blog dokter taura big ad

MANFAAT MEWARNAI BAGI TUMBUH KEMBANG ANAK

Mewarnai gambar, bagi seorang anak yang sedang mengalami pesatnya tumbuh kembang, bukan hanya sebagai sarana memupuk jiwa seni. Namun, kegiatan mewarnai merupakan bagian dari aktivitas "bermain" yang sangat dibutuhkan dalam memacu proses tumbuh kembang anak.

Kegiatan "bermain" bagi seorang anak merupakan kegiatan utama dalam kehidupan sehari-hari, layaknya "bekerja" bagi orang dewasa.

Aktivitas bermain bagi seorang anak sebenarnya bukan hanya sebagai pengisi waktu luang atau pun sekadar hiburan penenang anak yang sedang rewel.

Bermain, bagi seorang anak adalah sarana stimulasi atau alat untuk merangsang "perkembangan" anak.

Mewarnai gambar bukan sekedar bermain, tapi nuga meningkatkan perkembangan anak

Yang dimaksud dengan "perkembangan" anak adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, yang bersifat kualitatif (berbeda dengan "pertumbuhan" yang bersifat kuantitatif)

Karena aktivitas bermain adalah stimulasi, maka orangtua harus paham apa dan bagaimana stimulasi yang baik itu.

Stimulasi itu Penting

Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. 

Stimulasi yang baik adalah jika rangsangan itu datang melalui semua pintu masuk stimulasi secara bersamaan. Pintu masuk stimulasi itu adalah indra pendengaran (telinga), indra penglihatan (mata), indra penciuman (hidung), indra pengecap (lidah) dan perabaan (kulit).

DR. Dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi, pakar tumbuh kembang anak, menegaskan bahwa jika kita menginginkan anak dengan kecerdasan multiple harus dilakukan perangsangan setiap hari pada semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan), gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran dengan suasana bermain dan kasih sayang.

Selain itu, stimulasi yang baik itu harus dilakukan sesuai dengan umur perkembangan anak. 

Apakah Gadget Termasuk Alat Bermain yang Tepat?

Tidak,

Gadget bukan alat bermain yang tepat untuk bayi dan anak karena bisa memberikan dampak negatif bagi tumbuh kembangnya.

Menurut para ahli tumbuh kembang anak, gadget hanya memberikan stimulasi visual, pendengaran dan logika, TANPA melibatkan beberapa eleman penting dalam proses STIMULASI, yaitu interaksi dengan orang lain, kemampuan bicara atau kemampuan bahasa, motoric dan emosi

Kegiatan stimulasi sesungguhnya bukanlah kegiatan yang rumit yang membutuhkan pembelajaran khusus. Kegiatan stimulasi bisa saja dilakukan dengan sederhana namun edukatif. Salah satu contoh adalah aktivitas mewarnai.

Gadget memberikan banyak dampak negatif bagi tumbuh kembang anak

Manfaat Mewarnai Bagi Perkembangan Anak

Aktivitas mewarnai merupakan salah satu dasar dari ilmu seni gambar. 

Mewarnai bagi seorang anak bukanlah semata-mata latihan untuk bisa pintar dalam seni lukis. Namun ada beberapa manfaat penting yang bertujuan untuk mengasah perkembangan anak.

Yang perlu diperhatikan adalah penyesuaian dengan umur anak. 

Berdasarkan panduan tumbuh kembang, bayi umur 3-6 bulan sudah bisa menggenggam pensil, sehingga kita bisa memberikan stimulasi dengan memberikan mainan yang bisa digenggam erat. 

Untuk anak umur 1-2 tahun, atau saat anak mulai belajar belajar sendiri, berikan gambar dasar berupa bentuk sederhana, misalnya segi tiga, lingkaran dst. Kemudian minta anak mewarnai bentuk lingkaran dengan warna tertentu. 

Jadi, di sini anak berlatih mendengarkan perintah verbal, mengenal berbagai macam bentuk dan mengenal warna.

Untuk anak di atas 2 tahun, bisa disiapkan beberapa gambar menarik seperti gambar pemandangan, pesawat, bola, binatang, buah dll. Bisa juga diberikan gambar kepala bayi yang sederhana lengkap dengan organ panca indranya. Ini bisa dekaligus untuk mengenalkan nama anggota tubuh yang dimiliki bayi.

