing ilmunya terkait catch up immunization ini.

    BalasHapus
  4. MasyaAllah terima kasih banyak nggih dokter atas sharing ilmunya.. Imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
    Jika ada imunisasi yang belum diberikan sesuai jadwal yang seharusnya maka imunisasi harus secepatnya diberikan atau dikejar. Imunisasi kejar adalah kegiatan memberikan imunisasi kepada anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia yang ditentukan pada jadwal nasional.
    Sehingga para orang tua tidak perlu khawatir, jika memang imunisasi si anak tertunda, maka bisa dengan imunisasi kejar ini, dan bisa diikuti sesuai panduan imunisasi kejar dari IDAI.

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah terimakasih atas ilmunya dokter, imunisasi memang akan sangat membantu bagi anak itu sendiri karena membuat kekebalan untuk diri sendiri dan lingkungan, sehingga dapat menekan angka kejadian penyakit-pengakit tersebut. dan memang benar lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. selama bertahun-tahun, imunisasi sudah diterapkan dan terjamin selama ini. dengan membaca artikel dokter ini insyaAllah tidak ada lagi kebingungan dan keraguan apabila tertinggal jadwal imunisasi, atau mungkin baru akan memulai imunisasi, karena sebab apapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, setuju. Imunisasi itu hak anak, harus dipenuhi oleh orang tua. Imunisasi itu kebutuhan dasar anak agar terjamin kesehatannya...

      Hapus
  6. Noted, kalau imunisasi belum diberikan sesuai jadwal yang seharusnya tertunda, imunisasi harus secepatnya diberikan atau dikejar. Terima kasih penjelasannya, Dokter:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Dian. Untuk urusan imunisasi: lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. JAngan nyesel di belakang hari saat anak sudah kena penyakit menular...

      Hapus
  7. Masha Allah dapet pencerahan. Apalagi kemarin pas pandemi nih dok. Banyak ke skip imunisasinya. Bukan gamau, cuma takut kluar rumah wkwkwk. Untung bisa dikejar ya dok. Semoga semua anak Indonesia sehat, makin kebal daya tahan tubuhnya dan dijauhkan dari wabah penyakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul Mom. Salah satu latar belakang diselenggarakannya BIAN di bulan Agustus 2022 adalah kekhawatiran pemerintah akan terjadinya wabah penyakit menular akibat imunisasi tertunda saat pandemi.

      Hapus
  8. Abis baca artikel ini aku Jadi Inget jadwal imunisasi anakku akhir bulan ini Dok hihi. Semoga makin banyak orang tua yang 'patuh' memberikan imunisasi untuk anak-anaknya ya. Karena masih ada lho Dok yang ogah ngasih anaknya imunisasi,dengan berbagai alasan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAyo, anaknya sudah imunisasi BIAN belum? KAlau belum, segera datangi posyandu atau puskesmas terdekat ya...

      Hapus
  9. Alhamdulillah insyaa Allah sudah lengkap imunisasinya. Semoga selalu tepat waktu seterusnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Demi kesehatan anak, harus terpenuhi ya segala kebutuhannya. Termasuh kebutuhan kesehatan (imunisasi) ini. Tetap semangat ya mom...

      Hapus
  10. Jadi banyak tahu nama detail vaksin dan imunisasi yang diberikan setiap ke Posyandu. Selama ini sering dengar tapi gak paham detail hehehe. Disini artikelnya jelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Kak Okti. Sering-sering main ke sini ya biar makin paham dengan dunia kesehatan anak... Salam sehat.

      Hapus
  11. Dok wajar engga sih kalau anak usia 6-7 tahun sering sakit batuk pilek, kayanya hampir sebulan sekali ada sakitnya. Satu lagi pertanyaan saya, kalau anak yang udah diimunisasi BCG, masih punya kemungkinan kena penyakit TB kah? Apa kalau sudah diobati bisa kena penyakit yang sama? Kasus TB pada anak penyebaran utamanya dari orang dewasa ya? Anak saya pernah kontak dengan saudara yang udah dewasa dan ternyata saudaranya kena TB. Jadi khawatir juga.

    BalasHapus
  12. Saya baru tau kalau imunisasi ternyata bisa dikejar, dok...

    Saya pikir harus sesuai usianya. Terlambat ya sudah ngga bisa lagi. Ternyata masih bisa ya...

    Alhamdulillaah anak saya lengkap imunisasi. Saya kayanya yang kurang lengkap, sebab dulu ibu saya ngaku kalau kasian liat anaknya disuntik 😭

    BalasHapus
  13. saya justru kebalikan ortu di atas
    paling takut jika anak terlambat imunisasi
    Takutnya pada waktu terlambat, anak sakit dan tertular
    parno banget emang, tapi untuk urusan anak, saya gak mau menyesal kemudian

    BalasHapus
  14. Baru tahu banget dok, kalau ada Kejar Imunisasi.
    Dulu kebayangnya kalau uda lewat asal masih dala hitungan hari atau minggu masih wajar. Kalau sampai berbulan-bulan..wah, ternyata masih aman yaa, Dok?

    Apakah dosisnya juga akan disesuikan dengan berat badan ananda saat imunisasi, Dok?

    BalasHapus
  15. awalnya aku juga mau ngejarkan anakku dok, tapi setelah ditanya dan kusampaikan usianya 5 tahun eh disuruh nunggu imunisasi di sekolah hehe jadi sekarang ngejarkan adiknya yang belum MR

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah, imunisasi anak saya sudah lengkap dan bisa tepat waktu.. Tapi saat ada anak yg ingin kejar imunisasi yg belum lengkap ada jarak waktu yg ditentukan untuk mengejar imunisasinya yg belum itu gak ya dok?

    BalasHapus
  17. terima kasih atas infonya ya dok, sangat bermanfaat :D

    BalasHapus
  18. Anak keduaku belum dapat imunisasi MR nih dok. Gara2 pas jatah imunisasi dia opname di RS karena bronchopneumonia. Terus mo catch up kelupaan terus.. sampai sekarang udah mo 6 tahun. Berarti baiknya nunggu ada imunisasi MR dari sekolahnya aja atau gimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa ikut imunisasi di sekolahnya. Semoga Coach Marita sekeluarga sehat selalu ya...

      Hapus
  19. Delly Safira Hedaputri20 November 2022 pukul 08.39

    Pentingnya mengejar imunisasi sangat tergambar pada tulisan dokter. Semoga para orang tua jauh lebih waspada dengan jadwal imunisasi sehingga pemberantasan penyakit dapat terjadi.

    BalasHapus
  20. sebegitu pentingnya imunisasi bagi bayi/anak, hingga ada program imunisasi kejar. yuk ibu, bapak, kakek, nenek dan lainnya semoga lebih semangat lagi untuk memberikan imunisasi bagi si kecil ya.

    BalasHapus
  21. Wah ternyata ruwet ya jadwal imunisasi jika terlambat 1 saja. Maka dari itu, mari ayah bunda rutin untuk memantau jadwal imunisasi anak di posyandu atau berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar tidak ada jadwal imunisasi yang tertinggal, sehingga anak terpenuhi haknya dan mendapat perlindungan yang optimal.

    BalasHapus
  22. Melihat jadwal imunisasi yang cukup banyak semoga ayah/bunda tidak semakin binggung dan bisa tercerahkan lewat tulisan yang disajikan oleh dokter. Terlambat imunisasi bukan lagi alasan untuk tidak melengkapi imunisasi pada anak. Jangan khawatir datang ke pelayanan kesehatan untuk melengkapi imunisasi anak. Yuk ayah bunda lengkapi imunisasi anak.

    BalasHapus
  23. Wahh terimakasih dokter untuk informasinya. Masih banyak soalnya di luaran menganggap kalau sudah anak telat imunisasi itu gaperlu lagi karena sudah terlewat. Tapi karena ada info disini bisa memberikan ilmu untuk ayah bunda diluar sana kalau lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali pada imunisasi. Hanya dengan kesadaran kita untuk datang meakukan imunisasi, pasti akan ada tenaga kesehatan yang membantu dalam penjadwalan. Jadi jangan khawator lagi auah bunda untuk mengimunisasi anak anaknya yaa

    BalasHapus

Posting Komentar