Pada anak yang lebih besar, siapkan beberapa gambar doodle dengan area coloring yang lebih rumit.

1. Mengembangkan Ketrampilan Motorik Halus 

Motorik halus adalah aktifitas motorik yang melibatkan otot-otot kecil yang mana gerakannya lebih menuntut koordinasi mata dengan tangan dan melibatkan koordinasi syaraf otot

Kemampuan motorik halus dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan seperti bermain puzzle, menyusun balok, memasukan benda ke dalam lubang sesuai bentuknya, membuat garis, melipat kertas, mewarnai dan sebagainya. 

Pada saat mewarnai, seorang anak dituntut untuk mewarnai obyek dengan rapi tidak berlepotan dan tidak keluar garis. Di sinilah kemampuan motik halus diasah.

2. Melatih Koordinasi Mata dan Tangan

Salah satu pintu masuk stimulasi adalah indra penglihatan. Obyek gambar yang akan diwarnai merupakan target yang harus dikerjakan dengan mengandalkan ketrampilan motorik halus. 

Mewarnai bisa melatih anak menggambarkan hubungan antara apa yang dilihat dan apa yang dilakukan. 

Koordinasi antara mata dan tangan ini penting untuk kegiatan lainnya seperti menulis.

3. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi 

Meningkatkan fokus adalah manfaat penting dari kegiatan mewarnai.

Anak yang mampu bertahan untuk bisa menyelesaikan proses mewarnai dalam waktu yang cukup lama, bisa mempunyai daya konsentrasi yang lebih baik.

Saat mewarnai, anak belajar mengenal batas-batas bidang yang diwarnai, sehingga secara tidak langsung akan membantu anak untuk lebih cepat belajar menulis 

4. Mendorong Kreativitas 

Dengan mewarnai, anak akan belajar memikirkan ide-ide baru secara alami maupun dengan bertukar pikiran.

Mewarnai juga memicu imajinasi untuk menorehkan warna pada obyek gambar. Misalnya, kalau langit diwarnai biru, itu sudah biasa. Bagaimana ya kalau diwarnai dengan warna lain? Pikiran semacam itu akan mengasah kreativitas anak.

Kreativitas seseorang harus diasah sejak kecil, supaya bisa tumbuh menjadi orang yang memiliki daya cipta optimal yang berguna bagi lingkungan sekitarnya.

5. Mengenal Warna dan Bentuk 

Aktivitas mewarnai akan membuat anak mengenal warna serta membedakan warna satu dengan yang lainnya.

Pengetahuan akan warna, termasuk warna primer, warna turunan, gradasi warna, warna kontras, warna sembur dll akan mudah diserap oleh anak manakala dia langsung praktik mewarnai. 

6. Meningkatkan Rasa Percaya Diri 

Pada saat mewarnai, biarkan anak memilih warna yang sesuai untuk obyek gambar. Dengan diberi kebebasan memilih warna, akan mendorong rasa percaya diri.

Jika rutin dilakukan, kegiatan mewarnai ini bisa menanamkan anak bahwa dia punya potensi yang patut dibanggakan. 

7. Melatih Kesabaran 

Mewarnai dapat membantu anak belajar kesabaran. Saat mewarnai, anak akan berlatih sabar sekaligus mendapatkan perasaan tenang serta nyaman. Anak-anak bisa mewarnai aneka bentuk dan bidang sesuai keinginan mereka. Hal ini akan memberi anak perasaan puas dan senang karena bisa membuat pencapaian sendiri.

Bisa menyelesaikan tugas mewarnai dalam satu halaman penuh -bagi seorang anak- tidaklah mudah. Dibutuhkan kesabaran untuk bisa menyelesaikan hingga akhir tanpa beranjak dari tempatnya. Kondisi ini akan membuat anak terlatih kesabarannya dan akan tetap relaks saat menghadapi tantangan.

Kegiatan mewarnai memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak

Kesimpulan

Kegiatan mewarnai bukan sekedar bagian dari seni lukis, tapi merupakan suatu aktivitas stimulasi yang sangat bermanfaat.

Manfaat mewarnai bagi tumbuh kembang anak adalah untuk mengasah motorik halus, melatih koordinasi mata dan tangan, meningkatkan fokus dan konsentrasi, mendorong kreativitas, mengenal warna dan bentuk, meningkatkan rasa dan melatih kesabaran. 

DokterTaura
I am a pediatrician, writer dan blogger

Related Posts

33 komentar

  1. Terima kasih banyak dokter atas ilmu dan juga informasi yang diberikan. Ternyata kegiatan mewarnai yang seperti hal sepele memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Dan juga ijin bertanya dokter apakah ada waktu maksimal untuk anak mewarnai? Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali... Mewarnai memang tampak seperti hal retjeh, namun berdampak positif banget. Tidak ada durasi maksimal untuk mewarnai. Senyamannya bayi/anak aja... No paksaan ya

      Hapus
  2. Mewarnai salah satu cara untuk membangun kemampuan motorik halus anak ya dok? Jadinya anak bisa sabar dalam berproses atau melakukan sesuatu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul Pak... Saya hingga kini masih belajar mewarnai lo... Mewarnai hidup istri dan anak-anak

      Hapus
  3. Pak dokter anak saya malah berdalih di gadget dia juga instal aplikasi menggambar. Dia emang suka bikin design, bahkan akun Canva saya saja juga sering dibajak. Walau cuma mindahin elemen dan bikin suasana sesuai keinginannya. Susah banget ya pak dokter buat lepasin anak dari ketergantungan gadget ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gadget kadang jadi kawan, kadang bisa jadi lawan bagi anak. Gunakan gadget seperlunya dan sejak mungkin. Baca artikel di blog dokter taura tentang bagaimana cara atasi kecanduan gadget pada anak yuk

      Hapus
  4. Muhammad Razardi Bhawika27 Juli 2022 16.22

    Terimakasih dokter atas ilmu yang dibagikan. Melatih jiwa seni anak, kreativitas, kesabaran, dan yang paling penting menjadi stimulasi berbagai aspek perkembangan anak, tidak menyangka mewarnai di masa kecil bisa menjadi menjadi salah satu hal yang berperan besar untuk masa depan anak. Izin bertanya dokter, artinya ketika anak mewarnai tetap perlu didampingi dan diajak berkomunikasi nggih? Bukan hanya dibiarkan mewarnai sendirian?
    Terimakasih dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya saat anak mewarnai, didampingi dan dibimbing oleh orang tua

      Hapus
  5. Terima kasih dokter, artikelnya ringan tapi berbobot. Tidak hanya kesabaran, anak juga terlatih untuk berkonsentrasi lebih lama dan juga bisa dilatih untuk tanggung jawab (anak memulai mewarnai, belajar untuk menyelesaikannya). Tapi, orang tua juga harus banyak ide kalau si anak bosan dengan aktivitas mewarnainya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, karena orang tualah sosok yang paling mengerti dan memahami anak...

      Hapus
  6. ternyata banyak banget manfaat mewarnai ya?
    anak pertama sampai ketiga, saya rajin membantu mereka belajar menggambar dan mewarnai
    Pas anak ke-4 atau si bungsu, saya mulai lengah
    Dannnnn......sampai usia 4 tahun dia gak bisa bedain warna, hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau masih usia 4 tahun, masih bisa dilakukan stimulasi dan latihan mengenal warna... Semangat Ambu...

      Hapus
  7. Kayaknya cuman anak-anak saya yang paling malas mewarnai ya, keduanya sejak kecil udah saya ajak mewarnai, tapi sepertinya keduanya nggak suka seni deh, huhuhu.
    Cuman mengenai warna, Alhamdulillah mereka ngerti sih, dari mainan lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih banyak kok mainan edukatif yang bisa kita jadikan alat stimulasi. Lain kali kita bahas tuntas tentang permainan edukatif ya... Insyaallah

      Hapus
  8. Wah berarti bisa dikatakan daku lumayan oke nih jadi Aunty yang kasih buku gambar dan alat tulis ke keponakan buat menstimulasi otaknya. Jadinya memang doi tuh cerdasnya kelihatan
    Karena kecerdasan multiple ternyata bisa distimulasi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, dan waktu stimulasi kecerdasan anak itu tidak sepanjang umurnya lho. Paling bagus saat umur 0-2 tahun

      Hapus
  9. Assalammualaikum wr wb. Terima kasih banyak dokter atas ilmunya. Ternyata kegiatan sederhana seperti mewarnai manfaatnya sangat banyak ya dok. Kegiatan mewarnai ini akan semakin berdampak kepada anak jika ditemani oleh orang tua, sehingga anak tidak bosan dan meningkatkan ikatan kasih sayang antara anak dengan orang tua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali... Satu aktivitas dengan beribu manfaat...

      Hapus
  10. Betul dokter ketika anak mewarnai disitu anak akan mengejawantahkan keinginan dan eksplorasi pikiran, perasaan, kreatifitas. Secara tidak langsung anak tumbuh kembangnya terfasilitasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan mewarnai, anak bisa lebih kreatif, lebih mandiri dan lebih sabar

      Hapus
  11. Trimakasih informasinya dok. Dok, saya mau tanya apakah ketika anak mencoret2 di dinding itu normal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Normal dong, tapi tergantung usianya juga ya. Berikan media lain yang lebih mengasyikkan buat anak

      Hapus
  12. Infonya super lengkap Dok. Makasih yaa.. Dan khusus gadget, memang dampak gadget terhadap anak bisa menimbulkan efek yang sangat bahaya menurut aku sih, Dok. Salah satunya kemampuan komunikasi anak sangat sulit berkembang. Dengan mendampingi anak bermain mewarnai, akan tumbuh pula kedekatan antara orangtua dan anak yaa Dok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, setuju... Mending antara orangtua dan anak, itu sangat penting...

      Hapus
  13. Saya juga dok sama anak²ku bebaskan untuk berkreasi, dan suka kasih gift atau suprised buat mereka jadi tambah senang hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, bagus banget bu... Pertahankan terus ya. Jangan lupa kasih apresiasi sekecil apapun tiap anak menunjukkan kemajuan

      Hapus
  14. Wah anakku suka banget mewarnai. Alat mewarnainya sampai kubelikan lengkap. Mulai dari crayon, pensil warna sampai spidol. Paling banyak crayon sih dan kalau sudah mewarnai dia bisa fokus dan hasilnya bagus. Padahal gak ada yang ngajarin loh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu namanya "bakat" bu. Harus dikembangkan supaya bisa jadi prestasi dan menambah rasa percaya diri.

      Hapus
  15. Stimulasi yang ternyata kaya akan manfaat bagi anak-anak pra sekolah.
    Kebayang kalau semua serba digital dan anak-anak menjadi sangat kurang sekali berinteraksi dengan sesuatu yang nyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, rekomendasi AAP (ikatan dokter anak amerika): bayi 0-2 tahun sebaiknya tidak dikenalkan dg media TV, gadget dll

      Hapus
  16. anakku saat ini 18 bulan, Dok. Berarti udah bisa saya beri pensil warna dan kertas yaa buat menggambar. Nanti mau coba ahh

    BalasHapus
  17. Benar adanya, stimulasi sejak dini terkait aktivitas apapun yang menjadi dasar buat anak bersosialisasi sangat penting untuk dilakukan orangtua. Terlebih aktivitas pra baca dan menulis, sy cukup merasakan dampaknya saat anak memasuki usia pra sekolah, setidaknya fokus anak cenderung lebih baik daripada tidak distimulasi

    BalasHapus
  18. Baru benar-benar paham soal stimulasi dok. Selain kualitas, kuantitas juga penting ya. Terlihat sekali, anak pertama kami dulu fokus kami stimulasikan macam-macam. Hingga belum usia dua tahun, sudah banyak kemampuan yang dikuasai (hingga bernyanyi ABC dengan benar). Berbeda dengan anak kedua yg kami asuh dengan perhatian yang terpecah (dan saya aktif ngeblog). Di usianya yg hampir dua tahun, kemampuannya tidak seperti kakaknya dulu

    BalasHapus

Posting Komentar